
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Di Istana Kaisar terlihat seluruh Pasukan dari Kekaisaran Shin seakan mengepung Istana Kekaisaran dari berbagai arah.
Pasukan Kekaisaran Shin bergerak lebih cepat karena telah mendapatkan pesan jiwa dari salah satu Jenderal di kelompok Empat Kerajaan kecil.
" Bagaimana ini? mereka sangat banyak." gumam dari semua Prajurit.
" Entahlah... Istana ini sudah dikepung. Tamatlah riwayat kita."
Semua pengungsi menatap ke arah luar Pelindung Yin-Yang Kura-kura.
Para Menteri, Para Jenderal dan Prajurit lain terlihat gemetar melihat hal tersebut.
" Tenangkan diri kalian. Bukankah Yang Mulia Kaisar sudah memberitahukan hal ini kepada kalian semua agar jangan panik dan tetap berada di dalam Pelindung ini." Xie Hua muncul dari dalam Istana bersama Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi.
" Salam Yang Mulia Permaisuri, salam Yang Mulia Ratu." Para Menteri dan Para Jenderal memberi Hormat diikuti Para Prajurit dan Warga yang mengungsi.
" Waaahhh... Ternyata Istri Yang Mulia Kaisar sangat cantik sekali." ucap beberapa warga seakan lupa akan situasi meraka saat melihat keenam Wanita yang berpakaian mewah.
" Benar-benar keberuntungan Langit bisa melihat secara langsung. Sungguh ciptaan yang sempurna."
" Apa yang kalian bicarakan? Apa ingin leher kalian dipotong?" beberapa Prajurit yang mendengar bisikan mereka langsung mengambil sikap dengan memberi ancaman.
Mendengar ancaman tersebut semua langsung terdiam sambil meraba leher mereka dan berkeringat dingin.
Di Luar Pelindung Yin-Yang Kura-kura terlihat beberapa Jenderal dari pihak lawan yang mencoba ingin menerobos masuk namun semua gagal bahkan membuat tubuh mereka terpental.
Di luar Pelindung Yin-Yang Kura-kura terlihat 14 Pendekar Langit Tahap Menengah dan Pendekar Langit Tahap Awal sedang melakukan serangan kepada Pelindung tersebut.
Namun setiap serangan mereka tidak ada yang membuahkan hasil bahkan beberapa pasukan yang mendekati areal serangan banyak yang mengalami luka ringan hingga luka berat.
" Jenderal, bagaimana ini? " tanya salah satu dari mereka.
" Sepertinya Pelindung ini sangat kuat. Lebih baik kita gabungkan kekuatan." Jenderal lain memberi usul.
" Baiklah." Keempat Jenderal lain mengeluarkan Qi milik mereka.
Kelima Jenderal tersebut memusatkan fikiran hingga membentuk sebuah Bola Cahaya yang sangat besar lalu melemparnya ke arah Pelindung Yin-Yang Kura-kura.
" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat kepulan asap tebal di wilayah serangan.
" Bboooom." serangan balik dari Pelindung Yin-Yang Kura-kura membuat semua Pasukan yang ada di sekitar menjadi kabut darah.
" Apa? " semua terkejut melihat Pelindung Yin-Yang Kura-kura masih terlihat kokoh bahkan memantulkan serangan mereka.
Semua orang yang ada di dalam Pelindung awalnya sangat khawatir, kini bernapas lega karena Pelindung Yin-Yang Kura-kura mampu menahan serangan tersebut.
Semua Jenderal tidak habis akal, meraka kembali melancarkan Serangan gabungan dengan jumlah 10 orang.
__ADS_1
" Bboooom." Ledakan dahsyat kembali terdengar membuat Pasukan yang berada di sekitar terlihat menjadi kabut darah.
" Bajingan." beberapa Jenderal sangat marah saat menyaksikan Pasukannya sudah banyak yang mati tanpa ada perlawanan.
Namun hal itu tidak membuat mereka putus asa, karena mereka bisa merasakan Aura dari Seisi Istana Kaisar hanya berada di Pendekar Alam dan hanya beberapa orang saja yang mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.
Hal itulah yang membuat mereka semakin bersemangat untuk menerobos masuk ke dalam Istana.
Kali ini mereka mengumpulkan 14 Pendekar Langit Tahap Menengah menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan Pelindung tersebut.
" Dengarkan semuanya. Menjauh dari Pelindung itu." Perintah beberapa Jenderal karena tidak ingin kejadian sebelumnya terulang.
" Baik." Pasukan yang berada di barisan depan mundur ke belakang.
