
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Seketika Kapal Udara tersebut mengeluarkan sebuah tangga memanjang hingga menyentuh tanah.
Para Menteri dan Petugas yang ada di Istana tidak henti dengan rasa terkejut melihat karena apa yang dilakukan Ryu sungguh diluar dugaan.
" Chaizu, Keluarkan Seluruh Pasukan Semesta. Kita akan menghabisi mereka sampai ke Akarnya." Ryu yang darahnya mendidih tidak sabar ingin menunjukkan kekuatannya.
" Baik Tuan." Chaizu mengeluarkan seluruh Pasukan Semesta.
" Apa?" Semua kembali terkejut karena Ratusan Pasukan Semesta semua sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
" Salam Tuan Penguasa." Pasukan Semesta memberi Hormat.
" Sekarang kita ada sedikit masalah. Aku harap kalian tidak mengecewakanku." Ryu tersenyum lebar menatap mereka.
" Dengan senang hati Tuan." ucap meraka serempak.
" Sekarang semuanya masuk ke Kapal! Kita akan menuju Arah Utara Istana Kaisar." Ryu bersuara lantang.
" Baik Tuan Penguasa." Jawab mereka dengan lantang membuat yang lain gemetar.
Setelah beberapa saat semua yang masuk ke dalam Kapal Udara hanya lebih dari 200 Pasukan saja, namun semua sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal dan Pendekar Langit Tahap Menengah.
Semua berada di dalam Kapal Udara begitu bersemangat kecuali Ling Liddan dan Ling Sancuo.
Untuk Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun yang sudah pernah menjalani Pertarungan Ribuan kali tentu saja mereka tidak pernah gentar.
Begitu juga dengan Pasukan Semesta yang sudah menjadi kebiasaan mereka malah terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuan mereka setelah berendam di Air Embun Surgawi.
Kapal Udara pun langsung melesat terbang ke arah Utara Istana Kaisar dengan kecepatan tinggi menyambut kedatangan Pasukan dari Empat Kerajaan.
......................
Di sebuah Goa tersembunyi Sekte Lembah Es, terlihat Bing Ruyue sedang duduk Berkultivasi kini langsung membuka mata saat merasakan butiran salju menyentuh keningnya.
" Sepertinya Kekaisaran Awan sedang dalam bahaya. " gumam Bing Ruyue yang kini sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
Bing Ruyue langsung beranjak dari tempat duduknya keluar dari Goa sambil menatap ke arah Sekte Lembah Es.
" Aku harus pergi sendiri, karena Anggota Sekte belum ada yang sudah mencapai Pendekar Langit." Bing Ruyue berinisiatif untuk pergi sendiri karena jika membawa Anggota Sekte maka akan memperlambat Perjalanan.
Hal itu tentu dia lakukan karena Leluhur mereka memberi perintah untuk melindungi Istana Kekaisaran Awan.
Dengan kecepatan tinggi, Bing Ruyue seakan melayang di udara menuju Istana Kekaisaran Awan.
__ADS_1
......................
Di Atas Gunung Phoenix terdapat sebuah bangunan yang dimana tempat tinggal Maktriak Sekte Gunung Phoenix.
" Haaahh... Sepertinya Leluhur memintaku untuk pergi ke Istana Kekaisaran Awan." Hong Kian beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruangan.
Hal yang sama, Hong Kian berinisiatif untuk pergi Putranya karena di dalam Sekte Gunung Phoenix hanya mereka saja yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah dan Putranya Zuge yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
" Ibu... Ada apa memanggilku?" Tanya sosok yang terlihat masih Muda namun sebenarnya sudah berusia lebih dari seratus tahun yaitu Zuge.
" Zuge... Kita harus cepat pergi ke Istana Kekaisaran Awan. Mereka dalam bahaya." ucap Hong Kian.
" Baik Ibu." Tanpa bertanya apapun Zuge mengikuti apa yang dikatakan ibunya.
Mereka langsung keluar dari Sekte melesat menuju ke Istana Kekaisaran Awan.
......................
Di sebuah Lembah berkabut dimana terdapat sebuah Sekte Kabut Ilusi terlihat satu sosok Wanita dan satu sosok Pria yang sudah berdiri di depan Gerbang Sekte.
