
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Gege... Rasanya sangat enak. Tidak kalah dengan Ahli masak di Rumah Makan termewah." Hong Kian tidak henti melahap Panggang Ayam Hutan di tangannya.
" Kaisar Ryu... Jika kamu membuka Rumah Makan, pasti tempatmu sangat banyak pengunjung. Tapi sayangnya kamu seorang Kaisar." Long Mubai juga memuji.
Begitupun dengan yang lain juga setuju dengan apa yang dikatakan Long Mubai, namun mereka tidak berani mengatakannya karena di depan mereka adalah Sosok Kaisar.
" Kaisar Ryu... Aku sangat mengagumi kepandaianmu." Bing Ruyue tidak henti melahap Panggang Kelinci di tangannya.
Mendengar pujian dari mereka. Ryu hanya mengangguk karena tidak tau harus menjawab apa.
Baik Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying, Lan Liwei dan Bing Ruyue kini semakin tertarik kepada Ryu, namun mereka tetap jaga jarak karena Status mereka.
Walaupun Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying dari kalangan Istana, namun karena sekarang mereka sebagai buron tentu saja mereka merendah diri.
Mereka pun bercakap ringan hingga sudah larut malam mereka semua kembali ke Tenda masing-masing.
Pada keesokan pagi, mereka semua mengemas barang mereka masing-masing lalu berjalan mendekati Pintu Gerbang Istana Kerajaan Angin.
Di dalam Istana Kerajaan Angin, terlihat banyak tamu undangan mulai berdatangan seperti sedang merayakan Pernikahan.
" Yang Mulia Kaisar, sepertinya mereka sedang mengadakan Pernikahan." ucap Chaizu.
" Tidak masalah... Jenderal Heilong, bawa aku ke dalam." ucap Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Heilong langsung berubah wujud menjadi Naga Hitam lalu merapatkan tubuhnya menyentuh tanah agar Ryu bisa naik ke Punggungnya.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung naik ke Punggung Jenderal Heilong lalu memberi perintah agar terbang ke tengah halaman Istana.
Sedangkan yang lain ikut menyusul dengan berjalan kaki menuju Pintu Gerbang Istana.
" Sleeeeeppp." Sebuah Bendera Kekaisaran Awan tertancap di tengah halaman.
" Apa Siapa Itu?" Tanya beberapa sosok yang ada di halaman.
" Apa kalian tidak mengenal bendera itu?" Ryu yang di atas panggung Heilong perlahan turun dari ketinggian.
" Naga? Gawat.."
" Utusan Kekaisaran Awan?"
Semua merasa Ketakutan saling berpandangan satu sama lain.
" Aku datang kesini untuk menuntut balas karena Kalian telah menyerang Istanaku." Ryu bicara dengan lantang.
" Selamatkan Calon Pengantin." ucap sosok Jenderal.
" Yang Mulia Raja, apa yang harus kita lakukan?" Tanya sosok Jenderal sudah memprediksi bahwa Pasukan yang dikirim telah mati.
" Tangkap mereka!" Perintah Raja Maochu.
__ADS_1
" Aku memberi waktu kepada kalian. Menyerahkan atau melawan." Ryu menghentikan langkah mereka yang ingin menyerangnya.
Seketika Tamu Undangan mulai memisahkan diri satu-persatu keluar dari Gerbang Istana yang kini Penjaga Gerbang tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ingin mengambil resiko.
Kini terlihat Beberapa sosok keluar dari halaman diikuti 4 Jenderal dan Prajurit mereka.
" Bajingan. Pecundang.... Bunuh mereka!" Raja Maochu memberi Perintah.
" ...." Suasana hening sejenak karena tidak ada satupun yang bergerak.
" Apa yang kalian tunggu? Apa kalian ingin melawanku?" Raja Maochu mengeluarkan Aura Intimidasi Pendekar Langit Tahap Akhir.
Merasakan Aura Intimidasi tersebut Para Prajurit merasa tubuh mereka seperti ditimpa beban Puluhan Ton.
