
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Gege..." Ling Ying dan Mu Nalan berlari ke arah Ryu saat pertarungannya telah selesai.
" Cukup Bagus..." Ryu mengambil Cincin Ruang milik Kelinci Kedua yang terlihat sebuah Peta Seluruh markas Paviliun Kelinci merah yang berbeda Wilayah Kekaisaran Awan.
' Ternyata mereka membentuk seperti sebuah Kerajaan dan memperluas Kekuasaan mereka. Tapi Sepertinya Aku tidak mampu mengalahkan Raja Kelinci. ' Ryu membatin, Karena Raja Kelinci sudah mencapai Pendekar Langit. 'Sebaiknya Aku meminta Li Chun dan Para Prajurit untuk menyelesaikan mereka.' Ryu menoleh ke arah Ling Ying dan Mu Nalan.
" Gege... Kau hebat, tapi sangat mengerikan." Mu Nalan melihat kecepatan serangan Ryu yang tidak terbaca.
" Sebaliknya kita cepat melanjutkan perjalanan." Ryu kembali melangkah melanjutkan perjalanan.
" Saudari Ying, Ada apa dengan Gege? Kenapa dia tidak peduli dengan kita sedikitpun?" Bisik Mu Nalan sambil mengikuti Ryu dari belakang.
" Entahlah... Mungkin dia tidak menyukai salah satu dari kita sama sekali." Ling Ying merasa heran dengan sikap dingin Ryu.
" Padahal dari segi penampilan kita tidak jelek-jelek amat. Bahkan bisa dibilang lebih Cantik." ucap Mu Nalan.
" Haaahh... Apalagi saat aku berada di Sekte Kuil Bambu, malah merasa risih dengan Para Murid Pria yang selalu mendekatiku." Ucap Ling Ying.
" Apa dia tidak normal. " Mu Nalan berasumsi.
" Haaahh, sayang sekali... Padahal dia sangat tampan dan memiliki Kharisma yang sangat kuat." Ling Ying menggelengkan kepala.
" Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan perjalanan." Mu Nalan terus berjalan mengikuti Ryu.
Mereka terus melanjutkan perjalanan menuju Kota Anhui dalam kurun waktu beberapa hari hingga terlihat sebuah Pintu Gerbang tepat di depan mereka.
" Gege... Kita langsung masuk saja." Mu Nalan menuntun mereka menemui Penjaga Gerbang.
" Putri Nalan... Si... Silahkan masuk." Para Penjaga memberi jalan saat melihat salah satu sosok Wanita diantara ketiga Sosok tersebut.
" Gege, Saudari Ying, ayo masuk." Mu Nalan membawa mereka masuk kedalam Kota Anhui.
" Mmmmmm." Ryu dan Ling Ying mengangguk lalu masuk.
" Syukurlah Putri Nalan selamat. Dengan begitu Gajih kita tidak dipotong lagi." Ucap Salah satu Penjaga.
" Benar Saudara, Tapi Siapa Pemuda tadi yang bersamanya?"
" Aku juga baru melihatnya. Mungkin saja Pemuda itu adalah salah satu Orang yang mengikuti Sayembara."
" Beruntung sekali Pemuda itu bisa menjadi Menantu Walikota. Tapi sepertinya mereka sangat serasi."
" Tapi siapa Wanita lain yang bersama mereka?"
__ADS_1
" Bukankah itu salah satu Murid dari Sekte Kuil Bambu?"
" Jangan-jangan Murid yang kabarnya telah diculik oleh Paviliun Kelinci merah."
" Berhenti bergosip. Kalian harus perketat penjagaan, jangan sampai kejadian sebelumnya kembali terulang." ucap Pemimpin Penjaga.
" Baik." Sahut mereka.
Di dalam kediaman Walikota terlihat Sosok Pria paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya juga terdapat beberapa Sosok lain termasuk Ryu, Mu Nalan dan Ling Ying.
" Terimakasih Anak Muda. Sepertinya yang telah aku janjikan dalam Sayembara, Aku akan memberikan Hadiah dan mengangkat mu Sebagai Menantuku." Ucap Walikota Mu Zixi sambil menatap ke arah Ryu yang menurutnya sangat cocok untuk Putrinya.
" Ayah." Mu Nalan memasang wajah memerah dengan suasana hati yang berbunga-bunga.
' Haaahh... Kenapa jadi begini?' Ryu membatin.
Ling Ying yang baru saja mengetahui isi dari sayembara tersebut merasa kesal karena dia juga menyukai Ryu.
" Mohon maaf Walikota Zixi, Aku menolong Putri anda tanpa mengharapkan imbalan apapun." Ryu berdiri sambil menatap ke arah beberapa sosok yang hadir di tempat itu.
