
Kembali ke Dunia Fana dimana tempat Ryu berada Yaitu Dunia Manusia, Ryu terus mengurung diri di Rumahnya hingga sudah mencapai Tiga Tahun sejak kepergian Ketujuh Istrinya.
Terlihat tubuh Ryu yang dulunya Kekar berotot, kini terlihat kurus tidak terawat dengan rambut acak-acakan seakan tidak ada niat untuk Hidup.
Dalam keputusasaan Ryu mencoba menenangkan diri dengan duduk bersila menuju ke Alam bawah sadar yang melihat ada Delapan benda Baru pada Dantian nya.
" Hei kamu... kenapa baru datang kesini? aku sudah menunggumu." sebuah Cahaya Putih berbicara kepada Ryu.
" Kamu siapa? apa urusannya denganku?" Ryu terlihat Acuh.
" Kamu telah melahap habis 'Yang' Pasanganku." ucap cahaya tersebut.
" Bagaimana kalian bisa masuk ke tubuhku? jika kamu pergi ya pergi saja!" ucap Ryu.
" Kauuuu... Aku dan Pasanganku adalah Bunga Teratai Suci Yin-Yang yang masuk kedalam Tubuhmu, Kau harus bertanggung jawab karena telah mengambil Pasanganku " Ucap cahaya tersebut.
" Kau pikir kamu siapa? jika kamu ingin membunuhku Silahkan! aku tidak keberatan." Ryu merentangkan kedua tangannya.
" Aku akan memaafkan mu, tapi Kau harus membawaku kembali ke Dunia Abadi. Aku sudah lebih dari Seribu Tahun berada di Dunia Fana ini dan terkurung di Kelopak Bunga terkutuk itu." ucap cahaya tersebut.
" Aku tidak peduli biarkan kita mati sama-sama " Ryu ingin keluar dari Alam bawah sadar.
" Tunggu " Cahaya putih tersebut berfikir bagaimana cara mengelabui Ryu karena Ryu sudah seperti Orang yang Kehilangan semangat untuk hidup. 'Aku harus membohonginya agar dia bisa membantuku.'
" Apalagi? " aku tidak ingin ada parasit dalam tubuhku. Cepat pergi dari sini!" Ryu mulai kesal.
" Kamu ingin mencari Ketujuh Istrimu kan? aku bisa membantumu. Lagi pula mereka sekarang sudah berada di Dunia Abadi, kebetulan tujuan kita sama." Cahaya Putih tersebut berbohong.
" Bagaimana kamu tau mereka ada di Dunia lain? lalu apa buktinya?" tanya Ryu.
" Apa kamu tidak lihat ketujuh Elemen disana? itu menandakan bahwa mereka masih hidup dan mencoba memberitahukan bahwa mereka menginginkan kamu agar bisa menjemput mereka kembali ke Dunia Fana ini." Cahaya Putih mengarang cerita.
" Aku tidak percaya." Ryu mencoba keluar dari Alam bawah sadar.
" Kalau begitu kamu lihat sendiri Elemen itu akan menambah kekuatanmu meskipun kamu tidak bisa menggunakannya tapi kamu bisa menggunakan Teknik berbagai Teknik dari Elemen Api, Elemen Cahaya dan Elemen Kegelapan." Cahaya Putih tersebut berputar-putar hingga menyatukan Semua Elemen hingga tercinta Sebuah Petir berwarna Hitam.
" Apa dia tidak berbohong?." Ryu merasakan gejolak hebat dari tubuhnya Hingga Serangkaian Teknik dari Ketujuh Istrinya kini bisa dia Kuasai namun tetap saja merasa sangat mustahil kalau Istrinya masih hidup.
" Aku akan memberikan Elemen Es milikku untuk menambah Teknik milikmu." Cahaya itu meyakinkan Ryu agar rencananya sempurna.
Bukan tanpa Alasan Cahaya Putih tersebut membagikan Sedikit kekuatanya, Karena Hanya Ryu lah tempat yang cocok yang memiliki Ranah Dewa sehingga dia bisa hidup walaupun masih wujud Cahaya.
" Kalau begitu, bagaimana caraku untuk mencapai Dunia Abadi?" Ryu mencoba untuk percaya dengan ucapan dari Cahaya Putih tersebut.
