SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 99. BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Dari semua tatapan itu hanya Xie Dong saja yang masih terlihat tenang, karena dia Fikir Ryu menyimpan Kekuatan yang besar karena tubuhnya sudah memiliki Tubuh Baja dengan sempurna.


" Lebih baik kita tanyakan langsung pada Shuxiang'Er." Xie Dong langsung meninggalkan Ruangan menuju kediamannya.


Saat berada di dalam Rumah, Xie Dong langsung disambut oleh Wanita Mudah yang terlihat Cantik dengan Pakaian serba Hitam.


" Ayah..." Xie Shuxiang menundukkan kepala memberi hormat.


" Shuxiang'Er, tumben tidak Latihan hari ini?" Xie Dong menatap anaknya.


" Ayah... Hari ini aku istirahat saja. lagi pula hari ini aku ingin mencari beberapa Pil untuk meningkatkan Kultivasi." ucap Xie Shuxiang.


" Jangan terlalu fokus berlatih, sudah saatnya kamu mencari pasangan." ucap Xie Dong.


" Ayah, Aku tidak mau menikah dengan Orang yang Lemah dariku. Lagi pula di Klan kita tidak ada yang menyamai Kekuatanku apalagi lebih tinggi." Xie Shuxiang memasang wajah masam.


" Shuxiang'Er, Kita tidak Tau dalamnya Lautan. Jangan selalu meremehkan orang lain. Bagaimana menurutmu dengan Pemuda yang bernama Ryu itu? sepertinya dia sangat tampan." Xie Dong mengalihkan pembicaraan.


" Tampan sih Ayah, Tapi Pemuda itu Hanya sampah. Apa dia belum diusir? " Xie Shuxiang merasa jijik dengan keberadaan Ryu.


" Ryu sedang kehilangan ingatan, jadi akan sangat berbahaya jika dia berada di Luar." Xie Dong menggelengkan kepala mendengar ucapan dari Anaknya.


" Biarkan saja! lagi pula dia Bukan dari Anggota Klan kita. Apa dia mau menumpang disini?" Xie Shuxiang sangat dingin.


" Tapi dia Akan Jadi Suamimu. Jaga sikapmu, dan jangan kecewakan Ayah." Xie Dong tidak tahan lagi menahan amarahnya mendengar ucapan dari Anaknya tersebut langsung meninggalkan Ruangan tersebut.


" Ayah lebih baik Aku Bunuh diri dari pada harus Menikah dengan Seorang Sampah. Aku akan berusaha untuk menjadi Menantu Klan Long. " Xie Shuxiang juga terlihat kesal bagaimana Ayahnya sendiri yang ingin menjatuhkan harga dirinya menikahkan dia kepada seorang Sampah.


Di tempat lain atas usulan dari Penatua Obat, Agar Ryu masih bisa berada di Klan Xie. Maka dia harus menikah dengan Anggota Klan.


Oleh sebab itu, Ketua Klan Xie juga mengumpulkan beberapa Gadis yang Seusia dengan Ryu atau dibawahnya meminta salah satu dari Mereka untuk menikah dengan Ryu.


Penatua Obat melakukan hal tersebut karena Ryu adalah seorang Alkemis Muda dimana keberadaan Alkemis sangat susah dicari.


Namun dari 30 Gadis yang mereka kumpulkan sama sekali tidak ada yang mau menikah dengan Ryu dengan satu alasan yaitu memiliki Kultivasi rendah dan dianggap sebagai Sampah.


Xie Tang, Xie Tong dan Para Tetua lain sedikit kecewa karena tidak bisa mempertahankan Seorang Alkemis yang mereka fikir bisa membantu mereka untuk mempercepat Kultivasi di kemudian hari.


Di dalam Kamar, Ryu merasa berhutang budi Kepada Klan Xie yang selama ini telah menampungnya terlebih untuk Xie Dong, Xie Kai dan Xie Tong yang telah menyelamatkan hidupnya.


" Aku harus membuat sesuatu untuk Klan ini. Aku tidak mau dianggap sebagai orang yang lupa diri." Ryu sedang memikirkan sesuatu.


