
Bagi Ryu yang sudah memiliki Petir Tingkat Bumi tidak terlalu mengalami kendala meskipun sedikit merasakan efek dari Pelindung Petir tersebut.
Dengan memakan waktu kurang dari 20 menit, Ryu telah berhasil melewati dinding Petir yang diikuti oleh Cheung.
" Saudara Ryu, Apakah kita akan menunggu mereka?" tanya Cheung saat melihat Para Murid sedang berjuang melewati dinding Petir.
" Aku akan berjalan terlebih dulu, sepertinya wilayah Gunung ini sangat luas. Aku takut waktuku tidak cukup untuk mencapai puncak" Ryu memperhatikan Puncak Gunung yang hampir tidak terlihat.
" Jika begitu, aku akan bersamamu!" ucap Cheung.
" Jangan! akan terlalu berbahaya jika kamu mengikutiku." Ryu merasakan Gelombang Siluman yang seakan menunggu mereka dari kejauhan.
" Saudara Ryu, Aku rasa itu bukan keputusan yang baik" Cheung juga merasakan hal yang sama.
" Saudara Cheung, kamu tidak perlu khawatir. aku memiliki cara untuk membersihkan jalan untuk kalian." Ryu langsung melangkahkan kakinya.
Cheung yang tidak faham maksud dari Ryu, kini hanya berharap tidak terjadi apa-apa pada Ryu sambil menunggu Murid yang lain agar bisa bersama menghalau Gelombang Siluman tersebut.
Bahkan dengan Bantuan Semua Murid pun sangat mustahil bagi mereka untuk melawan Siluman yang berbanding Satu Melawan Ratusan.
Sesaat, beberapa Murid sudah berhasil melewati dinding Petir hingga sekitar 150 Murid terlihat masih dalam kondisi melemah langsung memakan Pil untuk memulihkan tenaga yang banyak terkuras.
" Saudara Cheung, Mana Saudara Ryu? " Yihua yang tengah mencari Ryu dari rombongan para Murid.
" Katanya Saudara Ryu akan membersihkan Jalan untuk kita." Cheung berkata jujur.
" Membersihkan Jalan? " Semua saling berpandangan merasa ada yang tidak beres.
" Saudara Cheung, Apa Guru Erlong dan Guru Wugui sudah memberitahukan Fungsi dari Lencana yang kita Pakai?" Shandian Rou menyelidik.
" Tidak Ada." Jawab Cheung.
" Haaaiiisss... Aku harus Laporkan masalah ini pada Paktriak! Bagaimana mungkin seorang Guru seakan membunuh Muridnya sendiri." Shandian Rou menggelengkan kepala mengutuk kedua Guru tersebut.
" Saudara Cheung, asal Kamu tau, Siluman disini ada tiga tingkatan Gelombang. 500 Meter Gelombang Siluman Berusia Seribu Tahun, berikutnya 300 Meter Gelombang Kedua Berusia Sepuluh Ribu Tahun dan Terakhir 100 Meter Siluman berusia Sepuluh Ribuan Tahun dan itu semua sudah berada di Tingkat Suci dan Tingkat Abadi. Bahkan Seluruh Anggota Sekte saja tidak mampu menembus Gelombang tingkat Pertama saja." Jelas Yihua sangat Khawatir tidak tau yang harus mereka lakukan.
" Saudara Cheung, Asal kamu tau, didalam Lencana ini ada sebuah Pelindung untuk menghalau Gelombang Siluman tersebut agar tidak menyerang kita, dan Itu sudah terjadi selama Ribuan Tahun agar tidak membahayakan Para Murid hingga bisa mencapai Kaki Gunung Kuno. Karena hanya disana lah Kita sedikit aman meskipun ada beberapa Siluman, namun dengan Jumlah kita masih mampu mengalahkan mereka." Shandian Rou berusaha menjelaskan kepada Cheung agar tidak ada kesalahan lagi.
" Apa yang kita tunggu. Aktifkan Lencana kalian! Kita cari Saudara Ryu agar mengaktifkan lencana miliknya." Yihua tidak tahan lagi langsung mengaktifkan Lencana dan berlari ke arah Gelombang Siluman.
Semua Murid langsung mengaktifkan Lencana mereka untuk menyusuri Hutan mencari keberadaan Ryu.
......................
Di Dunia Kecil, Kini Ryu bersama Ketiga Istrinya dan Tiga Hewan Kontrak juga terdapat Ribuan Para Naga seakan sedang berkumpul.
" Tuan Penguasa, apa tugas yang kami jalankan hingga harus mengumpulkan Semua Pasukan Naga? " Tanya Naga Biru.
" Aku membutuhkan bantuan Kalian untuk membunuh Jutaan Siluman agar Dunia Kecil ini semakin luas dan banyak Energi Alam." ucap Ryu.
