
" Ini terlalu berbahaya. Sebaiknya kita cepat pergi dari sini. " Tetua Jila terlihat ketakutan.
" Tetua Jila... Bukankah Kau ingin memiliki Hewan Kontrak? Sepertinya Kera Gunung itu sangat cocok untukmu. Jadi jangan sia-siakan kesempatanmu." Ryu tersenyum menatap Tetua Jila yang terlihat ketakutan.
" Tapi Tuan Muda... Jika aku kesana sama saja bunuh diri." Tetua Jila menggelengkan kepala berkeringat dingin.
" Tetua tenang saja. Aku akan membereskan semua Ular Sisik Merah itu. Tugasmu hanya membuat Kontrak Jiwa dengan Kera Gunung Itu. Sepertinya dia sedang terluka parah. Setelah selesai membuat Kontrak Jiwa dengannya, kamu harus memberikan Pil Ini padanya agar tidak Mati." Ryu memberikan 2 Jenis Pil kepada Tetua Jila.
" Wuush." Ryu melesat ke arah puluhan Ular Sisik Merah tersebut.
" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Pukulan dari Ryu membuat Ular Sisik Merah terpental puluhan Meter.
" Sepertinya mereka sangat banyak" Ryu bergumam lalu mengambil Pedang Naga Petir.
" Slaaash... Slaaash... Slaaash." Sekali tebasan Ryu berhasil memotong leher satu kepala Ular Sisik Merah.
" Pemuda ini memang Kekuatan Monster." Gumam Tetua Jila, lalu berlari menghampiri Kera Gunung saat merasa situasi sudah aman.
Tidak ingin mengambil resiko, Tetua Jila langsung membuat Kontrak Jiwa kepada Kera Gunung tersebut lalu memasukkan Pil pada mulutnya.
Di sisi lain Ryu terus memotong puluhan Ular Sisik Merah, dimana Ular Sisik Merah yang lain mulai berdatangan.
Melihat Ular Sisik Merah mulai berdatangan, semua Istri Ryu kini juga membantu Suami mereka.
" Tuan Muda... Para Ular Sisik Merah Ini bukan tandingan kita." Ucap salah satu Murid.
" Sebaiknya kita gunakan Hewan Kontrak kita untuk membantu. Tapi usahakan harus menjaga jarak aman. " Shui Jian yang kini mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya.
Mereka pun turut membantu Ryu dan 23 Istrinya namun mengambil jarak yang Aman.
Kombinasi dari Hewan Kontrak membuat mereka berhasil melukai beberapa Ular Sisik Merah
" Dengarkan Aku... Anggap saja ini adalah latihan kalian. Lihat dan pelajari gerakan musuh kalian agar bisa menjadi pengalaman baru kalian dalam bertarung. " Ucap Ryu dengan lantang di sela pertempuran.
Setelah memberikan Pil kepada Hewan Kontrak miliknya, Tetua Jila juga ikut membantu setelah Kera Gunung sudah pulih kembali.
Dengan adanya bantuan dari Kera Gunung, kini pertempuran tersebut membuat kelompok Ryu berhasil menguasai jalannya pertarungan.
Kera Gunung yang awalnya sangat geram kepada seluruh Ular Sisik Merah, kini dengan ganas menangkap dan merobek mulut para Ular Sisik Merah.
Bahkan Kera Gunung Juga menangkap memutar ekor dan melempar tubuh Ular Sisik Merah ke arah temannya.
Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini ratusan Ular Sisik Merah telah menjadi mayat.
__ADS_1
Di sisi lain Tetua Jila, Shui Jian, para Murid dan Hewan Kontrak juga mengalami luka di sekujur tubuh mereka.
" Shu'er... Bawa mereka pergi dari sini! Sepertinya pemimpin mereka sedang menuju ke arah sini." Ucap Ryu karena dia sudah merasakan ada Aura lain yang sangat kuat sedang mendekati mereka.
" Mmmm" Sheng Zhishu dan yang lain langsung membawa rombongan menjauh dari tempat pertempuran.
" Kraaack... Bboooom... Bboooom." Tubuh Ryu terlempar akibat serangan dadakan dari sosok Ular Merah bertanduk emas dengan Mahkota di kepalanya.
" Manusia rendahan... Beraninya kamu membunuh bawahanku." Ratu dari Ular Sisik Merah sangat marah karena semua bawahannya sudah terbunuh.
" Wuush."
" Bboooom."
Ratu Ular Sisik Merah mengibaskan ekornya membuat pepohonan di sekitar langsung tumbang.
" Waaahhh.... Sepertinya aku akan memiliki tunggangan yang baru." Ucap Ryu dengan senyuman jahatnya.
" Bajingan kamu Manusia." Ratu Ular Sisik Merah sangat marah langsung melakukan serangan kepada Ryu.
" Wuush." Semburan racun berwarna ungu melesat ke arah Ryu.