" Wuush " sebuah cahaya masuk ke dalam Kamar Ryu hingga jatuh tepat di pangkuannya.


" Lingkaran Suci " Ryu merasa Kaget kenapa Kitab tersebut bisa muncul begitu saja.


Setelah menyimpan Kitab tersebut ke Dunia Quzhu, Ryu langsung melangkahkan kakinya menuju keluar Ruangan.


Saat sudah berada di luar, kini muncul Sosok Pemuda berambut Putih dengan Pakaian serba putih di depan Ryu.


Merasakan Aura yang sangat kuat Ketua Klan dan para Tetua Klan Xie langsung menuju ke arah sumber Aura tersebut.


" Siapa Pemuda itu? kenapa dia bisa berada disini?" Semua mengukur Tingkat Kultivasinya namun tidak ada yang bisa.


" Anak Muda... ikutlah denganku." ucap Pemuda berambut Putih kepada Ryu yang tidak lain adalah You Kong.


" Senior mengenaliku? " Ryu merasa heran juga Takut karena Auranya melebihi Penguasa Pelindung Benua Matahari Terbit.


" Jangan takut... ikuti saja! Nanti kamu tau sendiri." You Kong senyum Ramah kepada Ryu lalu menatap ke arah Ketua Klan Xie.


" Xie Tang... aku akan membawa Pemuda ini untuk beberapa saat. Jangan Khawatir, Pemuda ini akan kembali lagi ke sini." You Kong langsung memegang pundak Ryu seketika menghilang.


****************


Di sebuah Goa, terlihat Tujuh sosok Wanita Cantik yang sedang terbaring seperti sedang tidur.

__ADS_1


Tiba-tiba mereka langsung terbangun merasakan bahwa diri mereka telah berpindah tempat.


" Ada dimana ini? " Ketujuh Wanita tersebut melihat sekitar tubuh mereka tanpa memperdulikan yang lain.


" Adik Chie, Adik Yue, Adik Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Yuwang... " Sheng Zhishu terlihat senang saat melihat Sosok yang ada di depannya.


" Ka Zhishu." Mereka langsung saling berpelukan karena lama tidak bertemu.


Setelah sekian lama melepaskan kerinduan mereka, kini Ketujuh Istri Ryu saling menceritakan kejadian-kejadian yang selama ini sejak awal mereka berpisah.


Seketika suasana menjadi hening saat melihat keadaan mereka masing-masing yang semua berada di Pendekar Pemula Tahap Akhir.


" Kenapa jadi begini? padahal aku sudah berada di Pendekar Petapa Tahap Akhir." Ketujuh Istri Ryu saling berpandangan.


Saat mereka sedang kebingungan, kini muncul Sosok Pria Paruh Baya sedang berjalan mendekati mereka.


" Hahahaha... Tidak menyangka bisa bertemu dengan Tujuh Wanita Cantik disini." Pria tersebut sambil menjilati bibirnya.


" Ampun Tuan... jangan sakiti kami." Sheng Zhishu saling berpelukan dengan yang lain.


" Ohh... Sungguh keberuntungan Langit." Pria tersebut terus mendekati mereka hingga mendekatkan wajahnya kepada Tujuh Wanita tersebut bergantian.


" Jangan sentuh Kami, Kami sudah memiliki Suami." Xin Chie terlihat Ketakutan hingga berkeringat dingin.


" Suami? Apa mungkin Suami kalian Begitu tega meninggalkan kalian di Goa seperti ini." Pria tersebut kembali berdiri di dekat mereka.


Mendengar ucapan tersebut Ketujuh Wanita Istri Ryu berkeringat dingin sangat ketakutan merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka.


" Wuush" Tiba-tiba Mereka telah berpindah tempat ke Istana Emas.


Mereka langsung kaget saat melihat sekeliling mereka begitu sangat Familiar lalu memandang ke Arah Sosok Pria yang tadi terus menggoda mereka.


