
Ryu dan Penasehat Cuang masuk ke dalam Istana menemui Kaisar Dong yang sedang menunggu kedatangan Para Utusannya.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Ucap Ryu dengan wujud Naga Kelima dan Penasehat Cuang menundukkan kepala.
" Naga Kelima... Dimana yang lain?" Tanya Kaisar Dong.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Aku tidak tau keberadaan yang lain. Namun kami bersama Naga Keempat dan Naga Keenam sedikit mengalami hambatan. " Ucap Ryu.
" Naga Kelima... Apa maksudmu? " Tanya Kaisar Dong.
" Maaf Yang Mulia, Raja Tao Quan, Raja Ma Chuo dan Raja Shin Kai menolak bantuan dengan alasan untuk menyiapkan Pernikahan Putri Mereka." Ucap Ryu.
" Jadi Begitu? Tidak Masalah... Masih ada lima Kerajaan lagi yang akan membantu." Ucap Kaisar Dong.
" Tapi yang Mulia... Saat kami bertiga menuju kesini, kami dihadang oleh kelompok tidak dikenal. Sehingga membuat Naga Keempat dan Naga Keenam mati terbunuh. untung saja hamba masih sempat melarikan diri. " Ucap Ryu.
" Apa? Siapa mereka? Berani sekali membunuh orang kepercayaanku." Kaisar Dong terlihat geram.
" Hamba tidak tau Yang Mulia Kaisar. Kemungkinan mereka adalah suruhan dari salah satu dari ketiga Raja tersebut. " Ucap Ryu.
" Yang Mulia Kaisar... Ini adalah penghinaan untuk Kekaisaran kita. Hamba cukup yakin salah satu dari Kerajaan atau ketiga Kerajaan ada di belakang Peristiwa hancurnya kelima Sekte sebelumnya. " Penasehat Cuang memprovokasi.
" Beraninya mereka menentang ku. Penasehat Cuang, panggil semua Jenderal. Berikan Hukuman pada tiga Kerajaan itu. " Kaisar Dong yang mulai terprovokasi.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Kita Jangan terlalu gegabah, lebih baik kita kirim masing-masing Jenderal bersama Pasukannya untuk menjemput Para Putri Kerajaan itu. Bagaimanapun kebahagiaan Pangeran Bauli, Pangeran Taichu dan Pangeran Yelang adalah hal utama." Ucap Penasehat Cuang.
" Kamu benar... Penasehat Cuang... menurutmu siapa yang bisa diandalkan untuk menjemput ketiga Putri Kerajaan?" Tanya Kaisar Dong
" Yang Mulia... Bagaimana Jika kita mengutus Jenderal Chang Lan, Jenderal Fang Dao dan Jenderal Junda untuk menjemput ketiga Putri Itu?" Tanya Penasehat Cuang.
" Penasehat Cuang... Panggil Ketiga Jenderal itu untuk menjemput mereka." Perintah Kaisar Dong.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap Penasehat Cuang.
Setelah Penasehat Cuang pergi, Kaisar Dong memanggil dua Pelayan wanita muda untuk membawa dan menemani Ryu menuju Ke tempat peristirahatannya.
Di dalam kamar, Ryu yang merasa risih atas sikap kedua pelayan itu kemudian menyuruh mereka untuk keluar.
__ADS_1
" Pelayan... Aku ingin beristirahat sendiri, jadi kalian boleh pergi!" Ucap Ryu.
" Maaf Tuan... Jika kami pergi dari sini sebelum besok pagi, itu sama saja kami akan dihukum cambuk seribu kali." Kedua Pelayan menundukkan kepala.
" Jadi kami mohon... Biarkan kami malam ini untuk menemani Tuan." Ucap salah satu Pelayan.
" Jadi begini cara kerja Kekaisaran ini dalam melayani tamu." Ryu bergumam.
" Permisi Tuan." Kedua Pelayan hendak membuka pakaian milik Ryu.
" Cukup... Kalian para wanita seharusnya punya harga diri, dan mendapatkan kehidupan yang layak berbahagia dengan keluarga kalian." Ryu terlihat geram.
Mendengar ucapan dari Ryu kedua pelayan saling berpandangan kemudian bersujud di depan Ryu.
" Maafkan kami Tuan. Kami memiliki keluarga yang serba kekurangan Tuan. Dengan begini nasib keluarga kami akan terbantu." Ucap kedua Pelayan.
Ryu yang mendengar ucapan dari kedua Pelayan tersebut merasa hatinya tersentuh, merasa iba lalu memberikan pada mereka masing-masing 100 Ribu Batu Roh.
" Terimakasih Tuan... Kami akan melayani Tuan sebaik mungkin." Pelayan tersebut sangat senang lalu melepaskan Pakaian mereka.
" Haaaiiisss... Pakai kembali pakaian kalian. Seharusnya kalian bisa menjaga kehormatan kalian." memalingkan wajahnya.
