SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KERAJAAN ANGIN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Dengan wujud Naga Heilong langsung menyembur Elemen Kegelapan dengan liar, membuat Pria Sepuh berusaha untuk menghindar tidak ingin mengambil resiko.


Secara perlahan Pria Sepuh mulai kelelahan akibat Racun yang bersarang di tubuhnya.


Di pertarungan lain, Li Chun, Zi Mifeng dan Jiejia tidak terlalu kesusahan karena lawan mereka hanya berada di Pendekar Langit Tahap Awal.


Dengan sedikit mengeluarkan tenaga, mereka telah berhasil melumpuhkan lawan.


Tidak ingin menyiakan kesempatan, baik Li Chun, Zi Mifeng dan Jiejia langsung membunuh ketiga Putra dari Raja Maochu dan mengambil Cincin Ruang milik mereka.


Kembali ke Pertempuran Ryu yang melawan Sosok Pria Sepuh, kini semakin memanas karena sama-sama menggunakan kekuatan penuh.


Dentuman demi dentuman terus terdengar membuat kerusakan mengelilingi mereka.


Meskipun Pria Sepuh tersebut sangat kuat, namun karena sudah terkena Sambaran Petir Hitam yang mengandung Racun waktu awal Pertarungan oleh Ryu, kini secara perlahan mulai kehilangan tenaga.


Saat Pria Sepuh sudah memiliki celah, tidak ingin menyiakan kesempatan Ryu kembali mengeluarkan Bola Petir Hitam mengarah ke Pria Sepuh.


" Bboooom " Ledakan keras bersarang di tubuh Pria Sepuh yang membuatnya terpental.


Dengan sekuat tenaga Pria Sepuh kembali bangkit, namun kini Ryu sudah ada di depannya.


" Bboooom." Pukulan keras disertai Bola Petir Hitam bersarang di dada Pria Sepuh membuatnya terpental.


" Kraaack." Bunyi tulang rusuk Pria Sepuh tidak mampu lagi untuk bangkit.


" Slaaash." Sebuah terbasan memisahkan Kepala dari tubuh Pria Sepuh tersebut.


Tiba-tiba muncul sebuah cahaya keluar dari tubuh Pria Sepuh tersebut hingga terlihat Sosok Elang berwarna Putih.


" Jadi dia tidak sempat mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya." Ryu mengambil Inti Roh dari Elang Putih tersebut lalu menarik mayatnya ke Dunia Quzhu.


Tidak ingin ada yang terlewatkan Ryu juga mengambil Cincin Ruang milik Pria Sepuh tersebut lalu menarik mayatnya ke Dunia Quzhu.


Di Pertarungan lain Chaizu yang sudah menyentuh tanah, kembali berlari menyerang Raja Maochu.


" Ggooooaaarr." Chaizu mengaum keras membuat Maochu terpental puluhan meter.


" Wuush." Maochu Mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya seekor Serigala berwarna Putih.


" Ggooooaaarr." Serigala Putih mengaum keras membuat Chaizu mundur beberapa langkah kebelakang.


" Wuush..." Bing Ruyue langsung menghadang Serigala Putih tersebut.


" Chaizu, Aku akan menahan Serigala Putih ini. Kamu cepat bunuh Tuannya." Bing Ruyue menoleh ke arah Chaizu.


" Mmmm." Chaizu mengangguk kembali melanjutkan Pertarungannya.


Maochu yang melihat hal itu, merasa Hewan Kontrak miliknya seakan sia-sia tidak bisa membantunya karena telah dihadang oleh Bing Ruyue.


Dengan sekuat tenaga, Maochu kembali bangkit untuk menghadang Chaizu yang sudah di depannya.

__ADS_1


" Craaash." Chaizu mencakar tubuh Maochu dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


" Aaarrrggghhhh." Maochu berteriak keras merasakan sakit yang luar biasa.


" Kraaack " Chaizu yang sudah di atas Maochu yang terbaring lalu mematahkan lehernya.


Selesai melakukan Pertarungan, Chaizu kembali ke wujud Manusia lalu mengambil Cincin Ruang milik Maochu.


Di sisi lain Bing Ruyue yang hanya menahan gerakan Serigala Putih, kini bernafas lega karena Serigala Putih tersebut langsung mati karena Tuannya juga mati.


" Cukup bagus." Bing Ruyue mengambil Inti Roh Serigala Putih tersebut lalu menyimpannya di Cincin Ruang.