" Seusai Perintah Tuan Penguasa." Naga Biru terlihat bersemangat seakan darahnya mendidih.
" Suamiku, Apa kami Ikut?" tanya Sheng Zhishu.
" Sepertinya begitu. Aku butuh Bantuan kalian Bertiga untuk memasukkan semua Siluman itu ke Dunia Kecil ini." ucap Ryu.
" Kebetulan, kita akan menggunakan kekuatan baru kita ini." Xin Chie bersuara.
" Mmmmm'' Ryu mengangguk langsung membawa mereka keluar dari Dunia Kecil.
Saat mereka sudah berada di dalam Hutan, Ketiga Istrinya mulai Khawatir merasakan Aura Siluman yang sangat banyak.
" Suamiku, Apa kamu Yakin?" Xin Chie merasa khawatir.
" Kita hanya memasukkan mereka ke Dunia Kecil saja. Biarkan Pasukan Naga yang membunuhnya. Kali ini mereka akan sedikit Kewalahan." Ryu mengambil Batu Bintang dari Ruang Hampa lalu meminta Sheng Zhishu meneteskan darahnya.
__ADS_1
" Kalau begitu, pekerjaan kita sedikit mudah." Huli Yue mulai melangkah.
" Meski mudah, tetap Jaga jarak kalian!" Ryu langsung maju mengumpulkan keberanian.
Setelah berjalan 50 Meter mereka langsung disambut Gelombang Siluman Berusia Ribuan Tahun Tingkat Suci dan Tingkat Abadi yang seakan seperti gerombolan Semut.
Tanpa menunggu lama Mereka Berempat Langsung menghisap Gerombolan Siluman tersebut sambil berjalan menyambut kedatangan yang lain.
Ryu dan ketiga Istrinya juga langsung mengaktifkan Aura Dewa mereka untuk memperlambat Gerakan dari Siluman yang ada di depan mereka.
Gerombolan Siluman pun seakan terhenti bahkan seakan hilang kendali merasa Aura Dewa tersebut membuat mereka dengan mudah ditarik langsung ke Dunia Kecil.
Meskipun tidak Bertarung, Ryu dan ketiga Istrinya juga banyak mengeluarkan tenaga akibat menggunakan Spiritual milik mereka.
Sesekali mereka dengan cepat memakan Pil untuk memulihkan Qi yang perlahan mulai terkuras.
Di Dalam Dunia Kecil pun mulai bergetar hebat akibat Pertempuran Pasukan Naga dan tiga Hewan Kontrak melawan Siluman yang muncul dari Ruang Hampa.
" Pasukan Naga, Bunuh secepatnya Siluman ini! Aku rasa Tuan Penguasa akan mengirimkan Lebih banyak lagi Siluman ini. Bahkan lebih Kuat. " Naga Biru memberi instruksi.
Pasukan Naga pun langsung meningkatkan serangan mereka Hingga seluruh langit seakan memberikan bencana alam di Dunia Kecil tersebut.
Hujan Petir, Hujan Api dan Angin Puyuh menyebar berbagai tempat membuat kerusakan di tempat tersebut Rusak total.
Beruntung letak Istana Emas sangat jauh dari wilayah pertempuran, hingga hanya memberikan efek getaran kecil saja.
Kembali kepada Ryu dan ketiga Istrinya seakan terus menghisap Gerombolan Siluman tersebut dengan gerakan tangan yang seakan tidak berhenti ingin menyerang mereka.
Satu Hari telah berlalu, Gelombang Siluman kini mulai berkurang hingga tidak ada lagi yang muncul di hadapan mereka.
Dengan hilangnya Gelombang Siluman tersebut, Ryu meminta mereka untuk istirahat sejenak mengingat Qi mereka banyak terkuras lalu duduk bersila untuk memulihkan Qi .
Hal yang membuat Ryu merasa bersyukur adalah dimana Qi milik mereka sudah mencapai Tingkat Kaisar untuk ketiga Istrinya dan dia Sendiri sudah berada di Tingkat Bumi.
Jika Kultivator Biasa, dalam setengah hari saja pasti sudah kehabisan Qi. Namun efek samping dari Qi yang begitu besar akan memperlambat proses Kenaikan Level karena Energi Alam yang harus mereka serap akan berkali-kali lipat lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan Qi mereka sebelum naik Level.
Di Gelombang yang Kedua mereka melakukan Hal yang sama, yaitu dengan menghisap semua Siluman yang datang mendekati mereka. Bahkan Ryu dan Ketiga Istrinya kadang harus menggunakan Langkah Kilat agar bisa menjauh dari gerombolan Siluman.
Karena mereka sudah mulai terbiasa memindahkan Siluman ke Dunia Kecil, maka dengan membutuhkan waktu Dua hari untuk menyelesaikan Gelombang kedua tersebut meski mengalami beberapa luka akibat serangan tiba-tiba.
