SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 67. INTI API


__ADS_3

" Cepat Kejar dia! Aku yakin Bayangan itu pasti dari Pemuda yang kita cari." Yinshi mencoba mengejar.


" Tunggu! Sepertinya bayangan itu membawa kita Enam Ekor Ikan Besar." Tianhe menghentikan langkah Yinshi.


" Sebuah Keberuntungan Langit ternyata Keenam Dewa yang sedang sial " Yunjiang merasakan Aura dari Keenam Sosok tersebut.


" Tunggu Apalagi? Cepat sembunyikan Aura dan persiapkan Teknik kita."Yinshi terlihat bersemangat.


" Mmmmmm" mereka langsung bergerak langsung menghadang ke arah Tujuan Keenam Sosok tersebut.


Setelah beberapa saat, kini keenam sosok tersebut mulai muncul di depan mereka yang terbang menggunakan Pedang.


" Siapa Kalian? jangan halangi jalan Kami." tegas salah satu sosok Dewa tersebut.


" Apa kalian tidak pernah mendengar tentang Tiga Dewi Iblis?" Tianhe dengan senyuman menggoda.


" Deg" Jantung Keenam sosok tersebut seakan mau lepas kemudian saling berpandangan.


Meskipun dari segi Kultivasi mereka Jauh lebih Tinggi, Namun tidak ada yang mampu melepaskan Ilusi yang diciptakan oleh Tiga Dewi Iblis.


" Tiiing" Sebuah bunyi dari Tangan Ketiga Dewi Iblis.


Seketika Keenam Sosok tersebut Langsung membuka Pakaian mereka setengah badan seakan sedang berkhayal tentang suatu yang menyenangkan.


Sesaat Tiga Dewi Iblis membuat sebuah Bayangan Hitam yang seakan memenuhi Hasrat dari Keenam Dewa tersebut lalu menutupi Tubuh mereka.


" Wush" Sebuah asap Putih keluar dari tubuh mereka langsung ke dalam tubuh Tiga Dewi Iblis.


Melihat tingkah laku dari keenam Dewa tersebut, mereka saling berpandangan seakan tau yang ada di Otak mereka.


" Sebentar lagi kita akan mencapai Level 70 Keatas, Karena Keenam Dewa ini Lumayan Cukup membantu karena Tingkat mereka sudah mencapai Level 66." Tianhe yang seakan terus menyerap Energi dari Dua sosok didepannya.


" Dengan Begini kita tidak perlu Repot-repot lagi mengejar Pemuda itu." Yunjiang yang juga terus menyerap Dua Sosok di depannya juga.


" Tapi aku penasaran dengan Pemuda itu. Bagaimana dia bisa lolos dari kita. Lagi pula aku ingin melihat Wajahnya dari dekat." Yinshi juga menyerap Energi dari kedua Sosok didepannya.


Keenam Sosok itu seakan menikmati hal yang indah dengan Bayangan Asap hitam tersebut terkadang seperti berguling di atas tanah.


Hal itu tentu saja membuat Tiga Dewi Iblis tersenyum dengan wajah memerah atas tingkah mereka. Beruntung saja Asap hitam itu menutup bagian Sensitif mereka karena sudah tanpa sehelai kain pun.


Setelah beberapa saat kini keenam sosok tersebut telah mati dengan tubuh mengering dan tingkat Kultivasi mereka sudah tidak ada.


" Wuush" Api Putih milik Tianhe membakar keenam Mayat tersebut sebelum asap hitam menghilang.


Setelah jadi Abu, Tianhe pun berjalan dan mengambil Cincin Ruang Surgawi milik mereka dan memasukan ke dalam Cincin Ruang Surgawi miliknya.


" Aku berhasil mencapai Level 70" Yinshi kegirangan.


" Kalian masih Level 70, tapi aku Sudah mencapai Level 71." ucap Tianhe


" Lebih baik kita istirahat sebentar, lalu kita cari Pemuda itu!" Yunjiang Begitu optimis.


" Itu pasti. aku ingin melihat tingkah Pemuda itu saat terkena Ilusi kita." Tianhe senyum Jahat.


" Mmmmm'' Kedua mengangguk setuju lalu mencari tempat untuk beristirahat.


Di tempat yang jauh, Ryu yang awalnya sempat meminta Ketiga Istrinya untuk membuat Danau besar mengelilingi Pohon akar jiwa Langit melalui pesan Jiwa, kini tengah duduk di tepi sungai Besar.


