SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KETEGANGAN AKADEMI NAGA LANGIT 2


__ADS_3

Suasana tegang pun tidak terelakkan lagi membuat beberapa Murid memilih untuk menghindar takut Klan mereka terkena imbas.


Ryu merasa Pertarungan tidak terelakkan lagi, dia memberi Isyarat kepada Xie Hua untuk menjauh, begitu juga dengan Murid Klan Laohu juga menjauhi mereka berdua.


Di sisi lain Kelompok Murid Klan Long memilih untuk tidak ikut campur, meskipun mereka adalah Klan Nomor satu karena mereka menganggap itu Hukuman yang pantas untuk Klan Xie.


Di Dunia Quzhu juga terlihat Chaizu, Zi Mayi, dan Zi Mifeng sedang duduk bersila bersiap untuk menyalurkan Qi milik mereka kepada Tuan mereka melewati Kontrak Jiwa takut Ryu kehabisan Qi Jika menggunakan Teknik yang mematikan.


" Aku harap Klan yang lain tidak ikut campur jika tidak ingin Klan mereka akan binasa. " Ryu masih terlihat tenang meski Serangan mental yang dilakukan oleh Laohu Sun.


" Bagaimana Pemuda itu masih terlihat santai dengan situasi seperti itu?" ucap dari beberapa Guru dan ketua Devisi lain.


" Aku juga tidak tau mengapa Pemuda itu masih setenang itu. Atau mungkin dia mendapatkan dukungan dari Klan Kuno."


" Haahh... Kita lihat saja. Biar mereka sendiri yang menanggung akibatnya." Ucap salah satu dari Ketua Devisi Murid Dalam.


" Aku rasa Senior Sun terlalu berlebihan. tapi tidak masalah, untuk Klan Xie biar kami yang membereskan." Ucap salah satu Guru yang berasal dari Klan Laohu.


Anggota Klan Laohu lain juga setuju, setelah itu mereka akan berniat untuk membunuh semua Murid Klan Xie karena itu adalah kesempatan Emas untuk mereka karena Klan Xie sendiri yang menantang.


Sementara Xie Hua dan seluruh Murid Klan Xie juga berkumpul bersiap menjalani Resiko karena sudah terlanjur memanas.


Ryu juga merasakan kehadiran dari beberapa Anggota Klan Laohu yang ingin melakukan serangan setelah pertarungannya dengan Laohu Sun selesai.


" Tunggu apa lagi? Apa kamu takut?" Ryu sengaja memprovokasi Lawan yang berdiri di depannya.


" Mulutmu Pedas sekali Anak Muda. Hanya semut kecil sepertimu tidak mampu membuatku berkeringat." Laohu Sun memandang rendah Ryu.


" Buktikan saja! jangan hanya seperti pengecut bersembunyi di balik Klan Besar." Ryu terus memprovokasi.


" Lancang! " Laohu langsung melompat dan menyerang Ryu dengan sebuah Pukulan.


Ryu yang merasakan serangan tersebut Lang menghindar dengan Langkah Hantu Harimau Petir lalu memukul dari arah samping.


' Tidak mungkin ' Laohu Sun melihat serangannya memukul ruang kosong lalu menangkis serangan dari Ryu.


Merasa serangannya bisa dipatahkan, Ryu bergerak ke arah lain kembali memukul bagian belakang Laohu Sun.


Merasa ada serangan dari arah belakang, Laohu Sun langsung menghindar dan berbalik berniat memukul Ryu.


" Bboooom." Ryu terpental akibat Pertemuan Serangan Mereka.


Sedangkan Laohu sendiri hanya mundur beberapa langkah kebelakang lalu berlari ke arah Ryu berniat untuk menyerang kembali.


' Ini tidak boleh diremehkan. memang perbedaan yang sangat jauh, aku tidak mampu jika seranganku bertabrakan langsung dengannya ' Ryu Langsung bangkit lalu menghindar mengaktifkan Armor Pelangi Kembali menggunakan Teknik Langkah Hantu Harimau Petir.


Setiap serangan Ryu memang sangat cepat hingga Laohu Sun tidak sempat menghindar hingga mendapatkan beberapa pukulan.


Namun karena perbedaan Kultivasi yang terlampau jauh, Serangan tersebut seakan tidak ada artinya.


Laohu Sun yang tau bahwa Ryu tidak ingin serangan mereka bertemu, kini berniat untuk mencari arah serangan dan mempertemukan serangan.


Karena sudah mengetahui kemana arah serangan, Laohu Sun langsung menciptakan Tinju Penghancur Gunung lalu melesatkan serangannya.


" Bboooom" Ryu kembali Terpental menabrak sebuah bangunan yang langsung hancur membuat tubuhnya tertimbun reruntuhan.


" Hahaha... Pantas saja Kamu Sombong Anak Muda, Aku akui kecepatan mu luar biasa. Tapi dari segi kekuatan kau kalah telak." Laohu Sun merasa kalau Ryu sudah sekarat bahkan bisa Mati.


