SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KEMAMPUAN PEDANG NAGA PETIR


__ADS_3

Sedangkan Wu Yangmi sendiri berusaha untuk bangkit kembali, namun karena tamparan yang sangat kuat di kedua pipinya membuat dirinya tidak berdaya.


" Wuush... Wuush.... Wuush." 22 Istri Ryu muncul di tengah kerumunan anggota Sekte Ular.


" Apa? Siapa para wanita itu? " Semua anggota Sekte Ular sontak kaget karena kemunculan mereka secara tiba-tiba.


Semua mata langsung tertuju kepada para wanita tersebut membuat mereka langsung terpana dengan kecantikan mereka.


" Waaahhh... Cantik sekali mereka. Bahkan Wu Yangmi sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan para wanita itu." Bisik beberapa murid pria bahkan murid wanita juga mengakui kecantikan sosok yang ada di dekat Ryu.


" Gege... Kenapa dengan wajah wanita ini? Apa kamu habis memberinya pelajaran?" Sheng Zhishu menatap ke arah Wu Yangmi yang tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan.


Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu. semua murid Sekte Ular beranggapan bahwa wanita tersebut adalah kekasih Ryu.


Ditambah lagi dengan kedekatan mereka yang begitu intens membuat mereka semakin yakin.


Dengan penuh nafsu, para Murid ingin membunuh Ryu dan mengambil Istrinya. Bahkan pemikiran itu juga tidak lepas dari para Tetua dan Guru yang juga ingin membunuh Ryu dan merebut kekasihnya.


Dari tatapan yang penuh nafsu itu. Ryu, Sheng Zhishu dan yang lain juga merasakan hal itu.


" Tunggu apa lagi? Bunuh mereka semua!" Yuwang langsung berubah wujud menjadi Phoenix Petir menyerang ke arah Murid Sekte Ular.


Begitu juga dengan yang lain, mereka langsung menyerang semua anggota Sekte Ular yang membuat mereka lari kocar-kacir menghindari arah serangan.


" Bboooom.... Bboooom... Bboooom." Sebuah serangan tiba-tiba dari arah lain dimana terlihat Dao Luo dan Prajuritnya sudah melakukan serangan.


Teriakan demi teriakan kini terdengar dari berbagai arah hingga membuat para Tetua semakin panik.


" Tetua... Kita harus hentikan mereka!" Ucap salah satu Tetua memberi instruksi kepada yang lain agar korban tidak berjatuhan.


Dengan sigap para Tetua langsung menghadang mereka dengan menggunakan kekuatan penuh.


Begitu juga dengan Ryu, dia langsung menarik Wu Yangmi ke Cincin miliknya lalu menghadang salah satu Tetua yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menjatuhkan Hujan Petir membuat anggota Sekte Ular yang berada di tempat itu langsung mati seketika.


Pria sepuh yang melihat apa yang dilakukan oleh Ryu, sontak membuatnya kesal. Dengan kekuatan penuh Pria sepuh melancarkan serangan terkuatnya ke arah Ryu.


Ryu yang menyadari hal itu, dengan sebuah senyuman tipis langsung menghindar dari arah serangan sambil menciptakan Bola Petir Hitam di tangannya.


" Wuush" Serangan Pria sepuh hanya mengenai ruang kosong

__ADS_1


" Apa?" Pria sepuh sontak kaget karena Ryu sudah tidak ada di tempat merasakan kehadiran serangan dari arah samping kirinya.


Dengan cepat Pria sepuh membuat Pelindung transparan mengelilingi tubuhnya karena tidak sempat untuk menghindar.


" Bboooom." Bola Petir bertumpu pada bagian dada Pria sepuh membuatnya terpental ke udara hingga terhempas ke tanah.


" Uhuuk." Pria sepuh memuntahkan darah segar sambil bangkit kembali menatap tajam ke arah Ryu.


" Ternyata Pemuda ini menyembunyikan tingkat Kultivasi yang sebenarnya." Pria sepuh bergumam seraya menciptakan energi angin mengelilingi tubuhnya.


Pria sepuh langsung melesat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi seraya menciptakan energi angin di kepalan tangannya.


Dengan senyuman jahat Ryu memang sengaja tidak menghindar, melainkan menyilangkan kedua tangannya dengan energi Petir Hitam mengelilingi tubuhnya.


" Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat Ryu mundur beberapa langkah kebelakang.


Sedangkan Pria sepuh langsung terpental ke udara terkena imbas dari serangannya sendiri lalu terhempas ke tanah.


" Kekuatan yang mengerikan." Pria sepuh berkeringat dingin karena serangan terkuatnya seperti tidak berarti.


Para Tetua yang lain yang sempat melirik ke arah Pria sepuh tersebut membulatkan mata karena selama ini tidak ada yang bisa menahan serangan dari Tetua yang berhadapan dengan Ryu tersebut.


Sedangkan Ryu sendiri merasakan seluruh tubuhnya seperti tertusuk ribuan jarum akibat efek serangan tersebut.


Di sisi lain Tetua itu mencoba memikirkan cara untuk menghadapi Ryu dimana terlihat masih belum terluka sedikitpun.


" Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan teknik dari organisasi Kapak Dosa itu." Pria sepuh yang sebenarnya sudah bergabung menjadi anggota elit organisasi Kapak Dosa untuk mencari pendapatan tambahan.


Organisasi Kapak Dosa itu sendiri memiliki banyak anggota dari berbagai Sekte, baik Aliran Hitam, Aliran Putih maupun Aliran Netral dimana anggota organisasi Kapak Dosa tinggal di berbagai Sekte untuk menambah pengalaman maupun anggota Sekte itu sendiri yang berinisiatif untuk bergabung demi mendapatkan penghasilan tambahan.


Selama menjadi anggota organisasi Kapak Dosa, mereka memegang prinsip untuk menyembunyikan jati diri mereka bahkan untuk rekan mereka sendiri yang bukan dari bagian organisasi Kapak Dosa.


Pria sepuh itu pun mengisyaratkan kepada dua Tetua yang lain dimana masih bertarung melawan Huli Yue dan Yinshi.


Mendapatkan isyarat tersebut mereka langsung mengangguk lalu melompat jauh ke belakang.


Ketiga Tetua itu pun memegang leher kanan mereka, seketika kulit palsu yang menempel di leher kanan mengelupas dan memperlihatkan sebuah tatto bergambar Kapak.


" Organisasi Kapak Dosa." Ryu sontak kaget karena ketiga Tetua itu memiliki tatto bergambar Kapak di leher kanan.


Tidak hanya Ryu, para Tetua dan Guru yang lain juga kaget tidak menyangka selama ini ketiga Tetua itu adalah anggota organisasi Kapak Dosa.

__ADS_1


Setelah menunjukkan jati diri mereka, ketiga Tetua itu melompat kembali ke arah lawan mereka sebelumnya.


" Teknik Tubuh Baja." Ketiga Tetua membuat sebuah gerakan seraya memukul bagian dada mereka sendiri dengan kedua tangannya.


Teknik Tubuh Baja adalah sebuah teknik yang diberikan oleh Pemimpin organisasi Kapak Dosa kepada anggota elitnya, dimana mereka memiliki kemampuan kebal terhadap senjata tajam maupun senjata tumpul bahkan berbagai jenis serangan elemen.


Meskipun Teknik Tubuh Baja kebal terhadap serangan apapun, namun memiliki kelemahan, yaitu gerakan mereka akan melambat.


Dengan penuh keyakinan, Pria sepuh mulai menyerang ke arah Ryu dengan sebuah pukulan keras.


Melihat hal itu Ryu menyipitkan mata, karena menyadari bahwa gerakan pihak lawan sedikit melambat.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung menghadang Pria sepuh itu dengan kecepatan penuh dengan sebuah pukulan.


" Bboooom." Tinju dari Ryu mengenai perut Pria sepuh dimana dia merasakan kepalan tangannya seakan nyeri.


" Apa?" Ryu mundur beberapa langkah kebelakang merasakan lengannya terasa nyeri.


Sedangkan Pria sepuh itu masih di posisi semula dimana tidak merasakan apapun dari serangan yang dilancarkan oleh Ryu.


" Hahahaha... Serang aku sepuasnya Anak Muda." Pria sepuh tertawa lepas saat melihat Ryu kesakitan.


" Aku tidak segan lagi." Ryu kembali melancarkan pukulannya kepada Pria sepuh tersebut. Namun Pria sepuh itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


Pukulan dan tendangan keras yang dilepaskan oleh Ryu sama sekali tidak memberikan efek sedikitpun kepada Pria sepuh tersebut.


Melihat hal itu Ryu kembali melepaskan puluhan Bola Petir Hitam ke arah pria sepuh sepuh itu.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Serangan bola Petir Hitam bersarang pada tubuh Pria sepuh tersebut hingga membuat ledakan yang sangat kuat dan menciptakan kepulan debu menutupi tubuh Pria sepuh itu.


" Hhmmm... Aku akui kehebatanmu Anak Muda. Serangan mu membuatku sedikit kesakitan. Namun masih belum mampu membunuhku." Pria sepuh muncul dari balik kepulan debu mengakui kehebatan Ryu, yang mampu membuatnya merasa kesakitan karena selama ini bertarung melawan orang lain, saat menggunakan Teknik tersebut Pria sepuh tidak pernah merasakan sakit sedikitpun.


" Jangan sombong dulu Pria tua." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir dan bersiap untuk menyerang Pria sepuh itu.


" Lakukan saja kalau kamu bisa." Pria sepuh begitu percaya diri dengan membusungkan dada seakan bersiap menerima serangan dari Ryu.


" Baik." Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir ke arah Pria sepuh.


" Craaash." Sebuah tebasan langsung memotong leher Pria sepuh.


" Gluduug." Kepala Pria sepuh terpisah dari tubuhnya.

__ADS_1


" Haaahh... Kau meremehkan pedang milikku." Ryu mengambil Cincin Ruang milik Pria sepuh lalu menarik mayatnya ke Dunia Quzhu.


__ADS_2