" Mungkin sudah selesai" Ryu langsung menuju Dunia Kecil berdiri tepat di depan Pohon Akar Jiwa Langit yang terlihat seperti dikelilingi Galian yang sangat besar dan dalam.


" Tuan, Apa galian ini masih Kurang? Kami bisa membuatnya lebih luas lagi." ucap Zi Mayi


" Ini sudah cukup." Ryu mengeluarkan gunungan Batu Roh.


" Suamiku, dari mana kamu mendapatkan Batu Roh sebanyak ini? " Sheng Zhishu merasa kaget melihat Batu Roh hampir memenuhi Galian.


" Aku mendapatkannya dari Dewa yang ke Dunia Manusia." Jawab Ryu.


" Dewa?" semua terkejut.


" Mmmmm... Aku harap kalian semua lebih Fokus Berkultivasi lagi. Aku tidak tau dengan jelas tujuan mereka, tapi sepertinya mereka ingin menguasai Dunia Manusia. Bahkan aku dengar dari Dunia Iblis juga sudah ada." Ryu terlihat serius.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut Ketiga Istrinya, Zi Mayi, Zi Mifeng dan Para Bawahannya sedikit ketakutan.


" Tapi jangan khawatir, dengan adanya Batu Roh sebanyak ini maka Pohon Akar Jiwa Langit akan membuat kecepatan tumbuh Sumberdaya Ratusan kali lipat." Ryu langsung mengeluarkan Sepasang Ikan Nian Ekor Tujuh bersamaan dengan Air.


Terlihat sebuah Danau yang sangat Besar dengan sebuah Pulau Kecil ditengahnya yang mana terdapat Pohon Akar Jiwa Langit.


" Dengan adanya Sepasang Ikan Nian Ekor Tujuh kita tidak perlu lagi khawatir dengan Batu Roh, Karena mereka akan memproduksi Batu Roh dari kotoran mereka." ucap Ryu.


" Suamiku, Bagaimana jika kita memperbanyak Ikan Nian ini?" tanya Xin Chie.


" Aku bisa membantu mempercepat perkembangbiakan mereka. Tapi membutuhkan waktu Seminggu untuk bertambah satu." Sheng Zhishu menyebarkan Spiritualnya ke seluruh Danau.


" Aku rasa sudah cukup... Istri Chie, Kamu belajar Teknik Petir Mengguncang Semesta harus menjauhi wilayah Istana dan Sumberdaya. karena Daya hancurnya sangat kuat." Ryu memberikan Kitab.


" Mmmmm'' Huli Yue mengambil Kitab tersebut.


" Mayi, Mifeng, Kalian juga harus meningkatkan Kekuatan kalian dan juga Pasukan. Suatu saat aku akan membutuhkan pertolongan kalian. Jangan sungkan meminta Sumberdaya, karena sekarang kita tidak akan lagi kekurangan," ucap Ryu.


" Baik Tuan" jawab mereka serempak.


"Kalau begitu, aku pergi dulu! " Ryu melangkahkan kakinya menuju Istana Emas.


Ryu dan Ketiga Istrinya pun langsung menuju Istana, terlihat Buah Tangan Budha dan Apel Matahari sudah berbuah dan siap untuk dipanen.


Ryu pun meminta Huli Yue menggunakan Apel Matahari tersebut untuk meningkatkan Elemennya karena masih tingkat Raja.


" Suamiku, apa kamu tidak tinggal di sini untuk beberapa saat." Sheng Zhishu memegang tangan Ryu.


" Baiklah, untuk beberapa saat aku akan bersama kalian." Ryu seakan mengerti bahasa hati Ketiga Istrinya.


" Semua Sumberdaya Tingkat 10 sepertinya sudah bisa dipanen juga. Pohon akar jiwa Langit memang sangat luar biasa bisa memberikan efek secepat ini." Xin Chie terlihat bersemangat.


" Kalau begitu aku mandi dulu, beberapa hari ini Aku selalu berlari saja." Ryu langsung masuk ke Istana Emas menuju Kamar Mandi.


Ketiga Istrinya yang seakan ingin bertanya kepada Suami mereka, kini mengurungkan niat karena Ryu langsung masuk.


Mereka dengan semangat langsung memetik Apel Matahari dan Buah Tangan Budha yang terlihat sangat banyak lalu menyimpan ke Ruang Sumberdaya.


Tidak lupa mereka juga memanen Sumberdaya Tingkat 10 yang kini seakan tumbuh dengan liar karena banyak bermunculan tunas baru.


