
Dua hari setelah Ryu berkunjung ke kediaman Walikota Tan Tihuna, kini Ryu keluar dari Penginapan Giok Bulan menuju ke arah Gerbang Kota Chang'an.
Di dalam Gerbang Kota Chang'an, kini para Prajurit sedang berkumpul karena akan mengetahui bahwa ada serangan.
" Dengarkan aku semuanya! Hari ini kita akan bertarung untuk mempertahankan Kota kelahiran kita. Lebih baik kita mati dengan cara terhormat dari pada hidup sebagai seorang pengecut." Sosok Jenderal bicara dengan lantang.
" Baik Jenderal." Sambut semua Prajurit menepis rasa takut mereka diikuti hentakan kaki.
" Sekarang Pertahankan Gerbang Kota dan ambil posisi kalian masing-masing." Sosok Jenderal memberi perintah.
Dengan aba-aba tersebut, semua Prajurit langsung naik ke benteng pertahanan kota Chang'an lalu mengambil posisi masing-masing.
Sementara Ryu sendiri yang melihat hal itu, langsung memeriksa keadaan sekitar dimana dia merasakan bahwa ada beberapa sosok yang sedang menuju Pintu Gerbang kurang dari 50 orang yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir.
Merasakan hal itu, Ryu terlihat senang karena apa yang dia pikirkan tidak seperti yang dia duga.
' Haaahh.... Ternyata nama mereka saja yang besar, tapi tidak dengan kekuatan mereka.' Ryu membatin sambil berjalan mendekati sosok Jenderal tersebut.
" Tu... Tuan Pendekar, syukurlah kamu sudah datang." Sosok Penjaga Gerbang yang masih mengingat jelas wajah Ryu dengan penyamarannya.
" Penjaga.... Apa pemuda ini yang kamu ceritakan?" Jenderal tersebut menoleh ke arah Ryu.
" Benar Jenderal. Pemuda itu berasal dari Sekte Gunung Phoenix." ucap Penjaga Gerbang.
Mendengar ucapan dari Penjaga Gerbang, Jenderal itupun menyambut kedatangan Ryu lalu memberi hormat.
" Salam Tuan Pendekar... Aku Jenderal Mao mengucapkan terimakasih atas bantuanmu." Jenderal Mao terlihat senang.
" Mmm... Aku butuh bantuan kalian untuk menyerang balik Kerajaan Pasir Putih. Untuk masalah ini biar aku yang mengurus mereka." Ryu berjalan dengan santai menuju keluar Gerbang.
Mendengar ucapan dari Ryu, mereka langsung berkeringat dingin. Belum menyelesaikan satu masalah, kini malah harus menyerang balik Kerajaan Pasir Putih.
" Tapi Tuan Pendekar... Diluar masih ada anggota Organisasi Kapak Dosa." Jenderal Mao menggelengkan kepala.
" Apa kalian tidak percaya padaku? Sepertinya yang datang hanya sekumpulan semut." Ryu terus berjalan tanpa memperdulikan ucapan dari Jenderal Mao.
__ADS_1
" Tuan Pendekar... Diluar sangat berbahaya, lebih baik kita bertahan di Gerbang ini saja!" Penjaga Gerbang memperkirakan bahwa Ryu ingin keluar dari Gerbang Kota.
" Kalian tidak perlu cemas. Sekarang buka Pintu Gerbang ini untukku, setelah itu kalian bisa tutup kembali." Ryu menoleh ke arah kedua Penjaga Gerbang tersebut.
" Ba... Baik Tuan Pendekar." Penjaga Gerbang tidak ingin mengambil resiko, karena sosok yang ada di depan mereka adalah orang kepercayaan Kaisar Ryu langsung membuka pintu Gerbang.
Jenderal Mao yang melihat hal itu juga hanya bisa menggelengkan kepala, meskipun dia seorang Jenderal namun hanya sebatas Kota Chang'an saja dan tidak punya hak untuk mengatur orang yang dari Istana Kaisar.
Tidak lama kemudian terlihat 48 orang yang sedang berjalan mendekati Ryu dengan tatapan mengejek.
" Saudara... Ternyata Kekaisaran Awan ini hanya menyandang nama besar saja, sedangkan Orang yang di dalamnya hanya seperti sekelompok kecoa." Sosok berkepala botak berbicara kepada rekan di sampingnya yang memiliki kumis tebal.
" Kekaisaran Awan sangat payah. Bagaimana mereka hanya mengirim Pendekar Bumi tahap awal saja untuk berhadapan dengan kita. Hanya mencari mati." Sosok Pria berkumis ikut mengejek Ryu.