" Memang sangat Sulit. Kamu harus melewati Hukuman Langit, melewati berbagai tantangan dari berbagai Dunia yang kamu lewati. Karena kamu akan menemukan Wilayah yang Aneh dalam perjalananmu. Tapi kondisimu sekarang sangat buruk, Dunia Fana ini hanya mampu membuat Kultivator mencapai Pendekar Fana Tahap Awal. Itupun jika kamu baru mencapai Level 100 yang kalian sebut tingkat tertinggi." ucap Cahaya tersebut.
" Pendekar Fana Tahap Awal?" Ryu terlihat bingung.
" Aku tidak bisa menjelaskan hal karena sangat Panjang." Cahaya Putih tersebut mengeluarkan cahaya kecil berwarna keemasan hingga masuk ke Kening Ryu.
Seketika Ryu mendapatkan Pengetahuan yang membuatnya seakan tak percaya jika selama ini Para kultvator di Dunia Fana Agungkan ternyata hanya sepercik Pengetahuan yang sebenarnya.
Dibalik Antusias tersebut Ryu kembali murung karena sepertinya dia tidak bisa menambah Kultivasinya Di Dunia Fana karena terimbas Hukum Alam yang dibuat oleh Sang Pencipta itu sendiri agar Kultivator dari Dunia Setengah Abadi maupun Dunia Abadi bisa menghancurkan Dunia Manusia hanya dengan jentikan jari.
" Jika boleh tau Siapa Namamu?" tanya Ryu kepada Cahaya tersebut.
" Aku tidak punya Nama sebelum mencapai Dunia Abadi jadi kamu boleh memanggilku dengan sebutan apapun. Haaahh... Harus kuakui kau sebagai Tuanku sekarang, meskipun kamu tidak layak dijadikan Tuanku." ucap Cahaya tersebut.
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan memanggilmu Shizi." Sepintas Ryu memikirkan nama Hewan Kontrak milik Huli Yue karena memberikan Nama dari salah satu Nama Istrinya tidak layak untuk cahaya yang ada di depannya tersebut.
' Pemuda ini... Bagaimana dia bisa memberikan Namaku dari Hewan Kontrak itu. Haaahh... Aku harus bersabar, bagaimanapun tujuanku adalah untuk mencapai Dunia Abadi dan mencari Tubuh Baru.' pikir Cahaya tersebut.
" Baiklah Tuan... Aku akan menerima Nama dari pemberian Tuan." ucap Cahaya yang diberi Nama Shizi.
" Kalau tunggu apa lagi? bagaimana caranya agar bisa menuju Dunia Abadi.?" Tanya Ryu.
" Yang Pertama Tuan harus mendapatkan Hukuman Langit terlebih dulu, Setelah itu Aku akan mengantar Tuan Ke Dunia Setengah Abadi." ucap Shizi.
" Sekarang Tuan sudah mencapai Level 100 berkat bantuan berkat Energi dari Ketujuh Istri Tuan, dengan begitu Tuan Tinggal mencari Puncak Gunung Tertinggi di Benua ini." lanjut Shizi.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu langsung keluar dari Alam bawah sadar lalu membuka Peta Benua Lotus terlihat dari wajah Ryu kini telah memiliki semangat Baru keluar dari kediamannya.
Setelah beberapa di Ruangan Paktriak, Ryu memberikan semua Koin Emas, Tumpukan Sumberdaya Dan tumpukan Pil Senjata dan Semua Kitab yang dia miliki Kecuali Kitab Cermin Neraka, Jalan Bayangan, Pelindung Yin-Yang, Birahi Iblis, Iblis Nafsu dan Lingkaran Suci yang dia dapatkan saat melawan Pasukan Siluman.
Sedangkan untuk Kitab Petir Mengguncang Semesta, Langkah Kilat dan Wujud Hantu, Amarah Dewa Api dan Kitab Alkemis lainnya Ryu berikan kepada Ayahnya agar bisa digunakan sebagai Harta Sekte Lembah Persik yang hanya digunakan untuk beberapa Orang saja.
Ryu juga memberitahukan Tentang Inti Petir, dan inti Api jika ingin mempelajari Teknik dari kedua Kitab Elemen.
Paktriak dan Para Tetua lain begitu enggan melepaskan kepergian Ryu karena menurut mereka dia tidak akan bisa kembali lagi, namun karena tekad bulatnya mereka semua berharap Ryu bisa selamat hingga bisa bertemu kembali dengan Ketujuh Istrinya.
Dalam Pengetahuan yang baru Ryu dapatkan, Di Dunia yang lain tidak ada yang memakai Sumberdaya dan Pil itu lagi karena tidak berfungsi sama sekali Kecuali Harta Langit yang dia miliki untuk meningkatkan Fondasi yang masih Langka di Dunia Setengah Abadi bahkan di Dunia Abadi.