" Anak Muda, kamu jangan sombong. Jika kamu menolak, itu sama saja kamu telah menghina Penguasa di Kota Anhui ini." Salah satu sosok terlihat Geram menatap tajam ke arah Ryu.
" Anak Muda, Jangan sampai Walikota Zixi marah atas sikapmu."
" Mmmmm." Walikota Zixi mengangkat tangannya " Anak Muda, aku tidak bisa menarik kembali ucapanku. Itu sama saja mencoreng nama baikku.
" Walikota Zixi, Apa kamu ingin menentang Kaisar? " Ryu melemparkan Lencana Kebesarannya kepada Mu Zixi karena tidak ada pilihan lain.
Disamping itu juga Ryu harus menjalin hubungan baik dengan Seluruh Penguasa Kota di seluruh Wilayah Kekaisaran Awan.
' Kaisar?' Walikota Zixi berkeringat dingin saat melihat Lencana tersebut simbol Kaisar.
" Ya... Yang Mulia Kaisar " Walikota Zixi langsung berlutut di depan Ryu.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, kami tidak mengenal Penguasa kami sendiri." beberapa sosok langsung berlutut saat melihat Walikota Zixi yang berlutut.
Meskipun Mu Zixi tidak mengenal sosok Kaisar baru mereka, namun dia sudah mengetahui Bahwa Kaisar Ryu telah berhasil membunuh semua Keluarga Kaisar sebelumnya dan Kelima Klan yang mendukung.
Hal itu membuktikan bahwa Kaisar Ryu adalah sosok yang Kuat ditambah lagi dengan dukungan dari Keempat Klan besar lain yang memiliki pengaruh besar terhadap Wilayah Kekaisaran Awan.
Meskipun sekarang Mu Zixi tidak berani menjadikan Ryu sebagai menantu, namun dia berharap agar Kaisar Ryu secara sukarela mengambil Putrinya sebagai Selir agar bisa masuk sebagai Keluarga Kaisar.
Mu Nalan dan Ling Ying yang baru saja mengetahui bahwa yang bersama mereka selama ini adalah Kaisar. kini hati mereka seakan hancur mengurungkan niat mereka untuk menjadikan Ryu sebagai Suami mereka.
" Sudahlah... Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Lebih baik kalian perkuat lagi Wilayah ini." ucap Ryu.
" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." jawab Mu Zixi dengan cepat.
" Sekarang aku pergi dulu. Masih banyak lagi yang perlu aku kerjakan." Ryu melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan.
" Yang Mulia Kaisar, apa sebaiknya Yang Mulia menginap disini terlebih dulu. Mohon maaf karena kami tidak sempat menyambut kedatanganmu seperti layaknya Seorang Kaisar." Mu Zixi sambil menoleh ke arah kedua Pelayan.
Pelayan yang melihat itu langsung menunduk lalu masuk ke Ruangan lain mempersiapkan jamuan untuk kedatangan Tamu Kehormatan.
" Tidak perlu. Aku hanya mengantar Putrimu saja dan juga Gadis ini." Ryu menoleh ke arah Ling Ying langsung melanjutkan langkahnya.
" Deeeg" Jantung Ling Ying seakan terhenti karena tidak selayaknya Seorang Kaisar harus mengantar dirinya hanya orang biasa.
" Ampun Yang Mulia Kaisar. Sepertinya aku masih bisa pulang sendiri ke Sekte. " Ling Ying merasa takut jika Anggota Klan Ling tau atas tindakannya, sudah pasti dia akan mendapatkan Hukuman Berat karena telah memperlakukan Kaisar seperti temannya sendiri.
" Tidak Masalah... Lagi pula aku harus menepati janjiku kepada Guruku untuk mendatangi kediaman Klan Ling." ucap Ryu Seraya berjalan.
" Ta... Tapi." Ling Ying merasa ragu, takut kalau Ryu akan memberitahukan hal itu kepada Ketua Klan mereka.
" Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia Kaisar, sebagai permintaan maafku aku akan meminta beberapa Prajurit untuk mengantarmu ke Sekte Kuil Bambu. Hamba harap Yang Mulia Kaisar tidak menolaknya." Mu Zixi menghentikan langkah Ryu.
__ADS_1
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Ryu menyetujui hal tersebut agar kedatangannya tidak dipersulit. " Baiklah... mungkin itu akan membantu." Ryu menoleh ke arah Mu Zixi.
" Prajurit, ambil Kereta milikku dan bawa kesini! Bawa Dua puluh Prajurit terbaik untuk mengawal Perjalanan Yang Mulia Kaisar." Walikota Zixi menatap ke arah Dua Prajurit yang berdiri di depan pintu.
