
( Istana Kekaisaran Naga Hitam )
Kaisar Dong terlihat sedang gelisah seakan memikirkan Sesuatu.
" Penasehat Cuang... Bagaimana dengan kabar dari ketiga calon menantuku? mengapa belum datang? " Tanya Kaisar Dong.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Seperti yang dikatakan utusan Kemaren. Ketiga Calon menantu Kaisar akan datang besok pagi tepat dimana saat pernikahan berlangsung." Ucap Penasehat Cuang.
" Hah... Aku harap mereka tidak melakukan kesalahan apapun." Ucap Kaisar Dong.
" Yang Mulia... Kami juga telah menyelesaikan tugas. Kami mengambil pajak dan menaikinya sesuai Perintah Yang Mulia Kaisar." Ucap salah satu Menteri.
" Bagus perintahkan juga Ahli Formasi untuk melindungi Harta itu. Aku tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali." Ucap Kaisar Dong.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Menteri tersebut memberi hormat lalu meninggalkan ruangan.
" Yang Mulia Kaisar... Pasukan tambahan dari lima Kerajaan juga baru datang pagi tadi. Jumlah masing-masing dari kerajaan yaitu 100.000 Pasukan. Jumlah mereka dua Kali lipat dari sebelumnya." Ucap Jendral Besar.
" Bagus... Jendral Besar... Perintahkan mereka untuk memperkuat penjagaan. Aku tidak ingin ada ada kekacauan sedikitpun pada hari pernikahan ketiga Putraku." Ucap Kaisar Dong.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jendral Besar memberi hormat kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
" Perdana Mentri... Kamu awasi Persiapan pernikahan untuk besok pagi. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Dan satu Lagi layani kelima Raja beserta keluarganya dengan baik, berikan layanan ekstra kepada kelima Raja itu seperti biasa." Perintah Kaisar Dong.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Perdana Mentri memberi hormat kemudian meninggalkan ruangan.
" Sekarang kalian boleh pergi." Ucap Kaisar Dong.
Semua yang ada di ruangan pertemuan itu pun keluar dari ruang pertemuan menuju ke tempat kediaman masing-masing dan beberapa petinggi Istana terlihat sibuk menjalankan tugasnya.
Pada pore hari, penasehat Cuang menuju keluar Gerbang menuju Ke Gerbang bagian Barat dimana Ryu sedang menunggu kedatangannya.
" Salam Tuan Muda Ryu... Apa semua sudah disiapkan?" Tanya penasehat Cuang sambil memeriksa keadaan sekitar.
" Pasukan kami sudah sudah siap! lalu bagaimana dengan tiga Kerajaan?" Tanya Ryu.
" Menurut orang kepercayaanku, tiga Kerajaan sudah berada di Gerbang bagian Timur. Tapi ketiga Putri dari Kerajaan memiliki cara sendiri." Ucap penasehat Cuang.
Mendengar ucapan dari Penasehat Cuang, Ryu sedikit mengerut keningnya. " Tidak masalah. lebih baik kamu bawa Keluargamu malam ini juga. Aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka " Ucap Ryu, karena tidak ingin terjadi kesalahan.
" Baik Tuan Muda Ryu." Penasehat Cuang meninggalkan tempat itu menuju Gerbang Istana.
******
Keesokan Pagi Buta :
Pada saat itu juga Ryu membawa Pasukan Semesta untuk menerobos masuk menyerang para Penjaga Gerbang dengan bantuan sepuluh Hewan Kontrak mereka.
__ADS_1
Seketika Gerbang pun terbuka diikuti para penjaga terpental ke udara bersama Pintu Gerbang
Saat itu juga Patriak Mao bersama anggota Sekte Tirai Air melesat masuk ke dalam istana Kekaisaran Naga Hitam.
" Ada Serangan!!!" Teriak para Prajurit yang berjaga sambil membunyikan lonceng bahaya.
Mendengar lonceng darurat, kini lautan Prajurit Istana mulai berdatangan menuju Gerbang bagian Barat beserta para Komandan.
Semua anggota Pasukan Semesta juga lang melepaskan serangan terbaik mereka menuju ke arah lautan Prajurit.
Begitupun dengan 10 Hewan Kontrak yang kini langsung berubah ke wujud Asli mereka untuk membantu para Pasukan Semesta yang diikuti anggota Sekte Tirai Air.
Pertempuran itu pun menggema dan terdengar jeritan dari berbagai arah, yang seketika menjadi lautan mayat.
Berkat pengalaman pertarungan sebelumnya, kini anggota Pasukan Semesta seakan tidak gentar menghadapi lautan pasukan dari pihak Istana.
" Wuush." Tou Shuijing menyembur Api dari masing-masing kepalanya ke arah para Prajurit. Seketika para Prajurit terbakar dan mati dengan tubuh gosong.
" Wuush." Jiu Tou She juga melepaskan Elemen Air, Api, Petir, Angin dan elemen Es dari masing-masing kepalanya.