" Selamat datang di Duniaku. Kalian boleh pilih yang mana untuk melayaniku." Ucap Pria tersebut.


Mereka saling berpandangan lalu berjalan mendekati Pria tersebut hingga pada saat sudah dekat mereka langsung memukuli Pria tersebut.


" Salah sendiri" Mereka terlihat kesal atas perlakuan suami mereka.


Setelah Puas memukuli Ryu, mereka langsung menghentikan tindakan mereka karena hanya memukul batu besar saja. Bahkan lengan mereka sendiri yang terasa sakit.


" Sayang, Apa kita masih berada di Dunia Abadi?" Tanya Tianhe.


" Kita sekarang sudah berada di Dunia Setengah Abadi. Tepatnya di Benua Pembantaian." Ryu terlihat senang sambil merangkul Mereka.


Mendengar ucapan dari Ryu, Mereka terdiam sejenak seakan tidak percaya bisa berpindah ke tempat lain.


Setelah suasana hening, Ketujuh Istrinya menceritakan tentang Perjalanan Mereka selama berada di Dunia Abadi dimana tempat asal.


" Aku kira Kalian semua sudah Menikah." Ryu menggoda.


" Telat sedikit mungkin kami sudah menjadi milik Orang lain." ucap Yuwang.


" Bukan Aku yang membawa kalian kesini. Tapi aku hanya dikasih tau Sama Sosok Misterius dan membawaku kesini." Ryu sambil berjalan ke dalam kamar.


" Suamiku, lalu siapa yang membawa Kami? " Tanya Sheng Zhishu.


" Yang penting sekarang Kita berkumpul kembali." Ryu mengela napas sambil duduk di atas Ranjang.


Setelah itu Ryu juga menceritakan tentang Perjalanannya selama ini hingga bisa mencapai Benua Pembantaian walaupun tidak semua yang dia ceritakan.


" Suamiku, Apa kamu masih mau menjadikan kami sebagai Istrimu? Karena sekarang Kultivasi kami bahkan lebih Rendah dari Warga biasa." ucap Huli Yue.


" Istriku... Biar bagaimanapun kalian tetap menjadi Istriku, dan selamanya akan menjadi Istriku." ucap Ryu.


" Sayang, jika seperti ini kami tidak mungkin bisa keluar bebas." Ucap Yunjiang.

__ADS_1


" Kalian bisa tinggal disini sampai kalian menjadi Kuat. Masalah Sumberdaya biarkan aku yang mencarinya." Ryu meyakinkan Istrinya.


" Tapi Suamiku..." Sheng Zhishu memperlihatkan Api merah miliknya sangat lemah hanya seukuran jari kelingking.


Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang juga memperlihatkan Elemen masing-masing yang juga lemah.


" Kalian tidak Perlu Khawatir. Harta Langit kita disini sangat berlimpah, yang kalian butuhkan adalah berlatih. Lagi pula sekarang aku sudah memiliki Teknik Kultivasi Ganda. Jadi apa salahnya jika aku akan mengajarkan kalian." Ryu mengeluarkan Energi Spiritualnya hingga terbentuk Tujuh Cahaya langsung masuk ke dalam Dantian Istrinya masing-masing.


" Seraplah Teknik itu hingga menyatu dengan tubuh kalian." Ryu merasa itu Keputusan yang tepat.


" Mmmmm " Mereka langsung menyerap Teknik tersebut walaupun sedikit curiga dengan Suami mereka bagaimana bisa menemukan Teknik tersebut jika bukan dari Lawan jenis terlebih dulu.


Namun mereka membuang jauh fikiran mereka karena memang begitulah kenyataan yang harus dijalani oleh seorang Kultivator agar bisa lebih Kuat.


Saat mereka sedang menyerap Teknik tersebut, Ryu keluar dari kamar menuju kediaman Pasukan Semesta untuk memberitahukan tentang kepulangan Istrinya.


Hal itu tentu saja membuat Pasukan Semesta terlihat senang, meski Istri Tuan mereka sangat lemah.


