SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SAHAM 2


__ADS_3

Jiang Caiping sendiri juga kaget dengan apa yang dikatakan oleh Ryu, meskipun dia sendiri tidak memikirkan lagi masalah keuntungan karena di Dunia Quzhu sendiri memiliki Batu Roh yang tidak pernah habis.


Meskipun Jiang Caiping yang bekerja di Penginapan Giok Bulan hanya untuk menyalurkan hobi dalam kesehariannya untuk mengisi waktu senggang.


" Gege... Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Jadi tidak masalah jika saham kita dibagikan." Jiang Caiping menyetujui hal tersebut karena harta yang mereka miliki sudah banyak.


Jika difikir kelima Pengawal tersebut adalah orang cocok untuk diberikan harta sebanyak itu, karena Jiang Caiping melihat kelima Pengawal itu adalah orang yang baik.


" Tapi Yang Mulia Kaisar... Itu terlalu banyak. Lagi pula dengan upah kami sekarang, kami masih mampu memenuhi kebutuhan hidup kami." Kelima Pengawal menggelengkan kepala seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


" Itu tidak masalah... Lagi pula kami masih memiliki pendapatan di Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin. Jadi aku harap kalian jangan menolak." Ucap Ryu.


" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." Kelima Pengawal tidak berani untuk menolak.


" Satu lagi... Berikan kepada Anak kalian pendidikan yang layak seperti anak Bangsawan lain agar masa depan mereka lebih baik. Aku juga memberikan hadiah untuk Anak kalian agar mereka bisa menjadi Kultvator yang hebat di masa depan." Ryu memberikan 10 Cincin pemulihan dan 10 Armor Pelangi.


" Te... Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Kelima Pengawal tersebut berlutut di hadapan Ryu.


" Mmm." Ryu mengangguk sambil menoleh ke arah Jiang Caiping.


Tanpa menunggu lama Jiang Caiping mengambil sebuah gulungan kertas lalu menulis sebuah perjanjian pembagian saham seperti yang Ryu katakan.


Setelah semua sudah selesai, Ryu dan Jiang Caiping meninggalkan tempat itu menuju ke Istana Kekaisaran Awan.


" Saudari... Sungguh beruntung sekali Manager Caiping bisa memiliki Suami seperti Yang Mulia Kaisar." Salah satu dari Pengawal menatap kepergian Ryu dan Jiang Caiping.


" Saudari benar... Yang Mulia Kaisar tidak hanya tampan, tetapi juga sangat Dermawan." Yang lain menimpal.


" Seandainya aku memiliki Suami seperti itu, sudah pasti aku akan menjadi orang yang paling berbahagia di Dunia ini." ucap yang lain.


" Huusss... Jangan mimpi kamu! Dia itu seorang Kaisar. Yang penting sekarang bagaimana cara kita merawat anak kita. Dengan begitu, aku harap mereka bisa menemukan Ayah kandung mereka."


" Aku sependapat... Lebih baik kita fokus mendidik anak kita, jika ada waktu kita juga harus berlatih agar lebih kuat lagi."


" Mmm." Semua mengangguk setuju lalu berjalan mendekati dimana anak mereka sedang berlatih.

__ADS_1


...----------------...


Di kejauhan terlihat Ryu dan Jiang Caiping bersama anggota keluarga Klan Liu telah berdiri di tanah lapang yang berjarak sekitar seratus meter dari Pintu Gerbang Istana Kekaisaran Awan.


Mereka pun berjalan mendekati Pintu Gerbang tersebut dimana terlihat beberapa sosok yang sudah menunggu kedatangan mereka.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Yang Mulia Ratu, Salam semuanya." Semua Jenderal, Prajurit dan Menteri yang sedang menantikan kedatangan mereka.


" Mmm... Sepertinya kalian sudah tau kedatangan kami." Ryu mengangguk sambil berjalan masuk ke dalam.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Kami sudah mendapat kabar dari Yang Mulia Permaisuri dan Yang Mulia Ratu itu sendiri." Menteri Shang memberi isyarat kepada prajurit untuk membentuk barisan memberi ruang agar Ryu bersama anggota keluarga Klan Liu bisa masuk.


Karena semua sudah diatur, Para Prajurit langsung membentuk barisan seraya menundukkan kepala saat Ryu bersama rombongan berjalan menuju Istana.


Saat berada di dalam Istana Kekaisaran Awan, Ryu tidak lupa memperkenalkan Orang Tuanya beserta beberapa anggota keluarga Klan Liu.


Setelah melakukan percakapan, Jenderal Li Chun membawa anggota Klan Liu menuju ke sebuah tempat dimana sebagai tempat kediaman mereka yang baru.


" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Kami hanya bisa memberikan tempat bagi anggota keluarga Klan Liu di samping kediaman Prajurit karena kabar ini terlalu mendadak." Menteri Shang merasa tidak enak.


