SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KELOMPOK WANITA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Kita bisa fikirkan nanti. Siapa tau kita menemukan Harta langit yang lain yang bisa meningkatkan Kultivasi mereka lebih cepat." Ucap Sheng Zhishu.


" Ping'ping, Xuan'xuan, bagaimana dengan kalian? Apa kalian ingin ikut?" Tanya Xin Chie.


" Aku fikir akan lebih baik untuk mencari pengalaman baru. Apalagi diantara kita hanya aku yang paling lemah." Zhang Qixuan merasa malu karena dia hanya mencapai Pendekar Bumi tahap akhir, sedangkan Istri Ryu yang lain sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.


" Sebenarnya aku ingin mencari pengalaman baru, tapi kalian lihat sendiri pekerjaanku. Aku adalah Manager di Penginapan Giok Bulan. Jika aku meninggalkan pekerjaanku, maka siapa yang akan menggantikan ku." Jiang Caiping terlihat murung karena saat bersama Ryu dan Istrinya yang lain dia mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya.


Bahkan Xie Hua sendiri mengangkatnya sebagai Ratu Kekaisaran Awan dan menghapus statusnya sebagai Selir.


Disamping itu juga Jiang Caiping banyak mendapatkan pengalaman baru saat dia terus bersama Istri Ryu yang lain.Baik dari segi wawasan, Teknik, bahkan Sumberdaya yang melimpah.


Jika saja tubuh mereka tidak memiliki batasan dalam menyerap khasiat Pil dan berbagai Sumberdaya yang lain, mungkin saja mereka sudah mencapai Pendekar Semesta.


Namun itu semua harus melewati proses agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi mereka jika menyerap khasiat Pil secara terus menerus.


Disamping itu juga Ryu telah mengingatkan kepada mereka semua ketika sudah menerobos, maka harus melatih fisik mereka terlebih dulu agar tidak membahayakan keselamatan mereka saat menerobos ke tahap selanjutnya.


Mendengar ucapan dari Jiang Caiping, mereka kembali berfikir untuk mencari jalan keluar untuknya.


Satu-persatu mereka terlihat serius hingga memakan waktu yang cukup lama akhirnya Xie Hua membuka suara.


" Ping'ping... Kamu kan sudah tau bahwa Zi Mayi Zi Mifeng dan Pasukan Semesta adalah Siluman dari Dunia Fana. Jadi aku rasa mereka bisa membantumu. Aku rasa mereka akan lebih senang berada di sana." Ucap Xie Hua.


" Cukup masuk akal... Dengan keberadaan mereka disana, mereka lebih leluasa untuk bepergian." Sheng Zhishu menimpal.


" Baiklah... Kalau begitu aku juga ikut." Jiang Caiping terlihat senang.


" Kalau begitu aku akan meminta mereka ke Penginapan Giok Bulan." Ling Queqi meninggalkan tempat tersebut menuju Istana Kekaisaran Awan.


Setelah menunggu waktu cukup lama, kini Ling Queqi kembali ke Dunia Quzhu untuk melanjutkan pembicaraan mereka.


" Sekarang kita ke Istana Walikota saja. Mungkin kita akan ada pekerjaan sedikit disana." Sheng Zhishu membawa yang lain saat Ling Queqi sudah datang.


" Mmm." Mereka mengangguk lalu menggunakan Teleportasi menuju kediaman Ting Ye.


" Sepertinya tidak ada yang berubah." Xie Hua memperhatikan kamar Ting Ye yang pernah dia tempati.


Mereka pun terus berjalan keluar kamar sambil memperhatikan bagian Istana yang terlihat masih bersih.

__ADS_1


Setelah cukup lama memeriksa keadaan Istana tersebut, mereka kembali ke ruang keluarga walikota.


" Ye'ye... Apa nama Istana ini?" Tanya Nan Sian.


" Aku belum memberikan nama, Bagaimana kalau kita memberikan nama Istana Bunga Teratai." Ting Ye memberi usul.


" Kedengarannya sangat bagus, Kita bisa mendesain ulang Istana ini." Sheng Zhishu mengeluarkan beberapa Besi Awan dan Batu Pelangi.


Dengan bantuan dari Istri Ryu yang lain, mereka mulai memperbaiki Istana tersebut hingga terlihat semakin Indah dan megah.


Setelah beberapa saat mereka keluar dari Istana Bunga Teratai dimana mereka menemukan beberapa sosok yang berjaga di depan Gerbang.