" Ternyata Organisasi Kapak Dosa hanya sekumpulan semut yang berlagak seperti Gajah. Sayang sekali tidak ada yang membuatku berkeringat." Ryu membalas ejekan mereka seraya berjalan mendekati anggota Organisasi Kapak Dosa yang masih dalam keadaan tenang.
" Saudara... Biar aku yang merobek mulut Pemuda itu! Sepertinya Pemuda itu harus diberi pelajaran agar dia tau berhadapan dengan siapa." Sosok yang lain yang sudah terprovokasi dengan ucapan dari Ryu.
" Coba saja! Mungkin aku bisa membunuhmu tanpa rasa sakit." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir bersiap untuk menerima serangan.
" Slaaash." Bayangan yang sangat cepat mendahului sosok tersebut hingga terlihat tubuh tanpa kepala.
Karena sudah menebas leher sosok tersebut, Ryu kembali ke posisi semula.
" Apa? Bagaimana bagaimana mungkin?" Anggota organisasi Kapak Dosa berkeringat dingin menatap ke arah Ryu yang sudah berdiri di tempat semula seperti melihat Malaikat pencabut nyawa.
Jenderal Mao dan beberapa Prajurit yang menyaksikan hal tersebut hanya membulatkan mata dengan rahang terbuka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mereka yang awalnya terlihat khawatir akan keselamatan Ryu, kini langsung berbanding terbalik menatap ke arah Ryu seperti melihat seorang monster.
" Tidak mungkin... Sepertinya Pemuda ini telah menyembunyikan tingkat Kultivasi yang sebenarnya. Apakah dia sudah berusia jutaan tahun?" Pria berkumis bergumam sambil memikirkan cara untuk menghadapi sosok tersebut.
" Bukankah aku sudah katakan sebelumnya, kalian tidak bisa membuatku sampai berkeringat." Ryu berjalan mendekati anggota Organisasi Kapak Dosa yang masih diam mematung.
" Saudara... Sepertinya situasi kita kurang menguntungkan." ucap salah satu sosok dari belakang berbisik kepada Pria berkumis.
__ADS_1
" Bodoh! Sejak kapan Organisasi Kapak Dosa meninggalkan pertarungan? Apa kamu ingin ingin menjadi seorang pengecut?" Pria berkumis sangat geram saat mendengar ucapan dari rekannya tersebut meskipun dia tau sendiri resiko yang mereka ambil.
Namun karena reputasi Organisasi Kapak Dosa tidak pernah gagal dalam menjalankan misi, maka Pria berkumis tidak ingin reputasi tersebut diremehkan.
" Tunggu apa lagi, Lebih baik kita menyerangnya secara serentak." Pria botak memberi instruksi.
Satu-persatu anggota organisasi Kapak Dosa maju kedepan berencana agar bisa mengalahkan Ryu.
Ryu yang melihat hal itu langsung menghadang anggota organisasi Kapak Dosa berniat untuk membunuh mereka semua.
" Slaaash... Slaaash... Slaaash."
" Slaaash... Slaaash... Slaaash."
" Slaaash... Slaaash... Slaaash."
Ryu menebas kedua lengan anggota organisasi Kapak Dosa satu-persatu.
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
Semua anggota organisasi Kapak Dosa berteriak kesakitan saat Ryu memotong tangan mereka.
Satu-persatu anggota organisasi Kapak Dosa tidak mampu menahan serangan dari Ryu yang membuat kedua lengan mereka terputus.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menebas leher mereka satu persatu hingga beberapa saat kemudian Anggota organisasi Kapak Dosa tidak ada satupun yang tersisa.
Melihat kejadian yang di depan mereka, Jenderal Mao dan beberapa prajurit terlihat senang, meskipun sedikit khawatir.
" Sepertinya Pemuda itu sangat mengagumkan. Bagaimana bisa dia mampu mengalahkan anggota Organisasi Kapak Dosa dengan mudah." beberapa Prajurit berbisik kepada yang lain.
" Pantas saja Pemuda itu bisa menjadi orang kepercayaan Kaisar Ryu. Kekuatannya sungguh diluar nalar meskipun masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal." Jenderal Mao sangat kagum terhadap Ryu.
__ADS_1
Di sisi lain Ryu yang sudah menyelesaikan pertarungannya, kini mengambil Cincin Ruang milik anggota organisasi Kapak Dosa lalu menarik mayat tersebut ke Dunia Quzhu.