
Ryu dan yang lain pun mulai ke tempat masing-masing untuk berlatih atau melakukan kegiatan lain.
Di Dalam Istana Kristal, Ryu dan semua Istrinya kini sedang berbincang ringan.
" Gege... Meskipun kita sama-sama sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah, tapi kekuatanmu melebihi kami semua." Sheng Zhishu merasakan Aura dari Suami mereka memiliki perbedaan.
" Itu memang benar, karena aku diberi anugerah dari Penguasa elemen. Tapi aku rasa kalian semua juga tidak kalah kuat, bahkan kulit kalian semua sangat halus dan kencang. Itu membuatku selalu dimanjakan setiap malam." Ryu menggoda Istrinya.
" Ahhhh... Itu... Itu sudah kewajiban kami sebagai seorang Istri." Ting Ye merasa malu seketika wajah mereka memerah.
" Kalian seperti Anak Remaja saja. Padahal usia kita sudah tua." Ryu menggelengkan kepala meskipun dia mengetahui bahwa sikap Istrinya seperti Anak Remaja karena efek dari teknik Tubuh Dewi Emas Suci.
" Lebih baik kita istirahat sekarang. Besok kita memikirkan hal yang harus kita lakukan." ucap Sheng Zhishu.
" Haaahh... Bilang saja kalau kalian tidak sabaran lagi karena mendapatkan giliran untuk menemani Suami kita." Ucap Bing Ruyue.
Mendengar ucapan tersebut Ryu hanya tersenyum lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar utama Istana Kristal.
" Itu wajar saja karena kami sudah mendapat giliran untuk malam ini." Ucap Huli Yue.
Mereka pun kembali ke Kamar masing-masing, kecuali Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue yang langsung menuju ke kamar Ryu.
Pada keesokan pagi, Ryu keluar dari kamar dalam Kapal udara sekedar memeriksa aktifitas yang dilakukan oleh Pasukan Semesta bawahannya.
" Salam Dewa Agung... Sebentar lagi kita akan mencapai pelabuhan." ucap Wong Sun.
" Katakan Pada Wu Tian, kita antar 18 wanita ke pelabuhan. Setelah itu kita mencari pantai yang terlihat sepi. " Ryu menatap ke arah depan Kapal.
" Baik Dewa Agung." Wong Sun menundukkan kepala lalu menuju ke ruang kemudi.
" Guang Cheng, kumpulkan seluruh anggota kita! Katakan untuk sementara kalian tinggal saja di di Dunia Quzhu dan berlatih disana agar tidak menarik perhatian orang. " Ucap Ryu.
" Baik Dewa Agung." Guang Cheng menuju tempat pasukan berkumpul.
Kini waktu yang di tunggu telah tiba. Dimana kapal udara mengantar 18 wanita sebelumnya, kemudian mencari tempat lain untuk berlabuh.
__ADS_1
Ryu langsung memasukkan Pasukan Semesta dan Kapal udara, lalu mengeluarkan Tou Shuijing dan Jiu Tou She.
" Salam Tuan." Tou Shuijing dan Jiu Tou Shen menundukkan kepala.
" Shuijing, Jiu... Mari kita mencari beberapa informasi di kota ini." Ryu berjalan menuju arah pelabuhan Kapal sebelumnya.
Mereka mulai menyusuri bagian Kota Zihay untuk mencari sebuah Rumah makan ataupun sebuah kedai, dimana sering terjadinya percakapan antar Pengunjung.
Sesampai di sebuah Rumah makan, Ryu bersama Tou Shuijing dan Jiu Tou She langsung masuk kedalam menuju meja kosong bagian sudut kiri bangunan.
" Pelayan... Kami ingin menikmati makanan terbaik disini." Ryu meminta pelayan yang tidak jauh dari mejanya.
" Baik Tuan." Pelayan meninggalkan tempat tersebut.
Setelah menunggu lama, tidak ada satupun percakapan dari para pengunjung yang menurutnya penting.
Pelayan yang tadi juga telah membawa makanan ke atas meja Ryu, Tou Shuijing dan juga Liu Tou She.
Dengan rasa kesal Ryu berusaha menenangkan diri makan makanan yang telah tersedia, kemudian membayar makanan mereka keluar dari Kedai.
" Tuan... Kita harus mencari kenalan yang tau akan Wilayah di benua Ini." Ucap Tou Shuijing.
" Haaahh... Kenapa aku tidak sampai kesitu " Ryu teringat Istrinya Qin Shuomei dan berharap agar Qin Shuomei bisa mengetahui tentang Benua Selatan, karena dia sudah menyerap informasi dari tiga Bidadari Iblis.