" Tiankong... Hanya kita berdua saja yang sudah mencapai Pendekar Langit. Sebaiknya kita cepat pergi ke Istana Kekaisaran." Lan Liwei bersuara mengingat hanya dia yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah dan Putranya Tiankong yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
" Baik Ibu... Perintah Leluhur tidak boleh kita membantah." ucap seorang Pria Terlihat Muda, namun sebenarnya dia sudah berusia lebih dari seratus tahun.
Setelah itu mereka berdua langsung menggunakan Teknik peringan tubuh menuju Istana Kekaisaran Awan.
Di tempat lain juga terlihat Long Mubai Paktriak Sekte Naga Emas yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir, Gou Liang Paktriak Sekte Menara Awan yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah dan Bao Mingson Paktriak Sekte Lembah Api yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah sedang menuju ke Istana Kekaisaran Awan.
Dari keenam Sekte tersebut semua adalah perintah dari Sheng Zhishu melalui Harimau Api, Huli Yue dengan bentuk Rubah Putih, Tianhe memberi pesan melalui butiran salju, Yunjiang memberi pesan deng wujud burung Merak, Yinshi memberi pesan dalam wujud Naga Emas, dan Yuwang memberi pesan dalam wujud Phoenix Petir.
Kecuali Xin Chie yang tidak memberikan pesan karena Paktriak Sekte Kuil Bambu memang sudah berada di Istana Kekaisaran Awan.
Hal itu mereka ketahui karena Xie Hua memberikan pesan jiwa kepada Ketujuh Istri Ryu yang lain termasuk Ting Ye.
......................
Di bagian Utara Istana Kekaisaran Awan terlihat kapal udara yang terus melaju untuk menghadang Pasukan dari Empat Kerajaan.
Setelah mengudara selama seharian, kini terlihat Pasukan dari Empat Kerajaan berdiri di depan Kapal Udara yang terlihat besar.
" Jenderal. Kapal apa itu?" tanya jenderal lain.
" Aku juga baru melihatnya. Yang jelas tingkatkan kewaspadaan." ucap salah satu Jenderal.
Di dalam Kapal Udara, Ryu menghentikan laju kapal udara lalu menurunkan Tangga hingga menyentuh tanah.
" Dengarkan semua. Bunuh meraka tanpa ada yang tersisa." Ryu memberi Perintah.
" Baik Tuan."
" Baik Yang Mulia Kaisar."
Semua menjawab serempak lalu menuruni tangga
" Wuush." Ryu langsung terbang melepaskan Aura Intimidasi Pendekar Langit Tahap Awal.
" Kraaack.... Kraaack... Kraaack..." Semua yang dibawah Pendekar Bumi Tahap Awal langsung menjadi kabut darah saat berdekatan dengan Ryu.
" Pasukan Semesta... Serang! " Chaizu memberi perintah kepada yang lain.
" Gawat... Jenderal, Pemuda itu benar-benar mengerikan." Salah satu sosok Jenderal melihat ke arah Ryu yang mengeluarkan Aura intimidasi membuat pasukan mereka banyak yang mati tanpa perlawanan.
" Cepat hadang Pemuda itu! jangan sampai dia mendekati pasukan yang masih berada di Pendekar Bumi Tahap Awal kebawah.
" Baik." Dua sosok yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah langsung menghadang Ryu.
__ADS_1
Pasukan Semesta juga tidak tinggal diam. mereka langsung melancarkan serangan Petir dan Api milik mereka dimana Chaizu sudah berubah menjadi sosok Harimau.
" Ggooooaaarr " Chaizu mengaum keras menciptakan gelombang Petir membuat Pasukan kerajaan yang berada dibawah Pendekar Alam menjadi kabut darah.
Ryu yang berada di udara juga langsung mengeluarkan Tujuh Bola Petir Hitam lalu melemparkan ke lautan Pasukan kerajaan.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Ledakan dahsyat dari tujuh tempat membuat Pasukan masih dibawah Pendekar Bumi Tahap Awal langsung hancur menjadi kabut darah.
" Akulah lawanmu." Dua sosok Jenderal langsung menyerang Ryu dengan kekuatan penuh.
Ryu yang melihat itu hanya tersenyum dan menghindar dari serangan mereka dan terus melemparkan bola Petir ke arah Lautan Pasukan yang sangat banyak.
Ledakan demi ledakan yang Ryu ciptakan membuat para Jenderal sangat Khawatir karena efek ledakan tersebut membuat Pasukan meraka semakin berkurang.