Begitupun dengan Semua yang hadir di tempat itu, merasa yakin bahwa Ryu akan Mati Karena Tinju Penghancur Gunung adalah Teknik Terkuat dari Klan Laohu.


Bahkan mereka menganggap bahwa Laohu Sun terlalu berlebihan jika harus menggunakan Teknik tersebut.


Disisi Laohu Sun sendiri, dia terpaksa melancarkan serangan terkuatnya karena gerakan Ryu hampir tidak terbaca.

__ADS_1


" Siapa Bilang?" Ryu keluar dari Reruntuhan dengan Wujud Transformasi Harimau Petir.


" Apa? Teknik apa yang dia Pakai? "


" Petir Ashura"


" Monster "


Semua terkejut dengan versi masing-masing memandang Ryu yang sudah berwujud Monster yang mengerikan.


Laohu Sun yang melihat Wujud Transformasi dari Ryu kini merasa terintimidasi langsung berubah wujud menjadi Harimau yang diselimuti Elemen Api.


" Kali ini aku tidak akan bermain lagi." Laohu Sun dengan kekuatan penuh langsung menerkam Ryu.


Ryu tidak segan lagi mempertemukan Serangannya dengan Lawan hingga tekanan udara bercampur Petir dan Api membuat Kerusakan di area Pertarungan.


" Mundur." Teriak beberapa Murid yang merasakan kehadiran tekanan tersebut.


Namun naas bagi yang tidak sempat menghindar membuat mereka terluka Parah berteriak Kasakitan.


" Ini sudah diluar dugaan. kekuatan macam Apa Pemuda itu?" Gumam Mereka.


" Buat Formasi pelindung." Ketua Devisi 1 Murid Dalam sangat Khawatir jika seluruh bangunan akan hancur semua.


Wakil Akademi Naga Langit dan beberapa Ketua Devisi memperingati Laohu Sun untuk menghentikan Pertarungan mereka, Namun Laohu Sun tidak mengindahkan peringatan tersebut terus menyerang Ryu membuat mereka beberapa kali terpental.


Laohu Sun yang merasa dirinya diremehkan oleh Ryu yang masih berada di Pendekar Bumi Tahap Awal, kini tidak ada pilihan lain selain Membunuh Ryu agar tidak kehilangan muka.


Di sela Pertarungan, Ryu memberi pesan jiwa kepada Xie Hua dan seluruh Murid Klan Xie agar lebih menjauh lagi dari Area Pertarungan dan juga memberi Pesan Jiwa kepada Chaizu, Zi Mayi dan Zi Mifeng untuk Memberikan Qi Mereka karena Qi milik Ryu sudah menipis.


' Sial... Seberapa banyak Qi milik Pemuda ini.' Laohu Sun merasa kewalahan karena Qi miliknya sudah menipis.


Di dalam Pertarungan, Ryu memang sengaja untuk mempertemukan Serangannya agar Laohu Sun Kewalahan meski mereka berdua sudah beberapa kali terpental menabrak Pelindung.


' Gelombang Harimau Petir '


Seketika Bayangan Petir berwarna hitam berwujud Puluhan Harimau Menabrak Laohu Sun.


" Bboooom" Laohu Sun kembali Terpental Menabrak pelindung transparan.


" Ggooooaaarr" Ryu menciptakan Teknik Auman Bencana Harimau Petir membuat tubuh Laohu Sun tercabik-cabik.


" Kraaack" Pelindung transparan Retak membuat semua Penonton dadakan sangat Khawatir.


' Pemuda ini benar-benar mengerikan' Semua Kepala Devisi bahkan Wakil Akademi merasa ngeri.


Para Ahli Formasi kini semua berkumpul untuk memperkuat dan memperbaiki Kerusakan dari Pelindung Transparan.


Di Dunia Quzhu sendiri kini seluruh Pasukan Semesta juga ikut menyalurkan Qi Mereka untuk membantu memulihkan Qi Ryu.


" Teknik yang digunakan Tuan ini sungguh menguras tenaga" Chaizu bergumam merasakan Qi miliknya banyak terkuras.


' MALAPETAKA '


Ryu memang sengaja mempertontonkan Tekniknya agar nyali lawan menjadi Ciut membuat Bola Petir yang sangat Besar dari udara lalu melemparnya ke arah Laohu Sun yang sebenarnya sudah sekarat.


" Bboooom" ledakan yang sangat Kuat membuat Pelindung transparan Hancur


" Uhuuk" Semua Ahli Formasi memuntahkan Darah segar.


" Tap... Tap... Tap..." Ryu berjalan santai menuju mayat Laohu Sun lalu mengambil Cincin Ruang miliknya sambil menoleh ke arah Kumpulan Klan Laohu yang awalnya berniat ingin membantai Murid Klan Xie.


" Pemuda ini memang Monster" Gumam seluruh Anggota Klan Laohu termasuk Ketua Devisi dan Guru.

__ADS_1


She Ling yang menyaksikan kejadian tersebut dari kejauhan, kini merasa beruntung tidak mengusik Ryu lebih jauh lagi karena dia Fikir jika di Posisi Laohu Sun maka tubuhnya tidak akan berbentuk.


