SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 97. BENUA PEMBANTAIAN


__ADS_3

Dalam beberapa hari Ryu hanya menenangkan diri dan membaca beberapa Kitab hasil jarahan dimana salah satunya adalah Teknik Seribu Wajah.


Merasa sangat tertarik dengan Teknik tersebut, Ryu langsung mempelajarinya hingga telah berhasil merubah penampilannya.


" Aku tidak boleh berdiam diri seperti ini. Aku Harus mencapai Dunia Abadi dan memikirkan cara untuk Kembali ke Dunia Fana." Ryu terus membaca kitab yang lain satu-persatu.


Selesai membaca semua Kitab, Ryu beranjak dari tempatnya kemudian keluar dari Penginapan dan membayar biaya penginapan selama ini.


Setelah keluar dari Desa, Ryu Langsung menuju Hutan tanpa Nama dan langsung mengeluarkan Semua Pasukan Semesta.


" Chaizu, Mayi, Mifeng, Bawa Pasukan Semesta menjelajahi Hutan ini. Tapi jika menemukan Hewan Roh yang sangat kuat, lebih baik menghindar sampai Kalian benar-benar sudah mampu." Perintah Ryu.


" Baik Tuan." mereka menjawab serempak.


Ryu pun langsung berjalan untuk mendahului mereka memastikan agar Pasukan Semesta tidak dalam bahaya.


Setelah berjalan sekitar Seratus Meter, Ryu dihadang Sekelompok Hewan Roh Kalajengking Tingkat Alam. Namun Ryu memilih untuk menghindar menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir, mengingat itu akan menjadi bagian dari Pasukan Semesta.


Sudah banyak Hewan Roh yang Ryu lewati, namun kali ini dia akan memilih lawan yang seimbang.


Setelah berjalan selama Dua Hari, Kini Ryu dihadapkan dengan Seekor Beruang yang sudah mencapai Tingkat Langit Tahap Menengah.


" Sepertinya ini cocok." Ryu dengan wajah jahatnya langsung menyerang beruang tersebut.


Seketika tekanan Udara menyebar ke berbagai tempat membuat Pepohonan disekitar langsung tumbang.


" Ggooooaaarr" Auman Beruang membuat Ryu terpental beberapa meter.


" Ciihhhh... Mau memancing beradu Auman." Ryu membersihkan bagian bajunya yang menempel dedaunan.


" Ggooooaaarr" Ryu langsung melepaskan Teknik Auman Bencana Harimau Petir.


Seketika Beruang tersebut terpental mengeluarkan lidahnya dengan Posisi bokongnya terangkat karena diganjal batu besar.


Mendengar Auman Yang Keras tersebut Terlihat Ratusan Macan Hitam seakan ingin memburu Ryu.


" Sepertinya aku tidak Perlu bermain lagi." Ryu menutup mata dan berkonsentrasi lalu mengambil Pedang Naga Pembelah Gunung.


'JALAN BAYANGAN '


Secepat Kilat Ryu memotong Kepala semua Macan Hitam Tingkat Langit Tahap Awal satu-persatu tanpa mereka sadari karena kecepatan tinggi yang dimiliki Ryu sampai tidak terlihat.


Hanya dalam kurang dari 1 Menit kini terlihat Lautan Mayat Macan Hitam seakan tidak tau penyebab kematian mereka.


" Sepertinya Lingkaran Qi milikku bisa menggunakan Teknik itu sekali lagi." Ryu merasakan Kehadiran Gelombang besar dari berbagai macam Hewan Roh Tingkat Langit Tahap Awal.


Saat Gelombang Besar dari Ratusan Hewan Roh sudah berada di depannya Ryu kembali menggunakan Teknik Jalan Bayangan Hingga Semua Hewan Roh tersebut juga mengalami nasib yang sama.


