SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Makam Kuno 3


__ADS_3

Di dalam Istana tersebut, Ryu hanya mendapatkan tumpukan Batu Roh yang membuatnya sedikit kesal.


Jika saja ada orang lain yang menemukan Istana itu, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar.


Namun bagi Ryu sendiri, dia tidak begitu tertarik dengan Batu Roh karena di Dunia Quzhu sudah tidak terhitung jumlahnya.


Bayangan putih itu pun terus mengikuti Ryu dengan kecepatan tinggi, bahkan semakin lama semakin dekat dengan Ryu.


Sesaat Ryu menoleh ke belakang hingga melihat bayangan putih tersebut, meski hanya sekilas.


' Apa itu tadi? Kenapa aku tidak bisa merasakan kehadirannya.' Ryu membatin namun berusaha untuk tetap tenang.


Ryu merasa yakin bahwa sosok seperti Kuda berwarna putih itu memiliki kemampuan diatasnya.


Meskipun terlihat tenang, Ryu merasa sedikit takut. Jika saja Makhluk tersebut sudah mencapai tingkat Semesta, maka hal itu sangat berbahaya.


Dengan ide gilanya, Ryu berniat untuk menarik Istana tersebut ke Dunia Quzhu karena Makhluk tersebut juga masuk ke dalam Istana itu.


Ryu berpikir jika bayangan putih itu bisa terkurung di Dunia Quzhu, maka dengan mudah dia bisa mengalahkannya.


Sambil bersikap tenang, Ryu keluar dari Istana tersebut sambil meningkatkan kewaspadaan.


Saat Ryu sudah berada di luar Istana, dengan cepat Ryu membalikkan badan dan membuat gerakan untuk menarik Istana tersebut ke Dunia Quzhu.


" Wuush." Kedua telapak tangan Ryu menyentuh tanah melakukan teknik pemindahan.


Dalam hitungan detik Istana tersebut telah berpindah tempat ke Dunia Quzhu, dimana Ryu meletakkan Istana itu ke tempat lain yang jauh dari Istana Emas.


" Uhuuk." Ryu memuntahkan darah segar tidak menyangka bahwa kekuatan bayangan putih tersebut bisa menyerap semua kekuatannya.


Ryu yang masih terlihat lemah, kini langsung mengambil tempat duduk bersila untuk memulihkan diri.


" Untung saja bayangan putih itu tidak menyerangku." Ryu bergumam sambil menelan beberapa Pil lalu menyerap khasiat Pil tersebut.


Saat Ryu sedang memulihkan diri, terlihat bayangan putih berbentuk Kuda dengan sebuah tanduk di kepalanya keluar dari ruang hampa seakan merobek ruang Dimensi.

__ADS_1


" Sialan... Ternyata Pemuda ini ingin mengurungku di Dunia kecil miliknya." Kuda putih itu pun meninggalkan tempat tersebut dengan menghilangkan Aura agar tidak diketahui oleh Ryu.


Kuda putih sebenarnya memang tidak berniat untuk membunuh Ryu, namun karena rasa penasaran jadi Kuda putih itu terus mengikutinya.


Hal itu dikarenakan bahwa Ryu bisa menerobos masuk melewati Ilusi yang sangat kuat, bahkan sudah ribuan tahun tidak ada yang bisa memasuki wilayah tersebut.


Sebenarnya Formasi ilusi yang ada di tempat itu sangat banyak, namun karena Ryu telah berhasil membunuh kedua kelinci sebelumnya maka semua Ilusi langsung terhapus.


Namun saat Kuda putih itu mengikuti Ryu, dia ditarik secara paksa ke Dunia yang terlihat asing.


Untuk itu Kuda putih menggunakan seluruh kekuatannya untuk keluar dari Dunia kecil tersebut yang membuat Qi miliknya habis terkuras.


Kuda putih yang sudah kehilangan tenaga, kini harus mencari tempat yang aman untuk memulihkan diri dan tidak ingin berurusan dengan Pemuda tersebut meskipun dia sudah mencapai tingkat Semesta tahap akhir karena tujuannya bukan untuk membunuh.


Setelah beberapa saat Ryu kembali membuka mata lalu melanjutkan perjalanan untuk menelusuri tempat tersebut.


Di dalam perjalanan, Ryu kembali mengambil Sumberdaya tingkat Surgawi karena semakin tinggi tingkatan Sumberdaya maka lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi.


Oleh sebab itu semakin tinggi tingkat Kultivasi seorang Kultivator, maka semakin banyak membutuhkan Sumberdaya hingga berkali-kali lipat.


Jika seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi menggunakan Pil Kultivasi Tingkat Langit, maka sangat banyak membutuhkan Sumberdaya yang tentu setiap orang memiliki batas kemampuan untuk menyerap khasiat Pil tersebut.


