SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
DEVISI EMPAT


__ADS_3

Sejenak Xie Hua berfikir meski hatinya seakan Hancur berkeping keping, namun berusaha untuk tegar tanpa berkata apapun terus menatap wajah Ryu dengan seksama.


' Begini kah Rasanya yang dirasakan Mendiang Ibu dulu?' Xie Hua teringat akan ibunya yang sebagai Istri kelima dan Ayahnya sendiri memiliki Sepuluh Istri dan 10 Selir.


Dari kejauhan, terlihat She Ling terus mengawasi mereka yang tengah asik duduk di bawah Pohon.


Sesaat She Ling memikirkan kejadian tadi siang yang mempermalukan dirinya sendiri atas kecerobohannya sendiri.


" Siapa Pemuda Itu? Kenapa Ilusi milikku tidak berfungsi untuknya, padahal Pendekar Langit Tahap Akhir saja tidak mampu menangkalnya." She Ling berfikir ada Harta Langit di dalam Tubuh Ryu.


" Apakah dia menyembunyikan tingkat Kultivasinya." She Ling berfikir Kultivasinya yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir seperti sia-sia saat berhadapan dengan Ryu.


" Aku harus menyelidikinya, dengan begitu aku akan mengambilnya." She Ling dengan wajah Licik.


Ryu dan Xie Hua yang masih terdiam dengan pemikiran masing-masing, Ryu mengambil inisiatif untuk kembali ke Rumah mengingat malam sudah larut.


" Hua'er... Malam sudah larut, lebih baik kita istirahat." Ryu beranjak dari tempatnya langsung ke Rumah.


Xie Hua yang tersadar dari lamunannya juga langsung berdiri dan berjalan mengikuti Ryu dari belakang.


Sesampai di kamar, Ryu langsung membaringkan tubuhnya di atas Ranjang begitupun dengan Xie Hua juga berbaring di samping Ryu sambil menatap Pemuda tampan disampingnya seperti masih berusia 20 Tahun meskipun umurnya sekarang sudah 27 Tahun.


Perbedaan usia mereka yang sangat jauh namun Xie Hua masih merasa tidak menjadi masalah? karena dalam Dunia Kultivator adalah hal wajar meskipun Hatinya sekarang sangat rapuh.


Pada keesokan harinya Ryu dan Xie Hua langsung menuju ke Lapangan Devisi bersama yang lain agar bisa mengetahui siapa yang akan menjadi Guru Pembimbing mereka.


She Ling langsung membagikan Pekerjaan kepada Guru untuk mengajar Murid baru mereka dimana Ryu dan Xie Hua bersama Murid lain mendapatkan Guru Kifang dari Klan Zhi.


Zhi Kifang juga langsung membawa mereka menuju ke Ruang belajar untuk memulai menerangkan berbagai Materi yang diajarkan kepada Murid Baru bergabung dengan Murid Lama.


Selesai membagikan Tugas kepada Beberapa Guru, She Ling juga menyampaikan bahwa dalam beberapa Bulan kedepan ada Tugas yang harus dilakukan untuk Murid.


Tugas yang Pertama yaitu Berburu di Hutan Darah untuk menambah Point Murid dan tentu juga akan menambah Bonus untuk Guru dan Devisi itu sendiri.


Semakin banyak hasil buruan yang didapat, maka semakin besar Point yang dikumpulkan.


Tugas yang kedua yaitu dengan latih tanding melawan Murid Devisi yang lain yang juga akan mendapatkan Point.


Tugas Ketiga tentu saja adalah menjalankan misi yang disediakan oleh Balai Misi yang ada di Akademi Naga Langit.


Setelah menerangkan hal tersebut Para Guru memberikan sebuah Lencana yang menandakan bahwa mereka bagian dari Devisi 6.


Lencana itu sendiri berfungsi untuk mengakses ke berbagai tempat seperti membeli Pil, Senjata, Rumah Makan, Membaca Kitab di Perpustakaan, bahkan berbagai macam untuk mengakses tempat lain yang tentu saja semua menggunakan Batu Roh dalam jumlah yang cukup besar.


Ryu sendiri yang ingin mencari informasi Sumberdaya kini terlihat kebingungan karena Denah lokasi Akademi Naga Langit tidak memberikan informasi tentang Sumberdaya.


Namun bagi Ryu, tidak kehilangan akal karena bisa membeli Pil dalam jumlah banyak dan tentu sedikit membatasi agar tidak terlalu menjadi bahan Perhatian.


Setelah Guru Zhi Kifang memberikan pemahaman dasar, dia langsung membubarkan Muridnya dan mempersilahkan kepada seluruh Murid bebas melakukan apapun baik berlatih, atau membeli berbagai keperluan.


" Gege... kita mau kemana sekarang?" tanya Xie Hua.