Di Pertarungan lain Zi Mayi yang bergerak liar sambil melepaskan Bola Petir dari mulutnya berniat untuk menekan pergerakan lawan.


Merasa tidak bisa bergerak leluasa. Pria Sepuh langsung mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya sosok Ular bersisik Putih mengkilap.


" Crraahhh." Ular tersebut mengeluarkan Puluhan gelembung Air.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ledakan demi ledakan dari gelembung Air tersebut menyerang ke arah Zi Mayi.


" Wuush" Sebuah asap tebal berwarna putih mengelilingi Ular tersebut.


" Mayi.... Ular ini sangat beracun bisa membuat mata buta dan tidak ada penawarnya. Cepat bunuh Tuannya. Aku akan memperlambat gerakannya." Lan Liwei menoleh ke arah Zi Mayi.


" Baik." Zi Mayi berlari ke arah lain.


" Crraahhh.." Ular tersebut menyemburkan cairan kental berusaha menyingkirkan asap tebal tersebut.


Lan Liwei juga tidak ingin mengambil resiko lebih baik terus menciptakan asap agar Ular tersebut tidak bisa bergerak bebas.


Ular tersebut terlihat kebingungan karena tidak mampu melihat lawannya terus menyemburkan cairan kental untuk menghapus asap tersebut.


Begitu juga dengan Lan Liwei terus mengeluarkan asap tebal berharap Zi Mayi lebih cepat membunuh Tuannya.


Di Pertempuran lain, Zi Mayi yang tidak ingin terlalu lama langsung membuat Puluhan Bola Petir menyerang Pria Sepuh di depannya.


Melihat puluhan bola Petir mengarah padanya, Pria Sepuh berusaha menghindar agar tidak terkena serangan.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ledakan demi ledakan bersarang pada tubuhnya membuat dia terpental puluhan meter menjauhi wilayah asap.


Tidak ingin menyiakan kesempatan, Zi Mayi bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Pria Sepuh.


" Craaash." Sebuah kaki yang tajam seperti Pisau menebas leher Pria Sepuh tersebut.


" Tuan pasti suka." Zi Mayi mengambil Cincin Ruang milik Pria Sepuh lalu menarik mayatnya ke Cincin Ruang.


Karena Tuannya sudah mati, Ular itupun juga mati hingga Asap di sekelilingnya mulai menipis.


Tanpa menunggu lama Lan Liwei mengambil Inti Roh Ular tersebut lalu menyimpannya di Cincin Ruang beserta Mayatnya.


Di Pertarungan lain Heilong yang sudah berwujud Naga, terus menyemburkan Elemen Kegelapan membuat lawannya mulai keawalahan karena Energinya banyak terkuras.


" Bboooom." Bola Hitam bersarang pada tubuh Pria Sepuh tersebut membuatnya terpental puluhan meter.


" Sial... Teknik apa yang dia pakai hingga bisa berubah wujud." Pria Sepuh langsung mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya.


" Kwaaaaaaak." Seekor Burung Hantu mengepakkan sayapnya menciptakan Pelindung Es kepada tuannya lalu menyerang ke arah Heilong diikuti hawa dingin setiap kepakan sayapnya hingga tercipta butiran salju.


" Wuush." Semburan Api menghapus hawa panas tersebut.


" Jenderal... Biar aku yang menahan Burung Hantu itu." Bao Mingson menoleh ke arah Heilong yang sudah berwujud Naga.


" Baik." Heilong terbang ke arah lain bergerak memutar menuju Pria Sepuh lawan sebelumnya.


Melihat Heilong menjauh darinya. Burung Hantu langsung mengejar. namun gerakannya terhalang oleh semburan Api dari Bao Mingson yang menghadang.


Setiap kepakan sayapnya menjatuhkan butiran salju, Bao Mingson juga tidak tinggal diam terus menciptakan Elemen Api agar tidak terkena dampak salju tersebut yang bisa membuat gerakannya melambat.


Di sisi lain Heilong yang sudah berada di depan Pria Sepuh sebelumnya kini langsung membuat Bola Hitam untuk menghancurkan Pelindung Es mengelilingi tubuh Pria Sepuh yang kini berusaha memulihkan tenaga.


" Bboooom." Bola Hitam menabrak Pelindung tersebut membuat gempa kecil.


" Apa?" Heilong sontak kaget karena serangannya tidak mampu menghancurkan Bongkahan Es tersebut.

__ADS_1


" Heilong... Menjauhlah." Ryu mengetahui bahwa Pelindung tersebut tidak mudah untuk dihancurkan.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Heilong langsung menjauhi Pelindung Es tersebut.