Setelah berpamitan, Ryu langsung menghilang dari pandangan mereka yang kini sudah berada di Kaki Gunung Tertinggi yang membelah Awan 25 kali lebih tinggi lagi dari Gunung Kediaman Naga Gunung.
Setelah berada di Puncak Gunung tersebut melengkapi Levelnya dengan menyerap Tiga Inti Roh Kirin Tingkat Abadi usia Ratusan Ribu Tahun yang ada di Gunung tersebut.
" Sekarang tinggal mencari Inti Roh Siluman yang sudah berusia 1 Juta Tahun untuk level 90 dan Level 100 milikku." Ryu bergumam.
' Tuan tidak perlu lagi melakukannya, Karena Tuan bisa menyerap inti Roh di Dunia Setengah Abadi yang Kami sebut Binatang Roh yang memiliki Inti Roh yang sama bahkan lebih Kuat lagi. Lagi pula jika Tuan terlalu lama disini, maka Hukum Alam akan membunuh Tuan.' pesan jiwa dari Shizi.
' Tuan, di Dunia Fana ini Tuan sudah mencapai Puncaknya Kekuatan. Dan itu artinya Tuan Harus mati jika masih berada di Dunia Fana ini' ucap Shizi
Mendengar ucapan tersebut, Ryu langsung melesat ke puncak Gunung hanya dengan sekali lompatan kemudian langsung duduk bersila di sebuah Batu Besar.
Dengan instruksi dari Shizi Ryu langsung mengeluarkan Wujud Kera Petir Berwarna Hitam pekat diikuti Armor Pelangi yang juga telah diaktifkan.
' Pemuda ini sangat mengerikan, di Dunia Fana ini saja dia sudah mendapatkan Elemen yang diimpikan oleh Kultivator di Dunia Abadi. Bahkan Penempaan Tubuhnya hampir menyamai Kultivator dari Dunia Abadi. Jadi hanya perlu dipoles sedikit' Shizi sangat yakin kalau Ryu mampu membawanya ke Dunia Abadi.
Sementara di sekeliling Ryu mulai Gelap hingga terlihat Ribuan Petir Berwarna Hitam yang siap menghantamnya.
" Duuuaaaaarrr... Duuuaaaaarrr... Duuuaaaaarrr" Serbuan Petir yang terus menyambar tubuhnya hingga membuat Ryu merasakan sakit yang luar biasa.
Dari Gemuruh di atas langit seakan menandakan Dunia sudah Kiamat membuat Dunia Dewa, Dunia Iblis, Dunia Peri bahkan Dunia Manusia itu sendiri merasakan Aura dari bencana Sambaran petir itu sendiri.
Para Pemimpin dari Semua yang ada di Dunia Fana kini merasa Ketakutan hingga mereka berfikir Bahwa Dunia Manusia telah mengalami Bencana Besar.
Namun ada beberapa Makhluk menganggap Dunia Manusia mendapatkan sebuah Anugerah langsung dari langit yang membuat mereka lebih kuat dari efek tersebut.
" Arrgghhh" Ryu meraung keras saat merasakan Sambaran Petir yang seakan merusak Organ Tubuhnya.
Dari tempat yang sangat jauh yang masih berada di kediaman mereka terlihat Empat sosok Naga mendongak ke arah langit seakan merasa kepedihan dari Tuan mereka.
" Naga Biru, Apa yang membuat Tuan Penguasa menjalani Hukuman Langit?" Tanya Naga Hitam.
" Aku juga tidak tau, Sepertinya Tuan Penguasa ingin meninggalkan Dunia ini." Ucap Naga Biru.
__ADS_1
" Apa karena telah Kehilangan Ketujuh Istrinya hingga Tuan Penguasa ingin mati." ucap Naga Putih.
" Mungkin saja Tuan Penguasa ingin mengakhiri Hidupnya. Apalagi dia sudah berada di Puncak kekuatan, jadi tidak ada yang bisa membunuhnya jadi dia memilih untuk menerima Hukuman Langit." Naga Biru berasumsi.
" Sangat disayangkan jika Tuan Penguasa harus mengalami kematian. Padahal jika dia masih ingin Hidup, Tidak ada satupun yang berani menyentuhnya." ucap Naga Merah.
