SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KELUAR DARI HUTAN DARAH


__ADS_3

Ryu memang memiliki Mimpi untuk menjadi seorang Kultivator yang Kuat, namun untuk meninggalkan Xie Xian memang hal berat, mengingat dia sudah Kehilangan Ketujuh Istrinya meskipun Aura mereka masih melekat pada Tubuh Xie Hua.


Setelah tidak ada respon dari Dewa Alkemis, Ryu langsung Keluar dari Goa dan menelusuri bagian Hutan Lain.


' Sepertinya Guru masih banyak menyimpan informasi, tapi sepertinya dia tidak mau bicara denganku lagi.' Ryu membatin.


Merasa tidak ada lagi Sumberdaya yang ingin dia cari, Ryu berniat untuk kembali menemui Xie Hua dan yang lain.


" Gege..." Xie Hua dan Xie Xian terlihat senang melihat Ryu masih dalam keadaan baik-baik saja.


" Syukurlah Kalian semua juga dalam keadaan baik-baik saja." Ryu merasa senang.


" Gege... itu semua Berkat Chaizu dan yang lain." Xie Hua langsung memeluk Ryu.


" Gege... Selamat. Kamu sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Awal." Xie Xian sangat senang.


" Selamat Tuan." ucap yang lain.


" Terimakasih semuanya." Ryu senyum ramah.


" Gege... Secepat itu?" Xie Hua menyelidik.


" Ah... Aku tidak sengaja menemukan Harta Langit. Itulah kenapa dia bisa menerobos lebih cepat." Ryu terpaksa berbohong karena tidak mungkin memberi tahukan yang sebenarnya.


" Kalau begitu, kita kembali ke pinggir Hutan. Aku yakin Ketua Ling sudah menunggu kita." Ryu mengembalikan semua Pasukan Semesta lalu melangkahkan kaki karena takut dilemparkan berbagai pertanyaan dari yang lain karena Tingkat Kultivasinya naik cepat.


Xie Xian dan Xie Hua yang masih penasaran dengan jenis Harta Langit seperti apa yang didapatkan oleh Ryu, kini mengurungkan niat karena Ryu sudah berjalan mendahului mereka.


Karena Ryu sudah duluan, Xie Xian, Xie Hua dan yang lain juga berjalan mengikuti Ryu tidak ingin membahas lagi tentang Harta Langit.


Setelah berjalan beberapa saat, mereka telah sampai dimana terlihat Ketua Ling sedang menunggu kedatangan mereka.


' Ini aneh... Kenapa mereka malah terlihat senang.' She Ling yang awalnya menginginkan Wajah para Murid bisa Trauma atau paling tidak banyak terluka kini tidak sesuai harapan.


" Salam Ketua Ling." Ryu dan yang lain menundukkan kepala.


" Selamat. Ternyata kalian tidak mengalami kendala apapun." She Ling menyembunyikan kekecewaannya. "Kalau begitu apa yang kalian dapatkan selama di dalam Hutan." She Ling menganggap mereka hanya Bersembunyi.


" Mmmmm." mereka memberikan satu-persatu Inti Roh yang mereka dapatkan yang membuat She Ling membulatkan matanya.


' Bagaimana mungkin mereka semua bisa mendapatkan masing-masing 20 Inti Roh Tingkat Bumi Tahap Akhir. Bahkan aku sendiri tidak mampu mendapatkan sebanyak ini hanya dalam waktu seminggu.' She Ling menatap ke arah Ryu, Xie Hua dan Xie Xian yang masih belum memberikan Hasil buruan mereka. Karena dia yakin bahwa ketiga sosok itu pasti menyimpan lebih banyak lagi Inti Roh.


Semua Murid dari Klan Xie sebenarnya juga tidak mampu mendapatkan Inti Roh sebanyak itu. Namun berkat bantuan Pasukan Semesta maka mereka tidak khawatir ketika melawan Hewan Roh karena saat mereka kesulitan, maka Anak Buah Zi Mayi dan Zi Mifeng akan membantu mereka.


Begitu juga dengan Xie Hua dan Xie Xian, dengan bantuan Chaizu, Zi Mayi dan Zi Mifeng maka mereka bisa mengumpulkan Inti Roh Tingkat Langit Tahap Awal sebanyak masing-masing 20.


Sedangkan Inti Roh hasil Buruan Chaizu dan Pasukan Semesta jauh lebih banyak lagi yang semuanya dikumpulkan di Dunia Quzhu sebagai Sumberdaya untuk meningkatkan Kultivasi dan tentunya mayat tersebut akan digunakan untuk memperluas Dunia Quzhu.