Para Jenderal yang masih berada di Pendekar Langit Tahap Menengah juga tidak luput dari Intimidasi tersebut meskipun tidak separah Prajurit.
" Ggooooaaarr." Heilong mengaum keras menghapus Aura Intimidasi tersebut.
" Tap..." Ryu telah berdiri di depan Raja Maochu.
" Bawa mereka keluar dari sini." Ryu menoleh ke Empat Jenderal tersebut.
" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap Keempat Jenderal langsung membawa Prajurit mereka.
Raja Maochu yang Amarahnya memuncak langsung melemparkan sebuah Lencana ke Udara.
" Bboooom." Lencana tersebut meledak.
" Apa kamu ingin Istana kebanggaanmu ini akan Hancur?" Ryu mengetahui bahwa Raja Maochu memanggil bantuan.
" Ayah..." Tiga sosok muncul dari dalam Istana yang semu sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
" Wuush." Raja Maochu menciptakan Pelindung mengelilingi Istana.
" Wuush." Tiga sosok Pria Sepuh juga muncul yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir.
" Semoga aku dapat bagian." Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng, Jiejia, Heilong dan Li Chun telah berdiri di samping Ryu.
" Anak Muda, kamu sangat berani mengusik Kerajaan kami." Sosok Pria Sepuh menatap ke arah Ryu.
" Yang Mulia Raja... Apa yang kalian lakukan?" tanya Pria Sepuh tersebut.
" Aku juga tidak tau. Mereka tiba-tiba muncul disini." Maochu menyembunyikan kesalahannya.
" Kamu sudah berani berbohong. Kalian bersama Kekaisaran Shin dan tiga Kerajaan lain menyerang Kekaisaranku." Ryu bersuara lantang.
" Yang Mulia Raja, Apa itu benar?" Tanya Pria Sepuh.
" Kita tidak perlu menanyakan hal itu. Jika mereka ingin menghancurkan Kerajaan Angin, maka tidak akan ada Ampunan." ucap Pria Sepuh lain.
" Tidak masalah... Kita buktikan siapa yang meminta Pengampunan." Ryu tersenyum lebar.
" Transformasi." Ryu berubah wujud menjadi sosok Harimau Petir.
" Ggooooaaarr." Ryu membuat Auman Bencana Harimau Petir.
" Bboooom." Ketujuh sosok tersebut terpental mengenai Pelindung transparan karena belum siap.
" Bbbzzzttt." Tubuh mereka dikelilingi Petir Hitam.
Ryu sudah memahami akan apa yang terjadi, jika tidak menguras Energi mereka, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kekalahan karena menurut Ryu Ketiga Pria Sepuh tersebut pasti sangat merepotkan.
" Sial... " Sosok Pria Sepuh merasa kecolongan merasa organ tubuhnya seperti terbakar.
Begitupun dengan yang lain juga mengalami nasib yang sama dimana Elemen Petir yang Ryu ciptakan mengandung Racun untuk menguras Energi mereka.
" Wuush." Pria Sepuh langsung menyerang Ryu dengan sebuah Pukulan.
Ryu yang melihat kedatangan serangan tersebut langsung melompat ke udara lalu mengeluarkan Bola Petir Hitam berniat untuk menyerang Pria Sepuh dibawahnya.
Pria Sepuh tidak tinggal diam juga menciptakan Pisau Angin mengarah kepada Bola Petir tersebut.
__ADS_1
" Bboooom." Ryu terpental ke atas, Sedangkan Pria Sepuh masih berdiri kokoh meskipun terkena imbas dari serangan Ryu.
Ryu yang melayang di udara juga kembali turun kembali menciptakan Petir Hitam mengarah ke Pria Sepuh tersebut.
" Bboooom." Serangan Ryu mengenai tanah kosong dimana Pria Sepuh telah berpindah tempat.
" Wuush." Pria Sepuh mengeluarkan Bola Angin berniat langsung melumpuhkan Ryu.
Menyadari arah serangan, Ryu tidak tinggal diam langsung mengaktifkan Armor Pelangi dan Pelindung Yin-Yang Kura-kura di seluruh tubuhnya.