" Ba... Baik Tuan Walikota." Kedua Prajurit tersebut langsung berlari ke bagian halaman lain.
Tidak beberapa lama terlihat sebuah Kereta yang terlihat Indah yang ditarik oleh Tiga ekor Kuda.
" Silahkan Yang Mulia Kaisar." Mu Zixi meminta Ryu untuk masuk ke dalam Kereta.
" Mmmmmm." Ryu mengangguk lalu masuk ke dalam Kereta tersebut.
" Prajurit, Antarkan Yang Mulia Kaisar menuju kediaman Klan Ling." Perintah Walikota Zixi.
" Baik Walikota." 20 Prajurit mengiringi Kereta tersebut yang juga diikuti oleh Ling Ying.
" Haaahh..." Ling Ying bernafas lega, karena dengan bantuan Walikota Zixi kini hidupnya seakan tertolong lalu berbaur dengan Prajurit tersebut.
Di dalam Kereta, Ryu langsung membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu menggunakan Teknik Teleportasi menuju Istana Kaisar.
Sesampai di Kamar Utama Istana Kaisar, Ryu langsung disambut oleh Xie Hua yang juga berada di kamar tersebut.
" Gege... Akhirnya kamu Pulang." Xie Hua menyambut kedatangan Ryu.
" Hua'er... Sepertinya aku harus memakai Pakaian Kekaisaran Awan, karena aku sedang melakukan perjalanan Ke Klan Ling." Ryu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat Ryu keluar dari kamar mandi lalu mengambil Pakaian Kebesaran Kaisar yang juga lengkap dengan Mahkota.
" Gege... Kalau seperti ini. kamu sangat cocok." Xie Hua sambil merapikan Pakaian yang dipakai Suaminya.
" Aku merasa Gerah memakai Pakaian ini. Tapi aku harus membiasakan diri." Ryu keluar dari kamar menuju Ruang Rapat Istana.
" Gege.." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan menyambut kedatangan Ryu dengan perasaan senang.
" Gege... Kamu sangat Tampan dan cocok sekali jika memakai Pakaian ini." Wang Mingjun sangat terpana melihat Penampilan Ryu.
Begitupun dengan yang lain juga sangat terpana melihat Penampilan Suami mereka seakan tidak berhenti dengan rasa kagum.
" Apa jika aku tidak memakai Pakaian ini akan terlihat jelek? " Ryu sedikit menggoda.
" Tidak... Bukan begitu maksudku. Tapi Gege sangat berwibawa." Wang Mingjun tidak bisa menahan diri langsung memeluk Ryu.
" Jun'jun mau menang sendiri." Shu Meilu juga langsung memeluk Suami mereka seakan tidak mau kalah.
Begitu juga dengan yang lain seakan tidak ingin melepaskan Suami mereka memberikan sebuah pelukan kepada Ryu.
" Gege... Malam ini kau harus bersama kami." Li Jilan sambil memeluk tubuh Ryu.
" Setuju." ucap yang lain serempak.
" Tidak masalah... Nanti malam aku akan kembali, Kalian tunggu saja di Dunia Quzhu." Ryu terus menerima Pelukan kelima Istrinya.
" Mmmmm." mereka mengangguk setuju.
" Gege... Kami sudah mendapatkan 50 Pelayan Istana, seperti yang Gege harapkan." ucap Shu Meilu.
" Mmmmm... Aku pergi ke Ruang rapat dulu." Ryu melepaskan Pelukan kelima Istrinya lalu berjalan kembali melanjutkan langkahnya.
" Hormat Kepada Yang Mulia Kaisar, Hormat Kepada Yang Mulia Permaisuri, Hormat Kepada Yang Mulia Ratu." Salah satu sosok yang memandu Penghormatan dengan kedatangan Ryu, Xie Hua dan Istrinya yang lain.
" Mmmmm." Ryu mengangkat tangan menyambut Penghormatan tersebut dengan ramah sambil memperhatikan mereka yang kini semakin bertambah banyak.
" Deeeg." jantung Cheng Chuang saat menatap ke Arah Kaisar ternyata adalah sosok yang pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.
' Jenderal Chuang, ada apa?' Cheng Yuchen mengirim pesan jiwa kepada Jenderal Chuang.
__ADS_1
' Jenderal Yuchen, ternyata Kaisar kita adalah sosok yang pernah menolong Kami sebelumnya.' Jenderal Chuang membalas pesan jiwa.
" Aku sudah menemukan Markas Paviliun Kelinci merah di berbagai tempat." Ryu mengeluarkan sebuah gulungan peta.