SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PERTARUNGAN KEKAISARAN 3


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Meskipun setengah dari jumlah Pasukan Kekaisaran sudah mati, namun jumlah mereka masih sangat banyak membuat Pasukan Kekaisaran Awan keawalahan hingga banyak yang terluka bahkan mati.


" Mode bertahan." Jenderal Yuchen memberi perintah.


Seketika Para Prajurit merapatkan barisan namun tetap saja serangan dari Pihak Lawan tidak terbendung.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom... " Sembilan Sosok lain muncul ketika situasi sangat Genting.


" Sial... Mereka terlalu banyak." Bing Ruyue mengibaskan tangannya membuat Puluhan jarum Es membantu Pasukan Kekaisaran Awan yang kini banyak yang terluka.


" Wuush." Lan Liwei dan Zuge membuat kabut asap Putih untuk menciptakan Ilusi.


" Apa? Kenapa Aliran Hitam juga ikut membantu? " ucap sosok Jenderal.


" Ini tidak bisa dibiarkan lagi." Kedua Jenderal melesat menghadang Lan Liwei dan Zuge.


" Booomm... Bboooom... Bboooom... " Hong Kian dan Tiankong melepaskan Bola Petir ke arah Pasukan Kekaisaran Shin membuat mereka luka berat bahkan mati.


" Wuush." Dua sosok Pendekar Langit Tahap Menengah menghadapi mereka.


" Ini benar-benar merepotkan." Long Mubai membuat Pelindung berbentuk Naga Emas mengelilingi tubuhnya sambil melepaskan serangan kepada lawan.


Di sisi lain Gou Liang juga membuat Pisau Angin dengan Qi miliknya menyerang semua yang ada di depannya.


' AMARAH DEWA API '


Jiang Caiping langsung membuat Bola Api melepaskan ke arah Pasukan lawan.


" Pendekar Langit Tahap Awal? Bukankah Wanita itu dari Penginapan Giok Bulan?." Tanya salah satu sosok.


" Biar aku yang menghadapinya." ucap salah satu Jenderal yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.


......................


Di Kamar Utama Istana Kaisar, terlihat Tujuh sosok Wanita sedang terbaring lemah karena sudah kehabisan tenaga.


Xie Hua dan yang lain langsung menyalurkan Qi milik mereka kepada Tujuh istri Ryu yang lain.


Setelah beberapa saat kondisi mereka mulai membaik walaupun masih belum pulih total.


" Maaf telah merepotkan Kalian." Ucap Sheng Zhishu.

__ADS_1


" Sepertinya kami tidak mampu lagi untuk bertarung." Yuwang merasakan tubuhnya sangat lemah.


" Hua'hua... Kamu jaga mereka, biar kami yang Bertarung." ucap Ting Ye.


" Ye'ye, Jun'jun, Lu'lu, An'an, qi'qi, Hati-hatilah. Jangan terlalu memaksa. Tunggu sampai Gege datang." Xie Hua mengingatkan mereka.


" Mmmmm." mereka mengangguk lalu meninggalkan ruangan.


......................


Di bagian Utara Istana Kekaisaran Awan, sebelum Pelindung Yin-Yang Kura-kura pecah Ryu. Jenderal Heilong, Jenderal Li Chun dan Pasukan Semesta kini semakin gencar melakukan serangan.


' Sial... Sepertinya Pelindung Yin-Yang Kura-kura sudah pecah. Semoga saja mereka bisa bertahan.' Ryu membatin sambil melakukan serangan.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Ryu melepaskan Aura Naga Langit membuat Pasukan Kekaisaran Shin yang masih dibawah Pendekar Bumi Tahap Awal kembali menjadi kabut darah.


Para Jenderal yang menyaksikan hal itu juga terus mengejar Ryu sambil melancarkan serangannya.


' JALAN BAYANGAN '


Ryu menjadi Bayangan Hitam Bergerak liar membuat apa yang dilewatinya menjadi Kabut darah berkat Aura Intimidasi Naga Langit dan Aura Pendekar Langit Tahap Awal.


" Benar-benar mengerikan." 20 Jenderal bergindik ngeri melihat kejadian tersebut dimana Pasukannya yang berbeda pada Pendekar Bumi Tahap Menengah habis tanpa sisa.