Selesai mandi, mereka langsung menuju Kamarnya yang dimana Ryu seakan sibuk membaca Kitab lalu menikmati Hidangan yang telah mereka sediakan sebelumnya.


" Suamiku, apa yang membuatmu begitu Khawatir? " Huli Yue memperlihatkan Ryu terlihat sedang gelisah saat berbaring di tempat tidur.


" Aku sedikit khawatir dengan adanya Tiga Dewi Iblis yang mampu menciptakan ilusi yang tidak bisa dihalau oleh Kultivator Manusia bahkan Dewa dan Iblis sekalipun." ucap Ryu.


" Tiga Dewi Iblis?" Ketiga Istrinya serempak kaget.


" Iya... mereka Menyerap Energi pada Korbannya untuk meningkatkan Level mereka. Bahkan aku dengar, mereka mampu menciptakan ilusi kepada Kultivator lebih tinggi 10 tingkat dari mereka." Ryu merasa khawatir.


" Suamiku, aku yakin kamu bukan orang yang menyerah begitu saja. Aku yakin kamu akan menemukan cara untuk mengatasinya " Sheng Zhishu menyemangati.


" Terimakasih Istriku." Ryu mencoba menepis kegelisahannya sambil mengusap Rambut Sheng Zhishu yang berbaring disampingnya.


" Suamiku, lebih baik kita nikmati Malam indah ini bersama." Huli Yue langsung berbaring di bagian lain di samping Ryu.


" Kenapa kalian tinggalkan Aku?" Xin Chie seakan tidak mau kalah langsung menimpali tubuhnya di atas Ryu dengan senyuman menggoda.


" Ka Chie curang.!" Dengus Huli Yue.


" tenang saja, kalian berdua juga masih dapat bagian" Xin Chie langsung menyodorkan bagian tubuhnya perlahan mencium bibir Ryu.


" Aku rasa dengan sedikit Serbuk Bunga Cinta akan menambah suasana Romantis" Sheng Zhishu menebarkan sebuah serbuk berwarna merah muda yang tipis.


Seketika mereka seakan menikmati suasana tersebut walaupun mereka masih sadar sepenuhnya.


Ryu pun menjalani kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan dari ketiga istrinya dengan baik bahkan melebihi apa yang diharapkan ketiga Istrinya.


Hingga keesokan Pagi, ketiga Istrinya seakan enggan untuk keluar dari kamar dan hanya ingin menempel seperti Perangko kepada Ryu meskipun hanya berbincang ringan.


Ryu juga dengan ringan Hati menemani mereka walaupun kadang hanya menjadi pendengar setia atas berbagai keinginan dan harapan mereka di kemudian hari.

__ADS_1


Ryu juga sadar apa yang mereka inginkan adalah hal wajar mengingat mereka akan menjadi keluarga kecil yang akan merawat anak-anak mereka ketika waktunya telah tiba.


Ketiga Istrinya menginginkan sebuah tempat yang sangat indah dan sejuk tanpa ada huru-hara yang bisa menyebabkan perkelahian, dengan begitu mereka bisa dengan tenang merawat anak mereka kelak.


Ryu tentu saja berjanji dalam hati untuk mencari sebuah tempat untuk mereka, meskipun hal tersebut sangat sulit dilakukan karena Dunia Kultivator seakan tidak memberikan tempat untuk tenang.


Hal yang pasti mereka lakukan sekarang adalah menjadikan mereka lebih kuat hingga tidak ada yang berani mengusik ketenangan mereka.


Hari demi hari yang mereka lakukan adalah kebersamaan melupakan sejenak apa yang terjadi di Dunia Manusia, hingga Satu Bulan lamanya Ryu harus kembali untuk melanjutkan Perjalanan.


Di Pinggir Sungai, melangkahkan kakinya menuju arah Gunung Kawah Api dimana sempat tertunda akibat ulah Zhi Wang.


Setelah menempuh Perjalanan Selama Dua Minggu, Ryu Kini telah berada di Kaki Gunung Kawah Api berkat bantuan Chaizu.


Untuk mempermudah Perjalanan, Ryu mengeluarkan Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya dan tentu saja ada Chaizu.


Dari segi kekuatan, Chaizu, Zi Mayi dan Zi Mifeng hampir sama meskipun dari segi usia, Chaizu lebih Muda.


