SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 89. TEKNIK TRANSFORMASI


__ADS_3

" Ah... Itu urusan dia, yang penting sekarang aku harus memperkuat Fondasi." Du Lao beranjak dari tempat tersebut ingin cepat menyerap Kelima jenis Harta Langit tersebut.


Setelah berada di dalam kamar, Ryu langsung mempelajari Keempat Kitab tersebut secara bergantian hingga saat malam tiba Ryu menutup kembali Kitab tersebut.


" Sepertinya efek Bunga Spiritual Krisan itu masih berlaku disini." Ryu terlihat menyesal karena telah menghabiskan semua Pil Kultivasi hingga dia pun memilih untuk Istirahat.


Pada keesokan pagi, Xiao Hei mendatangi kediaman Ryu untuk menepati janjinya kepada Ryu.


" Junior Ryu, sesuai janjiku aku membawa beberapa Sumberdaya untukmu." Xiao Hei memberikan beberapa Sumberdaya.


" Terimakasih Senior, maaf telah merepotkanmu. mohon terimalah ini sebagai ucapan Terimakasihku." Ryu memberikan Harta Langit dengan jenis dan jumlah yang sama seperti yang dia berikan kepada Du Lao.


" Wah, Pantas saja kamu memiliki Fondasi yang Kuat." Xiao Hei Sangat senang dengan apa yang diberikan Ryu sambil menatap ke arah jari Ryu "Sepertinya sekarang kamu sudah memiliki Cincin Penyimpanan?" Xiao Hei menyadari kalau Ryu memiliki Cincin.


" Benar Senior... Cincin ini Pemberian dari Guru Du Lao." ucap Ryu.


" Jadi begitu ya? oh... kalau begitu aku pamit dulu mengingat sekte kita memiliki Aturan." Xiao Hei langsung keluar dari tempat Ryu.


" Meskipun sedikit, aku harus menanam Sumberdaya ini." Ryu mengirimkan semua Sumberdaya ke Dunia Quzhu.


Saat ingin melangkahkan kakinya Ryu merasakan gejolak hebat dari tubuhnya hingga langsung mencari tempat duduk untuk Berkultivasi.


'Jadi seperti itu? ternyata efek Pil tersebut tidak sekaligus' Ryu merasa beruntung memiliki Fondasi yang Kuat, jika tidak sudah pasti Tubuhnya akan meledak.


" Bboooom" Ryu menerobos Pendekar Petapa Tahap Akhir.


Setelah merasakan tidak ada lagi Gejolak hebat dari tubuhnya, Ryu kembali membuka mata langsung melanjutkan pekerjaannya untuk merawat Wilayah Murid luar.


Sudah Lima Bulan Ryu masih sebagai Murid Luar meskipun sudah banyak Pil yang dia kumpulkan yang sudah dicampur dengan Bunga Spiritual Krisan agar memperkuat efeknya hingga Puluhan kali.


Selama lima Bulan itu juga Ryu seakan hidup sendiri tanpa ada yang berani mengusik bahkan Murid Wanita memilih untuk menghindar karena Ryu selalu memakai penutup Wajah.


" Sudah Waktunya." Ryu bergumam mengambil beberapa Pil lalu Berkultivasi.


Setelah waktu berjalan hingga 5 jam, Ryu merasakan gejolak yang hebat pada tubuhnya


" Bboooom" Ryu mencapai Pendekar Suci Tahap Awal


Ryu langsung menyeimbangkan Kondisi tubuhnya dengan menyerap Energi Alam untuk mengisi Qi yang masih Kosong.


" Sepertinya Tuan akan kembali dengan tubuh Tuan Sepenuhnya." Shizi terlihat senang dengan perkembangan Ryu.


" Shizi, Bagaimana caranya agar bisa kembali ke bentuk Tubuh semula? aku sudah tidak tahan lagi dengan penutup Wajah ini sangat Gerah. " Ryu seakan tidak sabar.


" Aku akan mengambil Qi milik Tuan. dengan begitu aku mampu meregenerasi semua Sel-sel kulit dan Organ tubuh yang lain. meskipun itu sedikit menyakitkan." Ucap Shizi.


" Lakukan saja." Ryu Posisi duduk Bersila.


" Lebih baik Tuan berbaring agar tidak ada satupun yang tertinggal." Shizi langsung masuk ke Tubuh Ryu.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung membuat Pelindung Tempurung Kura-kura hingga tiga lapis lalu berbaring di tempat tidur.


