SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PERUNDINGAN 2


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Li Chun... Karena kamu telah membantuku, Aku akan mencari Istri dari Klan Li yang tersisa. Tapi dengan syarat harus memiliki Tubuh Abadi." Ryu berjalan kembali menuju Kursi Kaisar.


" Tubuh Abadi?" Semua mengerutkan kening.


' Tubuh Abadi? Bagaimana Pemuda ini bisa mengetahui hal itu? Putriku... Sepertinya Persembunyianmu akan berakhir. Tapi itu tidak masalah, Aku yakin Yang Mulia Kaisar akan menjagamu' Li Shang membatin.


" Senior Shang, ada apa?" Ryu mengerutkan kening sambil menatap Li Shang yang sedang melamun.


" Tuan... Sebenarnya aku memiliki seorang Putri yang memiliki Tubuh Abadi. Tapi aku harus menjemputnya dari tempat persembunyian." ucap Li Shang.


" Itu lebih baik... Tapi jangan paksakan dia, jika dia menolak biarkan saja." Ryu menatap ke arah Li Shang.


" Baik Yang Mulia Kaisar. Besok pagi aku akan menjemputnya." Li Shang memberi hormat.


" Mmmmm... Aku juga memiliki janji dengan Dewa Alkemis, aku harus menepati janjiku untuk mencari Istri dari Klan Ling." Ryu menghela nafas panjang seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya.


" Dewa Alkemis?" Semua mengerutkan kening karena Dewa Alkemis adalah sosok yang banyak memiliki pengetahuan meskipun tidak terlalu mencolok dari Dewa lainnya.


" Kalau untuk Klan Ling, biar aku saja yang kesana. Li Chun, aku minta agar kamu bisa mencari Empat Jenderal dari masing-masing Klan dan Juga Prajurit. Kalau untuk Perdana Menteri dan yang lain biar aku sendiri yang mencari." ucap Ryu.


" Baik Tuan." Li Chun langsung memeriksa tingkat Kultivasi Beberapa Sosok yang ada di tempat tersebut.


Setelah melalui proses Pemeriksaan, Li Chun mengangkat Wang Tianli menjadi Jenderal dari Klan Wang, Shu Bizhu menjadi Jenderal dari Klan Shu, Qin Suwu menjadi Jenderal dari Klan Qin dan Li Fei menjadi Jenderal dari Klan Li dan beberapa Penjaga diambil dari keempat Klan yang ada di tempat tersebut.


Sedangkan untuk Li Chun sendiri memiliki Tugas tersendiri sebagai Pengawal Pribadi Kaisar dalam menjalankan misi.


Untuk Li Shang sebagai Menteri Utama, Wang Cun Sebagai Menteri Kedua, Shu Miyo sebagai Menteri Ketiga, dan Qin Jian sebagai Menteri Keempat yang langsung ditunjuk oleh Ryu sendiri.


Ryu juga memberikan tugas untuk memperbaiki berbagai tempat Wilayah Istana yang telah rusak akibat pertempuran sebelumnya.


Setelah membagi semua tugas, tidak lupa Ryu memberikan Harta langit dan Sumberdaya yang tentu saja membuat mereka sangat senang dengan pemberian tersebut mereka juga berjanji akan menjalankan tugas mereka sebaik mungkin.


Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei yang melihat Ryu memperlakukan keluarga mereka dengan adil, kini hati mereka sangat senang telah memiliki Suami yang peduli.


" Jenderal Fei, Jenderal Tianli, Jenderal Bizhu, Jenderal Su Wu, aku harap kalian bisa merekrut Prajurit dari Klan kalian masing-masing." Ryu memberikan perintah.


" Baik Yang Mulia." Jawab mereka serempak.

__ADS_1


" Li Chun... Untuk sementara waktu kamu melatih Prajurit jika semua sudah berkumpul disini." ucap Ryu.


" Baik Tuan." ucap Li Chun.


" Kalau begitu aku pamit dulu. Ye'er..." Ryu menoleh ke arah Ting Ye.


" Mmmmm." Ting Ye mengangguk lalu mengikuti Ryu.


" Gege... Apa kamu melupakan kami? Wang Mingjun terlihat malu-malu.


" Kalian boleh Istirahat di Kamar yang lain." Ryu menoleh sebentar lalu melanjutkan langkahnya menuju tempat Kediaman Kaisar Zou sebelumnya.


