
Kulit mereka memang sangat keras, namun jika diserang dari dalam, bukan tidak mungkin mereka juga akan terbunuh dengan mudah karena organ tubuh memang sangat lembut.
" Haaahh... Tubuh Cacing Raksasa ini begitu mengerikan." Ryu mengambil Inti Jiwa dari Makhluk Kuno itu.
" Wuush." Ryu menarik mayat Cacing Raksasa menuju ke Dunia Quzhu.
" Tuan tidak hanya kuat, tetapi juga sangat cerdas." Jiu Tou She sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Ryu dimana mereka tidak terpikir sampai disitu.
Tou Shuijing dan Jiu Tou She mengakui kehebatan Cacing Raksasa itu. Jika bertarung secara langsung, maka dapat dipastikan bahwa mereka akan mengalami kekalahan.
Jikapun mereka bisa membunuh Cacing tersebut, tapi dapat dipastikan tubuh mereka akan terluka parah.
" Shuijing, Jiu... Kalian bisa kembali ke Dunia Quzhu. Aku akan kembali setelah sampai di Kota." Ucap Ryu.
"Baik Tuan." Kedua sosok Itu menunduk, seketika menghilang dari pandangan.
Setelah kedua bawahannya sudah kembali, Ryu langsung terbang ke arah Kota Bunhai dengan kecepatan tinggi.
Setelah Terbang setengah hari, akhirnya Ryu mendarat di lapangan terbuka tidak jauh dari Kota.
Tanpa hambatan apapun Ryu langsung masuk ke dalam Kota lalu kembali menuju Penginapan yang kini terlihat Pelayan Wanita sebelumnya.
" Tuan." Pelayan menundukkan Kepalanya.
" Apa ketiga wanita itu membuat masalah?" Tanya Ryu berpura-pura.
" Tidak Tuan... Bahkan mereka tidak pernah keluar dari kamarnya. " Pelayan Sambil menggelengkan kepala.
" Haaahh... Mereka memang seperti itu. Baiklah aku akan kesana melihat mereka." Ryu langsung pergi menuju kamarnya.
Sesampai di dalam Kamar, Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura kemudian menuju Ke Istana Kristal.
" Gege." Terdengar suara dari belakang Ryu
' Haaahh... Sepertinya aku muncul di tempat yang salah.' Ryu membatin.
Ryu membalikkan badannya terlihat Sheng Zhishu dan yang lain sedang menunggunya.
" Gege... Kamu dari mana saja? " tanya Xie Hua.
__ADS_1
" Aku pergi keluar mencari angin segar. Kebetulan aku mendengar Ada Makhluk Kuno sini, jadi aku pergi kesana.." Ryu menjelaskan kepada mereka.
" Apa Gege menemukan Makhluk Kuno itu?" Tanya Sheng Zhishu.
" Mmm... Tidak hanya itu saja, aku juga menemukan pemilik Tubuh Abadi dari Ular raksasa." Ryu mengeluarkan Inti Jiwa dari Cacing Raksasa.
" Syukurlah tidak terjadi apapun pada Gege." Ucap Bing Ruyue.
" Gege... Ini Inti Jiwa dari Bai Ma." Jinying memberikan Inti Jiwa tersebut kepada Ryu.
" Terimakasih Ying'er." Ryu mengambil Inti Jiwa tersebut lalu menyimpannya di Cincin miliknya.
" Gege... Sepertinya kamu memiliki Pulau kecil di tengah lautan dekat jembatan itu." Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu.
" Mmm... Aku menciptakan Pulau kecil sebagai tempat tinggal Hewan Kontrak. Kalian juga bisa meminta Hewan Kontrak kalian agar tinggal disana. Kebetulan Tou Shuijing dan Jiu Tou She sudah ada disana." Ucap Ryu.
" Baiklah... Aku akan meminta Qilin agar tinggal disana." Sheng Zhishu mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya yang diikuti yang lain.
Setelah semua Hewan kontrak berada di tempat itu, Sheng Zhishu dan yang lain langsung memberi perintah kepada mereka agar bisa tinggal di Pulau kecil.
Mendengar perintah tersebut, Qilin dan Hewan Kontrak yang lain langsung keluar dari Istana Kristal menuju Pulau kecil sebagai tempat baru mereka.
Begitu juga dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka langsung ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri kemudian bergegas ke kamar utama untuk beristirahat bersama Suami mereka.