" Haaahh... Syukurlah... Sepertinya tidak ada lagi." Ryu langsung menelan Pil Krisan Pemulihan Tingkat Bumi lalu menyimpan Hewan Roh tersebut di Cincin Ruang Surgawi.


" Cukup Anak Muda! Kau telah menghabiskan Hewan Roh Setengah dari Benua ini." Terlihat Sosok Pria Berambut Putih dengan Pakaian serba Putih yang memiliki Aura yang sangat kuat.


" Maaf Senior, mengapa Senior melarang aku membunuh Hewan Roh ini?" Ryu merasa Heran namun tidak berani melawan karena yang ada di depannya memiliki Aura yang sangat kuat bahkan seperti Pertemuan Gajah dan Semut.


" Mereka juga Layak untuk Hidup. Karena Aku adalah Pengusaha Pelindung Benua Matahari Terbit ini." Ucap Penguasa Pelindung.


" Penguasa Pelindung?" Ryu bergumam.


" Haaahh... Aku tidak Percaya baru saja kamu masuk kedalam Hutan Tanpa Nama ini, kamu sudah menarik perhatian Hewan Roh datang kepadamu." Penguasa Pelindung menyesal tidak mengindahkan peringatan dari Roh Pelindung Dunia Setengah Abadi.


" Ini Inti Pohon Bodhi yang kamu Cari. Sekarang Pergi dari Benua ini." Penguasa Pelindung melemparkan Inti Permata Pohon Bodhi sebesar kelereng.


" Terimakasih Penguasa Pelindung." Ryu langsung menangkap benda tersebut.

__ADS_1


" Sekarang Bersiaplah untuk Pergi Ke Benua Pembantaian." Penguasa Pelindung membuat lingkaran Cahaya.


" Tunggu Sebentar! Aku masih menunggu Pasukan Semesta bawahanku. Lagi pula aku tidak akan melewatkan ini." Ryu langsung mengambil semua Mayat tersebut.


" Bagaimana Manusia Fana masih bisa setenang itu." Penguasa Pelindung menatap Ryu yang seakan mengabaikannya.


Dengan penuh kesabaran, Penguasa Pelindung menunggu Ryu dan Pasukannya menyelesaikan pekerjaan mereka.Meskipun sangat Marah, namun dia tidak bisa Menghukum Sosok Makhluk karena memang tugasnya dari Sang Pencipta hanya melindungi bukan Penghakim.


Setelah semua berkumpul, Pasukan Semesta langsung menuju Dunia Quzhu dan Ryu sendiri langsung masuk ke Lingkaran tersebut menuju Benua Pembantaian.


...****************...


Di Atas Langit terlihat Dua sosok bertubuh Manusia berkepala Kuda Laut dan berkepala Singa.


" Sepertinya Duniaku akan kedatangan Tamu." ucap salah satu yang berkepala Singa.


" Haaahh... Ini semua ulah dari Pelindung Dunia Fana. Lebih baik kita tanya langsung kepadanya." ucap sosok Berkepala Kuda Laut.


' Pemuda itu telah menentang Takdir Langit dan menerima Hukuman Langit. Tidak hanya itu saja, Pemuda itu sudah menggabungkan Darah dari semua Makhluk di Dunia Fana ini.' Suara Terdengar dari Dunia lain.


' Satu lagi, Pemuda itu telah membawa Teknik dan Harta Langit yang tidak ada ditemukan di Dunia Kalian ' Suara tersebut menggema di telinga mereka.


' Wu Kong, mengapa kamu tidak mencegahnya? ' You Kong membalas pesan jiwa.


' Bukankah tugas kita hanya Pelindung dan Bukan Hakim. Zhi Kong, Aku harap kamu bisa melindungi Ketujuh Istrinya agar Dunia Abadi yang kamu dambakan tidak mengalami Kepunahan.' Wu Kong memperingatkan.


' Baiklah, Aku akan mengutus Penguasa Benua untuk melindungi Ketujuh Istrinya sebelum dia Sampai ke Dunia Abadi.' balas Zhi Kong.