Tidak sampai disitu saja, Ryu kembali menciptakan Bola Petir pada kelompok yang tersisa.


Ling Sancuo dan Ling Liddan yang menyaksikan hal itu juga sangat ketakutan melihat Ryu Seperti Sosok Monster yang haus Darah membuat mereka berhenti sejenak dari pertarungan mereka.


Secara perlahan kini dari 47.000 Pasukan Kerajaan hanya tersisa 20 Orang yaitu 8 Pendekar Langit Tahap Menengah dan 12 Pendekar Langit Tahap Awal.


Tentu saja hal itu membuat Pasukan Semesta semakin Ganas seakan tidak ingin kehilangan momentum takut tidak kebagian.


Ryu yang Qi miliknya sudah terkuras langsung menelan Pil untuk memulihkan Qi dan kembali melancarkan serangannya.


Hal itu tentu saja yang lain langsung menjauh karena tidak ingin terkena imbas dari Teknik yang Ryu ciptakan.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Ryu menggunakan Teknik Malapetaka menuju ke 8 Pendekar Langit Tahap Menengah hingga tercipta beberapa Kawah Besar membuat Area Pertarungan rusak bahkan Pepohonan disekitar langsung hancur.


" Aaarrrggghhhh." Suara teriak dari 8 Pendekar Langit Tahap Menengah merasakan tubuh mereka seperti terbakar.


" Wuush." Ryu mengikat tubuh 8 Jenderal tersebut dengan jaring Petir lalu membawanya ke Dunia Quzhu.


" Tangkap mereka! " Ryu memerintahkan Pasukan Semesta untuk mengurus 12 Pendekar Langit Tahap Awal yang kini sudah kehilangan semangat untuk bertarung.


Dari kejauhan terlihat Satu sosok Jenderal, Tiga sosok Wanita dan 500 Prajurit yang sejak awal terus memperhatikan Pertarungan mereka.


" Jenderal Jintao, Siapa Pemuda itu?" Tanya Nan Sian.


" Yang Mulia Permaisuri, Sepertinya Pemuda itu adalah Kaisar Ryu. Aku belum pernah melihatnya, Namun melihat dari Pasukan yang dia bawa sepertinya adalah Jenderal." Jawab Jenderal Jintao.


" Kalau begitu bawa aku untuk menemuinya! Siapa tau mereka bisa membantu kita untuk menghantarkan Kekaisaran Shin." Nan Sian yang sangat menaruh dendam Pribadi kepada Shin Hye Gang dan Ling Xianzi.


" Baik Yang Mulia Permaisuri. Sebaiknya kalian mengikuti dari belakang." Jenderal Jintao bergegas dari tempat persembunyian menuju ke arah Ryu yang sudah menyelesaikan Pertarungan.


Ryu yang bersama Pasukannya mulai bergerak menuju Kapal Udara, kini merasakan ada Aura lain yang mendekati mereka.


" Pendekar Langit Tahap Akhir?" Ryu langsung meningkatkan kewaspadaan.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Mohon maaf sebelumnya. Kami datang kesini bukan sebagai Musuh." Jenderal Jintao menundukkan kepala.


" Aku tidak ada waktu. Jika kalian Berniat baik maka ikuti kami." Ryu menatap ke arah Jenderal Jintao lalu menoleh ke beberapa sosok yang mengikuti Jenderal Jintao.


" Baiklah, Kami akan mengikutimu." Nan Sian langsung menjawab.

__ADS_1


" Mmmmm." Ryu mengangguk langsung menuju Kapal Udara yang diikuti yang lain.


Saat semua sudah berada di dalam Kapal, Ryu meminta Chaizu dan Zi Mayi untuk mengemudi dan meningkatkan kecepatan Kapal.


" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Sebenarnya kami kesini untuk meminta bantuan kepada Yang Mulia Kaisar." Jenderal Jintao membuka Percakapan.


" Apa yang perlu saya bantu?" Tanya Ryu.


" Begini Yang Mulia Kaisar. Sebenarnya Aku tidak menyetujui atas Penyerangan ini. Tapi aku juga tidak berdaya, karena Yang memegang kendali Kekaisaran Shin ada Kaisar Shin Hye Gang dan Ling Xianzi." ucap Nan Sian.


" Apa? " Ryu, dan yang lain sontak kaget.


