SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SEKTE ULAR 2


__ADS_3

Meskipun Wu Yangmi sudah mengetahui bahwa Mu Lie Hao sudah memiliki Istri, namun bagi dirinya yang terpenting adalah harta dan kekuasaan.


Berbeda dengan Wu Tian kakaknya yang memiliki sifat seperti ayahnya Wu Shan Liang dan Wu Yangmi sendiri memiliki sifat seperti Ibunya yang rela meninggalkan mereka saat masih kecil dan memilih untuk menjadi Selir dari salah satu Bangsawan di Kekaisaran Taiyang.


" Kalian ambil saja! Aku tidak butuh Pemuda itu, paling-paling dia hanya menguras tabungannya demi menjadi Murid Inti di Sekte ini. Kalian lihat sendiri pakaian yang dia pakai, tidak meyakinkan bahwa dia berasal dari keluarga Bangsawan." Wu Yangmi merasa jijik melihat penampilan Ryu yang seperti orang biasa yang hanya bermodal tampang.


Jinying dan Bu Jing Yu yang kebetulan melewati tempat tersebut secara tidak sengaja mendengar ucapan dari Wu Yangmi dengan nada lantang, membuat Jinying Ingin merobek mulut Anak ingusan tersebut namun aksinya dihentikan oleh Bu Jing Yu.


" Saudari Jinying... Kamu jangan terpancing karena anak muda seperti itu. Ingat! Kaisar Ryu sedang menyamar." Bu Jing Yu memegang tangan Jinying dan berbisik kepadanya seraya menggelengkan kepala.


" Cciiihhhh... Seandainya saja dia tau Pemuda yang dia hina itu adalah Kaisar, Mungkin anak ingusan itu rela menelanjangi dirinya di depan Kaisar Ryu." Jinying sedikit kesal namun teringat tujuan mereka, dia hanya bisa menahan diri.


Ryu yang mendengar jelas ucapan dari Wu Yangmi hanya tersenyum merasa geli dalam hati.


' Seandainya aku tidak berjanji kepada Senior Wu Shan Liang dan Saudara Wu Tian, mungkin wanita itu yang akan menjadi target pertamaku di Sekte Ular ini. ' Ryu membatin seraya berjalan mendekati tempat Wu Yangmi berada.


Murid wanita yang awalnya tertuju pada Wu Yangmi, kini menoleh ke arah Ryu yang berjalan mendekatinya.


" Kenapa Pemuda itu berani sekali mendekati Saudari Wu Yangmi? Apa dia mau cari mati?" Bisik beberapa murid wanita menyayangkan tindakan Ryu yang masih terlihat santai mendekati Wu Yangmi yang tidak suka padanya.


Beberapa murid pria yang baru saja mendekati lapangan latihan, kini semakin bertambah kesal karena melihat Ryu berjalan mendekati Wu Yangmi sebagai Primadona di Sekte Ular.


" Sialan... Berani sekali Pemuda itu mendekati Wu Yangmi. Semoga saja Saudari Wu Yangmi menghajar Pria itu." Gumam beberapa murid pria seraya berjalan mendekati mereka untuk menyaksikan apa yang akan terjadi.


" Maaf Saudari... Apakah namamu Wu Yangmi? " Ryu memastikan bahwa wanita itu adalah orang yang dia cari.


" Cciiihhhh... Berani sekali kamu memanggil namaku? Entahlah Pria miskin! Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran." Wu Yangmi sangat geram menatap jijik terhadap Ryu.


" Saudari Yangmi... Ada Apa? Apa Pemuda ini berniat mengganggumu? " Beberapa murid pria mencari kesempatan untuk menghajar Ryu berlagak seperti pahlawan agar Wu Yangmi merasa tertarik pada mereka.


" Sudahlah Saudara. Kita hajar saja Pemuda itu! Ini kesempatan terbaik karena Wu Yangmi juga murid dari Guru Bu Jing Yu." Murid yang lain berbisik kepada teman mereka karena mereka bisa mendapatkan pembelaan dari Wu Yangmi, karena mereka telah membantunya untuk memberi pelajaran kepada Ryu.


" Maaf Saudara semua. Aku kesini hanya ingin berbicara sebentar kepada Saudari Wu Yangmi. Setelah itu aku pergi." Ryu terlihat masih santai, karena dia ingin membawa Wu Yangmi keluar dari Sekte Ular agar bisa bertemu dengan Ayahnya Wu Shan Liang.


" Cciiihhhh... Menatapmu saja aku sudah jijik, apalagi bicara denganmu." Wu Yangmi menjauhkan diri dari Ryu sambil mengibaskan pakaiannya seperti ada debu yang menempel di pakaiannya.


Ryu yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Wu Yangmi, kini menatap tajam ke arahnya lalu menatap ke arah beberapa sosok di tempat tersebut.

__ADS_1


" Saudari Jinying... Sepertinya akan terjadi hal buruk. Cepat lakukan sesuatu." Bu Jing Yu merasa khawatir jika Ryu akan membunuh mereka semua.


Mendengar ucapan dari Bu Jing Yu, Jinying langsung berinisiatif untuk mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


' Gege... Tolong jangan bertindak gegabah. Tolong jelaskan apa tujuanmu kesini? Semoga aku bisa membantumu.' Jinying mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


' Jinying... Ternyata mereka menyadari penyamaranku.' Ryu membatin merasa khawatir berusaha untuk meninggalkan tempat tersebut.


