
" Lalu bagaimana dengan tugas kami Yang Mulia Kaisar? " Yuwang tidak mau kalah juga ikut mengejek Suami mereka.
" Baiklah... Aku akan meminta kalian untuk melakukan sesuatu." Ryu menatap mereka bergantian.
" Ping'er... Kita akan pergi ke Penginapan Giok Bulan yang ada di Gunung Cahaya Bulan. Nanti kita akan bersama ke Istana Kekaisaran Awan agar tidak terlalu mencolok." Ryu berniat untuk membawa anggota Klan Liu dari luar Istana Kekaisaran Awan.
" Baiklah Gege... Aku akan kesana untuk mengurus semuanya." Jiang Caiping meninggalkan tempat tersebut menuju Penginapan Giok Bulan.
" Qi'er, Yue'er, dan kalian semua... Kalian duluan ke Istana Kekaisaran Awan." Ryu menatap mereka bergantian.
" Gege... Lalu bagaimana dengan tempat ini?" Xin Chie tidak ingin Bukit Yexuan dalam keadaan kosong.
" Biarkan saja seperti ini dulu. Aku rasa tidak ada yang mampu melewati pelindung yang ada di tempat ini. Lagi pula anak-anak kita bisa berlatih di tempat ini bersama yang lain." ucap Ryu.
" Baiklah... Kalau begitu kami pergi dulu." Huli Yue membawa mereka ke Istana Kekaisaran Awan.
Setelah mereka pergi, Ryu meninggalkan tempat tersebut menuju ke Penginapan Giok Bulan dimana terlihat Jiang Caiping sedang menunggu.
" Gege... Apakah kita langsung ke Istana?" Tanya Jiang Caiping.
" Bagaimana dengan Penginapan Giok Bulan?" Ryu balik bertanya kepada Jiang Caiping.
" Aku sudah meminta kepada kelima Pengawal Pribadiku untuk mengurus semuanya. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Jiang Caiping tidak ingin ketinggalan saat berpergian dengan Ryu.
Mereka pun keluar dari kamar tersebut menuju ke lantai dasar dimana terdapat beberapa Pelayan.
" Salam Manager Caiping, Salam Yang Mulia Kaisar." semua menundukkan kepala.
" Mmm." Ryu dan Jiang Caiping mengangguk lalu keluar dari Penginapan Giok Bulan menuju ke suatu bangunan yang tidak jauh dari tempat tersebut.
Di dalam bangunan yang cukup luas itu, terlihat lima sosok wanita cantik yang sedang bermain dengan lima sosok anak kecil yang terlihat masih berusia sekitar sepuluh tahun.
__ADS_1
" Salam Nyonya, Tuan." kelima wanita tersebut menundukkan kepala saat melihat kedatangan Ryu dan Jiang Caiping.
" Nak.. Kalian main saja disini, jangan sampai bermain terlalu jauh." Salah satu Pengawal Pribadi Jiang Caiping mengisyaratkan kepada kelima anak tersebut.
" Baik Ibu... Bibi, kami akan berlatih di bawah pohon besar disana." Anak lelaki tersebut menunjukkan ke arah Pohon seraya membawa keempat anak yang lain.
" Mari kita masuk ke dalam." Salah satu Pengawal menuntun mereka masuk kedalam rumah.
" Mmm." Ryu dan Jiang Caiping mengangguk kecil mengikuti mereka.
Ryu yang masih mengenal jelas kelima sosok wanita tersebut sedikit mengerutkan kening sambil melirik ke arah kelima anak yang sedang berjalan mendekati pohon besar.
Setelah berada di dalam Rumah, salah satu dari Pengawal menyuguhkan secangkir teh hangat dan beberapa makanan ringan kepada Jiang Caiping dan Ryu.
" Pengawal... Tujuanku kesini untuk meminta bantuan kalian untuk mengurus Penginapan Giok Bulan selama aku pergi." Jiang Caiping langsung mengutarakan tujuannya kepada kelima Pengawal tersebut.
Mendengar ucapan dari Jiang Caiping, mereka sedikit ragu saling berpandangan satu sama lain, karena mereka merasa masih tidak layak mengemban tugas tersebut.
" Manager Caiping... Kami sangat senang karena Manager sudah menampung kami disini, sudah selayaknya kami melakukan yang terbaik untuk Nyonya." Salah satu dari Pengawal menganggap bahwa Jiang Caiping sudah seperti keluarga mereka sendiri.
Begitupun dengan keempat wanita lain, mereka menganggap Jiang Caiping sebagai saudara mereka sendiri apalagi sekarang mereka semua sudah memiliki masing-masing Anak yang lahir tanpa seorang Ayah.
