SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perompak Kura-kura Hitam 2


__ADS_3

Tiga ratus anggota Perompak dari masing-masing kapal dengan segera melompat ke arah kapal target seperti ribuan para semut sedang mengantri.


" Apa? mereka sebanyak Ini. " Guang Cheng menelan ludahnya.


" Pemimpin Pertama. Bulatkan tekadmu! mereka tidak ada apa-apanya dengan kekuatan kalian. " Ryu memberi semangat kepada bawahannya.


" Baik Dewa Agung" Sahut Guang Chen membulatkan tekadnya.


" Kobarkan Semangat Kalian! kita Pasukan Penjelajah tak terkalahkan. " Guang Cheng Berteriak menyemangati pasukannya.


" Tak terkalahkan" Sambut teriakan Para Pasukan Semesta


" Bunuh yang layak dibunuh! " Teriakan semua Pasukan Semesta Sambil menyambut Lautan Pasukan Perompak.


Pasukan Semesta dengan beringas dan gagah berani menghadang Para Perompak Kura-kura Hitam.


" Slaaash... Slaaash... Slaaash." Setiap tebasan Pasukan Semesta berhasil memotong tangan Anggota Perompak Kura-kura Hitam.


Melihat begitu banyaknya musuh,Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain juga ikut membantu.


Wang Mingjun, Shu Meilu dan Nan Sian yang menggunakan elemen Angin deng sebuah kibasan mementalkan para Perompak Kura-kura Hitam sehingga jatuh ke laut


Begitu pun dengan Huli Yue dan Lan Liwei membentuk kepulan Asap putih musuh yang terkena asap berubah seluruh tubuhnya mengering.


Sedangkan Sheng Zhishu, Xin Chie, Tianhe, Yuwang, Ting Ye, Qin Shuomei dan Jiang Caiping juga menciptakan elemen Api milik mereka. membuat para perompak hangus terbakar sebagian jatuh ke laut.


" Apa-apaan ini?." Ucap salah satu Kapten sesaat memandang ke samping kanannya. " Pemimpin. " Kapten merasa ngeri melihat serangan Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain yang sangat mengerikan.


" Kapten Sun. Perintahkan mereka untuk mundur! " Pemimpin Perompak Kura-kura Hitam sangat panik karena telah salah memilih target, meminta kepada bawahannya untuk meninggalkan tempat tersebut.


" Mundur!!!" Teriak Kapten Sun yang juga berkeringat dingin meminta kepada seluruh anggota Perompak Kura-kura Hitam menjauhi kapal udara.


" Wuush... Wuush." Sosok bayangan hitam menuju ke Kapal Pemimpin.


" Mau Kemana? apakah begitu cara kalian bertamu?" Ryu yang sudah berdiri di atas kapal Induk Perompak Kura-kura Hitam.


Pemimpin pemberontak merasakan tubuhnya gemetaran saat melihat sosok Pemuda di depannya.


" Si.. Siapa Pemuda ini.. " Gumam Pemimpin memberanikan diri menatap ke arah Ryu.


" Serang dia!" Ucap pemimpin menunjuk ke arah Ryu.


Dibalik rasa takut, anak buah perompak Kura-kura Hitam memberanikan menyerang Ryu


" Kraaack... Kraaack... Kraaack."


Dengan sekali pukulan Ryu meremukkan kepala dan bagian dada anak buah Perompak Kura-kura Hitam membuat mereka semakin ketakutan.

__ADS_1


" A_Ampun Tuan" Ucap beberapa anak buah Perompak Kura-kura Hitam dimana kedua kaki mereka langsung berlutut.


" Aku akan mengampuni kalian jika kalian berhasil membunuh Pemimpin kalian sendiri. " Ryu menatap ke arah Pemimpin Perompak Kura-kura Hitam.


Mendengar ucapan dari Ryu, para anak buah Perompak saling berpandangan dan memberi isyarat.


Anak Buah perompak menoleh ke belakang menatap Pemimpin mereka kemudian menyerang dengan beringas.


" Bajingan " Pemimpin Perompak sangat geram melihat anak buahnya menyerang balik dirinya sendiri.


Dengan beringas Pemimpin Perompak Kura-kura Hitam juga menyerang anak buahnya sendiri.


Tidak ada pilihan lain baginya, jika dia tidak melawan maka dia sendiri yang akan mati.


Kerena kalah dalam tingkat Kultivasi, Pemimpin Perompak yang kini memakai pedangnya menebas siapa saja yang melawan.


Tidak berselang lama para anak buah Perompak Kura-kura Hitam mati di tangan Pemimpin mereka sendiri bersama Wakil Pemimpin.


Di sisi lain, semua anggota Pasukan Semesta yang banyak mendapatkan luka, seketika sembuh kembali saat mengkonsumsi Pil yang diberikan oleh Ryu sebelumnya kemudian masuk kembali ke areal pertempuran.


