
( Di dalam Bangunan Markas Perampok Serigala Hitam )
" Ketua Pertama... Siapa yang berani menyerang markas Kita? " Tanya sosok yang duduk di Kursi Emasnya.
" Pemimpin... Dia adalah seorang Pemuda bersama 23 wanita. tapi aku tidak bisa mengenal mereka. " Jawab ketua kedua.
" Tangkap mereka dan bawa kesini.! " ucap pemimpin Geram.
" Baik. " ucap Kesembilan Ketua bersamaan lalu pergi menuju luar bangunan.
Di Luar Bangunan....
'Hujan Jarum Es'
Bing Ruyue mengeluarkan Jurusnya untuk mempercepat pertarungan.
" Aaarrrggghhhh " Jeritan Para Perampok ketika tubuh mereka merasakan kesakitan luar biasa seketika Tewas dengan tubuh membeku.
'Auman Naga Api'
" Ggooooaaarr " Auman Keras dari seekor Naga Emas wujud dari Yinshi membuat Para perampok Seketika muntah Darah kemudian Mati.
" Beraninya kalian membunuh semua bawahan kami. Para Ketua Bunuh mereka!" Ketua Pertama menyerang Ryu diikuti 2 Ketua yang lain.
Ryu Pun mengeluarkan Pedang Naga Petir melesat menuju Ketiga Ketua Perampok tersebut.
"Wuush.. BOOM.... " Ketiga Ketua tersebut terpental membentur dinding Bangunan dengan tubuh terluka parah.
" Slash.. Slash.. Slash.. " Ryu menebas kepala tiga Ketua tersebut.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung Masuk ke salam Bangunan.
" Duaarr " Pintu bangunan terbang masuk ke dalam membuat pemimpin Perampok kaget.
" Siapa Kamu? mengapa kamu menghancurkan Markas kami? " Pemimpin Perampok sangat kaget mendapatkan firasat buruk.
" Baiklah... Aku akan sedikit bicara, aku tidak akan membiarkan siapapun yang berani mengganggu wilayah Kekaisaran Petir ini. " Ryu berjalan santai menuju pemimpin Perampok.
" Wuush " Ryu melepaskan Aura Dewa Agung.
" Gluug" Pemimpin Perampok menelan ludahnya saat merasakan beban berat di pundak mereka.
" Aura apa ini? Aura yang sangat kuat. " Gumam pemimpin Perampok.
" Dimana markas utama Kalian? " Tanya Ryu.
" Ka...Kami... Markas besar kami ada di di Hutan Bening Kekaisaran Petir." Ucap pemimpin gugup.
" Hutan Bening? " Ryu mengerutkan kening merasa aneh dengan nama Hutan tersebut.
"Slash " kepala pemimpin Perampok lepas.
__ADS_1
Dari luar bangunan terlihat 23 wanita itu juga telah menyelesaikan Pertarungan mereka berjalan ke arah Ryu.
" Monster tampan..., ternyata mereka hanya para Semut. " ucap Ucap Wang Mingjun.
" Sebaiknya kita kumpulkan barang mereka agar cepat melanjutkan Perjalanan. " Ryu memeriksa bagian ruangan yang diikuti 23 Istrinya.
Setelah mengambil semua Harta dan Sumberdaya, mereka menuju luar bangunan tersebut lalu membakarnya agar tidak menjadi masalah kemudian hari.
" Aku harap kalian kembali saja ke Istana Emas, biar aku yang melakukan perjalanan" Ucap Ryu.
" Monster tampan... Kami juga ingin menikmati perjalanan dimana kami belum pernah melihat sebelumnya. " Jawab Wang Mingjun.
" Monster tampan... Apa yang dikatakan Jun'jun benar, lagi pula berjalan bersamamu lebih terasa menyenangkan dari pada tinggal di Sana. " Qin Shuomei menimpal.
" Haaahh... Baiklah jika itu yang kalian inginkan. " Ryu mengeluarkan Tou Shuijing.
" Salam Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepalanya.
" Shuijing... Kami membutuhkan bantuanmu menuju Kekaisaran Petir. " ucap Ryu sambil menunjuk ke sebuah arah.
" Dengan senang Hati Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepala.
Mereka pun melesat menuju Ibukota Kekaisaran Petir menempuh Perjalanan selama 6 Hari.
Karena setiap malam tiba, Ryu membawa rombongannya untuk beristirahat dan mengisi perut untuk memulihkan tenaga. Terutama untuk Tou Shuijing dimana harus memulihkan tenaga.
Setelah enam hari mereka telah mencapai Ibukota Kekaisaran Petir, yaitu Kota Losian.
Di depan pintu gerbang Ibu kota terlihat Ryu dan Istrinya sedang menunggu antrian untuk masuk dimana terdapat beberapa orang yang juga ikut mengantri.
Dengan santai Ryu menunjukkan Lencana Giok yang diberikan Pria paruh baya sebelumnya miliknya kepada Penjaga tersebut.
" Tuan... Biaya masuk satu Orang 50 Batu Roh " Ucap Penjaga.
Tanpa bertanya, Ryu mengeluarkan Batu Roh sesuai total untuk dia dan Istrinya kemudian masuk ke dalam Kota Losian.
