SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Pertarungan di atas Laut.


__ADS_3

Melihat hal tersebut kedua wanita bernapas lega karena Ryu tidak melakukan sesuatu yang buruk kepada mereka.


" Saudari Yu Min... Sepertinya Pemuda itu bukan orang jahat." Wanita yang lain berkata kepada rekannya.


" Benar Saudari Yu Wei. Lebih baik kita pulihkan diri." Yu Min sambil menatap ke arah Pil di tangannya.


Mereka pun menelan Pil tersebut lalu duduk bersila untuk menyerap energi dari Pil tersebut.


Ryu yang sudah berada di kapal udara, hanya menyaksikan pertempuran antara bawahannya melawan anggota perompak yang tentu berat sebelah hingga dalam beberapa saat Chaizu dan yang lainnya kembali ke kapal udara karena sudah menyelesaikan pertarungan mereka.


" Salam Tuan." Chaizu dan yang lain memberi hormat.


" Jiejia... Apa kamu sudah memeriksa bagian dalam Kapal induk Perompak itu?" Ryu menatap ke arah Jiejia.


" Belum Tuan... Baik aku akan kembali kesana!" Jiejia langsung melompat ke kapal induk.


" Tuan... Kami bisa membantu." Dao Luo dan Yan Ran mengusulkan diri.


" Tidak perlu. Kalian tenggelamkan saja Kapal yang ada di sana." Ryu menunjuk ke arah beberapa Kapal yang lain agar tidak meninggalkan jejak.


" Dengan senang hati Tuan." Dao Luo dan Yan Ran beserta prajurit langsung menyebar ke berbagai kapal dan menenggelamkan kapal itu sesuai dengan perintah Ryu.


" Chaizu... Kamu Periksa kapal besar itu! Aku yakin ada beberapa harta yang ada di sana." Ryu menunjuk ke arah kapal dimana tempat kedua wanita sebelumnya.


" Baik Tuan." Chaizu langsung melompat ke arah kapal besar.


Sementara di Kapal induk Perompak dimana Jiejia langsung masuk ke dalam kapal hingga terlihat puluhan tawanan wanita dalam kondisi memprihatinkan dimana tubuh mereka tanpa sehelai benang pun.


" Pantas saja Tuan meminta agar aku memeriksa tempat ini seorang diri." Jiejia bergumam sambil membuka kurungan tersebut dengan sedikit mengeluarkan Qi.


" Terimakasih Nona." Puluhan wanita tersebut berlutut di hadapan Jiejia.


" Mmm... Kalian cari pakaian yang layak di kapal ini. Aku akan memeriksa ke tempat yang lain." Jiejia melanjutkan pencariannya hingga menemukan tumpukan Harta, baik itu Batu Roh maupun Sumberdaya.


Tanpa menunggu lama, Jiejia langsung mengambil semua harta tersebut hingga tidak ada yang tersisa.


Setelah tidak ada lagi sesuatu yang berharga di kapal tersebut, Jiejia kembali ke bagian luar kapal dimana terlihat puluhan wanita sudah menggunakan pakaian yang selayaknya.


" Nona Pendekar... Tolong ajari kami untuk menjadi kuat. Kami tidak ingin diperlakukan seperti ini terus oleh para pria." Satu-persatu wanita itu mengutarakan keinginan mereka karena selama mereka masih lemah, maka tidak menutup kemungkinan para wanita itu akan kembali mengalami nasib yang sama.


" Aku hanya bawahan. Jika kalian mau, kalian bisa meminta kepada Tuanku!" Jiejia menatap ke arah mereka.

__ADS_1


" Tuan?" puluhan wanita itu bergumam saling berpandangan satu sama lain.


" Mmm... Tuanku adalah orang yang baik. Asal kalian tidak terlalu berlebihan." Jiejia mengisyaratkan kepada mereka karena dia dapat memperkirakan bahwa puluhan wanita itu pasti akan terpana melihat penampilan Ryu.


" Ba... Baik Nona Pendekar. Kami akan berjanji, asalkan kami bisa kuat." Puluhan wanita memantapkan hati mereka agar bisa menjadi seorang Kultivator.


" Ikutlah denganku." Jiejia menuntun puluhan wanita itu menuju ke kapal udara.


Di besar dimana Chaizu sudah masuk ke dalam kapal sambil memeriksa tempat itu dimana tumpukan mayat berserakan.


" Anggota Perompak itu benar-benar keterlaluan." Chaizu tidak ingin melewatkan kesempatan itu untuk menarik semua mayat tersebut ke Dunia Quzhu.


Dia berpikir jika mayat itu ditenggelamkan bersama kapal, maka pasti akan menjadi santapan Hewan Roh yang ada di dasar lautan yang tentu akan merepotkan jika mereka akan bertambah kuat.


Hal yang tidak bisa dilewatkan oleh Chaizu, dimana dia mengumpulkan semua jenis Harta yang ada di kapal itu hingga tidak ada yang tersisa.


Selesai membersihkan seisi kapal itu, Chaizu langsung keluar dari dalam kapal hingga masih terlihat kedua wanita dalam posisi duduk bersila.


" Proses penyerapan mereka sangat buruk." Chaizu bergumam sambil menatap ke arah kedua wanita tersebut hingga dalam beberapa saat mereka mulai membuka mata.


" Tu... Tuan." Yu Min dan Yu Wei sontak kaget karena Chaizu sudah berdiri di depan mereka.