' MALAPETAKA '


Ryu melemparkan Bola Petir seukuran Kepala Manusia.


" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat Pelindung Es langsung hancur.


" Kraaack." Efek serangan tersebut membuat Pelindung Istana juga retak terkena imbas Serangan tersebut.


Terlihat sosok Pria Sepuh yang didalam pelindung Es kini terbujur kaku tidak mampu bergerak lagi.


" Sangat mengerikan." Gumam beberapa sosok yang menonton dari kejauhan.


" Jenderal... Siapa yang memiliki Teknik itu?" tanya salah satu Jenderal menoleh ke arah Jenderal Jintao.


" Itu milik Tuanku sendiri yaitu Kaisar Ryu." Salah satu dari Pasukan Semesta menjawab penuh dengan kebanggaan.


Mendengar ucapan tersebut semua langsung menoleh ke arah sumber suara merasakan Aura dari mereka yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal namun ada Aura lain yang sangat kuat.


Setelah menyelidiki kekuatan Pasukan Semesta, semua begitu yakin kalau Kaisar Ryu menyembunyikan tingkat Kultivasi sebenarnya karena bawahannya saja sudah diatas Pendekar Langit.


Jika saja Istana Kerajaan tidak memiliki Pelindung, maka setengah dari Istana sudah hancur.


Semua Pasukan dari Kerajaan Awan kini merasa bersyukur karena mereka telah membuat pilihan yang tepat, jika saja mereka melawan sudah tentu akan menjadi kabut darah.


Di tempat Pertarungan Ryu berjalan mendekati Pria Sepuh tersebut langsung menebas lehernya lalu mengambil Cincin Ruang milik Pria Sepuh tersebut dan menarik mayatnya ke Dunia Quzhu.


Di sisi lain Bao Mingson juga mengambil Inti Roh Burung Hantu tersebut lalu menyimpannya di Cincin Ruang beserta Mayatnya berjalan mendekati Ryu.


" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap mereka bersamaan.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan masuk ke Istana.


" Geledah semua yang ada di Istana ini." Ryu langsung duduk di Kursi Kebesaran Raja Maochu.


" Baik." Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng, Jiejia, Heilong dan Li Chun langsung menuju ke dalam ruangan.


Di Luar Istana Pintu Gerbang Istana :


" Sepertinya Pertarungan sudah selesai, mari kita masuk ke dalam." Jenderal Jintao berjalan menuju Istana.


" Kami menunggu disini saja." ucap salah satu dari Pasukan Semesta.


" Baiklah.. Kami akan kesana." Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying, Ling Sancuo, Ling Liddan, Gou Liang, Lan Liwei dan Tiankong menuju Istana.


Keempat Jenderal dan Penasehat Istana juga berjalan mengikuti yang lain menuju Istana.


Di dalam Istana Kerajaan Angin :


" Salam Yang Mulia Kaisar." Chaizu dan yang lain membawa beberapa tawanan yang semuanya adalah Wanita.


" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami bertiga hanya calon Menantu yang dipaksa untuk menikah dengan Ketiga Putra Raja Maochu." Ketiga Wanita langsung berlutut di depan Ryu.


" Hhhmmm." Ryu menghela nafas merasakan firasat buruk.


" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya Selir Raja Maochu." 12 Wanita berlutut di depan Ryu.


" Kalian akan aku bebaskan. Ambillah dan jalani kehidupan baru kalian." Ryu memberikan Masing-masing satu Kotak berisi 5000 Batu Roh.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Meskipun terlihat ragu, namun mereka memilih untuk keluar dari Istana berharap mendapatkan kehidupan yang layak di luar sana.


" Yang Mulia Kaisar, Aku dan Keempat Wanita ini memang Istri dari Raja Maochu. Tapi kami Semua tidak berdaya." Ucap salah satu Wanita yang masih terlihat Muda.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Demi mencukupi kebutuhan keluarga kami, kami terpaksa mengikuti perintah Raja Maochu." Yang lain menimpal.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Jika kami melawan, sama saja membuat Keluarga kami akan celaka." Yang lain juga ikut bersuara.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu memasang wajah masam berfikir untuk mencari jalan keluar.


Namun dari beberapa tawanan tersebut ada beberapa yang lebih memilih untuk Mati dari pada Tunduk kepada Kekaisaran Awan yaitu 5 Istri Raja Maochu yang lain, 9 Menantu Macho.

__ADS_1


__ADS_2