
Setelah semua bicara cukup lama, mereka pun kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Ryu dan 23 Istrinya juga tengah berada di kediaman mereka, kini langsung menuju Dunia Quzhu.
" Gege... Sepertinya kami tidak dapat menemanimu lagi. Sepertinya anak kita mulai menguras tenagaku. " Ucap Sheng Zhishu sambil memegang perutnya yang mulai membesar.
" Shu'shu... Bukan hanya kamu saja, tapi Kami semua juga mengalami nasib yang sama. Aku rasa kita akan menjaga anak kita agar nanti bisa tumbuh sehat dan sempurna. " Ucap Wang Mingjun.
" Ying'ying... Aku rasa satu atau dua Bulan lagi kami akan cuti. Jadi aku harap kamulah yang akan menemani Suami kita." Ucap Xie Hua sambil menatap ke arah Jinying.
" Kalian tenang saja! Aku akan menemani dan melayani Suami kita. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Dengan begitu aku memiliki waktu yang banyak." Balas Jinying seraya menggoda mereka.
" Ying'er... Sepertinya kamu sedikit ketularan dari Yue'er." Ryu tersenyum seraya menatap Huli Yue.
" Itu tidak masalah... Asal jangan bersuara nyaring saja." Bisik Xie Hua
" Haaahh... Chie'chie... Kamu kan seorang Alkemis. Aku harap kamu menemukan solusi untuk kita agar Ying'ying tidak memonopoli Suami kita." Yuwang berbisik di telinga Xin Chie.
" Kalau masalah itu kalian tenang saja. Setelah anak kita lahir, Ying'ying tidak bisa lagi memonopoli Suami kita." Ucap Xin Chie.
" Meskipun Liu Bai Jun masih kecil, tapi benih yang ditanam di tanah subur akan lebih mudah dan cepat tumbuh. Itu artinya aku akan menyusul kalian." Jinying menatap ke arah mereka sambil menggoda Suaminya.
" Hah... Sepertinya kita memiliki banyak Sumberdaya. Lebih baik luangkan waktu kalian besok pagi untuk Berkultivasi. " Ucap Ryu mengalihkan pembicaraan.
" Baik Gege." Ucap Sheng Zhishu dan yang lain.
" Lebih baik kalian Istirahat saja dulu! Nanti aku akan menyusul. Ada hal yang aku sampaikan pada Pasukan Semesta." Ucap Ryu.
" Baik Gege." Sheng Zhishu dan yang lain langsung ke kamar mereka masing-masing. Sedangkan Yuwang, Xie Hua dan Ting Ye langsung menuju kamar utama Istana Kristal.
Saat mereka semua masuk ke kamar masing-masing, Ryu menuju ke kamar utama untuk beristirahat.
******
Pada keesokan pagi Ryu keluar dari kamar untuk menemui Patriak dan yang lain di lapangan Sekte.
" Ryu'er... Dimana yang lain? " Tanya Patriak Mao.
" Ayah Mertua... Mereka sedang menjalankan latihan tertutup di suatu tempat." Ucap Ryu dengan terpaksa menyembunyikan tentang Dunia Quzhu.
" Tuan Muda Ryu... Semua Murid sudah berkumpul. Silahkan Jika ada hal yang Perlu disampaikan pada mereka." Ucap Tetua Jila.
" Mmmm." Ryu mengangguk seraya berjalan ke atas mimbar kemudian menatap para Murid Sekte Tirai Air.
__ADS_1
" Untuk semua yang hadir disini, dalam satu Bulan kedepan kita akan menyerang Istana Kekaisaran Naga Hitam. Kalian harus berlatih lebih keras lagi." Ucap Ryu dengan suara lantang.
" Baik Tuan Muda Ryu." Sahut mereka bersamaan meskipun sedikit gemetar.
" Persiapkan diri kalian untuk latihan tertutup. Aku akan aku akan membuat Formasi Ruang dan waktu di areal Sekte ini agar mempercepat waktu disini dengan kecepatan waktu satu hari sama dangan satu tahun." Ucap Ryu sambil menatap semua yang Hadir disitu.
" Ryu'er... Apa kamu bisa melakukannya? " Tanya Patriak Mao mewakili seluruh pertanyaan dari semua yang ada di tempat tersebut.
" Ayah Mertua tenang saja! Aku bisa melakukannya." Ucap Ryu, meskipun harus mengeluarkan seluruh kekuatannya.
" Jika begitu ambil semua Sumberdaya yang kita miliki! Bagikan semua ke seluruh Murid. " Patriak Mao merasa senang.
Para Tetua langsung bergegas untuk mengambil semua Sumberdaya Sekte kemudian membagikan ke seluruh Murid.
" Sekarang cari tempat kalian untuk Berkultivasi. Formasi ini Hanya bisa bertahan tiga Minggu dan artinya kalian akan Berkultivasi selama 21 Tahun. Jadi pergunakan waktu kalian sebaik mungkin." Ryu membuat Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi sekte.
" Wuush." Formasi Ruang dan Waktu tercipta mengelilingi Sekte.
" Terimakasih Tuan Muda Ryu." Semua merasa kagum melihat fenomena tersebut.