" Tidak masalah Menteri Shang. Yang penting mereka sudah bisa tinggal dimana tempat mereka selayaknya." Ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung menoleh ke arah Sheng Zhishu seakan meminta penjelasan.


' Gege... Setelah difikir-fikir, tidak semuanya kita harus memperlihatkan kelebihan kita. Biarkan mereka melakukan pekerjaan yang harus mereka lakukan layaknya orang normal.' Sheng Zhishu memberi pesan jiwa kepada Ryu.


' Baiklah... Aku mengerti.' Ryu memahami situasi tersebut.


Jika Sheng Zhishu menciptakan banyak bangunan di sekitar Istana, maka akan menimbulkan banyak pertanyaan.


" Baiklah Menteri Shang... Aku percayakan semua pada kalian." Ryu mengangguk setuju.


Setelah itu Ryu mengutarakan tujuannya untuk meninggalkan Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin kepada mereka.


Untuk mengisi kekosongan Kekaisaran Awan, Ryu meminta kepada Jianheng dan untuk Kekaisaran Shin, Ryu mengangkat Jianying.

__ADS_1


Agar semua terlihat normal, Ryu memberikan sebuah gulungan kertas kepada Jenderal Heilong.


" Jenderal Heilong... Besok pagi aku perintahkan kepadamu agar membawa Jianying ke Kekaisaran Shin." Ryu memberikan gulungan tersebut kepada Heilong.


" Baik Yang Mulia Kaisar. Aku akan membawa beberapa Prajurit untuk mengawal." Heilong mengambil gulungan tersebut lalu meninggalkan ruangan.


" Mayi, Mifeng... Bagaimana dengan kalian?" Tanya Ryu.


" Yang Mulia Kaisar... Sepertinya Putra Mahkota dan yang lain tinggal disini. Kami ingin menjadi Pengawal pribadi mereka untuk memastikan keselamatan Para Pangeran dan Tuan Putri." Zi Mayi menganggap bahwa keselamatan semua keturunan Ryu adalah tanggung jawab mereka.


" Baiklah... Sekarang kamu bisa menemui Guangxi dan saudaranya." Ryu memberi perintah kepada Zi Mayi dan Zi Mifeng.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Zi Mayi dan Zi Mifeng langsung masuk ke ruang keluarga Istana.


Ryu berfikir dengan adanya Zi Mayi Zi Mifeng dan Pasukan Semesta di Kekaisaran Awan, maka akan lebih mudah untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Setelah semua sudah pergi, Ryu mengirim pesan jiwa kepada Zi Mayi dan Zi Mifeng lalu menuju ke tempat kediaman Pasukan Semesta dimana Dia meletakkan Pintu Dimensi untuk menuju Bukit Yexuan.


Dengan demikian Pasukan Semesta akan lebih mudah untuk melatih diri jika mereka ingin berburu Inti Roh.


Tidak lupa Ryu memberikan sebuah Lencana kepada Zi Mayi, Zi Mifeng dan Pasukan Semesta agar bisa melewati Pelindung yang mengelilingi Bukit Yexuan.


Tentu saja hal itu membuat mereka sangat senang, karena sudah lama mereka tidak melatih diri dan berburu Inti Roh.


Saat semua sudah selesai, Ryu meninggalkan tempat tersebut menuju Kamar Utama Istana lalu masuk ke Dunia Quzhu.


Dengan gabungan dari Dunia kecil yang dia dapatkan, kini Dunia Quzhu semakin luas meskipun energi alam menipis karena energi Alam yang ada di Dunia Quzhu telah terbagi ke Dunia kecil.


" Gege." Sambut semua Istri Ryu.


" Sian'er... Bagaimana dengan Kekaisaran Shin? " Ryu bertanya kepada Nan Sian.


" Perdana Menteri hanya menunggu kedatangan Penasehat Agung dari Kekaisaran Awan saja. Mereka juga sudah menyiapkan segalanya." Jawab Nan Sian.


" Qi'er, Yue'er... Bagaimana dengan anak-anak?" Ryu kembali bertanya.

__ADS_1


" Sepertinya mereka ingin tinggal bersama Kakek mereka. Mereka ingin berlatih bersama Fang'er." Jawab Ling Queqi.


" Baiklah... Besok Pagi kita akan berangkat. Aku sudah mendapatkan beberapa petunjuk tentang keberadaan Penguasa Elemen. Jadi perjalanan kita kali ini menuju ke Benua Tengah untuk mencari Penguasa Elemen yang lain." Ryu yang baru menemukan petunjuk dari Kitab yang dia dapatkan dari Hantu Malam, meskipun tidak terlalu jelas tapi paling tidak Ryu harus mengunjungi Wilayah yang menurutnya tertuju pada beberapa tempat.


__ADS_2