Pasukan Semesta sangat yakin, bahwa Ketujuh Istri Ryu pasti bisa lebih Kuat dengan adanya Sumberdaya yang sudah ada di Dunia Quzhu.


Setelah mengabarkan hal tersebut, Ryu langsung membuat Empat Pedang Roh Tingkat Bumi berniat untuk memberikan kepada Ketua Klan Xie, Xie Tong, Xie Dong dan Xie Kai meskipun sebenarnya dia sudah mampu membuat Pedang Roh Tingkat Langit.


Namun itu tidak Ryu lakukan mengingat hal itu terlalu mencolok dan tentu saja akan menjadi incaran Orang lain.


Selesai Menciptakan Pedang, Ryu kembali membuat beberapa Pil Krisan Tingkat Suci hingga Tingkat Bumi.


" Sepertinya ini Sudah cukup." Ryu menyimpan kembali ke Ruang Penyimpanan lalu kembali ke Kamar Istana Emas.


" Sayang... Suamiku.." Sambut mereka serempak telah berhasil menyerap Teknik Kultivasi Ganda.


" Kalian Panggil aku dengan satu sebutan saja. Ryu berjalan mendekati mereka.


" Suami saja. " ucap Huli Yue.


" Tidak mau... Sayang saja biar lebih Romantis." Ucap Tianhe.


" Suara terbanyak saja." Yuwang ikut bersuara.


" Ya terserah... " Sheng Zhishu merasa suara mereka kalah.


" Dengan Kekuatanku sekarang Aku hanya mampu mempercepat Waktu Selama Tiga Hari." Ryu mempercepat Waktu.


" Tidak masalah, itu berarti kita bisa berkumpul di sini selama Sepuluh Bulan." ucap Yuwang.


" Sayang, Bagaimana cara untuk Berkultivasi Ganda.? " Tanya Xin Chie.


" Nanti kalian akan tau. Tapi sepertinya Aku hanya bisa melakukan dengan Satu Pasangan saja, Karena bisa membutuhkan waktu paling cepat Empat Hari. Jadi aku harap yang lain bisa menunggu." Ryu sambil memperhatikan tubuh Istrinya.


" Yang Tua lebih dulu." Sheng Zhishu senyum kemenangan.


" Haaahh... mau bagaimana lagi." Yuwang mengela napas.


" Sepertinya kalian mendapatkan Tubuh Baru dengan Energi Yin Murni." Ryu terlihat senang.


" Tubuh Baru ini Sudah Berusia 115 Tahun. Sakit dan Hanya bisa berbaring sejak Usia 15 Tahun." Sheng Zhishu memasang wajah memerah membayangkan akan terjadi seperti saat mereka berdua Ryu melakukan pertama kali.


" Tubuh Baru ini sudah berusia 120 Tahun, mati terkurung di dalam Es Sejak Usia 20 tahun." Ucap Xin Chie.


" Haaahh... aku menemukan Tubuh Baru ini sudah berusia 200 Tahun Mati saat sebagai Perawan Tua karena ingin mempelajari Teknik Tubuh Abadi saat itu Jiwaku langsung masuk." Xin Chie dengan bangga.


" Aku dan Yuwang mendapat Tubuh Baru Mati di Usia 112 Tahun dari sebuah Kerajaan Wilayah Es. Tidak ada yang menikah dengan mereka karena memiliki Yin Beracun. Sayang, Kamu pasti bisa karena memiliki Elemen Racun juga." ucap Yunjiang.


" Aku harap bisa. Bahkan Yin Beracun bisa dibilang sebagai Harta Langit jika ada yang mampu menyerapnya." ucap Ryu.


" Sepertinya aku saja yang mendapatkan Tubuh Baru yang masih berusia 16 Tahun." ucap Yinshi.

__ADS_1


" Sepertinya kita sama." ucap Tianhe.


" Yang penting Jiwa dalam tubuh kalian masih seperti dulu. Lagi Pula di Dunia Baru ini yang sudah berusia Ribuan Tahun saja seperti anak muda, Tergantung Sumberdaya dan Teknik yang dia pakai." ucap Ryu.


__ADS_2