Dengan sigap Ryu menghindar kemudian karena racun tersebut sangat kuat, sesaat Ryu memasukan Pedang Naga Petir.
" Aku tidak Ingin membunuhmu, karena aku akan menjadikanmu tunggangan baruku." Ucap Ryu sedikit bermain peran karena dia mengetahui bahwa Ratu Ular Sisik Merah juga memiliki Tubuh Abadi.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung bergerak dan menyerang Ratu Ular Sisik Merah.
" Kraaack... Kraaack... Kraaack. " Pukulan demi pukulan melesat dari berbagai arah mengenai kepala Ratu Ular Sisik Merah.
" Aaarrrggghhhh" Sangat marah Ratu Ular Sisik Merah mengibas ekornya dengan ganas.
"Kraaack... Bboooom." Tubuh Ryu terpental puluhan meter hingga mengenai pepohonan.
Ryu pun langsung bangkit terlihat darah segar keluar dari mulutnya.
' Jalan Bayangan'
" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Pukulan berkal-kali mengenai tubuh Ratu Ular Sisik Merah.
" Bboooom." Tubuh Ratu Ular Sisik Merah terpental ke belakang hingga jatuh terkapar.
" Wuush." Ryu melompat ke arah bagian ekor Ratu Ular Sisik Merah lalu menangkapnya.
__ADS_1
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ryu memutar dan menghempas tubuh Ratu Ular Sisik Merah ke tanah hingga berkali-kali membuat tanah bergetar hebat.
" Hhmmm... Ternyata kamu sangat kuat." Ryu senyum masam tidak menyangka bahwa fisik Ratu Ular Sisik Merah sangat kuat.
" Wuush." Ryu melompat ke arah kepala Ratu Ular Sisik Merah kemudian memegang tanduk emas Ratu Ular Sisik Merah tersebut.
" Hahahaha... Sekarang kamu menjadi tungganganku." Ucap Ryu tertawa lepas.
" Manusia rendahan... Kamu Harus bertanggung jawab atas perbuatanmu." Ratu Ular Sisik Merah sangat geram bergerak liar kesana kemari seakan tidak rela jika Ryu memegang tanduknya.
" Aaarrrggghhhh." Ratu Ular Sisik Merah berteriak keras menggema ke seluruh bagian Hutan.
Di sisi lain Ryu yang seakan tidak ingin melepaskan buruannya kini semakin kuat mencengkram tanduk Emas Ratu Ular Sisik Merah tersebut.
Ratu Ular Sisik Merah itu pun terus meronta-ronta bergerak liar menjauhi area pertempuran sebelumnya hingga secara perlahan mulai melemah.
" Kau Harus bertanggung jawab Ma......" Suara Ratu Ular Sisik Merah terputus.
Sesaat kemudian tubuh Ratu Ular Sisik Merah mengecil dan berubah wujud menjadi sosok wanita cantik bergaun merah.
Ryu yang telah berada di atas sosok wanita tersebut, kini tangannya sedang memegang sesuatu yang kenyal pada tubuh dada sosok wanita tersebut.
Dengan cepat Ryu melepaskan kedua tangannya lalu melompat ke samping sosok wanita tersebut.
" Haaahh... Ternyata begitu." Ryu senyum masam karena sesuatu yang dia pegang sebelumnya adalah Gunung kembar milik Ratu Ular Sisik Merah.
Tanpa banyak berpikir Ryu langsung memasukkan mayat Ratu Ular Sisik Merah lalu melangkahkan kakinya menuju area pertempuran sebelumnya.
Dengan sigap Ryu mengambil semua Inti Roh Ular Sisik Merah yang telah mati lalu menyimpannya di Cincin pemulihan miliknya.
" Hmmm... Syukurlah mereka belum sampai disini." Ryu bergumam.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengarah tangannya kepada tumpukan mayat Ular Sisik Merah menariknya ke Dunia Quzhu.
Tidak lama Kemudian Tetua Jila dan yang lain kini telah muncul di hadapan Ryu.
" Gege... Kamu sepertinya terluka." Ting Ye terlihat khawatir.
" Ye'er... Aku tidak apa-apa." Ucap Ryu seraya membuka kedua tangannya yang menandakan bahwa tidak mengalami luka yang berarti.
" Tuan Muda... Dimana semua mayat Ular Sisik Merah itu?" Tetua Jila merasa heran karena semua tumpukan mayat sebelumnya sudah menghilang.
" Aku sudah membakarnya.. Tapi tenang saja, aku sudah mengumpulkan Inti Roh mereka." Ryu memberikan ratusan Inti Roh Ular Sisik Merah kepada Tetua Jila.
__ADS_1
Meskipun apa yang dikatakan oleh Ryu tidak masuk akal karena tidak menemukan bekas Api, namun dengan adanya Inti Roh Ular Sisik Merah semua yang ada di tempat itu tidak terlalu peduli.