' Jika mereka sudah mengetahui penyamaranku kenapa Jinying tidak memberitahukan kepada Patriak Sekte Ular dan para Tetua yang lain.' Ryu berpikir kembali mencoba menyelidik hal tersebut sambil memeriksa wilayah sekitar dimana dia dapat merasakan Aura dari Jinying dan Bu Jing Yu yang tidak jauh dari tempatnya.


' Membantuku? Apa kamu ingin menjebakku?' Ryu membalas pesan jiwa kepada Jinying.


' Gege... Mungkin kamu masih marah kepadaku. Tapi kali ini kamu harus percaya kepadaku. Jika kamu bertindak sekarang, maka Patriak akan membunuhmu. Patriak Sekte Ular disini sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal, jadi pikirkan lagi.' Jinying membalas pesan jiwa kepada Ryu.


" Pendekar Semesta." Ryu bergumam sontak kaget


' Apa aku percaya padamu?' Ryu kembali membalas pesan jiwa kepada Jinying.


' Kamu boleh membenciku, tapi paling tidak kamu tidak membenci Anakmu. Anak yang aku kandung beberapa tahun yang lalu adalah darah dagingmu sendiri.' Jinying dengan terpaksa harus menceritakan semuanya.


' Anakku? Itu tidak mungkin. Bukankah kamu sudah berhubungan dengan Pria itu? Kamu jangan beralasan.' Ryu masih mengingat jelas kejadian saat di Kota Linka. Jika memang itu anaknya, maka sudah pasti akan lahir sebelumnya.


' Aku akan membuktikan bahwa dia adalah Putra kita. Yang jelas sekarang Gege harus percaya kepadaku. Agar aku bisa membantumu. Aku tidak ingin anakku tidak bisa melihat Ayah kandungnya sendiri.' Jinying berusaha menenangkan diri karena itu bukan waktu yang tepat untuk mempermasalahkan hal itu.


' Baiklah... Kali ini aku mempercayaimu. Aku membutuhkan Formasi yang melindungi Sekte Ular ini bisa terbuka. Dengan begitu aku akan menghapus Sekte Ular ini dari Benua Timur.' Ryu membalas pesan jiwa kepada Jinying.


' Baiklah... Aku akan mengurus Patriak Sekte Ular dan membuka Formasi di Sekte Ular ini. Tapi beri kami waktu.' Jinying sedikit lega saat Ryu mempercayainya.


Dengan perasaan senang, Jinying dan Bu Jing Yu meninggalkan tempat tersebut berusaha untuk mengambil serbuk mata merah dari Hao Mingzi.


Ryu yang masih berdiri mematung karena berfokus pada komunikasi pesan jiwa kepada Jinying, beberapa Murid yang berada di tempat itu semakin kesal karena Ryu terus berdiam.


" Hei tuli... Apa kamu tidak mendengar ucapan kami? " Beberapa murid yang sudah tidak sabar ingin membunuh Ryu.


Tanpa menjawab apapun Ryu membalikkan badan berniat untuk meninggalkan tempat tersebut karena menganggap bahwa mereka hanyalah semut yang tidak tau diri.


" Hei Bodoh... Cepat minta maaf kepada Saudari Wu Yangmi." Ucap beberapa Murid dengan nada mengancam.

__ADS_1


" Saudara... Aku tidak mengerti apa maksud kalian? Kenapa aku harus meminta maaf kepada Saudari Wu Yangmi?" Ryu mengerutkan kening berhenti sejenak lalu melanjutkan langkahnya.


" Dasar tuli."


" Dasar Lemah."


" Kamu tidak pernah diajarkan oleh orang tuanmu?"


" Anak pel*cur."


Murid Pria yang ada di tempat itu menghujat Ryu agar bisa terprovokasi melemparkan berbagai macam cacian dan hinaan yang membuat Ryu tidak tahan lagi dan menghentikan langkahnya.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr..."


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam kepada mereka tanpa sedikit menoleh, karena dengan Spiritual miliknya dia dapat merasakan letak dari beberapa sosok tersebut.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


Beberapa Murid Pria yang ada di tempat itu berteriak kesakitan karena tubuh mereka terkena sambaran Petir Hitam yang tidak diketahui dari mana asalnya.


Puluhan murid Pria itupun langsung mati dalam keadaan tubuh gosong.


" Siapa yang melakukannya?" Beberapa murid yang lain meningkatkan kewaspadaan merasa ngeri melihat rekan mereka mati tanpa mengetahui siapa yang menyerangnya.


Disisi lain Ryu yang tanpa menoleh sedikitpun, kini terus melangkahkan kaki menuju ke kediamannya.


Sedangkan Murid yang lain bergindik ngeri langsung meningkatkan kewaspadaan sambil mencari keberadaan sosok yang menyerang teman mereka.


Sekuat apapun mereka mencari sosok tersebut, namun tidak membuahkan hasil membuat mereka semakin penasaran.

__ADS_1


Wu Yangmi yang berada di tempat itu juga langsung berkeringat dingin karena dia sangat yakin sosok yang membunuh beberapa Murid itu pasti sudah mencapai Pendekar Surgawi.


__ADS_2