Gabungan dari lima elemen tersebut menghancurkan semua bangunan dan para Prajurit seketika mati dengan tubuh remuk.
Di dalam Istana Kaisar Dong, kini wajah semua orang terlihat pucat dan gemetar saat mendengar laporan dari beberapa komandan.
" Yang Mulia Kaisar... Apa yang harus Kita lakukan?" Tanya Perdana Mentri.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Para Mentri menuju areal terlarang di belakang Istana.
" Ayah... Apa yang Terjadi? " Tanya Putra Mahkota yang diikuti tiga Pangeran dan Satu Putri Kaisar.
" Istana kita telah diserang. Persiapkan diri kalian semua! Hancurkan Musuh Kekaisaran." Kaisar Dong sangat geram.
Semua yang ada di Istana langsung bergegas dan mengambil semua peralatan Perang masing-masing menuju areal pertempuran.
Di areal Pertempuran sisi kiri kini terdapat Paktriak Mao beserta anggota Sekte yang terus melancarkan serangan mereka yang mulai kewalahan akibat banyaknya para Prajurit Istana.
" Jiu, Shuijing... Bantu anggota Sekte Tirai Air. " Ucap Ryu dengan suara lantang di sela pertempuran.
" Baik Tuan." Kedua Hewan Kontrak melesat Ke Arah Kiri.
" Qilin... Bantu anggota Sekte Tirai Air." Ucap Sheng Zhishu saat melihat anggota Sekte terlihat kewalahan.
" Baik Tuan Putri." Dengan wujud Kirrin, Qilin langsung melesat untuk membantu anggota Sekte.
" Lilly, Wei Hu, Kongque, Laohu, Jiaqin, Jilin, Bai Ma... Kalian bantu mereka disana!" Xie Hua sambil menunjuk ke arah anggota Sekte Tirai Air.
" Baik Tuan Putri." Ketujuh Hewan Kontrak tersebut melesat cepat ke arah anggota Sekte Tirai Air.
__ADS_1
Dengan datangnya bantuan dari sepuluh Hewan Kontrak tersebut, Kini Para anggota Sekte bernapas lega dan mulai menguasai Pertempuran.
" GOAR"
"GOAR. "
Suara raungan Keras Dari Belakang Istana terlihat Ratusan Naga Hitam menuju ke arah pertempuran.
" Shuijing... Mereka bagianku." Jiu Tou She terbang menghadang kelompok Naga Hitam tersebut.
" Enak saja... Aku juga ingin menikmati hidangan ini." Tou Shuijing yang tidak ingin kalah, langsung berdiri menghadang puluhan Naga Hitam tersebut dengan wujud Hydra raksasa.
Tidak hanya Jiu Tou She dan Tou Shuijing... Qilin, Lilly, Laohu, Bing Jilin dan Bai Ma juga ikut menghadang pasukan Naga Hitam tersebut yang kini membesarkan tubuh mereka.
" Ggooooaaarr." Auman dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She menggema di udara membuat para Pasukan Istana ketakutan dengan wajah pucat.
" Tetap Fokus Pada pertarungan. " Teriak Jendral Besar.
Para Prajurit dengan segera menghilangkan rasa takut mereka kemudian maju menyerang ke arah Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
Auman keras saling bersahutan dari Qilin, Jiu Wei Hu, Laohu dan Bing Jilin membuat Prajurit Istana berterbangan puluhan meter.
Kini Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue Tianhe, Yinshi, Yuwang, Shu Meilu dan Qin Shuomei langsung berubah wujud dan menyerang puluhan Prajurit Istana dengan ganas.
Melihat kejadian itu, membuat Prajurit Istana sangat ketakutan dan berkeringat dingin seakan tidak ingin lagi untuk bertarung.
Begitupun dengan Patriak Mao, para Tetua dan Murid Sekte Tirai Air. Mereka tidak menyangka bahwa Istri dari Ryu memiliki teknik perubahan wujud.
Bahkan Patriak Mao sendiri telah menyaksikan bahwa Putrinya Qin Shuomei telah berubah wujud menjadi sosok Angsa Langit yang sangat indah, namun memiliki kekuatan mengerikan.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr..." Ratusan Hujan Petir dari Ryu menghanguskan semua lautan Prajurit yang disekitarnya.
" Ini... Ini benar-benar Pembantaian." Gumam Jendral Besar melihat serangan dari Ryu dimana setiap sambaran Petir Hitam mampu membunuh Pendekar Langit tahap menengah hanya satu kali serangan.
" Para Jenderal... Serang Pemuda Itu!" Ucap Jenderal Besar sambil menunjuk ke arah Ryu.
Keduabelas Jenderal itu pun melesat cepat dan menyerang Ryu secara bersamaan.
" Bboooom." Gabungan serangan angin, Api dan Petir dari dari 12 Jenderal membuat Ryu terpental puluhan meter.
__ADS_1
Dengan sebuah senyuman, Ryu mulai bangkit dengan kondisi tubuh tidak mengalami luka apapun lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.