Seketika Ryu merasakan tubuhnya seperti ditusuk Ribuan jarum bahkan tulang-tulangnya seakan retak yang membuatnya Berteriak Kasakitan.


Teriakkan-teriakan Kini seakan merusak gendang telinga hingga memakan waktu yang sangat lama beruntung sekali dengan adanya Pelindung Tempurung Kura-kura jadi suara tersebut tidak terdengar dari luar.


Setelah Delapan jam mengalami siksaan, Ryu telah berhasil kembali ke bentuk tubuh Aslinya tanpa ada yang kurang sedikitpun.


Terlihat keringat bercucuran di seluruh tubuhnya yang membuat Ryu harus membersihkan diri dan mengganti Pakaian yang sering dia Pakai.


" Akhirnya." Ryu memperhatikan seluruh bagian tubuhnya.


" Sekarang Tuan lebih Tampan dan Gagah berotot, jadi akan lebih mudah untuk mencari Korban untuk menggunakan Teknik Kultivasi Ganda." Ucap Shizi.


" Apa tidak ada kata-kata lain lagi? " Ryu terlihat kesal.


" Tuan, meski sekarang kamu sudah mencapai Pendekar Suci, tapi tuan masih belum dikatakan Kuat." ucap Shizi.


" Aku keluar dulu, Sepertinya Guru Du Lao akan datang kesini." Ryu langsung keluar menuju lapangan latihan.


" Ryu'er, Jadi ini wajah Aslimu?" Du Lao Memandang Pemuda yang terlihat Asing namun memiliki Aura yang sama dengan milik Ryu.


" Benar Guru." Syukurlah Luka bakar itu sudah pulih total.


" Kamu juga Sudah mencapai Pendekar Suci, jadi dengan begitu kamu akan menjadi Murid Dalam. Aku tidak sabar menunggumu disana." Du Lao terlihat senang.


" Ini semua berkat bimbingan Guru." Ryu menundukkan kepala.


" Kalau begitu tunggu apa lagi? aku akan membawamu menjadi Murid Dalam." Du Lao menuntun Ryu dengan penuh kebanggaan.


Setelah berjalan beberapa saat Para Murid Luar merasa penasaran dengan wajah baru yang dibawa oleh Guru Du Lao.


" Guru Lao Siapa Pemuda itu? Apa dia Murid baru?" beberapa Murid Wanita memberanikan diri.


" Dia Muridku Ryu. Kebetulan Luka bakarnya telah sembuh dan berhasil mencapai Pendekar Suci." Du Lao seakan tau maksud dari para murid tersebut.


" Haaaiiisss... Kalau saja aku tau Wajahnya Setampan itu, sudah pasti aku akan mengunjunginya setiap Hari." ucap beberapa Murid Wanita.

__ADS_1


" Sepertinya kalian terlambat." Ucap salah satu Murid Pria.


Mendengar ucapan tersebut Para Murid Wanita berbalik menatapnya sesaat menunduk lesu memasang wajah murung.


Ryu yang telah dibawa oleh Guru Du Lao kini telah berada di Wilayah Murid Dalam terlihat beberapa Pasang mata tertuju Padanya dengan penasaran.


" Siapa Pemuda Itu? Tampan sekali." Ucap beberapa Murid Wanita berbisik satu sama lain.


" Sepertinya dia Baru di Sekte ini. Aku Harus kenalan dengannya" Gumam beberapa Murid.


Dari beberapa orang yang mengagumi Pemuda yang di depan mereka, tapi ada juga yang menatap sinis Karena mendapat saingan Berat.


Namun saat Guru Du Lao menerangkan kepada mereka bahwa Pemuda yang dibawanya adalah Ryu, kini mereka langsung mengurungkan niat mereka Karena Ryu adalah Rekomendasi dari Xiao Hei dan sudah pasti akan mendapatkan Perlindungan penuh dari Xiao Hei yang Sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir.


" Awas saja kalau keluar dari Wilayah Sekte Harimau Putih, aku akan memberinya pelajaran." Gumam beberapa Murid.


Setelah Ryu memperkenalkan diri, Guru Du Lao langsung membawanya ke Kediaman Baru Murid dalam.


" Ryu'er, aku harap kamu tetap Rajin berlatih dan merawat Wilayah Murid Dalam ini. Dengan begitu kamu bisa menerima Pil Kultivasi Tingkat Suci dengan maksimal." Du Lao mengingatkan Ryu sambil berjalan.