Sontak para Penjaga Gerbang terlihat kaget karena kedatangan mereka tanpa diketahui.


" Sa.. Salam Yang Mulia Permaisuri, Salam Yang Mulia Ratu." Mereka beranggapan bahwa 22 Sosok Wanita tersebut adalah Istri Kaisar Ryu dimana hanya mereka saja yang bisa muncul secara tiba-tiba.


Bukan tanpa alasan, karena Walikota Chuang telah memberi pesan kepada mereka, jika ada Orang yang muncul tiba-tiba dari dalam Istana, maka mereka adalah keluarga Kekaisaran Awan dan bisa menebak dari Mahkota yang mereka pakai.


" Terimakasih telah menjaga Istanaku ini." Ting Ye tersenyum ramah.


" Itu sudah kewajiban kami Yang Mulia." ucap salah satu dari Penjaga Gerbang.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Kota Linka hingga saat berada di kejauhan, mereka merasakan ada Aura yang sedang menuju ke arah mereka.


" Kebetulan sekali." Nan Sian sangat mengenal sosok yang berjalan sendirian.


" Zi'zi." Ling Queqi menatap sosok tersebut dari kejauhan.


" Jadi ini wanita yang pernah berhubungan dengan Suami kita." Sheng Zhishu merasa hal itu adalah kesempatan untuk mengetahui batas kemampuannya.


Dengan Teknik meringankan tubuh, Huli Yue langsung menuju ke arah Ling Xianzi yang juga diikuti yang lain.


" Oh... Oh.. Oh... Tapi aku dengar, wanita ini adalah Permaisuri yang terbuang." Bing Ruyue ikut mengejek.


" Hua'hua, Qi'qi, Jun'jun, Lu'lu, An'an, Ping'ping." Ling Xianzi memandang mereka satu-persatu hingga menoleh beberapa sosok yang belum dia kenal.


" Sebelumnya aku mengucapkan terimakasih kepadamu. Karena berkat bantuanmu aku memiliki sosok Suami yang sempurna." Nan Sian sangat puas bisa mengejek Ling Xianzi.


" Tidak hanya sempurna, tapi suami kita bisa memanjakan kami sebagai seorang Istri seutuhnya." Lan Liwei juga ikut bersuara.


" Suami kami?" Ling Xianzi mengerutkan kening tenyata semua wanita yang didepannya adalah Istri Ryu.


Secara diam-diam Ling Xianzi mengukur tingkat Kultivasi mereka sontak membuatnya kaget.


' Sial... Bagaimana mungkin mereka semua sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal. Tapi hanya satu yang masih mencapai Pendekar Bumi tahap akhir.' Ling Xianzi berkeringat dingin merasakan sesuatu yang buruk jika harus berhadapan dengan 22 orang sekaligus.


" Aku rasa wanita ini memiliki Harta yang sangat bagus di Cincin miliknya." Zhang Qixuan menyipitkan mata merasa ada sesuatu yang berharga pada Cincin tersebut.


' Sial... Kenapa wanita itu bisa mengetahui hal itu.' Ling Xianzi menggerutu dalam hati.


" Sebaiknya kita beri dia pelajaran." Huli Yue langsung menyerang Ling Xianzi.


" Bagaimana jika aku bantu sedikit." Yinshi berubah wujud menjadi sosok Naga Emas menciptakan Bola cahaya ke arah Ling Xianzi.


Ling Xianzi yang melihat serangan tersebut buru-buru menghindar sambil menciptakan energi angin untuk melindungi tubuhnya.


" Bboooom." ledakan yang sangat kuat saat bola cahaya tersebut menyentuh tanah.


' Sial... Tekni apa yang mereka pakai?' Ling Xianzi menggerutu ingin lari, namun itu bukan keputusan yang tepat.


" Ggooooaaarr." Auman keras dari seekor Kirrin dari Sheng Zhishu yang menciptakan gelombang Api mengarah ke Ling Xianzi.

__ADS_1


Mendapatkan serangan dadakan, Ling Xianzi kembali menciptakan pelindung karena tidak sempat untuk menghindar.


" Bboooom." Ling Xianzi terpental ke belakang memuntahkan darah segar.


" Kwaaaaaaak." Xin Chie yang berubah wujud menjadi Phoenix Api terbang ke udara seraya menjatuhkan Hujan Api di setiap kepakan sayapnya.