' Sial... Ternyata Pemuda itu benar-benar ingin membunuh yang lemah terlebih dulu.' Kedua Jenderal sangat geram atas tindakan dari Ryu dan terus mencoba untuk menyerangnya.
" Kejar Aku." Ryu terus menghindar sambil menciptakan Bola Petir Selanjutnya lalu melemparkan kembali ke lautan Pasukan kerajaan.
Jenderal Li Chun dan Jenderal Heilong yang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ryu. mereka juga melakukan hal yang sama berniat untuk membunuh yang telemah terlebih dulu.
" Yang Mulia Kaisar... Kamu memang sedikit licik." Jenderal Li Chun tersenyum lebar sambil melepaskan serangannya.
" Ternyata mereka benar-benar berniat untuk menghancurkan Pasukan kita yang lemah terlebih dulu." ucap Jenderal dari pihak lawan.
" Benar Jenderal... Sepertinya mereka hanya mengirim Pendekar Langit Tahap Awal keatas saja kesini. meskipun dalam jumlah kecil, tapi Pasukan kita akan mengalami kerugian banyak." ucap salah satu Jenderal.
" Kalau begitu. kirimkan Pesan jiwa kepada Pasukan Kekaisaran Shin agar lebih cepat menyerang Istana. Sedangkan kita harus mengurus meraka." ucap Jenderal.
" Baik." Jenderal lain langsung mengirim pesan jiwa dengan sebuah batu giok.
Setelah itu Para Jenderal dari empat kerajaan langsung maju bersama Kultivator bayaran yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal dan Pendekar Langit Tahap Menengah untuk menghadang mereka.
Sedangkan Pasukan yang masih dibawah Pendekar Bumi Tahap Menengah diberi perintah untuk mundur agar tidak terkena serangan dari Pihak Ryu.
Namun hal itu seakan diabaikan oleh Ryu dan Pasukannya yang terus melancarkan serangan mereka kepada Pendekar Bumi kebawah.
Kabut darah pun terlihat di berbagai tempat membuat Para Jenderal semakin geram.
Disisi lain, Ryu juga terkadang menyempatkan diri untuk menelan Pil untuk memulihkan Qi yang banyak Terkuras karena sudah banyak menggunakan Qi untuk menciptakan Bola Petir.
Teriakan demi teriakan dari Pasukan kerajaan kini terdengar di berbagai tempat karena tidak mampu menahan amukan Petir yang menyerang mereka.
Suara yang memilukan itu tentu saja membuat Para Jenderal dan Kultivator bayaran pihak Lawan semakin frustasi karena tidak tau harus menolong yang mana karena serangan tersebut berada di berbagai tempat.
Di sisi lain Jenderal Heilong juga telah berubah wujud menjadi sosok Naga berwarna Hitam terus menyemburkan Elemen Kegelapan ke arah Pasukan Kerajaan hingga membuat lawan yang berada dibawah Pendekar Bumi Tahap Awal langsung menjadi kabut darah.
Begitupun dengan Zi Mayi yang memiliki Elemen Petir juga tidak mau kalah terus melepaskan Bola Petir ke pihak musuh.
Zi Mifeng Juga yang memiliki Elemen Api juga melepaskan Bola Api mengarahkan kepada Pasukan lawan membuat mereka hangus terbakar.
Karena setiap serangan mereka banyak menggunakan Qi, di sela Pertarungan meraka langsung menelan Pil untuk memulihkan Qi yang sudah banyak terkuras.
Namun karena perbedaan dalam jumlah, tentu saja membuat Pihak Ryu semakin kewalahan meskipun tidak ada korban jiwa.
Dengan Langkah Hantu Harimau Petir Ryu seakan bergerak bebas seraya melepaskan kembali Bola Petir Hitam ke berbagai arah.
" Sial... Mengapa bisa jadi begini." Para Jenderal yang semakin kesal ingin mengejar Ryu.
" Sudah waktunya." Ryu bergumam sambil melayang di udara.
' MALAPETAKA '
Ryu melepaskan Lima Bola Petir Hitam yang memiliki Aura yang sangat kuat lalu melemparnya ke arah lautan Pasukan kerajaan.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom... " Ledakan yang sangat kuat Puluhan kali lipat dari sebelumnya hingga tercipta Lima Kawah Besar membuat Pendekar Bumi Tahap Akhir kebawah langsung mati seketika.
__ADS_1