" Haaahh... Seandainya Kita bukan Pelindung, aku sendiri yang akan Membunuhnya. Aku harap Ketiga Penguasa Benua lainnya tidak ceroboh dan memberikan Inti Permata Pohon Bodhi secepatnya." ucap You Kong.


...****************...


Di Benua Pembantaian, kini Ryu telah berada di Tanah yang Semua berwarna Merah dan Pepohonan pun semua berwarna Hitam.


Tanpa berkata apapun mereka langsung menyerang Ryu dengan Ganas dengan kecepatan yang tinggi.


" Sesuai dengan Namanya, memang Benua ini tidak ada tempat untuk beristirahat " Ryu bergumam di sela Pertempuran.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Semua serangan mematikan dari Pihak Lawan yang membuat Ryu terpental.


" Jika seperti ini, aku bisa kalah." Ryu langsung memanggil Pasukan Semesta untuk mengimbangi Jumlah lawan.


Pasukan Semesta yang baru muncul, kini langsung diserang juga hingga membuat mereka tidak sempat menangkis serangan dan membuat mereka Terpental.


" Bunuh Semua." Ryu terlihat Geram langsung menggunakan Teknik Transformasi.


" Ggooooaaarr." Ryu langsung melepaskan Teknik Auman Bencana Harimau Petir.


Manusia berkepala Serigala itu pun langsung melesat secepat Bayangan menghindari Teknik Auman tersebut meski ada dari mereka yang tidak sempat menghindar yang membuat mereka langsung mati.


Melihat rekan mereka yang mati, mereka langsung mencabik-cabik Mayat teman mereka sendiri dan memakannya.


" Gluug" Ryu menelan ludah.


Dalam waktu singkat, mereka sudah menghabiskan Mayat rekannya dan kembali menyerang Ryu dan Pasukannya.


' Aku paham sekarang' Ryu merasakan kekuatan mereka bertambah saat memakan teman mereka sendiri. " Pasukan Semesta, jika ada mereka yang mati cepat tarik Mereka ke Dunia Quzhu " Ryu memberi perintah.


" Baik " Jawab mereka serempak sambil melakukan Pertarungan.


Ryu yang sudah memegang Pedang Naga Pembelah Gunung menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir menebas leher Manusia berkepala Serigala langsung menariknya ke Dunia Quzhu.


Seketika kekuatan mereka mulai melemah karena teman mereka yang mati tanpa sempat mengambil kekuatan Rekan Mereka.

__ADS_1


Pertarungan pun terus berlanjut hingga pada malam hari semua Manusia Serigala kini semakin sedikit hingga tidak ada yang tersisa.


" Haaahh... Kita kembali ke Dunia Quzhu dulu untuk menyerap Energi dari Buruan kita." Ryu langsung ke Dunia Quzhu.


Sesampai di Dunia Quzhu, Ryu dan Pasukannya langsung menyerap Energi dari Manusia Serigala dengan Spiritual mereka masing-masing.


Pasukan Semesta yang masih belum mengerti, kini mereka hanya menurut hingga Semua Tumpukan Mayat tersebut menyatu dengan tanah.


" Apa kalian Penasaran dengan hal tadi? " Ryu yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


" Tuan, Aku tidak tau." Chaizu terlihat bingung.


" Di Benua Pembantaian ini, semua mengandalkan fisik dan kecepatan. Jadi setelah kita Menyerap Energi Mereka, maka kekuatan fisik mereka akan berpindah pada kita." Ryu menyimpulkan Kejadian yang baru mereka alami.


" Dengan begitu, Semakin kita banyak membunuh maka kekuatan fisik kita juga akan meningkat. Aku harap kalian semua tidak melewatkan kesempatan ini untuk menambah kekuatan fisik." Ryu melanjutkan.


" Baik Tuan, Kami mengerti." Pasukan Semesta terlihat senang.