Mendapatkan serangan dari udara, Ling Xianzi buru-buru menghindar dari setiap serangan bola api tersebut.


" Bboooom." Sebuah bayangan putih dari Huli Yue yang berwujud Rubah langit menerjang ke arah Ling Xianzi.


Ling Xianzi yang tidak sempat menghindar kini dia kembali terpental menabrak pepohonan hingga tumbang.


" Kwaaaaaaak." Tianhe yang sudah berubah wujud menjadi seekor Burung Merak kembali menciptakan bola cahaya ke arah Ling Xianzi.


' Sial... Ternyata mereka ingin mempermainkan ku.' Ling Xianzi berusaha menghindar dari setiap serangan tersebut.


" Kraaack." Yunjiang menciptakan hujan salju membuat pergerakan Ling Xianzi melambat secara perlahan dia merasakan seluruh tubuhnya mulai membeku.


Merasakan firasat yang buruk, Ling Xianzi melepaskan spiritualnya untuk menghangatkan tubuhnya kembali.


" Kwaaaaaaak." Yuwang yang berubah wujud menjadi Phoenix Petir langsung terbang ke udara dimana setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Hujan Petir.


Ling Xianzi yang sudah putus asa, kini hanya terus menghindar dari setiap serangan yang mereka lepaskan.


Ling Xianzi memang mengetahui tujuan dari 22 wanita tersebut hanya ingin menyiksanya saja, namun itu semua tetap saja beresiko karena teknik yang mereka gunakan sangat berbahaya.


Dugaan Ling Xianzi memang benar, dimana seluruh Istri Ryu berniat untuk bermain-main dengan Ling Xianzi, karena mereka fikir Ling Xianzi adalah orang yang cocok.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Xie Hua melepaskan Tujuh Kelopak bunga berwarna hitam mengarah ke Ling Xianzi.


Dengan kekuatan penuh, Ling Xianzi berusaha untuk menghindari dari setiap Kelopak bunga tersebut karena setiap kelopak bunga hitam menyentuh tanah, saat itu juga muncul sebagai ledakan hingga membuat tanah di sekitar menciptakan gempa kecil.


" Wuush." Ting Ye juga tidak ingin ketinggalan dengan elemen Api yang menyelimuti tubuhnya menciptakan gelombang Api membakar apapun yang dilewatinya.


" Craaash... Craaash... Craaash." Wang Mingjun menciptakan Puluhan Pisau Angin melukai beberapa bagian tubuh Ling Xianzi.


" Ggooooaaarr." Shu Meilu yang sudah berubah wujud menjadi Harimau Putih membuat Ling Xianzi terbang ke udara terkena serangan Angin puyuh.


Ling Xianzi yang berada di pusaran angin tersebut merasakan seluruh tubuhnya seperti tertusuk ribuan jarum.


" Kwwwaaakkk." Qin Shuomei juga menunjukkan kemampuannya berubah wujud menjadi Angsa berwarna putih yang terbang ke udara.


Dimana dari setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Kobaran Api menyerang Ling Xianzi yang masih melayang di udara merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar.


" Lumpur Penghisap." Li Jilan membuat Energi Air menyatu dengan tanah membuat tubuh Ling Xianzi seakan terhisap ke dalam tanah.


Sekuat apapun Ling Xianzi ingin keluar dari lumpur penghisap tersebut, namun tidak mampu untuk melawan karena energinya sudah banyak terkuras.


Tanpa perlawanan Ling Xianzi sudah tidak berdaya dimana setengah dari badannya masuk ke dalam tanah seukuran dada.


" Sepertinya sudah cukup." Huli Yue mengambil Cincin ruang surgawi milik Ling Xianzi seraya berjalan mendekati yang lain.


" Ye'ye, Jun'jun, Lu'lu, Mei'mei, sepertinya kalian terlalu bersemangat." Sheng Zhishu menatap Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei dimana semua pakaian yang mereka pakai sudah rusak.


" Ahhhh." Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei tersadar bahwa mereka sudah tanpa busana.


Dengan segera tianhe menciptakan dinding Es untuk keempat wanita tersebut agar tidak dilihat orang lain.


Begitupun dengan keempat Wanita tersebut dengan cepat mengambil pakaian mereka dari Cincin pemulihan lalu memakai pakaian yang baru.


" Untung saja tempat ini tidak ada orang lain." Ucap Xin Chie sambil memeriksa keadaan sekitar.

__ADS_1


__ADS_2