" Aku mau membeli beberapa Pil untuk kebutuhan sehari-hari." ucap Ryu.


" Aku ikut." ucap Xie Hua .


" Tuan, apa kami boleh ikut?" Tanya 7 Anggota Klan Xie termasuk Xie Kai.

__ADS_1


" Baiklah, lagi pula kalan juga harus membeli kebutuhan kalian juga." Ryu membagikan beberapa Batu Roh kepada mereka.


" Terimakasih Tuan." Mereka terlihat senang sambil membayangkan berapa banyak yang akan mereka beli dengan batu Roh sebanyak itu.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mereka dihadapkan pada sekelompok orang sedang bertarung.


" Shuxiang'Er..." Xie Kai berlari saat melihat Sosok yang Bertarung tersebut adalah Adiknya.


" Hahaha... Sepertinya ada sekelompok Klan Xie " ucap salah satu sosok yang baru saja menghajar Xie Shuxiang.


" Apa yang kalian lakukan pada Adikku?" Xie Kai sangat marah.


" Apa kamu berani melawanku? Bahkan Seluruh Anggota Klan Xie saja tidak ada yang mampu melawanku. Aku Song Guang adalah Ketua dari Kelompok Klan Song di Devisi ini." Song Guang membusungkan dadanya.


" Song Guang? Sepertinya kita ada kemiripan." Ryu bergumam mengingat tubuh yang dia pakai dulu juga bernama Song Guang hanya berbeda Usia dan Benua.


" Kakak... Cepat pergi dari sini." Xie Shuxiang khawatir akan keselamatan Murid dari Klannya.


" Tidak perlu Khawatir manis, aku akan memberimu pengampunan jika kalian semua membayar masing-masing 5 Batu Roh setiap Bulan dan Kompensasi sebesar 5000 Batu Roh." Song Guang memperhatikan mereka bergantian hingga berhenti pada salah satu sosok Wanita yang berada di samping Ryu.


" Waaaah... Ada Permata di Murid dari Klan Xie. Sepertinya aku ralat sedikit," Song Guang berjalan ke arah Xie Hua " Untukmu tidak perlu membayar, asal kau menjadi Kekasihku " Song Guang tanpa memperdulikan Kehadiran Ryu.


" Hentikan tangan Kotor mu itu." Ryu langsung mencengkram tangan Song Guang yang ingin menyentuh tubuh Xie Hua.


" Aaarrrggghhhh." Song Guang merasakan lengan kanannya hampir Remuk.


" Apa? " Semua yang ada di tempat itu membulatkan mata seakan tidak percaya bagaimana Seorang Kultivator masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal bisa mengalahkan Pendekar Alam Tahap Akhir dengan mudah.


" Baj1ngan." Seluruh Murid dari Klan Song langsung menyerang Ryu.


" Monster." Gumam seluruh Murid yang ada di tempat itu.


" Jika ada yang berani mengusik salah satu Murid dari Klan Xie, maka akan berhadapan denganku." Ryu Ryu berjalan dengan santai.


" Satu lagi, Jika ada yang mengusik Anggota Macan Buas juga akan mengalami Hal yang sama." Ryu menatap tajam ke arah Song Guang.


" Tuan tolong ampunilah kami." Song Guang Berkeringat dingin merasa Ketakutan yang luar biasa.


" Tidak masalah, aku akan memberi Pengampunan jika kalian mau memberikan Kompensasi untukku, karena kalian tidak mampu membuatku berkeringat." Ryu menatap mereka dengan Licik.


" Tuan, Kami akan memberikan masing-masing 10.000 Batu Roh sebagai Kompensasi." Song Guang Buru-buru mengeluarkan batu Roh miliknya.


" Kami juga tuan." Semua Anggota Klan Song memberikan Batu Roh dengan nilai yang sama.


" Hua'er... Ambil dari mereka semua dan berikan setengah bagian untuk mereka yang terluka." Ryu memperhatikan bahwa yang mereka serang semua dari Klan Xie yang sudah lama di Akademi Naga Langit.


" Mmmmm'' Xie Hua langsung mengambil Batu Roh dari mereka satu-persatu hingga terkumpul 450.000 Batu Roh.


Xie Hua pun langsung memberikan setengahnya kepada Xie Shuxiang agar bisa membagikan kepada yang lain.


" Terimakasih Tuan Ryu." Xie Shuxiang sangat senang dengan Batu Roh yang ada ditangannya meskipun mengalami luka.


" Tuan Ryu... Apa kamu dari Klan Xie? " Tanya beberapa Murid dari Klan Xie di Devisi 5 karena wajah Pemuda itu terlihat Asing dimata mereka.


" Ah... Tuan Ryu adalah Menantu Klan Xie yang baru saja menikah dengan Hua'er." Xie Kai dengan bangga menyatakan hal tersebut.


" Apa?" Semua Murid yang belum mengetahui hal tersebut.