Mereka pun menghalau Semua jenis Siluman yang ada di Gunung itu bahkan seakan ingin bermain dengan mereka karena yang mereka temui hanya Pada Usia Puluhan Ribu Tahun, tentu saja ada kekuatan signifikan karena di pihak Ryu mereka semua sudah berusia Ratusan Ribu Tahun.


Setelah semua Mayat Siluman dikumpulkan, Ryu langsung menarik mereka menuju ke Dunia Kecil.


" Tuan, bolehkah Kami bermain dengan Semua Siluman di Gunung ini? " Zi Mayi merasa kalau Mayat Siluman yang Ryu tarik adalah untuk memperluas Dunia Kecil sekaligus menambah Energi Alam.


" Gggrrrrrr" Chaizu juga seakan setuju dengan Ide tersebut.


" Silahkan! aku rasa itu cukup membantu" Ryu faham maksud mereka.


" Terimakasih Tuan" mereka langsung pergi mengelilingi Gunung tersebut mencari keberadaan Para Siluman.


Setelah semuanya pergi Ryu melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung yang terlihat sebuah Bola Cahaya di tengah Kawah Api.


Ryu yang melihat Inti Api tersebut langsung berfikir bagaimana cara untuk mengambil benda tersebut karena sangat sulit untuk dijangkau.


" Jinying... Ah mungkin dia bisa mengambilnya" Ryu memberi Pesan Jiwa kepada Xin Chie.


Seketika Jinying telah muncul di hadapan Ryu yang diikuti Shizi seakan tidak ingin ketinggalan.


" Jinying, Apa kamu bisa mengambil Inti Api itu.?" Ryu menunjuk ke arah Inti Api.


" Kwwwaaakk" Jinying terbang ke atas kawah Api lalu menutup tubuhnya dengan Api Putih.


" Booomm" Jinying langsung masuk ke dalam Kawah Api.


" Haaaiiisss" Ryu kebingungan melihat ulah Jinying seakan ingin bermain.


" Ggooooaaarr" Shizi mengaum langsung terbang ke bagian luar Kawah Api.


Ryu yang melihat tingkah Shizi tentu sudah tau kalau dia juga ingin mengikuti Chaizu yang dia anggap sebagai Rivalnya saling menunjukkan kelebihan masing-masing.


Setelah cukup lama menunggu, Ryu sedikit heran sekaligus Khawatir karena Jinying masih belum muncul dari Lautan kecil Api tersebut.


Hingga sampai 5 Jam kini Jinying muncul dengan membawa 1 Inti Api lalu mengambil inti Api yang ada di tengah Kawah.


" Kwwwaaakk" Jinying melempar 2 inti Api ke Arah Ryu langsung melesat keluar dari bagian luar Kawah.


Ryu pun dengan sigap langsung mengambil kedua Inti Api tersebut dengan Spiritual miliknya lalu memasukkan ke Dunia Kecil.


Selesai memasukkan Inti Api tersebut Ryu langsung memberi pesan jiwa kepada Xin Chie agar mengambil Inti Api itu.


" Mungkin Ketiga Hewan Kontrak itu bosan karena lama tidak keluar" Ryu beranggapan karena melihat tingkah mereka yang sedikit aneh.


" Baiklah, Aku akan menunggu kalian" Ryu berjalan ke bagian Luar Kawah lalu mencari tempat duduk sambil menunggu kedatangan mereka.


Ryu yang sedang bersantai, kini Sedikit terusik akibat Suara dan getaran Pertarungan mereka yang sudah berada di luar Kaki Gunung.


" Apa mereka menemukan Siluman yang sangat kuat?" Ryu bergumam merasakan Getaran tersebut bukan dari Siluman yang masih berusia Puluhan Ribu Tahun.


Merasakan Getaran hebat tersebut, Ryu berinisiatif untuk menyusul mereka sambil mengumpulkan mayat Siluman yang berserakan akibat ulah Bawahnya.


" Kalau begini, aku tidak perlu repot-repot." Ryu mengumpulkan beberapa Mayat tersebut pada Cincin Ruang Surgawi yang awalnya milik Zhi Wang.

__ADS_1


Ryu mengumpulkan beberapa Siluman yang menurutnya bisa digunakan oleh ketiga Hewan Kontrak juga Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya untuk menambah Tingkatan hingga usia mereka.


Memakan waktu yang cukup lama, Ryu kini telah berada di dekat Zi Mayi dan Zi Mifeng yang juga sudah Kewalahan karena Siluman yang mereka lawan adalah Kelompok Kelelawar sayap Api.


__ADS_2