Melihat dari 14 Sosok tersebut yang ingin menggabungkan kekuatan, seluruh Istana mulai khawatir karena Pelindung Yin-Yang Kura-kura sudah mencapai batasnya.
" Yang Mulia Permaisuri... Bagaimana ini." Tanya beberapa Menteri.
" Mau tidak mau kita harus melawan." ucap Xie Hua.
" Hua'hua... Biarkan kami saja. Lindungi Putra Mahkota." ucap Wang Mingjun.
" Benar Yang Mulia Permaisuri. Hidup ataupun mati kami disini, Nyawa Putra Mahkota harus terselamatkan." Jenderal Yuchen bersuara.
" Tidak... Apapun resikonya, kita harus melawan mereka hidup ataupun mati." Xie Hua bicara dengan tegas.
" Hua'er... Biarkan kami yang menyelesaikannya." Delapan Wanita lain muncul dari dalam Istana yang tidak lain adalah Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Ting Ye.
" Apa? Siapa mereka?" Pandangan mereka tertuju pada ketujuh wanita yang berpakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka.
" Waaahhh... Mereka lebih cantik lagi dari Para Ratu yang lainnya." dengung Suara dari beberapa orang yang ada di tempat itu.
" Ternyata Kekaisaran Awan banyak menyimpan Bidadari yang sangat cantik."
" Aku akan mendekati mereka, siapa tau bisa berjodoh."
Semua yang melihat penampilan mereka seakan terhipnotis hingga lupa dengan posisi mereka yang terancam.
" Gluug." Mereka menelan ludah berkeringat dingin merasa Aura Intimidasi tersebut.
" Perbaiki sikap kalian, atau aku congkel mata kalian." Semua Jenderal yang ada di tempat itu memperbaiki sikap menoleh ke arah Pengungsi dengan nada mengancam.
" Ka Zhishu, Syukurlah kalian datang." Xie Hua sangat senang dengan kehadiran mereka.
" Sebenarnya aku juga tidak suka dengan Penampilan seperti ini. Tapi hanya Pakaian ini saja yang mampu menahan Energi yang kami keluarkan." Sheng Zhishu yang menyadari hal itu.
" Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi yang hanya pernah melihat dari Lukisan saja kini terlihat kagum karena Kecantikan Tujuh istri Ryu melebihi apa yang mereka perkirakan dari lukisan.
" Bboooom.." Ledakan yang sangat kuat dari serangan Gabungan 14 Pendekar Langit Tahap Menengah membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura hancur.
Namun dari efek serangan tersebut masih saja memantul membuat Area sekitar menjadi tanah gersang dan banyak membuat Pasukan Kekaisaran Shin terluka berat bahkan mati.
" Apa?" Semua terkejut berkeringat dingin merasakan nyawa mereka sudah meninggalkan tubuh.
" Apa yang kalian tunggu?" Huli Yue berubah wujud menjadi Rubah berwarna putih.
" Ratu Rubah Langit?" mereka terkejut dengan perubahan Huli Yue.
" Ggooooaaarr." Sheng Zhishu berubah wujud menjadi Seekor Kirrin Api yang terlihat mengerikan.
" Ratu Kirrin Api?" mereka kembali terkejut.
" Kwaaaaaaak." Xin Chie berubah wujud menjadi Phoenix Api.
" Kwaaaaaaak." Tianhe berubah wujud menjadi Burung Merak.
" Ggooooaaarr." Yinshi berubah wujud menjadi sosok Naga Emas.
" Kwaaaaaaak." Yuwang berubah wujud menjadi Phoenix Petir.
__ADS_1
Keenam makhluk Roh Suci langsung terbang ke udara menuju ke arah Pasukan Kekaisaran Shin.
Semua yang menyaksikan hal itu kini bergindik ngeri dibalik wajah Cantik meraka ternyata menyimpan kekuatan yang mengerikan.
Yunjiang yang tidak memiliki Perubahan Wujud kini berjalan santai meninggalkan kerumunan karena tidak ingin efek dingin akan berimbas kepada mereka.
Setelah berada di tempat yang cukup aman, Yunjiang langsung mengeluarkan Energi Es Abadi miliknya membuat hawa di sekitar langsung dingin dan membeku.
" Hua'hua... Coba jelaskan.!" Wang Mingjun bersuara mengingat Ketujuh Istri Ryu memiliki kemampuan diluar nalar.
" Aku juga tidak tau." Xie Hua menggelengkan kepala.
" Mungkin kita juga memiliki kemampuan yang sama seperti mereka. Hanya saja kita belum menyadari hal itu." Ting Ye merentangkan tangan terbang mengikuti yang lain.