Suatu kebiasaan baru, Ryu menuju ke Rumah Sumberdaya untuk mencari Sumberdaya tingkat Surgawi dan membeli Barang dan Sumberdaya langka yang akan mereka Lelang.
Tentu saja Ryu menukarnya dengan beberapa jenis Harta langit miliknya sebagai pengganti yang tentu tidak ada yang menolak hal tersebut.
Setelah keluar dari Rumah Sumberdaya, Ryu berniat membelikan beberapa barang Lain yang mereka butuhkan.
" Monster tampan... mengapa kamu membeli barang yang mereka lelang? Bukankah hal itu bisa kita tunggu sampai acara lelang berlangsung. " tanya Wang Yun.
" Jawabannya mudah, untuk mempercepat waktu dan tidak menimbulkan kecurigaan. Lagi pula selama barang yang dilelang ada disana kita bisa negosiasi, kecuali barang yang di lelang tidak ada disitu. " Ryu menjelaskan pada mereka dan Akhirnya mereka faham.
Dalam perjalanan mencari penginapan, mereka juga membeli barang yang lain dimana mereka menyukainya.
Terutama untuk 23 Istrinya sudah pasti memiliki banyak kebutuhan. Tentu saja hal itu membuat para penjual merasa heran sekaligus sangat senang karena dagangannya banyak yang laku.
Hal itu memang mereka sudah rencanakan sebelumnya, karena mereka begitu merindukan anak mereka.
__ADS_1
Mereka begitu iri dengan Jinying yang membawa anaknya dalam perjalanan tersebut.
Mereka juga berharap agar bisa cepat hamil dan memberikan keturunan lagi untuk Suami mereka.
Jinying juga tidak keberatan mengajarkan teknik bayangan yang bisa menyerupai mereka sebagai pengasuh anak jika mereka sedang berpergian bersama Suami mereka.
Di pusat keramaian kini terlihat sebuah Penginapan yang mewah pada lantai dasar terdapat rumah makan.
Mereka pun masuk ke dalam penginapan tersebut yang disambut oleh Pelayan wanita memakai gaun merah.
" Permisi Tuan... Apa yang bisa aku bantu? " tanya pelayan tersebut.
" Kami memerlukan sebuah kamar yang sangat luas selama satu minggu lengkap dengan makanannya. " ucap Ryu dengan santai, meskipun dia tau resiko yang dia terima dari beberapa sosok yang ada di tempat itu.
Mendengar ucapan Ryu, beberapa pengunjung menatap tajam ke arahnya terutama untuk 23 wanita di belakangnya.
Dibalik rasa kagetnya, pelayan berusaha dengan ramah melayani tamunya tersebut.
" Ada tuan... Tapi biayanya 100 Batu Roh per malam lengkap dengan makanannya. " Pelayan tersebut terlihat ragu.
" Aku akan memesan." Ryu mengeluarkan 700 Batu Roh kepada pelayan tersebut.
" Baik Tuan." Pelayan merasa senang lalu membawa mereka ke Kamar yang dimaksud.
Di dalam Kamar, Ryu dan 23 Istrinya langsung menuju ke Istana Emas.
" Monster tampan. Kenapa kita kesini? " Sheng Zhishu merasa heran.
" Akan lebih aman kita istirahat disini, sedangkan Penginapan hanya pengalihan saja. " Jawab Ryu santai.
" Sekarang siapa yang mandi lebih dulu? " tanya Ryu.
" Sebaiknya mulai dari Shu'shu, terakhir aku sendiri. Dan untuk Monster tampan harus mengalah. " Jinying menatap ke arah Ryu.
" Itu tidak masalah " Ryu menuju sebuah Kursi di dekat tempat tidur sambil menatap beberapa perlengkapan di kamar tersebut yang baru dibeli oleh Istrinya sambil tersenyum.
' Ternyata mereka telah menyiapkan semuanya ' Ryu melihat perlengkapan pakaian Bayi kemudian menatap 23 Gaun Pengantin diantara Pakaian Pengantin miliknya berjejer di samping pintu masuk.
Setelah semua selesai mandi, mereka merebahkan tubuhnya di atas Ranjang yang kemudian tertidur pulas.
Pada keesokan pagi mereka keluar dari Kamar untuk memesan beberapa makanan, yang kini tampak puluhan para Prajurit yang berdiri di luar penginapan.
Satu dari mereka terlihat berada di dalam ruang makan di lantai bawah.
" Mohon perhatian dari semua pengunjung di sini. Kami para Prajurit yang berada disini untuk mendata siapa saja yang berasal dari Kekaisaran Petir"
" Diharapkan semua yang ada disini agar dapat berbaris menunjukkan Lencana pengenal masing-masing karena ini adalah instruksi langsung dari Jendral besar kami langsung. Jadi silahkan untuk berbaris! "
Mendengar Instruksi dari Prajurit semua yang ada disitu langsung berbaris untuk mendata diri mereka.
*****
__ADS_1
Special edisi untuk pembaca setia SDA, hari ini dan besok Penulis akan update 5 Bab.
Terimakasih atas dukungannya 🙏