__ADS_1


" Ketua Ling, ini Inti Roh hasil buruan ku." Xie Hua memberikan 20 Inti Roh tingkat Langit Tahap Awal.


' Benar dugaan ku.' She Ling tidak bisa berkata apa-apa lagi memandang mereka seperti Seekor Serigala yang memakai Kulit Domba.


" Ketua Ling... Ini punya ku. " Xie Hua memberikan inti Roh miliknya.


" Ketua Ling, ini hasil buruan ku." Ryu memberikan 20 Inti Roh Tingkat Langit Tahap Awal agar tidak terlalu mencolok.


" Baiklah tunggu sebentar." She Ling mencatat semua hasil Buruan lalu memberikan kepada mereka masing-masing. " Itu adalah total Point yang kalian dapatkan. bisa menukarnya dengan Batu Roh di Balai Sumberdaya." ucap She Ling.


" Gege... Kalau begini Point ku sudah cukup. Aku akan langsung masuk menjadi Murid Dalam." Xie Xian terlihat senang langsung memeluk Ryu.


" Selamat Xian'er." Ryu mengusap Rambut Xie Xian.


' Ciihhhh... Monster ini akan mengambil Kakak Istrinya juga? ' She Ling langsung teringat kejadian saat Ryu menguasai tubuhnya dengan benda Besar dan Kokoh.


"Ketua Ling, ada apa denganmu?" Xie Hua memperhatikan wajah She Ling berubah menjadi seperti udang rebus.


" Ah tidak. aku sedikit tidak enak badan. Kita langsung Pulang sekarang." She Ling langsung berjalan menuju kediaman Devisi 6.


Begitupun Ryu dan yang lain juga kembali ke tempat kediaman masing-masing, kecuali Xie Xian yang ikut bersama dengan Ryu dan Xie Hua.


" Hua'er... aku pinjam Gege malam ini bisa tidak?" bisik Xie Xian.


" Kakak... Kalian kan belum Resmi Menikah." suara Xie Hua pelan.


" Hua'er... untuk malam ini saja. Besok aku akan menjadi Murid Dalam, itu Artinya aku tidak bisa bertemu lagi selama satu tahun." bujuk Xie Xian.


" Hua'er... Aku akan mengantar Xian'er dulu ke Devisi 4. " Ryu yang baru keluar dari kamar mandi langsung bergegas menuju arah pintu kamar.


" Gege... Sepertinya Kak Xian malam ini akan menginap bersama kita. Aku juga memberikan Izin Padanya, kalau begitu aku istirahat saja di Istana Emas Dunia Quzhu." Xie Hua serba salah Sambil memainkan jarinya karena tidak ingin melihat Pemandangan antara Ryu dan Xie Xian.


" Hua'er... apa kamu yakin? " Ryu tau maksud dari Xie Hua.


" Setelah Ka Xie masuk sebagai Murid Dalam, dia tidak bisa bertemu kita selama satu Tahun. Aku akan mengizinkan kalian berdua disini. Gege... Antar aku ke Dunia Quzhu." ucap Xie Hua.


" Baiklah jika kamu mengizinkan." Ryu mengibaskan tangannya menarik Xie Hua ke Dunia Quzhu lalu berjalan keluar kamar.


" Gege... " Xie Xian terlihat senang langsung memeluk Ryu.


" Xian'er, sepertinya kamu tidak sabaran." Ryu tersenyum sambil mengusap rambut Xie Xian.


" Aku ingin melakukan ini Sebagai hadiah Perpisahan. Dengan begitu aku akan menjadi orang yang paling bahagia." Xie Xian terlihat senang.


" Baiklah, kalau begitu aku tidak sungkan lagi." Ryu menuntun Xie Xian menuju Kamar.


Pada keesokan harinya Xie Xian dan Xie Hua sedang berbincang di Ruang Tamu, sedangkan Ryu sendiri masih di dalam Kamar sedang duduk bersila untuk mempelajari cara membuat Pil Roh yang diberikan oleh Dewa Alkemis.

__ADS_1


Di Alam Bawah Sadar, Dewa Alkemis membuat sebuah cahaya lalu memberikan kepada Ryu hingga menyatu dengan tubuhnya.


Sekilas Ryu menyerap berbagai Informasi cara Pembuatan Pil Roh dimana bahan yang digunakan adalah Sumbernya untuk membuat Pil Kultivasi namun akan ditambah dengan Inti Roh dari Hewan Roh yang memiliki Tubuh spesial yang hanya bisa didapatkan di Dunia Abadi.


Ryu yang mendapat informasi seperti itu langsung memasang wajah masam karena sebenarnya dia tidak punya niat lagi untuk pergi ke Dunia Abadi dan lebih memilih untuk Tinggal bersama kedua Istrinya hingga mendapatkan keturunan dan Tua bersama.