" Apa yang dikatakan Ye'ye benar. Karena kita memiliki Tubuh Abadi." Shu Meilu teringat kembali akan Sosok Harimau Putih memiliki Mahkota yang mengatakan bahwa mereka adalah Satu.
" Kalian pasti bisa." merentangkan tangannya terbang menyusul yang lain.
Seketika Bunga Teratai berterbangan di setiap langkah Xie Hua meskipun masih belum sempurna.
" Aku Harus mencobanya." Shu Meilu mencoba untuk berkonsentrasi agar bisa menggali potensi pada dirinya sambil mengingat Sosok Harimau Putih.
Setelah beberapa saat dia mulai mengerti lalu membuka mata berjalan menuju area Pertarungan.
" Ggooooaaarr." Sosok Harimau Putih dari perubahan wujud Shu Meilu.
Namun setelah berjalan beberapa langkah, Harimau Putih tersebut tersungkur hingga kembali ke wujud semula.
" Ah... Sepertinya belum bisa." Shu Meilu merasa malu langsung bangkit menuju area Pertarungan tanpa menoleh.
" Lebih baik lain kali saja kita berlatih." Wang Mingjun membawa yang lain untuk ikut bertarung.
Para Jenderal dan Prajurit yang sedari awal terus mematung, Kini tersadar karena Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi sudah bergerak.
" Dengarkan semuanya! Jangan kecewakan Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri dan Yang Mulia Ratu. Serang!" Jenderal Chuang dan Jenderal Yuchen memimpin pasukan menuju arah Pertarungan.
" Siap Jenderal." Semua Prajurit berseru mengikuti Para Jenderal.
Di Luar Pintu Gerbang Istana Kaisar terlihat Para Pasukan Kekaisaran Shin begitu enggan untuk mendekati Keenam Roh Suci tersebut karena setiap serangan mereka sangat kuat hingga membuat siapa saja yang mendekatinya akan hancur ataupun hangus.
" Jenderal... Apa yang harus kita lakukan?" Beberapa Prajurit berteriak keras untuk meminta Instruksi.
" Sepertinya Mereka masih belum sempurna. Kita harus menangkap mereka." Salah satu Jenderal memperhatikan keenam sosok tersebut.
" Benar... Meskipun mereka sangat kuat, tapi mereka punya batas kemampuan. Kita Gunakan Semua Pasukan untuk menguras Energi meraka." ucap Jenderal lain.
" Apa yang kalian tunggu? Serang terus meraka! " Teriak salah satu Jenderal.
" Baik " Para Prajurit langsung menghadang Keenam sosok tersebut meskipun banyak yang terluka.
Yunjiang yang memiliki Elemen Es Abadi, Kini membuat tubuhnya membentuk Pelindung Es lalu menciptakan Ratusan butiran Es untuk menyerang Pasukan Lawan.
Meskipun serangan mereka sangat mematikan, tapi kondisi tubuh mereka masih belum sempurna dan tentu saja memiliki batas.
Sheng Zhishu yang sudah berwujud Kirrin Api berusaha menyemburkan Elemen Api dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.
Meskipun tidak ada yang berani mendekati Sheng Zhishu, namun secara perlahan Energi yang dia miliki sudah banyak yang terkuras.
' Sepertinya aku masih mampu bertahan sedikit lagi.' Sheng Zhishu membatin bersyukur berkat bantuan dari Ryu sebelumnya membuat Meridian miliknya masih mampu mengeluarkan Elemen Api.
Begitu juga dengan Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang kini terlihat mulai melemah hingga terjatuh dari udara.
Melihat hal itu Ting Ye, Xie Hua, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi langsung menyambut mereka.
" Tangkap Roh Suci dan Dewi Agung itu!" Perintah salah satu Jenderal dari pihak lawan saat melihat Ketujuh Sosok Wanita yang terjatuh dari udara.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom... " Xie Hua menggunakan Teknik Getaran Cinta Pertama melempar Tujuh kelopak bunga teratai membuat ledakan yang sangat kuat seketika Pendekar Bumi Tahap Awal dan Pendekar Alam menjadi kabut darah.
" Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu, Cepat selamatkan meraka. Biar kami yang menghadang mereka." Jenderal Yuchen dan Jenderal Chuang bersama Jenderal yang lain bergegas menuju arah mereka.
__ADS_1
" Baik." Ting Ye, Xie Hua, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi membawa mereka satu-persatu menjauhi wilayah Pertarungan masuk ke dalam Istana.