
Setelah selesai menyeleksi calon murid baru, Tetua Mu Lang dan para petugas yang lain langsung membawa mereka menuju ke Sekte Ular dimana harus menempuh perjalanan selama seharian.
Sedangkan salah satu petugas yang lain langsung menuju ke kediaman Kepala Desa.
Ryu yang mengetahui tujuan petugas tersebut, tidak terlalu menanggapi terus berjalan mengikuti rombongan.
Sesampai di Sekte Ular, Tetua Mu Lang langsung membawa mereka ke lapangan Sekte Ular.
Para Murid yang lain pun mulai berdatangan karena sudah menjadi kebiasaan apabila ada Murid baru, maka akan segera diumumkan.
Para tetua pun mulai berdatangan untuk menyambut Murid baru mereka, dan menentukan siapa yang menjadi Murid mereka.
Hal itu tidak lepas dari Hao Mingzi, Jinying dan Bu Jing Yu yang juga sudah diangkat sebagai Guru Sekte Ular.
Satu-persatu calon murid baru memperkenalkan diri, dimana langsung menentukan siapa yang akan menjadi Guru Mereka.
Setelah Tetua Mu Lang menyebutkan nama mereka, kini Ryu juga memperkenalkan diri hingga semua mata tertuju padanya.
" Wah... Murid baru itu tampan sekali." bisik beberapa murid wanita kepada temannya.
" Benar Saudari... Semoga saja Pemuda itu satu Guru dengan kita." ucap Murid wanita lain.
Mendengar ucapan tersebut beberapa murid pria memasang wajah masam karena mereka menganggap Ryu sebagai saingan berat mereka.
Kini para Murid pria menatap ke arah Ryu dengan tatapan dingin dan niat membunuh yang kuat.
Menyadari hal tersebut Ryu tertawa dalam hati karena untuk membunuh mereka hanya dengan satu kali pukulan saja.
Namun karena untuk melancarkan penyamarannya, Ryu bersandiwara seperti orang yang ketakutan. Hal itu tentu saja para Murid Pria semakin yakin untuk membunuh Ryu.
Ryu yang menyadari ada beberapa sosok yang dia kenal membuatnya sedikit kaget, namun dengan cepat memperbaiki sikap.
' Kenapa mereka ada disini? Semoga saja mereka tidak mengenalku.' Ryu membatin saat melihat Hao Mingzi, Jinying dan Bu Jing Yu.
__ADS_1
Begitu juga dengan Hao Mingzi, Jinying dan Bu Jing Yu yang tidak begitu asing melihat Pemuda tersebut hingga memiliki pemikiran masing-masing.
" Ying'er... Bukankah Pemuda ini adalah Kaisar Ryu?" Hao Mingzi menatap ke arah Jinying lalu menoleh ke arah Bu Jing Yu.
" Aku rasa dia bukan Kaisar Ryu. Mana mungkin dia bisa ada disini, dari nama dan usianya saja sudah beda. Kamu dengar sendiri bahwa nama Pemuda itu Song Juan." Jinying menggelengkan kepala berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.
Jinying sangat yakin bahwa Pemuda yang bernama Song Juan itu adalah Ryu sendiri, meskipun begitu Jinying tidak ingin memberitahukan hal yang sebenarnya karena dia sendiri sangat merindukan sosok tersebut.
' Gege... Syukurlah kamu ada disini. Aku sangat merindukanmu.' Jinying membatin sambil bertanya-tanya mengapa Ryu berada di tempat itu.
" Yu'er... Apa kamu masih ingat wajah Kaisar Ryu? Jika itu benar, akan lebih mudah untuk kita membunuhnya." Hao Mingzi mengepal tangannya berniat untuk membunuh Ryu.
" Gege... Aku juga sependapat dengan Jinying. Coba kamu perhatikan baik-baik tingkat Kultivasinya. Mana mungkin Kaisar Ryu masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal. Jika itu benar, Kaisar Ryu hanya mengantar nyawa berani masuk ke Sekte Ular seorang diri." Bu Jing Yu yang awalnya menganggap Pemuda tersebut adalah Ryu.
Namun karena Jinying mengatakan bahwa sosok itu bukan Kaisar Ryu, maka Bu Jing Yu menepis kembali keyakinannya.
Jinying yang mendengar ucapan dari Bu Jing Yu! kini bernafas lega karena dia sendiri tidak ingin ada orang lain yang mengetahui penyamaran Ryu.
' Gege... Apa yang kamu cari disini? Apa kamu ingin menghancurkan Sekte Ular ini.' Jinying berusaha untuk menahan tindakan Ryu, karena di Sekte Ular ada satu orang yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal Yaitu Patriak Sekte Ular itu sendiri.