Ryu bisa melakukan semua Teknik itu berkat bantuan dari Seluruh Pasukan Semesta, jika tidak mungkin hanya bisa menggunakan Satu Teknik saja.


Kepala Akademi Naga Langit dari Klan Long yang melihat kejadian tersebut juga tidak ingin ikut campur, jika pun dia berhasil membunuh Ryu tapi bayarannya semua anggota Klan Long sudah pasti banyak yang mati.


Kembali ke tempat Ryu berada, kini dia berjalan mendekati kelompok Anggota Klan Laohu dengan Niat membunuh


" Larilah sejauh mungkin! Jika kalian selamat, kata kepada Klan kalian. Aku akan datang." Ryu menciptakan Naga berukuran 100 meter dari masing-masing Elemen Petir, Api, Cahaya dan Kegelapan.


" Naga Ashura?"


" Naga Agni? "


" Naga Surgawi?"


" Naga Kegelapan?"


Semua tidak henti dengan rasa terkejut dengan versi masing-masing, karena Ryu seakan menunjukkan semua kemampuannya


Tidak sampai disitu, Ryu juga mengeluarkan semua Pasukan Semesta yang juga ikut membantu membunuh Anggota Klan Laohu bersama 4 Naga ciptaan Ryu.


Anggota Klan Laohu yang nyalinya sudah Ciut, kini langsung melarikan diri secepat mungkin dengan adanya keempat Naga tersebut ditambah lagi dengan kedatangan Pasukan Semesta yang sudah mencapai Pendekar Langit entah dari mana asalnya karena Tiba-tiba muncul.


" Sepertinya Pemuda itu bukan dari Benua ini. Apalagi dengan kedatangan bawahannya yang menggunakan Teleportasi. Aku harus mendekatinya." Gumam Kepala Akademi Naga Langit.


Setelah Semua Klan Laohu tidak ada yang tersisa, Pasukan Semesta langsung menghilang dan Keempat Naga juga perlahan memudar hingga menghilang.


" Tuan muda, Aku Long Hao Kepala Akademi Naga Langit, mohon maaf atas kecerobohan Para Bawahanku atas kematian Istrimu." Long Hao menundukkan kepala.


" Tuan Muda, Aku Long Yazi Ketua Devisi 1 Murid Dalam mohon maaf karena baru tau kejadian yang menimpamu." Long Yazi menundukkan kepala.


Semua Pengurus Akademi Naga Langit juga mendatangi dan menyapa ramah Ryu dengan berbagai macam tujuan.


Namun karena Anggota Klan Long lebih dominan, Pengurus dari Klan lain hanya mengutuk dalam hati memilih untuk tidak terlalu bersuara.


Ryu yang sudah tau keinginan mereka, kini hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak mungkin baginya memperpanjang masalah tersebut.


Meskipun hatinya masih belum bisa memaafkan atas kematian Xie Xian, tapi paling tidak Pelakunya sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.


" Gege.." Xie Hua juga Tiba-tiba muncul di sampingnya.


" Hua'er... semua sudah aman." Ryu mengusap rambut Xie Hua.


" Tuan Ryu, ku secara Pribadi maupun sebagai Kepala Akademi akan memberikan Santunan yang layak untuk Istrimu." Long Hao sambil menatap Ryu lalu menoleh ke Xie Hua. " Nona Hua, Sebagai Permintaan maaf aku akan memberikan 5000 Point tambahan kepada seluruh Murid Klan Xie setiap Bulan." ucap Long Hao.


" Terimakasih Kepala Hao, aku tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula aku hanya menuntut Klan Laohu saja. Dan mohon maaf atas semua Kerusakan semua ini." Ryu menatap sekelilingnya yang sudah berbentuk Kawah.


" Oh... Tidak masalah... aku bisa memperbaikinya." Long Hao mencoba tetap tersenyum meski Hatinya menangis akan kerusakan tersebut.


" Kalau begitu, kami pamit undur diri." Ryu membawa Xie Hua untuk kembali ke Devisi 4.


" Tuan Ryu, Tunggu sebentar! Ini ada sedikit ucapan tanda Persahabatan antara Klan Xie dan Klan Long." Long Yazi mengeluarkan Kapal Udara yang sangat Besar.


" Terimakasih Ketua Yazi," Ryu mengibaskan tangannya lalu meninggalkan tempat tersebut.


Para Pengurus Akademi langsung mematung melihat aksi yang diperagakan oleh Ryu karena Ryu tidak memiliki Cincin Ruang di jarinya.


" Kemana Kapal itu?" tanya salah satu kepada yang lain.


" Mungkin dia memakai Cincin Ruang Surgawi yang dia ambil dari Ketua Sun." Long Hao teringat saat Ryu mengambil Cincin tersebut.


" Kepala Akademi benar. Itulah kenapa aku memberikan Kapal itu. Aku yakin dia memindahkan ke tempat yang jauh dengan Teleportasi." Long Yazi beranggapan kalau Ryu menguasai Teknik Teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2