Itulah kenapa banyak orang menggunakan jalan pintas untuk meningkatkan Kultivasi dengan berbagai cara seperti yang dilakukan oleh Perguruan Hantu Malam.


Oleh karena itu banyak sekali para Kultivator bisa menerobos Pendekar Surgawi dimana usia mereka terlampau jauh hingga mencapai ribuan bahkan jutaan tahun itu pun dengan melakukan Kultivasi tertutup.


Hanya Ryu, 23 Istrinya dan bawahannya saja yang sangat cepat untuk meningkatkan Kultivasi karena telah mendapatkan Sumberdaya yang berlimpah.


Selesai menelusuri tempat tersebut, Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Istrinya untuk berkumpul kembali karena tidak ada lagi yang tersisa di tempat itu.


Setelah beberapa saat kini semua Istrinya sudah berkumpul, mereka pun keluar dari Dimensi tersebut kembali ke Makam Kuno.


" Gege... Aku mendapatkan Hewan Kontrak yang menurutku kekuatannya mampu menyaingi Tou Shuijing." Jinying mengeluarkan Kuda putih dari Alam Jiwanya.


Melihat hal tersebut Ryu mengerutkan kening karena Kuda putih tersebut hampir mirip dengan sosok bayangan putih yang terus mengawasinya.

__ADS_1


" Ying'er... Dari mana kamu menemukan Kuda putih itu?" Ryu tersadar bahwa bayangan putih sudah tidak ada lagi di Dunia Quzhu yang artinya Kuda putih itu berhasil meloloskan diri.


" Aku menemukan Kuda putih ini di Hutan bagian sana." Jinying menunjuk ke salah satu arah.


" Saat itu Kuda putih sudah kehilangan tenaga, jadi aku langsung membuat kontrak jiwa dengannya." Jinying dengan bangga memperlihatkan Hewan Kontrak miliknya.


" Tuan Putri... Pemuda itulah yang membuatku kehilangan tenaga. Dia ingin mengurungku di Dunia kecil yang aneh itu." Kuda putih menoleh ke arah Ryu seakan mengadu kepada majikannya.


" Pantas saja kamu terlihat lemah... Jadi kamu menerobos paksa Dunia Quzhu? Bai Ma, asal kamu tahu Pemuda itu adalah Suamiku." Jinying menatap ke arah Kuda putih yang diberi nama Bai Ma.


" Maaf Tuan Putri... Maaf Tuan Muda." Bai Ma menundukkan kepala kepada Ryu dan Jinying.


" Bai Ma... Apa kamu salah satu dari Makhluk Kuno?" Ryu sedikit menyelidik meskipun dia yakin bahwa Kuda putih itu adalah Makhluk Kuno.


" Benar Tuan Muda... Orang di Duniaku memanggilku dengan sebutan Pegasus. Aku telah mengabdikan diri kepada Tuanku sebelumnya untuk menjaga tempat ini meskipun tidak menjalin kontrak jiwa." Ucap Bai Ma.


" Hhmmm... Sepertinya aku membutuhkan Inti Jiwa milikmu." Ryu berniat untuk membunuh Bai Ma dan mengambil Inti Jiwa miliknya.


" Jika Gege menginginkan Inti Jiwanya, aku akan membunuhnya." Jinying menciptakan sebuah pola lingkaran untuk memutuskan ikatan kontrak jiwa secara paksa.


" Tu... Tunggu Tuan Putri. Aku akan memberikan Inti Jiwaku." Bai Ma mengetahui jika memutuskan ikatan kontrak jiwa, maka dia akan mati.


" Hhmmm.... Bagaimana caranya?" Jinying menaikan alisnya sambil menatap ke arah Bai Ma.


" Tuan Putri bisa menggantikan Inti Jiwa milikku dengan Inti Roh Hewan Ilahi." Ucap Bai Ma.


Karena tidak ada pilihan lain, Bai Ma harus melakukan hal tersebut agar dia tidak mati meskipun harus mendapatkan luka dalam.


Proses itu memang tidak mudah, dimana Bai Ma harus melakukan pemulihan diri dalam waktu yang cukup lama.


Tidak hanya sampai disitu saja, Bai Ma juga harus kehilangan kekuatan yang tentu harus menjalani latihan tertutup agar bisa kembali seperti semula dan menjadikan Inti Roh Hewan Ilahi itu menjadi Inti Jiwa miliknya yang baru.


" Baiklah... Sekarang kamu boleh kembali ke Alam Jiwa! Kami harus mencari Hewan Ilahi terlebih dulu untukmu." Ucap Jinying.


" Baik Tuan Putri." Bai Ma langsung membentuk cahaya putih masuk ke Alam Jiwa milik Jinying.

__ADS_1


__ADS_2