" Gege... Kami juga Calon Istrimu, bagaimana bisa lebih akrab jika kamu menghindar." Shu Meilu memberanikan diri untuk bersuara mengikuti langkah Ryu.


" Sepertinya kalian sudah jinak." Ryu senyum kecil sambil menatap mereka.


" Apa salahnya jika kami ikut?" Qin Shuomei mengikuti Ryu.


" Haaahh... Baiklah, Kalian bisa bersama kami. Tapi setelah itu kalian kembali ke tempat masing-masing." Ryu berjalan mendekati Kamar Kaisar.


" Mmmmm." mereka mengangguk setuju.


" Sepertinya aku harus mengganti Tempat tidur ini." Ryu memasukkan Semua barang milik Kaisar Zou di cincin Ruang lalu mengganti dengan Barang-barang miliknya.


" Gege... Satu Minggu lagi aku akan kembali ke Kota Linka. " Ting Ye memegang tangan Ryu membawanya duduk di sebuah kursi.


" Aku akan mengantarmu. Lagi pula aku akan melakukan perjalanan ke Sekte Kuil Bambu." ucap Ryu.


" Apa Gege akan tinggalkan kami disini? " Wang Mingjun memberanikan diri mendekati Ryu.


"Jika Kalian ikut, lalu siapa yang Menjaga Istana ini? " Tanya Ryu.


" Baiklah... Jun'er, Lu'er, Mei'er, aku akan membawa kalian ke suatu tempat." Ryu mengibaskan tangannya langsung berpindah ke Dunia Quzhu.


" Gege... Tempat apa ini? " Shu Meilu memperhatikan Seluruh Bagian Ruangan lebih mewah dari Istana Kaisar Zou.


" Ini Dunia Quzhu dimana tempat kediaman kami. Dan sekarang juga menjadi Kediaman kalian." Ryu mengeluarkan Batu Bintang yang bercahaya.


" Gege... Apa itu?" Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei mengerutkan kening meraka.


" Teteskan saja darah kalian disini, nanti kalian akan tau sendiri." ucap Ryu.


" Mmmmm" Mereka langsung meneteskan darah pada Batu Bintang tersebut.


" Gege... Ini..." Wang Mingjun merasakan keberadaan semua isi dari Dunia Quzhu.


" Ye'er... Apa kamu ada waktu untuk menjelaskan kepada mereka? " Aku harus mencari Cara Agar bisa menggunakan Teknik Transportasi agar mempercepat perjalanan nantinya." Ryu berfikir Teleportasi adalah cara terbaik agar dia bisa lebih cepat ketika melakukan perjalanan.


" Tidak masalah Gege ..." Ting Ye membawa mereka menuju Luar Istana Emas.


Setelah mereka pergi, Ryu langsung duduk bersila memusatkan fikirannya sambil memeriksa seluruh bagian tubuhnya.


Setelah beberapa saat, Ryu membuka kembali matanya lalu memeriksa Batu Bintang yang ada di Dunia Quzhu.


" Apa yang harus aku lakukan? Sepertinya Yin Murni milik Manajer Caiping bisa membantuku untuk memperbaiki Teknik Transportasi. Apa dia mau menjadi Selirku" Ryu bergumam.


Dalam kebimbangan, Ryu mencoba memberanikan diri untuk menemui Manajer Caiping mengirim pesan jiwa kepada Ting Ye agar mereka sama-sama berlatih di Dunia Quzhu, lalu Keluar dari Kamar menuju Penginapan Giok Bulan.


Sesampai di Penginapan Giok Bulan, Ryu langsung menuju ke meja Kasir dimana Jiang Caiping sedang berada.

__ADS_1


" Manajer Caiping, Aku ingin bicara sesuatu padamu." Ryu langsung mengutarakan tujuannya.


" Pelayan, tolong jaga disini. Aku dan Tuan Ryu ada pembicaraan penting." Jiang Caiping menoleh ke arah salah satu Pelayan.


" Baik Manajer" Pelayan tersebut langsung menuju meja Kasir.


" Mari Tuan... Kita bisa bicara di Lantai atas saja." Jiang Caiping langsung membawa Ryu ke lantai Lima.


" Mmmmm." Ryu mengangguk mengikuti Jiang Caiping.