Dewa Alkemis yang melihat Ryu tidak memiliki keinginan untuk ke Dunia Abadi kini hanya mengutuk dirinya sendiri dan menganggap dia telah salah mengangkat Murid dan memilih untuk banyak diam.


Di sela Ryu yang masih duduk posisi Berkultivasi, Xie Xian dan Xie Hua juga terlihat serius membahas pengalaman mereka masing-masing.


" Hua'er... Aku tidak menyangka Punya Suami kita sebesar itu. Jika saja tidak memiliki Pil Pemulihan yang banyak, mungkin aku tidak bisa bergerak selama seharian." Xie Xian terlihat serius.


" Itulah Kak Xian... Sepertinya Kita sendiri Tidak mampu memenuhi kebutuhan Suami kita." Xie Hua juga mengalami nasib yang sama sebelumnya, meskipun Dia merasakan sensasi yang begitu Hebat yang tidak bisa diurai dengan kata-kata.


" Hua'er... Sepertinya kamu sudah cukup faham dengan hal itu." Xie Xian sedikit menggoda.


" Mau tidak mau aku harus belajar agar bisa menjadi Istri yang baik. untung saja aku memiliki Kitab dari Mendiang Ibu tentang cara menjadi seorang Istri yang baik." Xie Hua sedikit malu mengatakan hal tersebut.


" Tenang saja Hua'er. Satu tahun lagi aku akan mencari cara agar bisa membantu untuk menaklukkan Monster itu." Xie Xian seakan ingin melakukannya lagi, meskipun dia sendiri harus terbaring lemas.


" Kak Xian, cepatlah kesini lagi. Aku harap kita bisa bekerja sama. Aku ingin sekali melihat Gege bisa kalah." Xie Hua sangat berharap.


" Mmmm. Aku pergi dulu." Xie Xian seakan enggan meninggalkan tempat tersebut, namun karena Sebuah aturan yang tidak bisa dilanggar dia harus rela.


Setelah percakapan kecil telah selesai, Xie Xian langsung pamit untuk menyerahkan Total Point yang dia Kumpulkan.


" Aku harus memperkuat Fondasi lagi sampai Naga Langit. Dengan begitu aku bisa mengimbangi Gege." Xie Hua langsung Duduk posisi Berkultivasi lalu menyerap Harta Langit.


Ryu yang telah keluar dari Alam Bawah Sadar, kini membuka matanya dan langsung menuju ke Dunia Quzhu untuk membuat beberapa Pil dari Sumberdaya yang dia dapatkan.


Di tempat lain, Ketua Ling dan Semua Guru Devisi 6 terlihat senang dengan Bonus Point yang mereka dapatkan berkat Ryu dan kelompoknya.


" Hahaha... Ketua Ling, jika seperti ini terus, maka Gajih Bulanan kita bisa menyamai Gajih Bulanan Devisi 1 " ucap salah satu Guru.


" Benar sekali, Seperti Ryu'er memberi harapan agar Nama kita bisa dikenal."


" Aku Setuju! selama aku bekerja sebagai Guru disini, baru kali ini mendapatkan Point sebanyak ini. Sungguh Keberuntungan Langit."


" Pemuda itu benar-benar Monster tapi Tampan. Seandainya aku masih Muda, aku akan berbahagia menjadi Istrinya." ucap Salah satu Guru Wanita.


" Bukan hanya kau, tapi aku juga. Aku yakin dia sangat Gagah Perkasa saat di Ranjang." Ucap Guru Wanita lain.


" Diam.! Kalian harus sadar diri di Usia kalian yang sudah Tua." She Ling terlihat marah mendengar ucapan tersebut memasang wajah memerah teringat kembali kejadian yang menimpanya.


She Ling berfikir Ryu memang layak diberikan Julukan seorang Monster, karena dia sendiri sudah merasakan keperkasaan Ryu yang tidak mungkin didapat dari Pria lain.


Dalam keadaan bimbang dalam hatinya Dia juga menginginkan Ryu menjadi Suaminya meskipun berbeda dari Usia dan berharap Ryu bisa menjadi salah satu Anggota Devisi, dengan begitu Ryu bisa layak berdampingan dengan She Ling.

__ADS_1


Untuk sekarang She Ling berfikir tidak berani lagi mengusik Ryu ataupun Klan Xie, entah apa yang membuatnya seperti itu.


Semua Guru yang mendengar ucapan dari She Ling, kini langsung terdiam karena statusnya di atas mereka. Bukan tidak mungkin mereka bisa langsung dipecat sebagai Guru yang bisa membuat Keluarga mereka terlantar.


__ADS_2