" Beruntung kita memiliki Dunia Quzhu, jadi kita bisa beristirahat dengan tenang untuk memulihkan tenaga." Ryu langsung menuju Istana Emas untuk istirahat.


Pada keesokan pagi, Ryu dan Pasukannya langsung keluar dari Dunia Quzhu untuk melanjutkan perjalanan.


Setelah berjalan sekitar Seratus Meter, kini mereka sudah disambut Manusia berkepala Kuda.


Namun kali ini Ryu dan Pasukannya sudah menguasai jalannya Pertarungan karena berkat bantuan Energi Manusia berkepala Serigala sebelumnya.


Hari-hari berikutnya mereka Selalu saja menemukan Pertarungan dimana Setiap Wilayah pasti akan disambut oleh Manusia berkepala Hewan dari berbagai macam jenis.


Namun berkat itu Juga Ryu dan Pasukannya semakin kuat dan lincah meski tanpa menggunakan Teknik ataupun Qi lagi.


Sudah Hampir Setahun berada di Benua Pembantaian, kini Ryu dan Pasukannya seakan menjadi Pengusaha Tunggal di Benua tersebut bahkan mereka mengejar dan membunuh Manusia berkepala Hewan yang ingin lari dari mereka.


Setelah berjalan sangat Jauh tempat awal mereka bertarung, kini terlihat sebuah kabut tebal berwarna Hitam di depan mereka.


" Tuan," Chaizu menatap ke arah Ryu.


" Sebaiknya kita jangan dulu masuk kedalam. Aku yakin disana adalah tempat Manusia yang sebenarnya." Ryu memperkirakan.


" Jadi..." Zi Mayi merasa heran.


" Lebih baik kita lanjutkan untuk mencari Manusia berkepala Hewan sampai Tubuh kita sekeras Baja." Ryu mengambil jalan lain untuk mencari keberadaan Manusia berkepala Hewan.


" Baik Tuan." Pasukan Semesta bersemangat.


Setelah berjalan sekitar Dua Ratus meter dari wilayah Kabut, mereka langsung disambut Manusia berkepala Banteng.


Pertarungan mereka tidak terhindarkan lagi, Kini Ryu dan Pasukannya semakin ganas membunuh Lawan Mereka tanpa ampun.


" Tuan, kita harus mengelilingi Benua ini." Chaizu seakan menerima serangan dari lawan yang seakan tidak berarti lagi.


" Tidak masalah... Kita harus mempersiapkan diri sebelum berada di Dunia Abadi." Ryu merasa Pukulan dari Manusia berkepala Banteng seperti pukulan manja dari Wanita kepada kekasihnya.


Di pihak Manusia berkepala Banteng yang merasa Serangan mereka tidak ada artinya, mereka pun berpikir untuk lari.


Namun saat mereka ingin mencoba untuk melarikan diri, nasib naas menimpa mereka dengan tamparan keras yang membuat tulang mereka Patah.


Ryu juga sadar, saat mereka berhasil membunuh Manusia berkepala Hewan tersebut, sekilas Mata dari Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng dan yang lainnya berubah menjadi hitam.


Oleh sebab itu Ryu meminta mereka untuk mengubah Aura tersebut menjadi Aura Dewa yang pernah dia pakai saat berada di Dunia Fana.


Berkat Energi dari Manusia berkepala Hewan itu juga Ryu telah berhasil menciptakan Teknik Naga Petir Hitam, Naga Api Hitam, Naga Kegelapan, Naga Cahaya yang berbentuk Keemasan dan Naga Es meskipun tidak sepadat bentuk Naga yang sebenarnya tanpa menggunakan Qi.


Agar membuat Bentuk Wujud Naga menjadi sempurna, Pasukan Semesta memberikan semua Energi dari Manusia berkepala Hewan kepada Ryu mengingat Fisik Mereka sudah Kuat.

__ADS_1


__ADS_2