" Guru Bu Jing Yu... Aku harap kamu bisa melatih Song Juan. Aku rasa kamu adalah orang yang cocok." Mu Lang menoleh ke arah dimana Bu Jing Yu berdiri di samping kanannya.
" Baik Tetua Lang." Bu Jing Yu memakup kedua tangannya sebagai penghormatan.
" Juan'er... Kamu berlatihlah dengan giat! Guru Bu Jing Yu adalah Guru yang paling berpengalaman di Sekte Ular ini, karena statusmu sebagai Murid Inti." Mu Lang berharap Ryu lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi, karena dengan begitu Ryu bisa pulang ke Kota Kurok dan tentu akan membawa harta yang lebih banyak lagi.
" Baik Tetua Lang." Ryu memberi hormat berusaha menyembunyikan rasa gelinya lelu menoleh ke arah Bu Jing Yu.
" Salam Guru! Mohon bimbingannya." Ryu menundukkan kepala berharap Kedua wanita tersebut tidak mengetahui penyamarannya.
" Deeeg." Jantung Jinying dan Bu Jing Yu saat Ryu menatap ke arah mereka yang masih terlihat santai.
" Aku rasa semua sudah selesai. Tetua... Tolong tuntun Murid baru kita menuju kediaman baru mereka." Mu Lang menoleh ke arah salah satu Tetua.
__ADS_1
" Baik. Semuanya mari ikut aku!" Tetua tersebut membawa Ryu dan yang lain menuju kediaman mereka.
Tanpa menunggu lama Ryu dan yang lain langsung mengikuti Tetua tersebut sambil memberi hormat kepada beberapa sosok yang ada di tempat itu.
" Saudari Jinying... Aku ingin bicara sebentar denganmu." Bu Jing Yu masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Jinying saat Ryu dan yang lain sudah tidak ada lagi.
" Memangnya ada apa?" Jinying mengerutkan kening saat melihat Bu Jing Yu terlihat serius.
" Ikut aku!" Bu Jing Yu membawa Jinying meninggalkan tempat tersebut menuju tempat yang aman.
Setelah berada di tempat yang aman, Bu Jing Yu langsung memeriksa keadaan sekitar lalu menoleh ke arah Jinying.
" Jinying... Tatapan Pemuda itu mirip sekali dengan Ryu Gege." Bu Jing Yu tidak tahan lagi memendam perasaannya.
" Dari mana kamu tau bahwa Pemuda itu adalah Kaisar Ryu?" Jinying sedikit menyelidik merasa kalau Bu Jing Yu juga mengetahui hal tersebut.
" Aura Pemuda itu memang beda, tapi perasaanku mengatakan bahwa dia adalah Ryu Gege." ucap Bu Jing Yu.
Mendengar ucapan dari Bu Jing Yu, Jinying tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaan Ryu meskipun sedikit kesal dengan ucapan dari Bu Jing Yu.
" Sejak kapan kamu memanggilnya dengan sebutan Gege? Kamu hanya mengenalnya saat kamu menyamar sebagai aku." Jinying menatap tajam ke arah Bu Jing Yu.
Mendengar ucapan dari Jinying, Bu Jing Yu memang mengakui hal itu namun ada dorongan lain yang membuat dia begitu peduli kepada Ryu.
Seketika Bu Jing Yu tertunduk lesu sambil meneteskan air mata yang membuat Jinying keheranan.
" Jinying... Pertemuanku dengan Ryu Gege memang singkat. Tapi kali ini aku menyadari aku sangat mencintainya." Ucap Bu Jing Yu.
" Sejak kapan kamu seperti itu? Bukankah kita sudah memiliki Suami?" Jinying sedikit menyelidik menyembunyikan perasaannya sendiri.
" Sejak pertemuan itu aku selalu berharap bisa bersama Ryu Gege selamanya. Tapi sayangnya saat penyamaranku terbongkar, hatiku merasa sakit. Saat itulah perasaanku menjadi bimbang, namun seiring berjalannya waktu aku tidak pernah menemukan kebahagiaan seperti saat bersama dengan Ryu Gege." Bu Jing Yu menganggap jika dia menikah dengan Hao Mingzi, bisa melupakan Ryu.
Namun kenyataannya justru membuat Bu Jing Yu semakin merindukan sosok Ryu.
__ADS_1
" Jinying... Seandainya aku berada di posisimu, mungkin aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menemani sosok yang aku Cintai. Dengan begitu aku tidak akan pernah menyesal seumur hidupku." Bu Jing Yu menggelengkan kepala.
" Deeeg." Jantung Jinying seakan terhenti.