" Guru tenang saja. Setelah Merawat Wilayah Murid Dalam, aku baru akan berlatih." ucap Ryu.


" Ryu'er, sekarang tempat ini adalah kediaman mu sekarang. Aku Pamit dulu untuk melengkapi beberapa berkas untukmu." ucap Du Lao.


" Terimakasih Guru." Ryu menundukkan kepala.


" Mmmmm " Du Lao mengangguk lalu meninggalkan kediaman Ryu.


Terlihat beberapa Murid Wanita sedang berjalan mendekati kediaman Ryu saat Guru Du Lao sudah pergi.


" Minggir! " Salah satu Murid Wanita mengancam yang lain."Kalian tidak pantas untuk Pemuda itu" lanjutnya.


" Saudari Luan, Apa kamu merasa sudah Pantas?" Ucap Wanita lain yang baru muncul.


" Saudari Sheiyu Apa kamu juga ikut bersaing?" Tanya Lin Luan.


" Aku tidak ingin bersaing, lagi pula aku kesini hanya memastikan Teman-temanku tidak diganggu olehmu " Sheiyu terlihat santai.


" Kalau begitu, kita lihat saja." Lin Luan langsung berjalan ke arah Ryu.


" Aku antar kalian sampai sini saja! jika dia macam-macam dengan Kalian, biar aku yang memberinya pelajaran." Sheiyu menatap ketiga temannya.


" Mmmmm'' Ketiga Wanita mengangguk lalu ikut berjalan ke arah Ryu.


Murid Wanita lain yang tidak mendapat Dukungan kini hanya mengigit bibir seakan kesempatan mereka sudah hilang.


Merasa tidak mendapat respon, Keempat Wanita tersebut langsung meninggalkan Ryu dengan wajah lesu.


" Kamu telah menyiakan kesempatan lagi." Shizi kembali muncul.


Tanpa berkata apapun Ryu langsung bekerja membersihkan Halaman di sekitar kediamannya hingga selesai langsung duduk bersila untuk memperkuat Fondasi.


Beberapa ocehan dari Shizi yang terus mengganggunya hingga membuat Ryu risih langsung menutup Indranya melanjutkan Penguatan Fondasi.


Pada keesokan harinya Ryu Kembali berlatih mempelajari berbagai Teknik Harimau yang diantaranya




Pukulan Harimau,




Langkah Harimau,




Cakar Harimau,




Tendangan Harimau,




Auman Harimau.


__ADS_1



Dari Kelima Teknik tersebut, Teknik Auman Harimau adalah Teknik yang sangat sulit dikuasai karena membutuhkan Qi yang sangat Banyak dan Konsentrasi yang kuat.


Du Lao juga menjelaskan kalau Kelima Teknik tersebut bisa digabungkan dengan Elemen Bawaan dari seorang Kultivator bahkan bisa digabungkan dengan teknik bawaan dari Keluarga.


Setiap Teknik yang Ryu dapatkan, dia melatih kembali Teknik tersebut di Dunia Quzhu dengan Gabungan Petir bahkan beberapa Teknik yang pernah dia Pelajari sebelumnya.


Selama Satu Tahun Ryu berada di Murid Dalam kini dia telah menciptakan Teknik baru Yaitu:




Sambaran Harimau Petir, hasil gabungan dari Pukulan Harimau dan Teknik Sambaran Petir.




Langkah Hantu Harimau Petir, Hasil gabungan dari Langkah Harimau, Langkah Kilat dan Wujud Hantu.




Hujan Cakaran Harimau Petir, hasil gabungan dari Cakar Harimau dan Hujan Petir.




Gelombang Harimau Petir, hasil gabungan dari Tendangan Harimau dan Badai Petir.




Auman Bencana Harimau Petir, hasil gabungan dari Auman Harimau dan Gempa Petir.




Dari Kelima Teknik Gabungan tersebut, Ryu selalu menyembunyikan dari Du Lao dan semua Anggota Sekte bahkan Shizi sekalipun karena Teknik yang dia Ciptakan sangat berbahaya bahkan di Dunia Quzhu banyak mengalami kerusakan saat mempelajari Teknik tersebut.


Sedangkan untuk Teknik Jalan Bayangan dan Malapetaka, Ryu menganggap itu sebagai jalan Terakhir jika Kondisi sangat berbahaya saja.