" Aku bukan Tuan kalian. Aku hanya bawahan saja." Chaizu melanjutkan langkahnya menuju kapal udara.


" Saudari Yu Wei... Sebaiknya kita ikuti saja mereka! Kita pikirkan nanti setelah kita sudah mencapai daratan." Ucap Yu Min.


" Baiklah... Aku rasa mereka bukan orang yang jahat." Kedua wanita itu berjalan mengikuti Chaizu hingga berada di kapal udara.


Di kapal udara Ryu yang sedang menunggu kedatangan Chaizu dan Jiejia, kini terlihat beberapa sosok yang lain berjalan bersama mereka berdua.


" Salam Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala diikuti yang lain.


" Mmm... Chaizu, Jiejia... Kedua kapal itu tidak berguna lagi, lebih baik tenggelamkan saja untuk menghilangkan jejak agar menarik perhatian para perompak yang lain." Ryu memberi perintah.


" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia langsung menciptakan Bola Petir dan Api lalu melemparkan ke arah kedua kapal tersebut hingga terbelah dua bagian.


Setelah beberapa saat kedua kapal tersebut langsung tenggelam ke dasar lautan.


Melihat kejadian itu Yu Wei, Yu Min dan puluhan wanita lain berkeringat dingin sambil melirik ke arah Ryu.


" Nona... Kalau boleh tau kemana tujuan kalian?" Ryu bertanya kepada mereka.

__ADS_1


" Tuan Pendekar... Kami tidak tau harus kemana lagi, karena anggota keluarga kami sudah dibantai oleh anggota perompak itu. Bahkan Senior kami juga dibunuh." Ucap Yu Wei.


" Kami juga Tuan Pendekar... Anggota keluarga kami sudah dibunuh oleh para perompak itu." Ucap yang lain.


" Hmmm." Ryu menghela nafas sambil berpikir untuk mengatasi permasalahan tersebut.


Ryu bisa memperkirakan bahwa para wanita itu sengaja tidak dibunuh agar mereka bisa dijual kepada beberapa Bangsawan, Saudagar, Rumah Bordil ataupun sebagai budak nafsu para perompak tersebut.


" Jika Tuan berkenan, Tolong ajarkan kami agar bisa menjadi kuat." Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bersuara.


Setelah cukup lama berpikir, Ryu pun menyetujui hal tersebut dan menerima mereka agar bisa mengikuti perjalanannya hingga mencapai Benua Utara.


" Kalian boleh berlatih di tempat ini! Tapi aku sedang melakukan perjalanan ke Benua Utara. Saat kita sudah sampai, kalian boleh memilih jalan hidup kalian!" Ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan Pendekar... Kami sebenarnya memang ingin menuju Benua Tengah. Hanya saja perompak itu terlalu kuat." Ucap Yu Min.


" Seberapa banyak yang kamu ketahui tentang para perompak itu?" Ryu kembali bertanya kepada Yu Min.


" Tuan... Kapal besar yang baru ditenggelamkan adalah kapal utusan dari Kekaisaran Phoenix Langit di Benua Tengah. Kami Anggota Klan Yu mendapatkan misi untuk menghancurkan Perompak itu, namun sayangnya kami tidak mengira bahwa mereka sangat kuat." Ucap Yu Min.


" Kalau begitu aku minta maaf karena telah menghancurkan Kapal kalian." Ryu merasa bersalah.


" Justru kami lah yang berterima kasih kepada Tuan. Jika kapal itu ditemukan oleh pihak Kekaisaran Phoenix Langit, maka mereka akan mengira bahwa kami lari dari tugas. Tapi jika Kapal itu dihancurkan, mereka akan mengira bahwa kami semua sudah mati." Yu Wei menjelaskan tentang apa yang akan terjadi.


Chaizu dan Jiejia yang sudah menyelesaikan tugas mereka, kini langsung kembali dan berdiri di hadapan Ryu di sela percakapan mereka.


Sedangkan Dao Luo dan Yan Ran beserta prajurit langsung masuk ke dalam kapal hingga Wu Tian berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan mereka.


" Haaahh... Sungguh rumit sekali." Ryu menghela nafas panjang.


" Maaf Tuan Pendekar... Aku hampir lupa, perkenalkan namaku Yu Min dan ini saudari Yu Wei. Jika Tuan berkenan, kami akan menjadi pelayan Tuan." Yu Min memperkenalkan diri mereka berniat untuk menjadi pelayan pribadi Ryu sebagai ucapan terima kasih mereka.


Begitu pun puluhan wanita yang lain, mereka satu-persatu memperkenalkan diri dan bersedia menjadi Pelayan pribadi Ryu.


" Baiklah... Aku akan menerima kalian untuk tinggal di kapal ini dan berbaur lah dengan anggotaku yang lain." Ryu berpikir tidak ada salahnya jika memiliki bawahan wanita, yang tentu suatu saat mereka menentukan pilihan jalan hidup mereka.


" Terimakasih Tuan Pendekar." Jawab mereka serempak.


" Mmm... Jiejia, bawa mereka ke dalam kapal dan berikan mereka satu kamar masing-masing." Ryu memberi perintah kepada Jiejia.


" Baik Tuan." Jiejia langsung membawa mereka ke dalam kapal.

__ADS_1


Setelah mereka sudah berada di dalam kapal, Ryu juga bergegas menuju ke kamar utama dan kembali ke Dunia Quzhu.


__ADS_2