" Kamu benar. Jika alasannya hanya karena kehilangan Tujuh Istri, aku rasa itu terlalu berlebihan. Karena dengan Kekuatannya Tuan Penguasa bisa mengambil Istri dari mana saja yang dia Sukai bahkan dari Kalangan Dewa maupun Iblis." ucap Naga Hitam.
" Haaahh... Semoga saja Tuan Penguasa mengakhiri Penderitaannya bahkan aku sendiri hanya dengan satu Sambaran saja mungkin langsung mati." Naga Biru merasakan Kengerian yang dialami Ryu.
Didalam Sekte Lembah Persik semua menghentikan aktivitas mereka sambil memandang langit yang seakan membawa bencana besar membuat mereka sangat ketakutan.
" Ryu'er... mengapa kamu memilih Jalan seperti ini? Meskipun Ketujuh Istrimu begitu berarti untukmu." Liu Meng sambil menatap Langit sangat yakin Fenomena Alam yang sedang terjadi akibat dari Anaknya.
Tiga Bulan telah berlalu, Ryu terus menerima Sambaran Petir yang tidak ada habisnya yang membuat Para Siluman maupun Warga di Dunia Manusia Begitu enggan keluar dari Kediaman mereka takut terkena Imbas.
Hingga satu Minggu kemudian Awan Hitam telah menghilang dari atas langit yang menutupi Benua Lotus hingga kembali seperti semula.
Terlihat sebuah cahaya yang menyilaukan meniggalkan Kawah buatan hampir separuh dari Gunung tersebut telah hancur.
Cahaya tersebut langsung melesat ke atas langit hingga menembus Ruang angkasa yang terlihat barisan Bintang-bintang hingga masuk ke Sebuah Dunia Baru yang lebih besar lagi dari Dunia tempat tinggal Ryu.
" BBOOOOM" Cahaya tersebut menembus Pembatas melesat menuju sebuah Daratan yang terdapat sebuah Hutan lebat.
" Shizi, dimana kita ini? " terdengar suara Ryu dari cahaya tersebut.
" Tuan, kita sekarang sudah berada di dalam Dunia Setengah Abadi." ucap Shizi.
" Kenapa tidak langsung ke Dunia Abadi saja?" ucap Ryu.
" Tuan tidak bisa kesana sekarang. Sampai Tuan bisa mencapai Pendekar Bumi." ucap Shizi.
" Lalu kenapa dengan Tubuhku? kenapa hanya seperti ini? " Ryu melihat dirinya hanya sebuah cahaya.
" Kita harus mencari Tubuh Baru Tuan secepatnya. jika tidak, Tuan akan mengalami hal yang sama denganku. Karena Tubuh Fana tuan sudah Rusak, tetapi tidak untuk kekuatan Tuan." ucap Shizi.
" Kalau begitu aku merasakan ada Orang Mati di dalam Jurang sana." Cahaya langsung melesat masuk ke arah Jurang.
Seketika terlihat sosok Tubuh Pria yang terlihat sudah berusia 40 Tahun berperawakan tinggi kekar Namun masih terlihat seperti seusia 20 Tahun sedang terbaring dengan tubuh terluka dan sudah kehilangan Nyawa.
" Shizi apa kamu Yakin dengan Orang ini.?" Ryu menatap ke arah Pria tersebut.
" Tuan tenang saja, Tubuh Tuan akan kembali seperti semula jika Kekuatan ku telah pulih." ucap Shizi.
" Baiklah... awas kalau kamu membohongiku" Ryu langsung masuk ke Tubuh Sosok tersebut.
Seketika Pria tersebut langsung bangkit dengan luka yang berangsur-angsur pulih hingga menutup kembali.
" Sangat Buruk latar belakang Pria ini." Ryu merekam ingatan dari Pria yang dia masuki.
" Memangnya ada Apa Tuan?" sebuah Cahaya Putih keluar dari Tubuh Baru Ryu.
" Sepertinya Pria ini adalah Putra dari Sebuah Kerajaan Song dan kesehariannya bermain dengan Istri Selir dan sering datang ke Tempat wanita penghibur." ucap Ryu.
" Kebetulan sekali Tuan, sepertinya aku membutuhkan Yin dari Semua pasangannya" ucap Shizi.
" Kebetulan apanya? apa kamu ingin menjebak ku? Ryu sangat kaget.
__ADS_1
" Tuan, hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang. Jika tidak, kita tidak bisa menuju Dunia Abadi." Ucap Shizi.
" Apa ada cara lain?" tanya Ryu.