__ADS_1


Murid lama Klan Xie merasa bersyukur, jika Klan Xie memiliki Menantu seperti Ryu. Namun ada beberapa dari murid Klan yang Wanita menyayangkan karena Xie Hua masih muda bahkan dibilang Remaja jika dibandingkan dengan Ryu, merekalah yang pantas bersanding dengannya.


Dari Klan Song itu sendiri yang memiliki Murid Wanita meskipun telah dihajar oleh Ryu, juga memikirkan cara agar menggeser posisi Xie Hua yang mereka fikir tidak pantas bersanding dengan Ryu karena memiliki Kultivasi masih di Pendekar Alam Tahap Awal yang hanya bermodal kecantikan.


" Terimakasih Tuan Ryu. karena kamu sudah menjadi Menantu Klan Xie, sudah wajib untukmu melindungi semua Murid dari Klan Xie." Ucap salah satu dari mereka.


" Tidak masalah... Kalian harus bergabung dengan Anggota ku Macan Buas. Karena kalian dari Klan Xie maka akan dibebaskan dari biaya Keamanan. Tapi jika dari Klan Luar akan dikenakan biaya sebesar 2 Point setiap Bulan." Ucap Ryu.


" Baik. Kami akan bergabung denganmu." ucap Seluruh Anggota Klan Xie.


Satu-persatu mereka mendaftarkan diri sebagai Anggota Macan Buas yang semua akan diurus oleh Xie Hua.


Beberapa Murid dari Klan kecil juga ikut bergabung dengan Anggota Macan Buas karena mereka fikir hanya dengan 2 Point tiap bulan tidak terlalu memberatkan mereka.


" Xie Shuxiang, aku memberikan tugas untukmu di Devisi 5 ini sebagai Wakil. Jika ada yang berani mengganggu, katakan padaku. Dan Hasil Point Bulanan Kamu bagikan kepada Anggota Klan Xie disini." Ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan." Xie Shuxiang sangat senang.


" Hua'er... Ayo kita pergi." Ryu kembali melanjutkan perjalanan.


" Tunggu! katanya Xie Xian ingin bertemu dengan Hua'er. Tapi sepertinya dia belum muncul." Ucap Xie Shuxiang.


" Xie Xian? Hua'er... Siapa dia? " Ryu menghentikan langkahnya sambil mengerutkan kening.


" Gege... Dia adalah Kakakku Anak dari Ketua Tang." Xie Hua terlihat senang. "Tapi awas kalau Gege naksir padanya." Xie Hua sedikit mengancam sedikit mencubit lengan Ryu.


Melihat Ekspresi dari Xie Hua, Ryu sedikit mengerutkan kening bagaimana Gadis Polos tersebut memiliki keberanian mengancamnya.


" Gege... Ayo kita Kesana!" Xie Hua kembali menggandeng tangan Ryu.


" Mmmmm... Tapi dimana dia tinggal?" tanya Ryu.


" Ah... itu..." Xie Hua kebingungan karena dia sendiri tidak tahu.


" Dia tinggal di Devisi 4 dan kediamannya di Jalur 4.A. " Jawab Xie Shuxiang.


" Saudara Kai, Kalian boleh duluan. Biar aku dan Hua'er yang kesana." ucap Ryu.


" Baik Tuan." jawab mereka sambil menyembunyikan ketakutan mereka saat mendengar 'Jalur 4A.'


Dari setiap Devisi yang dinamakan 'Jalur A' adalah tempat kediaman Murid Jenius dari setiap Devisi nya.


Di setiap Devisi ada 6 jalur yang dimana terdapat Jalur A sampai F dan hanya Devisi 6 saja yang kacau karena memiliki sedikit Murid hingga semua bisa memilih Kediaman sesuka hati karena banyak yang kosong bahkan untuk mengisi satu jalur saja belum terisi penuh.


" Gege... Ayo." Xie Hua menggandeng tangan Ryu menuju Devisi 4.


Sesampai di Devisi 4, Mereka langsung menuju ke kediaman Xie Xian yang berada di barisan terdepan.


Sesampai di lapangan latihan, kini mereka dihadapkan dengan Para Murid yang sedang duduk Berkultivasi.


Merasakan ada yang hadir, semua Murid menyudahi Kultivasi mereka langsung menatap ke arah Aura yang datang.


" Hua'er... Kau kah itu?" Salah satu dari mereka yang berbaur dengan yang lain.


" Ka Xian." Xie Hua sangat senang melihat Sosok Wanita Cantik dari kerumunan tersebut.


" Ah... Hua'er..." Xie Xian ragu meninggalkan kerumunan. " Ketua, bisakah aku mohon Izin untuk menemui Adikku?" Xie Xian sambil menoleh ke arah salah satu Pemuda di barisan depan.

__ADS_1


__ADS_2