SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perbincangan Di Atas Awan.


__ADS_3

" Sebenarnya aku datang kesini dengan tujuan baik-baik untuk memenuhi undangan Kaisar. Tapi dengan tatapan mata kalian memandang rendah Istriku, maka aku akan memberikan hukuman kepada siapapun yang ada disini." Ryu menatap tajam ke arah Sang Kaisar.


" Tapi setelah aku dan Istriku ada disini. Dengan sifat angkuh dan ambisi, kalian memandang rendah kami. Kalian boleh pilih. Mencongkel mata ketiga Putra Kaisar atau Istana Kekaisaran Taiyang ini akan aku hancurkan." Ryu menatap mereka dengan nada mengancam.


" Berani sekali kamu mengancam Keluarga Kaisar." Salah satu Jenderal yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir berniat untuk menyerang Ryu.


" Bboooom." Ryu melambaikan tangannya kepada Jenderal tersebut hingga menjadi kabut darah.


" Wuush." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung membuat beberapa sosok yang masih berada di Pendekar Bumi tahap akhir kebawah langsung menjadi kabut darah.


Sedangkan yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap awal langsung jatuh pingsan dan yang mencapai Pendekar Langit tahap menengah dan tahap akhir merasakan tubuh mereka seperti ditimpa beban berat.


Hanya Sang Kaisar, Ketiga Putranya dan Putri Kaisar saja yang tidak terkena imbas Aura Dewa Agung. Hal itu dikarenakan Ryu memang sengaja tidak menargetkan mereka.


" Tuan Pendekar... Tolong hentikan!" Sang Kaisar terlihat panik karena seluruh bawahannya hampir tidak bisa bergerak.


Sebuah penyesalan dari wajah Sang Kaisar dimana dia menganggap bahwa Ryu dan Istrinya akan tertarik dengan Sumberdaya yang mereka berikan, namun kenyataannya justru membuat orang-orang terbaiknya kehilangan nyawa.


" Ayah... Aku tidak ingin kehilangan kedua mataku." Ketiga Putra Kaisar lebih panik lagi membayangkan seumur hidup mereka mengalami kebutaan.


Tidak ada pilihan lain Sang Kaisar memberi perintah kepada ketiga Jenderal yang lain untuk mencongkel mata ketiga putranya sendiri mengingat ancaman dari Ryu bukan bualan semata.


Meskipun dalam hati Sang Kaisar sangat marah kepada Ryu, namun kondisinya sekarang jika menolak hal tersebut maka Kekaisaran Taiyang akan rata dengan tanah.


Mereka bisa mengukur tingkat Kultivasi dari Ryu dan Istrinya itu, bukan tidak mungkin mereka bisa melakukannya karena Sekte Burung Hantu dan Sekte Ular menjadi bukti nyata.


Teriakan demi teriakan kini terdengar dari ketiga Putra Kaisar menggema di udara hingga membuat Sang Kaisar tertunduk lesu membayangkan nasib ketiga Putranya tersebut.


" Aku peringatkan kepada kalian semua. Jangan pernah menganggap remeh Kekaisaran Awan. Jika mereka mengetahui bahwa kami disini diperlukan dengan tidak baik, maka akan aku pastikan bukan hanya Istana Kekaisaran Taiyang ini saja yang hancur. Tapi juga seluruh pendukung Kekaisaran Taiyang." Ryu berjalan meninggalkan tempat tersebut keluar dari Istana.


Hingga saat sampai di halaman depan Istana Ryu langsung mengeluarkan Tou Shuijing dengan wujud Hydra.


Beberapa sosok yang melihat hal itu, mereka langsung berkeringat dingin menatap ke arah Tou Shuijing yang memiliki wujud seperti Naga namun memiliki kepala Tujuh.

__ADS_1


Ryu memang sengaja melakukan hal itu agar memberi pelajaran kepada mereka semua dimana Ryu dan Istrinya langsung naik ke atas punggung Tou Shuijing.


" Shuijing... Berikan kepada mereka kejutan." Ryu memberi Isyarat kepada Tou Shuijing.


" Baik Tuan." Tou Shuijing membesarkan tubuhnya hingga dalam wujud Hydra raksasa yang hampir menyamai Istana Kekaisaran Taiyang.


Sang Kaisar dan bawahannya yang melihat kejadian itu semakin yakin bahwa Ryu bisa menghancurkan Istana Kekaisaran Taiyang dengan mudah.


" Jenderal... Cepat cari Alkemis terbaik di Wilayah Kekaisaran Taiyang untuk memulihkan mata ketiga Putraku." Sang Kaisar memberi perintah kepada salah satu Jenderal berniat untuk mengembalikan kedua mata dari ketiga Putranya meskipun harus mengorbankan mata orang lain.


" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap Jenderal tersebut seraya meninggalkan tempat tersebut.


" Penasehat Agung... Perintahkan kepada beberapa utusan dan berikan Harta yang pantas untuk pihak Istana Kekaisaran Awan! Aku tidak ingin Istana Kekaisaran Taiyang akan rata dengan tanah seperti Kekaisaran Shin dan Kerajaan-kerajaan yang lain." Sang Kaisar sangat panik tidak ingin kekuasaannya hancur.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Penasehat Agung menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut.