Tanpa menunggu lama, Ryu, Tou Shuijing dan Liu Tou She langsung keluar kota menuju sebuah Hutan kecil lalu mengeluarkan Qin Shuomei yang terlihat sedang menyisir rambutnya.
" Gege... Ada apa? " Qin Shuomei menatap suaminya sedikit heran.
" Maaf Mei'er... Aku telah mengganggumu." Ryu merasa bersalah.
" Tidak masalah Gege... Lagi pula aku sudah selesai membersihkan diri." Qin Shuomei mengerti dari sikap suaminya.
" Mei'er... Dari Informasi tiga Bidadari Iblis yang kamu serap, apa kamu tau tempat gurun salju di Benua Selatan." Ryu bertanya kepada Qin Shuomei.
" Dari gambaran tiga Bidadari Iblis, mungkin sedikit membantu... Tapi untuk kesana kita membutuhkan perjalanan yang lama dan harus melewati Hutan yang tidak pernah dijamah oleh siapapun. Tapi jika melewati jalur lain, akan membutuhkan waktu selama dua tahun." Ucap Qin Shuomei.
__ADS_1
" Apa kamu tau arah mana yang harus kita ambil? Kalau masalah Hutan itu, tidak menjadi masalah." Tanya Ryu, dia berpikir jika bertemu Hewan Roh nantinya saat melewati Hutan, dia dan seluruh Pasukan Semesta harus bertarung.
" Untuk kesana kita ke arah barat dari sini. Tapi masalahnya kita harus melewati Sekte terbesar yang ada di Benua ini." Ucap Qin Shuomei.
" Baiklah... Kamu boleh kembali sekarang. maaf mengganggumu." Ryu mengibas tangannya mengembalikan Qin Shuomei ke Dunia Quzhu.
" Shuijing... Aku butuh bantuanmu, kita harus ke barat dari sini. " Ucap Ryu.
" Baik Tuan Ryu." Tou Shuijing berubah wujud menjadi Hydra, namun mengecilkan ukurannya membawa Ryu dan Jiu Tou She menuju arah barat.
Dengan kecepatan tinggi Tou Shuijing melesat ke arah barat hingga sampai seharian mengudara tanpa henti.
Saat mulai Gelap, Ryu meminta kepada Tou Shuijing menuruni kecepatan untuk mencari tempat beristirahat dan memulihkan tenaga.
Saat berada di pinggir Hutan, Ryu membuat Formasi pelindung kemudian membawa Tou Shuijing dan Jiu Tou Shen ke Dunia Quzhu dimana tempat mereka Tinggal masing-masing.
Ryu yang juga sudah berada di Istana Kristal, kini disambut hangat oleh Sheng Zhishu dan Istrinya yang lain.
" Gege... Sampai dimana kita sekarang? " Tanya
" Aku tidak tau Persis, tapi sepertinya kita berada di Pinggir Hutan. " Jawab Shen Long.
" Saya kira sekarang kita berada di Daerah Sekte Lembah Iblis." ucap Nan Tianshi.
" Lembah Iblis? Mei'mei... Bukankan kamu bilang bahwa tiga Bidadari Iblis telah membantu Sekte Lembah Iblis untuk menghancurkan Klan Shui?" Tanya Sheng Zhishu mengingat Qin Shuomei telah menceritakan semua apa yang dia ketahui dari tiga Bidadari Iblis.
" Itu memang benar... Tapi aku tidak tau apakah keluargaku masih hidup. Lagi pula aku tidak yakin anggota Klan Shui ada yang masih hidup, karena aku hanya bisa mengetahui apa yang terjadi pada tiga Bidadari Iblis dan apa yang mereka lihat. Termasuk apa yang dilakukan Suami kita pada tiga Bidadari Iblis itu." Qin Shuomei melirik ke arah Ryu diikuti yang lain.
Sheng Zhishu dan yang lain membayangkan bagaimana Suami mereka menggagahi ketiga wanita itu. Namun Qin Shuomei yang mengetahui hal itu secara detail hanya bisa menggelengkan kepala dengan kerusakan yang disebabkan oleh Ryu pada bagian sensitif tiga Bidadari Iblis yang membuat mereka tidak mampu bangkit berdiri.
" Aku minta maaf, tapi itu semua sudah terjadi. Lagi pula siapa suruh mereka ingin berbuat jahat kepadaku." Ucap Ryu.
" Haaahh... Jangan bahas lagi masalah itu. Seperti Suami kita memakai cara lain untuk menghukum tiga Bidadari Iblis." Ucap Sheng Zhishu.
" Lebih baik kita istirahat. Besok pagi aku akan melanjutkan perjalanan sambil mencari informasi tentang Klan Shui." Ryu bergegas menuju kamar utama.
__ADS_1
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga kembali ke kamar masing-masing.