" Terimakasih karena sudah membantuku. Lalu bagaimana dengan sosok Pemuda yang kalian cari itu? Apa kalian sudah menemukan keberadaannya?" Jiang Caiping merasa kasihan kepada kelima Pengawal Pribadinya karena sudah lama mereka mencari keberadaan Ayah dari Anak mereka.
" Begitulah Manager Caiping... Kami sudah mencari ke berbagai tempat, namun Ayah dari anak kami masih belum ditemukan." Salah satu dari Pengawal tertunduk lesu karena orang yang mereka cari masih belum ditemukan.
" Deeeg." Jantung Ryu terhenti merasakan firasat buruk
Dari kelima Wanita tersebut terlihat sebuah kesedihan tergambar dari wajah mereka teringat jelas saat mereka sedang ditawan oleh Raja Kelinci.
" Pengawal... Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?" Ryu bersuara mencoba menyelidik.
__ADS_1
" Yang Mulia Kaisar... Sebenarnya ini adalah aib kami. Kejadian singkat itu terjadi saat kami ditawan dan diberikan racun kelinci merah oleh Raja Kelinci. Saat itu ada seorang Pemuda yang yang menolong kami untuk menghilangkan racun itu." Salah satu dari Pengawal menghela nafas panjang.
" Kami fikir kejadian itu bisa kami terima, dan mencoba menjalani kehidupan baru sehingga kami berniat untuk bekerja di Penginapan Giok Bulan Ini. Akibat kelalaian kami, benih dari Pemuda itu tumbuh menjadi janin yang tentu kami tidak bisa membuang janin kami dan pada akhirnya kami melahirkan seorang Anak tanpa sosok Ayah." Pengawal yang lain melanjutkan.
Mendengar ucapan dari mereka, Ryu merasa bersalah dan kasihan. Kecurigaannya ternyata benar bahwa kelima Anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.
" Apa kalian tidak ingin mencari sosok Ayah baru untuk anak kalian?" Ryu menggelengkan kepala.
" Dulu memang aku sempat berfikir seperti itu. Namun dari setiap Pria yang aku kenal, tidak ada yang membuatku tertarik." Salah satu Pengawal berkata jujur.
" Aku juga..." ucap yang lain.
" Tapi sekarang aku lebih fokus untuk merawat anakku saja. Meskipun ada yang membuatku tertarik, tapi mereka hanya menginginkan tubuhku saja, tapi tidak dengan anakku." Ucap pengawal.
Dari ucapan kelima Pengawal Penginapan Giok Bulan tersebut, sekarang mereka lebih memilih merawat anak mereka sendiri jika Pemuda yang mereka cari belum ditemukan.
Mendengar ucapan dari kelima wanita tersebut, Ryu merasa tidak enak. Apalagi kondisi mereka sekarang sudah memiliki anak yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
Ryu yang sebagai Ayah kandung mereka meskipun itu tanpa sengaja, tentu saja membuat dia seperti orang yang tidak bertanggung jawab.
Jiang Caiping sebagai seorang wanita tentu memahami apa yang mereka rasakan. Tidak salah kelima Pengawal itu memilih Pendamping hidup yang setara untuk mereka. Karena dari segi penampilan, mereka sangat cantik ditambah lagi mereka adalah Kultivator jenius.
Di sisi lain Ryu tengah berfikir untuk menyikapi kondisi tersebut. Sebagai seorang Pria, tentu Ryu memiliki tanggung jawab terhadap anaknya meski mereka tidak tau siapa Ayah dari anak mereka yang sebenarnya.
" Ping'er... Apakah aku masih memiliki saham di Penginapan Giok Bulan ini?" Ryu bertanya kepada Jiang Caiping.
" Gege... Saham milikku malah kurang dari 10%. Untuk membangun satu Penginapan saja aku tidak mampu, apalagi membangun cabang di seluruh Wilayah Kekaisaran Awan bahkan Kekaisaran Shin. Jika tanpa bantuan Gege, mungkin Penginapan Giok Bulan masih ada satu bahkan masih dibawah pengawasan Assosiasi Matahari Timur." Jiang Caiping sedikit heran karena Ryu tiba-tiba menanyakan hal itu.
" Kalau begitu bagaimana kalau aku memberikan masing-masing 15% saham Penginapan Giok Bulan kepada mereka. Sisanya kamu masih memiliki 25%. Anggap saja sebagai hadiah untuk Anak mereka." Ryu berharap kelima anaknya itu bisa mendapatkan kehidupan yang layak, karena kelima Anak mereka adalah darah dagingnya.
Mendengar ucapan dari Ryu, kelima wanita tersebut sontak kaget. Dengan jumlah 15% saham, bukanlah jumlah yang sedikit. Bahkan mereka bisa memperkirakan pendapatan mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup selama tiga tahun dengan hidup mewah.
__ADS_1