Kepanikan dari Sang Kaisar bukan tanpa alasan mengingat ancaman dari Ryu, karena dia berpikir bahwa Ryu adalah salah satu Pasukan elit dari Kekaisaran Awan.


Meskipun Sang Kaisar sangat marah karena harga dirinya sebagai Kaisar telah direndahkan oleh Ryu, namun mengingat kekuatannya yang sangat mengerikan tentu saja membuat dia tidak ingin mengambil resiko.


" Gege... Ternyata kamu sangat kejam juga kepada ketiga Putra Kaisar itu." Sheng Zhishu membuka suara ditengah perjalanan mereka.


" Aku tidak ingin mereka memandang rendah Istriku." Jawab Ryu dengan singkat.


" Kenapa kita tidak hancurkan saja Istana Kekaisaran Taiyang?" Tanya Yuwang.


" Jika kita menghancurkan mereka, maka tidak ada yang mengisi dan mengatur Kekaisaran Taiyang. Yang artinya warga biasa tidak memiliki seorang pemimpin dan tentu akan membuat gejolak besar di seluruh wilayah Kekaisaran Taiyang." Ryu mengetahui bagaimana reportnya mengatur sebuah Kekaisaran.


" Lagi pula dengan hilangnya kedua mata dari ketiga Putranya, tentu membuat mereka tidak berani bertindak macam-macam." lanjut Ryu.


" Gege... Kami melihat Jinying sebelumnya, dimana dia sekarang?" Sheng Zhishu teringat saat mereka bertarung di Sekte Ular.


Begitupun dengan yang lain, mereka langsung menatap tajam ke arah Ryu seakan meminta penjelasan.

__ADS_1


" Aku sudah mengirim Jinying di Dunia Quzhu bersama anak kami. Awalnya aku tidak percaya bahwa dia melahirkan anak kami. Tapi setelah aku periksa, Liu Bai Jun adalah Putraku." Ryu berkata dengan jujur.


" Jadi seperti itu? Apa yang harus kita lakukan pada Jinying?" Sheng Zhishu kembali bertanya kepada Ryu.


" Aku juga tidak tau. Jika aku membunuhnya, maka siapa yang akan merawat anakku yang masih kecil. Ditambah lagi dia sudah membantuku untuk membunuh Patriak Sekte Ular yang sudah mencapai Pendekar Semesta. Aku juga tidak tau bagaimana caranya membunuh Patriak itu. Tapi aku dengar dari Jinying mengatakan bahwa dia akan menggunakan serbuk mata merah untuk membunuh Patriak Sekte Ular." Ryu menjelaskan tentang Jinying.


" Aku memang tau bahwa Jinying susah ditebak, namun berkal-kali dia sudah menyelamatkan Suami kita meskipun menggunakan cara yang kotor." Lan Liwei teringat kejadian saat di Sekte Kabut Ilusi dimana saat Ryu terkena serbuk mata merah dan berakhir Jinying menggunakan Racun kelinci merah untuk menyelamatkan Ryu.


Mendengar ucapan dari Lan Liwei, semua mengangguk setuju meskipun Jinying telah mengkhianati kepercayaan mereka.


Ryu memang mengakui bahwa berkat Jinying, dia bisa selamat dari kematian.


" Mungkin kita akan memberi satu kesempatan kepada Jinying, karena dia memiliki anak yang masih kecil. Bagaimana dengan kalian?" Sheng Zhishu tidak tega jika harus membunuh wanita itu, karena dia sendiri pernah mengalami bagaimana dibesarkan tanpa seorang Ibu saat berada di Dunia Peri.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Xin Chie dan yang lain juga setuju dan menerima Jinying kembali dimana mereka merasa tertolong olehnya.


Di atas punggung Tou Shuijing, mereka terus melanjutkan perjalanan hingga beberapa saat Ryu melihat enam sosok yang dibawah mereka lalu menyipitkan matanya.


Dari atas awan, Ryu memperhatikan keenam sosok Pria sepuh yang sedang berjalan melewati pinggir Hutan dimana keenam sosok tersebut adalah leluhur dari Kekaisaran Awan sebelumnya.


" Kebetulan sekali." Ryu tersenyum dengan jahatnya.


" Gege... Ada apa?" Tanya Xin Chie.


" Coba kalian perhatikan baik-baik dibawah sana! Sepertinya mereka adalah keenam leluhur dari dari Kekaisaran Awan sebelumnya." Ryu menunjukkan ke arah keenam sosok tersebut.


Mereka pun mengeluarkan Spiritual mereka hingga keenam sosok tersebut dapat dilihat dengan jelas, meskipun hanya Ting Ye dan Li Jilan saja yang mengenal mereka.


" An'er... Apa kamu tidak keberatan?" Ryu menatap ke arah Li Jilan karena bagaimanapun salah satu dari mereka adalah leluhur dari Klan Li.


" Gege... Meskipun kami berasal dari Klan Li, namun kami memiliki prinsip yang berbeda." Li Jilan mengetahui apa yang dimaksud Ryu, yang tentunya pasti akan membunuh keenam leluhur tersebut.


" Shuijing... cari tempat untuk berhenti, aku ingin bermain dengan keenam sosok itu." Ryu memberi perintah.

__ADS_1


" Baik Tuan." Tou Shuijing menurunkan kecepatannya hingga mendarat di sebuah lapangan yang cukup luas.


__ADS_2