Mereka yang terlihat mulai berkurang, Pasukan Semesta juga melompat menuju Kapal dan menyerang siapa saja yang berhadapan mereka.


Melihat bawahannya sudah berada di kapal musuh, Ryu dengan Sigap menyerang Pemimpin dan Wakil Pemimpin Perompak Paus Biru.


" Kraaack... Kraaack... Kraaack."


Sebuah Pukulan keras tepat di dada Pemimpin dan Wakil Perompak membuat mereka batuk darah.


Kedua Sosok tersebut mati dengan tanpa kepala, Ryu pun mengambil Kepala pemimpin Perompak Kura-kura Hitam tersebut lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.


" Pemimpin kalian telah kati" Ucap Ryu sambil mengangkat kepala Pemimpin Perompak Kura-kura Hitam.


Mendengar ucapan dari Ryu yang bersuara dengan lantang, seketika membuat pertarungan mereka terhenti sejenak.


Para Kapten Perompak pun terlihat ketakutan saat pemimpin mereka telah dikalahkan dengan mudah.


" Aku ingin sedikit Penawaran kepada seluruh Kapten yang ada disini. " Ryu menatap mereka secara bergantian.


" Aku akan mengampuni Para Kapten saja, tapi tidak untuk bawahan." ucap Ryu karena dia ingin mencari bawahan yang mahir dalam bertarung.


" Gluug." Anak buah Perompak Kura-kura Hitam menelan ludah.


" Jika kalian ingin mendapatkan pengampunan maka bunuh Anggota Kalian Sendiri.!" Ryu menatap mereka dengan tajam.


Para Kapten tersebut diam sejenak kemudian menatap satu sama lain sedang memikirkan sesuatu.


" Slash"

__ADS_1


" Slash "


" Slash. "


Ada berapa sosok kini menyerang anggota mereka sendiri, sedangkan yang lain masih membeku.


" Lebih baik aku mati.!" Ucap beberapa Kapten yang lain menyerang bawahan Ryu yang ada di kapal itu.


Melihat aksi dari temannya, yang lain juga memilih untuk melawan bawahan Ryu maupun Kapten Perompak Kura-kura Hitam yang berpihak kepada Ryu.


Pertempuran yang awalnya sempat terhenti, kini menderu kembali.


Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain yang sedari tadi masih berdiri di Kapal mereka, kini dengan sigap melompat ke arah kapal musuh dan menyerang Para anggota Perompak beserta Kapten yang Melawan walaupun tidak menggunakan kekuatan penuh.


Pertarungan yang berat sebelah itupun tidak berlangsung lama dan membuahkan kemenangan pada pihak Ryu, meskipun kalah dalam jumlah.


Anggota Pasukan Semesta yang terluka kini juga berusaha memulihkan diri mereka.


" Tuan. " Ucap kelima Kapten Perompak Kura-kura Hitam yang masih hidup


" Sesuai janjiku... Aku akan memberikan pengampunan pada kalian. " Ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan." Ucap kelima Kapten bersamaan.


" Dao Luo... Bawa mereka dan perlakukan mereka dengan Baik. " Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Dao Luo.


" Baik Dewa Agung." Sahut Dao lalu membawa mereka ke dalam Kapal.


" Guang Cheng. Bawa kelompokmu, ambil semua harta mereka dan berikan pada Luan Hua" Ucap Ryu.


" Baik Dewa Agung." Guang Cheng membawa kelompoknya memeriksa semua kapal tersebut.


Setelah semua selesai, dengan satu kibasan Ryu menghancurkan semua kapal tersebut hingga langsung tenggelam.


Semua harta dan Sumberdaya yang terkumpul langsung mereka serahkan kepada Luan Hua yang sebagai ketua Sumberdaya.


Setelah merasa semuanya telah selesai, mereka kembali melanjutkan Perjalanan menuju ke arah Benua utara.


Namun kali ini, terlihat dari kejauhan terdapat puluhan Kapal perompak sebelumnya yaitu Perompak Serigala Hitam.


Ryu yang sudah merasa kesal karena perjalanan sebelumnya terhambat, dia memerintahkan semua pasukan untuk bersiap.


" Pasukan Semesta... Siapkan Panah untuk menyerang. " Ryu terlihat Geram.


" Baik Dewa Agung." Jawab Pasukan Semesta.


" Dewa Agung... Biarkan kami membantu! " ucap salah satu Kapten yang baru bergabung dengan mereka.

__ADS_1


" Baiklah. Sekarang kalian menjadi bagian dari kami. Kalian bisa bergabung dengan Ketua Pertama. " Ucap Ryu.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka bersamaan kemudian mengikuti Pasukan Semesta yang lain.


__ADS_2