Untuk semua Teknik Pedang, Ryu menggabungkan menjadi satu Teknik saja yaitu Tarian Pedang Naga Naga Petir yang juga akan digunakan ketika dalam bahaya.


Selama satu Tahun tersebut, Ryu kini telah mencapai Pendekar Alam Tahap Awal dimana sudah waktunya Du Lao mengajarkan Sebuah Teknik Transformasi menjadi Harimau Putih yang bisa digabungkan dengan Elemen Bawaan.


Setelah berlatih selama Satu hari, Ryu sudah bisa Menggunakan Teknik Transformasi Harimau dengan sempurna tentu hal tersebut membuat Du Lao sangat senang.


" Ryu'er... Kamu benar-benar Sangat jenius. Mulai Besok Pagi Kamu Harus tunjukkan Tranformasi milikmu yang sudah digabungkan dengan Petir milikmu di Depan semua Anggota Sekte agar kamu bisa diakui untuk menjadi Murid Inti." Du Lao sangat bangga.


Mendengar ucapan tersebut , Ryu langsung berfikir bagaimana jadinya jika dia satukan dengan Petir Hitam Wujud Kera yang memiliki Taring Panjang, Memiliki Bertanduk dan Sayap.


' Sepertinya Teknik Transformasi ini tidak boleh ada yang tau sebelum aku sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Awal.' Ryu masih Berkhayal dengan Wujudnya tersebut.


" Ryu'er, apa yang sedang kamu fikirkan?" Du Lao melihat Ryu sedang melamun.


" Guru, apakah Wajib untuk memperlihatkan Teknik Transformasi Harimau yang digabungkan dengan Elemen agar bisa masuk menjadi Murid Inti?" Ryu bertanya kepada Du Lao.


" Mmmmm... Hal itu sangat wajib. Apalagi selama ini kamu selalu menyembunyikan Elemen Petir yang ada padamu. Aku rasa Petir milikmu sangat berbeda dengan yang lain." Du Lao sengat penasaran dengan Petir milik Ryu.


" Tapi Guru, Apakah ada Cara lain?" Ryu mencoba Negosiasi.


" Untuk kali ini aku tidak bisa membantumu, karena itu semua sudah diluar batas wewenang ku. Lagi pula, Lebih cepat kamu naik Tingkatan, maka Jenis Pil Kultivasi yang kamu dapatkan juga lebih bagus." Ucap Du Lao.


" Kalau begitu aku akan Berlatih lagi Guru. Sepertinya Teknik Transformasi Harimau milikku masih ada kekurangan." Ryu mencoba mencari cara agar rencananya tidak diketahui.


" Kalau begitu aku akan menunggu jawabanmu. Kalau kamu sudah siap, maka aku akan membawamu." Du Lao tau kalau Ryu hanya beralasan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


" Sudahlah, Tuan gunakan saja Teknik Kultivasi Ganda itu agar kita bisa keluar dari sini. Aku sudah tidak sabar ingin mencari Tubuh Baru milikku." Shizi tiba-tiba keluar.


" Lalu apa Rencanamu?" Ryu kini terlihat pasrah.


" Pertama, Tuan harus mencari Korban yang sudah berada di Pendekar Alam Minimal 30 Orang dengan Yin Murni. Kedua, Tuan hanya mencari Satu Korban dengan Yin Murni dan Korban itu akan menjadi tubuh Baru untukku dan kita akan melakukan Kultivasi Ganda sampai Tuan mencapai Pendekar Bumi." Ucap Shizi.


" Kenapa kamu tidak mencari tubuh yang sudah mati saja? " Tanya Ryu


" Jika aku mendapat Tubuh yang mati biasa, Maka Energi 'Yang' yang ditinggalkan tidak ada sama sekali dan butuh waktu lama agar Tuan bisa mencapai Pendekar Bumi." Jawab Shizi.


" Itu sama saja artinya aku menjadi orang Jahat yang lebih Kejam." Ryu merasa hidupnya seperti sosok Iblis.


" Tuan tidak perlu merasa bersalah, kita cari saja Kultivator Wanita yang paling jahat. dengan begitu beban Tuan tidak berat." Ucap Shizi.

__ADS_1


" Aku harus Istirahat. Sepertinya ini bukan jalan yang harus kupilih." Ryu langsung masuk kamar membaringkan tubuhnya untuk menenangkan pikiran.


__ADS_2