" Sekarang aku mohon pamit." Ryu langsung keluar dari Sekte Tirai Air.
Patriak, Tetua Sekte, Guru Sekte dan para Murid pun segera mencari tempat untuk Berkultivasi karena tidak ingin menyiakan kesempatan langka tersebut.
" Salam Tuan Muda." Tou Shuijing memberi hormat.
" Shuijing... Antar aku ke tempat petinggi Istana yang kamu katakan sebelumnya. " Ucap Ryu sambil menelan beberapa Pil untuk memulihkan Qi.
" Baik Tuan Muda." Tou Shuijing berubah wujud menjadi Hydra dengan ukuran kecil membawa Ryu terbang ke arah Istana Kekaisaran Naga Hitam.
******
( Sebuah bangunan sisi lain dari wilayah Istana )
" Jenderal Chang Lan, Jenderal Fang Dao, Jenderal Junda... Mengapa pemuda itu belum datang? Apa dia benar-benar menepati janjinya." Tanya penasehat Cuang.
" Kakak... Aku yakin dia Pasti datang" Ucap Jenderal Chang Lan.
" Wuush." 2 bayangan berdiri di Samping mereka, sontak membuat mereka kaget.
" Maaf kami sedikit terlambat. " Ucap Tou Shuijing.
" Ah tidak masalah... Kami juga baru sampai disini." Sahut Jenderal Junda.
__ADS_1
" Perkenalkan ini Tuanku yang aku maksud sebelumnya." Ucap Tou Shuijing sambil menunjukkan ke arah Ryu.
' Pemuda ini... Bagaimana mungkin dia masih berada di Pendekar Bumi tahap menengah. Aku rasa dia pasti memiliki sebuah teknik untuk menyembunyikan Tingkat Kultivasi.' Batin keempat Sosok tersebut.
" Aku dengar Kalian ingin merencanakan pemberontakan pada hari pernikahan tiga Pangeran. Lalu apa yang kalian rencanakan?" Ryu bertanya kepada mereka.
" Ah.... Tuan Muda... Itu benar. Tapi kami masih belum mampu melawan mereka. Apalagi Kaisar Dong telah meminta bantuan dari delapan Kerajaan di bawah kekuasaannya." Ucap Penasehat Cuang.
" Tapi di antara delapan Kerajaan itu, ada tiga Kerajaan yang mungkin merasa tertekan karena Putri mereka akan menikah dengan tiga Pangeran dari Kaisar Dong." Ucap Jenderal Junda.
" Penasehat Cuang... Tuan Muda... Apa pendapat kalian dari semua ini?" Tanya Jenderal Fang Dao.
" Bukankah itu lebih bagus. Penasehat Cuang bisa meyakinkan Kaisar Dong agar mengutus tiga Jenderal untuk menjemput rombongan Putri Kerajaan. Dengan begitu kalian bisa merencanakan pemberontakan pada ketiga Kerajaan tersebut." Ucap Ryu.
" Lalu bagaimana caranya? Sedangkan Kaisar Dong sudah mengutus orang kepercayaannya untuk menemui masing-masing Kerajaan." ucap Penasehat Cuang.
" Itu gampang saja. Aku akan membunuh tiga utusan yang sedang menuju ke tiga Kerajaan tersebut. Apa kamu mengenal ketiga utusan Itu?" menatap Penasehat Cuang.
" Kebetulan sekali aku punya sketsa wajah mereka. Mungkin hari ini mereka akan kembali ke Istana." Penasehat Cuang mengeluarkan kertas lalu menunjukkan gambar ketiga utusan tersebut.
" Mmmm." Ryu memperhatikan ketiga wajah tersebut kemudian tersenyum memandang mereka, seketika Jiu Tou She juga muncul.
Dengan kehadiran Jiu Tou She yang tiba-tiba, mereka sontak kaget seakan kesusahan untuk bernafas.
" Shuijing, Jiu... Cari dan bunuh ketiga utusan Itu! Jangan sampai ada yang mengetahuinya." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Tou Shuijing.
" Baik Tuan Muda." Tou Shuijing dan Jiu Tou She melesat pergi dari ruangan tersebut.
" Sekarang sisanya kalian serahkan padaku." Ryu membuat sebuah pola lalu berubah wujud menjadi salah satu dari utusan tersebut.
Hal itu tentu saja membuat mereka kaget melihat perubahan wujud dari Ryu
" Dengan begini, pekerjaan kita lebih mudah. " Penasehat Cuang tersenyum lebar.
" Untuk Kalian Bertiga, Persiapkan Pasukan Pendukung yang kalian miliki saja." Ucap Ryu dengan wujud Naga Kelima.
" Baik Tuan Muda." Ucap ketiga Jenderal serempak.
" Penasehat Cuang... Mari kita ke Istana Kaisar." Ucap Ryu.
Kelima sosok itu pun pergi dari bangunan tersebut menuju ke tempat masing-masing.
Sedangkan Ryu dan Penasehat Cuang langsung berjalan menuju ke Istana sambil menceritakan hal yang akan dia lakukan nanti ketika berada di dalam Istana Kaisar.
__ADS_1