SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
DAO LUO


__ADS_3

Tanpa menunggu lama Ryu langsung berendam di kolam air panas tersebut hingga dia dapat merasakan seluruh tubuhnya menjadi lebih enak.


Setelah merasa puas berendam di kolam pemandian tersebut, Ryu langsung beranjak dari tempat tersebut menuju ke ruang ganti pakaian.


Saat sudah keluar dari ruang ganti, Ryu langsung masuk ke kamar kediamannya dimana tempat itu dibagi menjadi tiga kamar lagi.


Sedangkan Wu Shan Liang terlihat sedang tidur di lantai tanpa menggunakan apapun.


" Sepertinya Senior sangat kelelahan." Ryu tidak hati untuk membangunkan Wu Shan Liang.


" Eh... Tuan Ryu." Tiba-tiba Wu Shan Liang terbangun dari tidurnya.


" Senior... Kenapa kamu tidur di lantai? Bukankah tempat ini ada tiga kamar?" Ryu menggelengkan kepala atas apa yang dilakukan Wu Shan Liang.


" Maaf Tuan Ryu... Aku tidak ingin mengotori tempat ini." Wu Shan Liang menundukkan kepala.


" Senior... Aku sudah menyewa tempat ini untuk kita. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Apa Senior tidak ingin menerima kebaikanku?" Ryu menatap Wu Shan Liang dengan tajam.


" Bu... Bukan begitu Tuan Ryu. Tapi...." Wu Shan Liang merasa serba salah.


" Sekarang pergilah ke kamar sebelah! Lebih baik kamu istirahat di sana." Ryu tidak enak hati untuk bertanya kepada Wu Shan Liang karena menurutnya Pria itu kecapean.


" Baiklah Tuan Ryu." Wu Shan Liang beranjak dari tempat tersebut menuju ke kamar.


Setelah Wu Shan Liang sudah masuk ke kamar, Ryu pun bergegas menuju kamar lain untuk Berkultivasi mengisi waktu luang.


Pada keesokan pagi terlihat Wu Shan Liang sudah membaik, dimana Ryu juga keluar dari kamarnya.


" Selamat pagi Senior." Ryu menuju sebuah kursi lalu duduk di tempat itu.


" Tuan Ryu... Maaf telah merepotkan mu." Ucap Wu Shan Liang.


" Tidak masalah Senior. Aku lihat Senior memiliki tingkat Kultivasi tinggi, tapi kenapa Senior bisa seperti ini?" Ryu dapat merasakan bahwa Wu Shan Liang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir, meskipun dia menyembunyikannya.


Mendengar ucapan dari Ryu, Wu Shan Liang sedikit kaget karena dia sudah menyamarkan tingkat Kultivasi dengan sempurna.

__ADS_1


Dengan mata terbata bata Wu Shan Liang menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya.


" Tuan Ryu... Sebenarnya aku ingin mencari kedua anakku. Putraku pernah mengatakan bahwa dia akan menjadi Murid Sekte Burung Hantu sejak 15 Tahun yang lalu. Sedangkan Putriku yang satunya lagi aku masih belum tau."


" Aku pernah mendengar dari Putraku bahwa adiknya pergi bersama kekasihnya ke Sekte Ular. Saat itu mereka putus komunikasi."


" Itulah kenapa aku berusaha untuk mencari keberadaan Putriku itu. Tapi sayangnya untuk memasuki wilayah Sekte Ular, itu bukan perkara yang mudah." Wu Shan Liang menjelaskan apa yang terjadi pada Ryu.


" Lalu bagaimana dengan Putramu? Apa dia tidak ingin mencari Adiknya?" Ryu kembali bertanya kepada Wu Shan Liang.


" Putraku juga mengalami nasib yang sama. Saat dia bertemu denganku, dia tidak diizinkan lagi untuk keluar dari Sekte Burung Hantu karena dia terjerat hutang piutang kepada salah satu Tetua dari Sekte Burung Hantu. Jadi Putraku tidak diperbolehkan untuk keluar sebelum melunasi hutangnya."


" Itu semua Putraku lakukan untuk mencari keberadaan adiknya. Aku tau Putraku sangat baik dan jujur. Hanya saja dia berada pada tempat yang salah." Wu Shan Liang menghela nafas panjang.


" Aku turut prihatin atas apa yang terjadi pada Senior, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jujur saja, aku sebenarnya ingin membantu. Tapi aku juga ingin menuju ke Benua Utara. Sayang aku tidak menemukan seseorang untuk penunjuk arah. Senior juga mungkin tau bagaimana luasnya lautan dan ganasnya ombak. Jika salah sedikit, maka akan tersesat bahkan tenggelam." Ryu menghela nafas panjang.


" Andai saja Putraku bisa keluar dari Sekte Burung Hantu, mungkin saja dia bisa membantumu. Tapi sayangnya dia tidak bisa pergi sebelum memastikan keamanan Adiknya. Putraku sangat menyayangi adiknya, sayang sekali Putriku sangat berbeda sifatnya dengan Putraku." Ucap Wu Shan Liang.


" Senior... Sepertinya aku butuh bantuan Putramu. Apa dia memahami lautan?" Tanya Ryu.


' Aku harus mencari cara untuk membebaskannya. Bagaimanapun aku sangat membutuhkan seseorang yang memahami lautan.' Ryu membatin.


