SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
AIR EMBUN SURGAWI


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Sebaiknya aku kembali ke Dunia Quzhu." Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura lalu masuk ke Dunia Quzhu.


Setelah berada di Dunia Quzhu, Ryu disambut dengan Aroma wewangian memanjakan hidupnya.


" Apa ini Melati Emas sudah berbunga?" Ryu berjalan keluar Istana.


Setelah berada di halaman depan Istana Ryu disambut dengan pemandangan yang indah dimana bunga Melati Emas telah mekar dengan sempurna memancarkan cahaya berwarna putih.


" Jadi begini hasilnya." Ryu melihat mulai dari Batang, ranting dan daun Melati Emas semua berwarna keemasan dan hanya Kelopak bunga Melati Emas saja yang berwarna putih.


" Gege... Melati Emas ini sepertinya mekar lebih cepat dari yang aku duga." Jiang Caiping merentangkan kedua tangannya sambil menghirup aroma Khas dari Melati Emas tersebut.


" Gege... Dengan adanya Melati Emas ini, dengan kemampuanku, aku bisa membuatnya lebih banyak lagi." Sheng Zhishu sambil merentangkan kedua tangannya menghirup aroma melati Emas.


" Gege... Dengan kemampuanku, Kamu tidak perlu khawatir dengan Pil. Aku bisa membantumu untuk membuatnya." Ucap Xin Chie


Semua Istri Ryu mulai berdatangan saat merasakan Aroma harum semerbak dari Melati Emas tersebut karena penasaran dengan Aroma yang memenuhi seisi Istana Emas.


" Shu'er... Kamu boleh memperbanyak Melati Emas ini. Bila perlu mengisi seluruh halaman ini." Ryu tidak henti dengan rasa kagumnya.


" Tenang saja Gege... " Sheng Zhishu menggunakan Spiritualnya membentuk sebuah butiran Cahaya keemasan hingga menyentuh Pohon Melati Emas lalu menyebar ke berbagai tempat hingga membentuk tunas baru.


" Mungkin besok pagi mereka Akan bermekaran." ucap Sheng Zhishu.


" Chie'er... Kamu bisa mengembangkan Pengetahuan Alkemis dengan Sumberdaya disini." Ucap Ryu.


" Baik Gege.." Xin Chie terlihat senang mengambil beberapa Kelopak bunga Melati Emas lalu masuk ke Ruang Sumberdaya.


" Kalau begitu kita kembali ke Istana. " Ryu membawa Istrinya yang lain masuk kedalam Istana.


Setelah berbincang beberapa saat mereka kembali ke kamar masing-masing yang kini hanya tinggal Ting Ye dan Qin Shuomei.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Sapa beberapa Pelayan ketika berada di lantai dasar.


" Mmm." Ryu mengangguk ramah.


" Ye'er, Mei'er... Aku mandi dulu." Ryu bergegas menuju ke kamar mandi diikuti Ting Ye dan Qin Shuomei.


Setelah beberapa saat, Ryu sudah keluar dari kamar mandi dimana Ting Ye sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Ryu.


" Gege... tidak lama lagi Anak kita akan lahir. " Ting Ye memasang pakaian untuk Ryu.


" Sepertinya Keluargaku akan bertambah lagi." Ryu mencium perut Ting Ye yang sudah membesar.


" Dengan bantuan para Pelayan, aku rasa masalah anak kita nantinya bisa terselesaikan." Ucap Qin Shuomei.


" Tapi tetap saja sebagai Orang Tua , kita harus mendidiknya." Ucap Ting Ye.


" Itu sudah kewajiban seorang Istri." ucap Qin Shuomei.


" Lebih baik kita istirahat saja." Ryu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.

__ADS_1


" Mmm." Ting Ye dan Qin Shuomei mengangguk lalu membaringkan tubuhnya di samping Ryu.


Pada keesokan Pagi di Dunia Abadi Ryu kembali melanjutkan perjalanan hingga sudah masuk bagian terdalam Hutan.


" Ggooooaaarr." Sosok Kera berbulu Emas menyambut kedatangan Ryu.


" Entahlah kamu dari sini Manusia, sebelum kamu menyesal." Kera Emas dengan nada mengancam.


" Kamu berada di Wilayahku, untuk itu aku meminta kompensasi dengan kematianmu. " Ryu dengan sikap siap bertarung.


" Manusia rendahan tidak pantas bicara denganku." Kera Emas menciptakan Bola Cahaya di tangannya lalu melepaskan serangannya ke arah Ryu.


Ryu yang sudah siap, langsung menciptakan Bola Petir Hitam mengarah kepada Kera Emas.


" Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat wilayah sekitar rusak total.


" Tenagamu lumayan juga." Kera Emas kembali menyerang ke arah Ryu dengan sebuah Pukulan.


" Kita lihat saja siapa yang lemah." Ryu menghindar Pukulan tersebut lalu menyerangnya dari samping kanan.


Kera Emas merasa serangannya memukul ruang kosong langsung berbalik arah berusaha menangkap tangan Ryu.


" Kraaack." Pukulan keras Ryu menggagalkan pertahanan Kera Emas membuat tangan kirinya remuk.


" Aaarrrggghhhh." Kera Emas sangat marah membuat Tubuhnya semakin membesar hingga Sepuluh kali lipat dari sebelumnya.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr..." Ryu menciptakan Hujan Petir menuju arah Kera Emas.


Merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar, Kera Emas sangat geram melepaskan serangan terkuatnya ke arah Ryu hingga tanah di sekitar menciptakan Gempa.


' Kuat sekali.' Ryu membatin seraya menghindar dari arah serangan tersebut.


Tidak ingin mengambil resiko, Ryu terus menghindar jika Pukulan dari Kera Emas mengenai tubuhnya pasti akan remuk.


Melihat Ryu yang terus menghindar dari serangannya, Kera Emas semakin marah hingga hilang kendali berusaha mengejar Ryu dengan kekuatan penuh.


Namun karena Elemen Petir yang sudah bersarang di tubuhnya, secara perlahan Kera Emas mulai kehilangan tenaga hingga setiap serangannya mulai melemah.


Melihat hal itu,Ryu terlihat senang dengan senyum jahatnya menciptakan Bola Petir Hitam menyerang balik Kera Emas dari sisi kanan.


" Malapetaka" Ryu berteriak keras menciptakan Bola Petir Hitam ke arah Kera Emas berada.


Merasa Aura dari serangan tersebut sangat kuat, Kera Emas berusaha untuk bangkit dan menghindar namun sayangnya baru saja berdiri Bola Petir Hitam tersebut sudah bertumpu pada tubuhnya.


" Bboooom." Ledakan dahsyat menciptakan kawah kecil.


Terlihat tubuh Kera Emas sudah terbujur kaku meskipun masih bisa bernafas.


Tidak ingin terlalu lama, Ryu langsung melompat ke arah Kera Emas berencana untuk memotong lehernya.


" Craaash." Ryu menebas leher Kera Emas.


" Sepertinya Pedang miliki perlu ditingkatkan lagi." Ryu melihat bekas terbasannya hanya membuat Luka, tidak mampu memotong leher Kera Emas.


Ryu tidak kehilangan akal, Pedangnya Ryu berusaha memotong leher Kera Emas hingga berkal-kali hingga akhirnya leher Kera Emas juga putus.


" Tubuh Kera Emas ini sangat kuat." Ryu membelah kepala Kera Emas untuk mengambil Inti Roh.


Setelah beberapa saat Ryu sudah berhasil mendapatkan Inti Roh Kera Emas lalu menarik mayatnya ke Dunia Quzhu.


" Untung saja Petir milikku ada Racun." Ryu membayangkan jika tanpa racun, mungkin dialah yang menjadi Korban Keganasan Kera Emas.


Selesai melakukan Pertarungan, Ryu kembali melanjutkan langkahnya sambil memeriksa wilayah sekitar.


Setelah berjalan cukup lama Ryu menemukan sebuah Air Terjun yang sangat Indah memanjakan mata.


Di Atas Air Terjun ada sebuah Bukit dimana diatasnya membentuk sebuah daratan yang luas.


" Istriku pasti sangat menyukai tempat ini." Ryu terus memperhatikan Air Terjun dimana sangat jernih dengan suasana yang sejuk.


" Suatu hari Aku akan menjadikan tempat ini sebagai tempat tinggalku." Ryu berjalan mendekati Air Terjun hingga dia merasakan ada sesuatu yang menarik di balik Air yang berjatuhan tersebut.


Dengan sedikit mengeluarkan Qi, Ryu menerobos masuk di balik Air terjun dimana terdapat sebuah Goa tersembunyi yang sangat luas.

__ADS_1


Dengan penuh hati-hati, Ryu memeriksa bagian terdalam Goa tersebut namun di tengah perjalanan terlihat tumpukan Besi berwarna putih mengkilap seperti Kristal.


" Besi Awan?" Ryu membulatkan mata terlihat senang.


Melihat Tumpukan Besi Awan tersebut Ryu mengibaskan tangannya membawa Besi Awan ke Dunia Quzhu.