Ling Sancuo dan Ling Liddan seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nan Sian, namun tidak bisa bertindak karena ada Ryu yang juga adalah Suami Ling Xianzi.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Sebelumnya aku adalah Permaisuri di Kekaisaran Shin, namun sekarang posisiku telah diganti oleh Ling Xianzi dari Klan Ling yang masih berada di bawah Kekaisaran Awan." ucap Nan Sian.


" Terlebih dari itu, Aku tidak ingin Warga di Wilayah Kekaisaran Shin akan menderita akibat aturan dari Kaisar Gang." Nan Sian melanjutkan.


" Apa kamu sadar dari apa yang kamu ucapkan? Ling Xianzi adalah Cucuku dan juga Suami dari Kaisar Ryu." Ling Sancuo tidak rela atas tuduhan yang dilemparkan kepada Ling Xianzi.


" Apa? " Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Jenderal Jintao sontak kaget.


" Maaf telah menyinggung Yang Mulia Kaisar." Nan Sian merasa bersalah.


" Lebih baik kita membuktikan saja. Lagi Pula aku akan Menghancurkan Kekaisaran Shin setelah menghabisi Pasukan Kekaisaran Shin yang menyerang Kekaisaran ku." Ryu merasa hal ini perlu diselidiki karena dia belum mengetahui sifat asli dari Ling Xianzi.


" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap Nan Sian.


" Yang Mulia Kaisar, Bagaimana dengan Empat Kerajaan kecil itu?" Tanya Jenderal Heilong.


" Tentu saja aku akan memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya." Ryu bicara dengan santai.


" Mendengar ucapan tersebut tentu saja Jenderal Jintao, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying berkeringat dingin karena akan berimbas pada keluarga mereka bahkan akan membuat Kekaisaran Shin lebih kacau jika tidak ada yang memimpin.


" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, tidak semua orang di Kekaisaran Shin dan Keempat Kerajaan yang memiliki sifat yang sama." Nan Sian memberanikan diri.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Jika Tidak ada Pemimpin, maka Para Bandit bahkan Sekte Aliran Hitam semakin merajalela yang tentu imbasnya ada Warga biasa." Zhao Luyi ikut bersuara.


" Yang Mulia Kaisar, apa yang mereka katakan itu benar. Sebuah tradisi jika suatu Kerajaan bahkan Kekaisaran yang sudah dikalahkan, maka Kekaisaran atau Kerajaan itu akan tunduk pada Yang mengalahkan mereka." ucap Li Chun.


" Jenderal Li Chun benar. Termasuk Jenderal Jintao, Permaisuri Nan Sian, Ratu Luyi dan Ratu Liying serta Prajuritnya." Jenderal Heilong ikut menimpal.


Mendengar ucapan tersebut tentu saja membuat Ryu terlihat bingung karena apa yang dikatakan mereka memang benar.


Di sisi lain Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka menganggap Ryu adalah Pemuda yang tampan dan berkharisma yang tentu membuat mereka sangat senang.


Ryu yang menatap ke arah ketiga Wanita itu langsung murung berfikir untuk mencari cara agar bisa terlepas dari Tradisi turun temurun tersebut.


Sebuah Dilema besar kini telah berada di depan mata, Jika membunuh orang yang tidak bersalah sama saja hal itu tindakan Kejahatan. Namun jika dibiarkan maka akan terikat oleh aturan dan tradisi.


' Aku harus mencari cara agar terlepas dari Tradisi. Meskipun mereka Sangat Cantik, tapi aku sudah memiliki banyak Istri. Semoga saja Para Jenderal yang lain setuju dan mengambil mereka sebagai Istri.' Ryu membatin.


Namun kali ini Ryu mengurungkan niatnya tersebut sebelum benar-benar sudah menghancurkan Empat Kerajaan dan Kekaisaran Shin.


Setelah beberapa saat kini Kapal Udara sudah mendekati Istana Kekaisaran Awan.


" Tuan... Kita sudah sampai." Zi Mayi memberi laporan.


" Mmmm... Turunkan tangga secepatnya." Ryu memberi Perintah bergegas menuju arah pintu.


Tidak beberapa lama Pintu pun terbuka hingga terlihat sebuah tangga panjang yang sudah menyentuh tanah.


Ryu pun langsung menuruni tangga bersama yang lain hingga terlihat sebuah Pertarungan yang tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2