" Kakek sudah bilang Tuan sekarang adalah Kaisar di Kekaisaran Awan ini. Selamat Tuan." Jiang Caiping memberi hormat lalu berjalan kembali.


" Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan keberadaan ku. " Ryu senyum ramah.


" Tuan... Aku juga sudah meminta beberapa Tukang untuk menambah Luas Penginapan Giok Bulan ini, juga membuka Cabang di Lima Kota terlebih dulu sambil merekrut beberapa Karyawan." Jiang Caiping menikmati pekerjaannya. " Setelah Karyawan cukup banyak, aku juga akan membuka Cabang ke berbagai Kota lainnya dan itu terus berlanjut bahkan ke tempat beberapa Kerajaan kecil." Jiang Caiping terlihat senang.


" Bagaimana menurut Tuan? " tanya Jiang Caiping.


" Sangat baik. Tapi bagaimana dengan Pengamanan?" Ryu bertanya kembali.


" Kalau masalah itu, Kakek yang mengurus. Dari setiap Cabang, minimal ada 6 Pengaman dan paling tidak sat orang Wajib sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir." ucap Jiang Caiping.


" Bagus... aku rasa itu sudah cukup." Ryu terlihat senang.


" Sepertinya kita sudah sampai. Silahkan masuk Tuan. Kamar ini akan menjadi kamar Khusus untuk Tuan. Jadi aku tidak akan menyewa kamar itu kepada orang lain." Jiang Caiping masuk ke Kamar Eksklusif.


" Sepertinya aku bisa bersantai di sini." Ryu terlihat senang lalu duduk di sebuah kursi.


" Kalau boleh tau, Tuan mau membicarakan apa padaku? " Jiang Caiping merasa senang bercampur heran.


" Manajer Caiping, Jujur saja aku butuh bantuanmu. Apa kamu mau menjadi Selir Pertamaku? Tapi aku tidak memaksa." Ryu terlihat ragu dan gelisah.


" Deeeg" jantung Jiang Caiping seakan mau copot karena baginya terlalu cepat meskipun sangat senang.


" Tuan Ryu... Siapa yang tidak ingin menjadi Selir seorang Kaisar." Jiang Caiping memasang wajah memerah mendekati Ryu.


" Apa kamu mau melakukan itu?" Ryu menatap Jiang Caiping dengan intens.


" Mmmmmm." Jiang Caiping mengangguk kecil karena hal yang dia tunggu kini sudah di depan mata.


Tanpa menunggu lama mereka berdua sama-sama berjalan mendekati Ranjang yang tersedia.


" Ping'er... Kamu jangan panggil aku Tuan lagi." Ryu memeluk Tubuh Jiang Caiping.


" Gege..." Jiang Caiping membalas pelukan Ryu penuh kelembutan.


" Sepertinya kita saling membutuhkan" Ryu mencium Kening Jiang Caiping dengan lembut.


" Gege... Aku mencintaimu." Jiang Caiping meluapkan perasaannya memeluk tubuh Ryu dengan erat seakan memberikan sebuah kehangatan dalam hatinya.


" Ping'er... Kamu akan menjadi salah satu tempat untuk menitipkan Keturunanku. Karena kamu tau sendiri kalau hanya aku sendiri yang memiliki darah Keturunan Klan Liu di Dunia Abadi ini." Ryu berkata dengan lembut.


" Gege... Aku akan bersedia berapapun kamu mau jumlah anak kita nantinya." Jiang Caiping merasa seakan tubuhnya melayang.


Saat itu juga mereka melepaskan semua hasrat mereka hingga waktu terus berlalu dibalik heningnya malam tidak terasa sampai pagi.


" Ping'er... Apa kamu ingin bersamaku ke Istana?" Ryu merangkul tubuh Jiang Caiping yang tanpa sehelai kain.


" Gege... Aku akan tetap tinggal disini. Aku akan mengurus Pekerjaanku. Pintu ini akan selalu terbuka untuk Gege." Jiang Caiping memeluk tubuh Ryu menandakan sebuah kebahagiaan.

__ADS_1


" Baiklah... Jika ada waktu, aku aku berkunjung ke sini." Sepertinya Aku akan membuat Portal Teleportasi disini. " Ryu melepaskan sebuah Batu Bintang lalu membuat sebuah lingkaran membentuk Cincin yang sangat besar lalu menghilang.


__ADS_2