*****
Pada keesokan pagi, Ryu keluar dari kamar penginapan terlihat buru-buru langsung menuruni tangga.
" Selamat pagi Tuan... Apakah ketiga wanita itu masih di dalam?" Tanya pelayan sebelumnya.
" Tenyata mereka sudah pergi. aku harus buru-buru mencari mereka" Ryu memberikan beberapa Batu Roh lalu melangkahkan kakinya keluar penginapan.
Setelah keluar dari Penginapan, Ryu melesat dengan kecepatan tinggi hingga dalam beberapa saat kini telah berdiri bibir Pantai yang terlihat sepi.
" Wuush." Sebuah kapal besar terlihat di atas air laut.
" Wuush." Semua bawahannya yang berbeda di Dunia Quzhu telah muncul di pinggir pantai.
" Selamat Pagi Tuan." Semua bawahan Ryu memberi hormat.
__ADS_1
" Sekarang kita berangkat ke Benua Selatan." Ryu membawa kelompoknya masuk ke dalam kapal.
Mereka langsung bertolak dari pantai menuju ke Benua Selatan dimana kali ini Tou Shuijing sebagai juru kemudi.
Dalam Lautan luas kapal terus melaju dibawah kendali Tou Shuijing yang kini selalu ditemani oleh Jiu Wei Hu yang kini daratan pun tidak terlihat lagi.
Para Kultivator muda sangat senang menatap lautan yang tak berujung. Meskipun Ryu dan semua Istrinya sudah pernah menjelajahi lautan, tapi tetap saja mereka ingin menikmati terpaan angin yang berhembus di wajah mereka.
" Tuan Muda... Aku ingin berenang! " Ucap Jiu yang membuat semua yang ada di atas kapal merasa terkejut.
" Siapa pemuda tampan ini? apa dia tidak waras? berenang di lautan luas ini sama saja mati. " Bisik para Kultivator Muda, Yu Min, Yu Wei dan puluhan wanita lain.
" Haaahh... Siapa Pemuda ini? Semoga saja dia tidak memiliki wujud seperti Tou Shuijing agar jantungku tidak copot." Ucap Dao Luo.
" Aku juga berpikir seperti itu, hanya saja sepertinya dia banyak menyimpan misteri." Bisik Yan Ran.
Semua bawahan yang sudah mengenal baik Ryu, tentu sudah tidak asing lagi dengan kejutan dari Tuan mereka.
Wu Tian, Dao Luo, Yan Ran dan Prajurit mereka memiliki pandangan lain. Tentu saja disebabkan karena Ryu terlalu banyak menyimpan hal diluar nalar.
Bukan hanya pada Jiu Tou She, tetapi juga pada Tou Shuijing, dan Hewan Kontrak yang lain.
"Hmmm.... Sepertinya Jiu Tou She ingin membuat ulah sepertiku." Tou Shuijing bergumam dari balik kemudi kapal.
" Maksud Gege wujud dari Jiu Tou She juga sepertimu?" Jiu Wei Hu merasa heran yang kini incarannya adalah Tou Shuijing, karena Chaizu sudah tidak ada lagi.
" Haaahh... Wanita Rubah. Telingaku sudah penuh mendengar bicaramu tiap hari. " Tou Shuijing merasa kesal karena saat berada di Pulau kecil, Jiu Wei Hu terlihat agresif kepadanya.
" Gege... Tidak adakah getaran di hatimu untukku?" Jiu Wei Hu memonyongkan bibirnya.
" Bukan seperti itu... Tapi kamu terlalu agresif untuk kalangan wanita." Ucap Tou Shuijing.
" Aku Perempuan Rubah, jadi wajar saja memang sikapku seperti itu. "Jiu Wei Hu merasa jengkel.
" Jadi setiap Pria yang kamu temui, Kamu juga bersikap seperti itu?" Ucap Tou Shuijing sambil mengemudi kapal.
" Tidak Juga... Tapi denganmu sedikit berbeda. " Jiu Wei Hu sambil memegang pundak Tou Shuijing.
" Bukankah sebelumnya kamu menginginkan Majikanku? Setelah itu kamu juga ingin merebut Chaizu dari Jiejia." Ucap Tou Shuijing meskipun dia merasa risih dengan sikap Jiu Wei Hu, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1