" Senior... Apa kamu tau dimana letak Sekte Ular dan Sekte Burung Hantu itu? Mungkin aku bisa melakukan sesuatu untuk mereka." Ryu terlihat bersemangat.


" Tuan Ryu... Kedua Sekte itu adalah Aliran Hitam. Jadi tidak ada yang berani mengusik wilayah mereka." Wu Shan Liang tidak ingin Ryu mendapatkan masalah harus berhadapan dengan kedua sekte tersebut.


" Tenang saja Senior. Aku tau apa yang harus aku lakukan." Ryu meyakinkan Wu Shan Liang, lalu mengambil sebuah Kertas dan pena.


" Baiklah Tuan.... Tapi aku sudah mengingatkan kepadamu." Wu Shan Liang menggambar sebuah peta dimana letak Sekte Ular dan Sekte Burung Hantu.


" Tuan Ryu... Nama Putraku adalah Wu Tian, dan Putriku bernama Wu Yangmi. Jika tidak memungkinkan, Tuan tidak perlu memaksa." Wu Shan Liang memberikan denah tersebut kepada Ryu.


" Tenang saja Senior. Aku pasti akan menemukan mereka. Senior bisa tinggal disini, aku sudah menyewanya selama satu bulan. Jadi Senior tidak perlu khawatir." ucap Ryu.


" Tuan Ryu... Bagaimana caraku membalas kebaikanmu? Kamu sudah banyak membantu Pria tua ini yang kondisinya memprihatinkan." Wu Shan Liang merasa terharu dengan perlakuan yang diberikan oleh Ryu.

__ADS_1


" Senior tidak perlu sungkan. Kepompong langit yang Senior berikan kepadaku sangat berharga untukku. Bahkan jika dinilai dengan Batu Roh, mungkin akan setara dengan satu juta Batu Roh. Itupun kalau bisa ditemukan lagi." Ryu memperkirakan nilai dari Kepompong Langit tersebut.


Mungkin untuk orang lain, tidak terlalu berharga jika tidak memiliki Melati Emas. Tapi bagi Ryu yang memiliki Melati Emas di Dunia Quzhu, tentu saja itu sangat berguna untuk pakaian Istrinya.


" Kepompong Langit?" Wu Shan Liang mengerutkan kening karena baru pertama kali mendengar nama itu.


' Sepertinya Tuan Ryu memiliki pengetahuan yang luas. Bahkan di usiaku sekarang, Aku tidak mengetahui hal itu.' Wu Shan Liang membatin sambil menatap ke arah Ryu dengan intens.


" Senior... Terimalah Cincin ini! di dalamnya ada satu juta Batu Roh, beberapa Pil untuk Kultivasi dan Harta langit. Jadi mohon Senior jangan menolak." Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Wu Shan Liang.


" Tuan Ryu... Terimakasih banyak." Wu Shan Liang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena apa yang diberikan Ryu sudah terlalu banyak.


" Baiklah Senior... Kalau begitu aku pergi dulu! Tunggulah disini sampai aku kembali." Ryu meninggalkan tempat tersebut keluar dari Penginapan.


Di luar Penginapan, Ryu langsung menuju ke arah Pintu Gerbang Kota Kurok dimana dia berniat untuk menuju ke Sekte Burung Hantu terlebih dulu untuk mencari keberadaan Wu Tian.


Saat berada di luar Pintu Gerbang Kota Kurok, Ryu langsung mengeluarkan Tou Shuijing agar lebih cepat mencapai Sekte Burung Hantu.


Saat Ryu berada di atas punggung Tou Shuijing, mereka dapat merasakan bahwa ada beberapa sosok yang sedang mendekati mereka.


" Tuan." Tou Shuijing merasakan ada sesuatu yang mendekati mereka saat berada di atas Awan.


" Shuijing, Tenang saja! Jika mereka berani macam-macam, kita akan hancurkan mereka." Ryu merasakan Aura samar-samar sedang mendekati mereka.


Tiba-tiba muncul beberapa sosok di depan mereka dengan menggunakan Hewan Kontrak Elang Putih yang berukuran besar.


" Salam Yang Mulia Kaisar. Maafkan kelancangan kami telah mengganggu perjalanan Yang Mulia Kaisar. Perkenalkan namaku Dao Luo. Kami diutus oleh Raja Awan Timur untuk menemani perjalanan Yang Mulia Kaisar." Ucap salah satu sosok yang berdiri di punggung Elang Putih di barisan terdepan.


" Menemaniku? Apa kalian ingin menemaniku untuk menghancurkan Sekte Burung Hantu dan Sekte Ular?" Ryu langsung bertanya kepada mereka.


" Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia Kaisar. Sekte di wilayah Kekaisaran Taiyang tidak seperti di Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin. Sekte disini memiliki sebuah Pelindung yang hanya bisa dihancurkan dari dalam." Ucap Dao Luo.


" Sekalipun kami dari Ras Dewa, namun semua memiliki keterbatasan. Jika Formasi itu dihancurkan, kami akan senantiasa membantu Yang Mulia Kaisar." Lanjut Dao Luo.


" Jadi begitu? Kalau begitu aku akan menyelinap masuk ke dalam Sekte Burung Hantu terlebih dulu." Ucap Ryu.

__ADS_1


__ADS_2