Semakin kedalam, Goa tersebut semakin Luas hingga seperti Bangunan.


Sesampai di dasar Goa, Ryu melihat ke atas Langit-langit Goa terdapat sebuah lorong yang memperlihatkan Sinar Matahari.


" Sepertinya ujung lorong ini berada di Puncak Bukit." Ryu mengirim pesan jiwa kepada Sheng Zhishu.


" Gege... Ada apa?" Sheng Zhishu muncul di depan Ryu.


" Shu'er... Apa kamu bisa membuat Tangga sampai ke atas sana? " Ryu menunjuk ke arah atas dimana terdapat Lorong membiaskan cahaya menyinari Goa tempat mereka berada.


" Asalkan ada bahan, Aku bisa membuatnya." ucap Sheng Zhishu.


" Kamu lihat tumpukan Besi Awan disana? Besi Awan adalah Harta langit yang sangat langka sama kerasnya dengan Batu Meteor, tapi sangat ringan seperti Kapas." Ryu menunjuk ke arah Tumpukan Besi Awan.


" Gege tenang saja." Sheng Zhishu menyebarkan Spiritualnya membentuk butiran Cahaya menyentuh Tumpukan Besi Awan.


Seketika Besi Awan menjadi butiran Cahaya membentuk sebuah Tangga yang sangat besar dengan lebar Tiga meter hingga mencapai ujung lorong.


" Gege... Sepertinya di balik dinding Goa ini menyimpan Energi Alam yang sangat kuat." Sheng Zhishu menatap ke arah Goa.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan mendekati arah Aura tersebut.


" Jadi ini tempat Air Embun Surgawi." Ryu terlihat senang.


" Gege... Kalau begitu aku kembali ke Dunia Quzhu." Sheng Zhishu menghilang dari pandangan.


" Aku harus ke atas dulu." Ryu bergegas melewati tangga yang baru saja Sheng Zhishu ciptakan.


Benar saja, saat Ryu berada di atas Bukit, Kini terlihat sebuah Danau Air Embun Surgawi yang cukup luas.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menarik Danau tersebut menuju Dunia Quzhu.


Setelah beberapa saat, kini Sheng Zhishu bersama yang lain muncul di depan Ryu.


" Gege... Gawat... Kamu harus mengembalikan Air Embun Surgawi itu. Jika tidak, Dunia Quzhu akan hancur." Sheng Zhishu terlihat gelisah begitupun dengan Istri Ryu yang lain.


Mendengar ucapan tersebut tanpa menunggu lama Ryu mengembalikan Danau tersebut ke tempat semula lalu memeriksa keadaan di Dunia Quzhu.


Saat berada di Dunia Quzhu, kini Kecepatan Waktu telah berhenti hingga kembali seperti semula.


Ryu merasa Energi Alam yang berbeda di Dunia Quzhu semakin menipis.


" Gege... Sepertinya Energi Alam yang ada disini terhisap oleh Air Embun Surgawi itu." Huli Yue muncul bersama yang lain.


" Untung saja Ada Melati Emas. Jika tidak, mungkin tempat ini menjadi tanah gersang." ucap Xin Chie.


" Sekarang Dunia Quzhu sudah memiliki waktu yang sama dengan Dunia Abadi." Ucap Yuwang.


" Aku akan mencoba mengembalikannya." Ryu menciptakan Ruang dan Waktu.


" Sepertinya tidak bisa lagi." ucap Tianhe.


" Kalau begitu aku ada cara. Kita kembali ke Bukit itu lagi." Ryu kembali ke Bukit lalu mengirim pesan jiwa kepada Chaizu dan Shuijing.


" Jika kita tinggalkan tempat ini, sangat disayangkan. Karena hanya disini kalian bisa menempa Tubuh kalian." ucap Ryu.


" Gege... Tempat ini sangat Indah. Sepertinya dibawah sana ada Air Terjun." Xin Chie memperlihatkan di sekitar Bukit tersebut.


Setelah beberapa saat kini Shuijing, Chaizu dan Jiejia sudah muncul di depan Ryu.


" Tuan" mereka menundukkan kepala.


" Apa kalian menemukan sesuatu yang berharga?" tanya Ryu.


" Tuan... Setelah aku memeriksa, Aku hanya menemukan beberapa Hewan Roh." Ucap Shuijing.


" Tuan... Kami juga menemukan beberapa Hewan Roh." ucap Chaizu.

__ADS_1


" Lebih baik kita memikirkan cara bagaimana melindungi tempat ini agar tidak diketahui Orang lain." ucap Ryu.


__ADS_2