Kedua Pelayan berpikir dengan 100.000 Batu Roh, mereka akan bisa hidup mewah selama bertahun-tahun. Jadi sangat wajar jika mereka ingin melayani sosok yang memberikan Batu Roh tersebut dengan layanan ekstra hingga dalam berhari-hari kedepannya.
" Kalian jangan salah. Aku memberikan pada kalian tanpa meminta timbal balik. " Ucap Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, kedua pelayan kembali memasang pakaian mereka lalu duduk di depan Ryu.
" Kalian tidurlah disini. Aku akan pergi keluar. Jika terjadi apa-apa nanti, kalian jangan menceritakan apapun. Anggap saja itu sebagai timbal balik yang kuberikan pada kalian berdua." Ucap Ryu
" Baik Tuan." Ucap kedua Pelayan serempak.
Ryu langsung keluar dari kamarnya menuju Ruang Harta dan Sumberdaya Istana.
" Sepertinya aku harus memberi kejutan kepada mereka." Gumam Ryu langsung menggunakan langkah Hantu Harimau Petir masuk ke ruang penyimpanan Harta dan Sumberdaya.
Ryu yang menggunakan kekuatan penuh, dengan mudah melewati para penjaga melesat menuju Ruang Harta dan Sumberdaya.
__ADS_1
Di dalam Ruang Harta, Ryu disambut dengan Pemandangan dimana tumpukan Harta yang berlimpah tersebar menutupi bangunan besar tersebut. Baik dalam bentuk Batu Roh, maupun berbagai macam jenis harta lainnya.
Ryu dengan cepat mengarahkan tangannya menghisap Semua Harta tersebut dan memasukkan ke Dunia Quzhu.
Karena Harta itu sangat banyak, tentu saja membuat Ryu membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan semua sambil berjalan mengitari ruangan besar tersebut.
Setelah selesai mengumpulkan Harta, Ryu juga pergi ke ruangan Sumberdaya dan Ruang Kitab bahkan ruang penyimpanan Senjata.
Semua Ryu kuras habis tanpa ada satupun yang tersisa dari semua yang ada di tempat itu.
" Sepertinya aku terlalu Serakah. Tapi aku tidak akan membiarkan orang kejam memiliki Harta sebanyak ini." Gumam Ryu sambil meninggalkan ruangan tersebut.
Semua Para penjaga tidak ada satupun yang tau atas kejadian tersebut, karena wujud hantu mereka hanya merasakan terpaan angin di wajah mereka.
Kini Ryu dengan mudah keluar dari Istana Kekaisaran dan Keluar dari Pintu Gerbang Istana menuju ke arah Hutan dimana Tou Shuijing dan Jiu Tou She sedang menunggu.
" Haaahh... Sepertinya Teknik Langkah Hantu Harimau Petir sangat menguras Qi milikku jika menggunakannya terlalu lama." Ryu menghentikan teknik tersebut lalu berjalan seperti biasa saat berada di tempat yang aman.
Suasana yang sudah larut malam tidak menghentikan langkah Ryu untuk menuju ke arah Tou Shuijing dan Jiu Tou She.
" Salam Tuan Muda. " Tou Shuijing memberi hormat.
" Jiu, Shuijing... Apa kalian sudah menyelesaikan tugas kalian?" Ryu bertanya kepada mereka.
" Sudah Tuan. Ternyata mereka cukup kuat, tapi bukan masalah untuk kami.. Kami juga telah membakar mayat mereka bertiga agar tidak diketahui." ucap Tou Shuijing.
" Bagus.... Lebih baik sekarang kita beristirahat. Besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan." Ryu membawa mereka ke Dunia Quzhu.
Ryu yang berada di kamar utama Istana Kristal kini membersihkan diri dan menggantikan pakaiannya kemudian membaringkan tubuhnya di samping Zhang Qixuan dan Jinying.
" Gege... Kenapa datang larut malam begini?" Zhang Qixuan terbangun karena merasakan kehadiran Suaminya.
" Xuan'er... Maafkan aku... Aku ada sedikit urusan. Itulah mengapa aku terlambat. " Ryu menatap Istrinya.
" Lebih baik kita tidur sekarang! Aku juga terasa ngantuk. " Ryu mencium kening kedua Istrinya kemudian menutup mata untuk beristirahat.
Pada keesokan pagi di Istana Kaisar kini terlihat tiga kelompok Pasukan yang sedang berangkat menuju Pintu Gerbang Istana.
__ADS_1
Ketiga Kelompok tersebut adalah masing-masing dikepalai Jenderal Chang Lan, Jenderal Fang Dao dan Jenderal Junda.
Ketiga Jenderal tersebut terlihat sangat gembira saat mereka sudah jauh dari Gerbang Istana kemudian menyebar ke tiga arah dimana tujuan yang telah mereka sepakati masing-masing.