" Bboooom." Ryu terpental Menabrak tembok Istana.
" Wuush." Ryu dengan kecepatan tinggi kembali menyerang ke arah Pria Sepuh.
' Ternyata pemuda itu menyimpan kekuatan tersembunyi' Pria Sepuh membatin seraya melancarkan serangannya ke arah Ryu.
Di Pertarungan lain Chaizu sudah berwujud Harimau yang mendapatkan lawan Raja Maochu melepaskan Cakaran Harimau Petir.
Maochu yang melihat hal itu langsung mengeluarkan Pedangnya sambil menebas ke udara untuk menghalau Gelombang cakaran tersebut.
" Tebasan Angin topan." Maochu membuat Gelombang Angin topan ke arah Chaizu.
Melihat arah serangan yang mengarah padanya, Chaizu berlari ke arah Samping untuk menghindar.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Serangan dari Maochu mengenai tanah kosong.
" Craaash." Cakaran yang sangat kuat mengenai Punggung Maochu.
" Arrgghhh." Maochu berteriak kesakitan lalu menebas kebelakang.
Chaizu yang merasakan adanya serangan tersebut langsung mundur beberapa langkah kebelakang.
" Pusaran angin Puyuh." Teriak Maochu membuat Angin di sekitar seakan mengangkat apapun yang dilewatinya.
Chaizu yang tidak sempat menghindar kini tubuhnya terangkat disertai luka sayatan di sekujur tubuhnya.
" Ggooooaaarr." Chaizu melepaskan Auman membuat Angin yang mengangkatnya terhapus.
" Tap." Chaizu telah menyentuh tanah.
Di Pertarungan lain juga terlihat Zi Mayi yang sudah berwujud Semut Raksasa memiliki ketahanan Fisik seperti baja juga mendapat lawan salah satu dari Pria Sepuh.
Dengan keenam kakinya bergerak liar menguasai Pertarungan karena di setiap ujung kakinya sangat tajam mampu membuat luka sayatan di sekujur tubuh lawan.
Pria Sepuh tidak tinggal diam langsung menciptakan Perisai Energi Air di seluruh tubuhnya hingga serangan dari Zi Mayi tidak mampu lagi menggores tubuhnya.
Merasa telah aman, Pria Sepuh menciptakan Energi Air berbentuk Puluhan Pedang menyerang balik ke arah Zi Mayi.
Menyadari serangan tersebut Zi Mayi membuat Perisai Energi Petir menyelimuti tubuhnya lalu mengeluarkan Puluhan Bola Petir.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat wilayah sekitar membentuk kawah kecil.
' Siapa mereka ini? kenapa kekuatan fisik mereka sangat mengerikan.' Pria Sepuh membatin seraya berlari menuju ke arah Zi Mayi.
Zi Mayi yang sudah diselimuti Perisai Energi Petir kini bergerak liar sambil mencari celah untuk menyerang Pria Sepuh tersebut.
Di tempat lain terlihat Heilong yang mendapatkan lawan dari salah satu Pria Sepuh, terus melemparkan Bola Hitam bercampur Petir ke arah lawan.
Pria Sepuh tidak tinggal diam juga menciptakan Perisai Energi Es hingga hawa di sekitar langsung dingin.
Pria Sepuh langsung menciptakan Puluhan jarum Es menuju ke arah Heilong.
Merasa ada serangan, Heilong menciptakan Perisai Energi Kegelapan di seluruh tubuhnya.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Benturan kedua serangan membuat kerusakan di berbagai tempat.
" Ledakan Kegelapan." Teriak Heilong menciptakan Bola Kegelapan lalu melepaskan ke arah Pria Sepuh.
" Bboooom." Pria Sepuh menabrak tembok Istana hingga tubuhnya tertimbun dari reruntuhan.
Seketika Pria tersebut langsung muncul di dekat Heilong.
__ADS_1
" Bboooom." Pukulan keras bertumpu pada tubuh Heilong yang membuatnya terlempar puluhan meter.
" Ggooooaaarr" Heilong berubah wujud jadi sosok Naga terbang di udara