Ryu kembali meminta mereka untuk memulihkan diri dengan bantuan beberapa Pil hingga mereka merasakan kondisi mereka benar-benar pulih total.
" Sekarang di depan kita ada Gelombang Siluman yang ketiga. Aku harap tidak ada lagi gelombang Siluman berikutnya." ucap Ryu.
" Suamiku, Siluman Puluhan Ribu Tahun di depan kita sudah diluar batas kemampuan kita." Sheng Zhishu terlihat Khawatir.
" Aku tau itu, tapi aku punya Cara." Ryu berjalan mendekati Gerombolan Siluman hingga sekitar 5 Meter.
" Wuush" Ryu berhasil menarik 5 Ekor Siluman yang berusia Puluhan Ribu Tahun tingkat Suci.
" Sepertinya mereka ada pembatas yang membuat mereka tidak bisa keluar dari tempat wilayah mereka. Aku baru sadar waktu kita melawan Gelombang Siluman yang kedua tadi." ucap Ryu.
" Aku paham sekarang. Meskipun Kekuatan kita sekarang masih mampu melawan Satu Siluman Usia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Abadi, bukan berarti kita tidak bisa membawa mereka ke Dunia Kecil." Xin Chie mulai mengerti.
" Aku fikir juga begitu. Meskipun sedikit lambat, Namun tidak berbahaya untuk kita. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama." Sheng Zhishu mengerti.
" Baik. Sekarang kita lakukan!" Ryu langsung mengibaskan tangannya membuat Puluhan Siluman Hilang di depan mata.
Ketiga Istrinya juga langsung melakukan hal yang sama membuat beberapa Siluman di depan mereka seakan Menghilang.
Meskipun untuk memasukkan Siluman yang sudah berusia Puluhan Ribu Tahun dengan Level mereka sekarang sangat sulit, namun hanya itulah jalan satu-satunya agar melewati Gelombang Siluman untuk mencapai Kaki Gunung Kuno.
Terkadang Ryu dan Ketiga Istrinya Harus kembali memakan Pil dan memulihkan Kekuatan Spiritual hingga pulih dan kembali menyelesaikan pekerjaan mereka.
Di Pihak Siluman itu sendiri, mereka sangat marah karena beberapa Kelompok mereka menghilang secara misterius. Namun mereka seakan tidak bisa melewati pembatas tersebut karena jika melewatinya sama juga bunuh diri dan berharap Ryu dan Ketiga Istrinya bisa masuk ke wilayah mereka.
__ADS_1
Waktu berjalan hingga Tiga Hari, Gelombang Siluman juga semakin sedikit hingga tidak ada lagi yang muncul di hadapan mereka.
Ryu langsung melangkahkan kakinya ke Wilayah Siluman tersebut hingga sudah yakin bahwa tidak ada kelompok Siluman lain yang berada di tempat itu.
Kini Qi milik Ryu dan ketiga Istrinya juga Habis terkuras dan langsung meneguk beberapa Pil lalu memulihkan diri.
" Haaahh, Aku rasa tidak ada lagi hambatan. Lebih baik kita kembali ke Dunia Kecil dulu." Ryu kembali ke Dunia Kecil yang juga diikuti ketiga Istrinya.
Sesampai di Dunia Kecil, Mereka dikejutkan dengan Energi Alam yang meningkat pesat sehingga tubuh mereka berangsur Pulih.
Pasukan Naga juga terlihat banyak yang mengalami Luka berat meskipun Energi Alam yang ada di tempat itu Sangat padat, namun seakan tidak mampu menyembuhkan mereka dengan cepat.
" Terimakasih atas bantuan Kalian semua." ucap Ryu dan ketiga Istrinya bersamaan.
" Tuan Penguasa... Kami memang bersemangat untuk membantu, tapi untuk beberapa saat kami harus memulikan diri terlebih dulu." Naga Biru sambil memeriksa Bawahannya.
" Naga Biru, maaf telah merepotkan Kalian. Mungkin Pil ini akan membantu kalian." Xin Chie menerbangkan 1 Kotak Pil yang berisi 500 Pil Pemulihan.
" Sempurna" Naga biru menerbangkan Pil tersebut kepada pasukannya.
Naga biru dan Saudaranya beserta seluruh Pasukan langsung menyerap Pil tersebut hingga beberapa saat Kondisi mereka kembali Pulih.
" Pil ini Luar biasa. mampu menandingi Buatan Para Dewa" Naga biru sangat senang.
" Kalian ambil saja sisanya! Anggap saja sebagai ucapan terimakasih kami." Xin Chie terlihat senang meskipun hanya itu saja yang tersisa.
" Terimakasih Nona." Naga biru seakan tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut. Dia Fikir itu lebih dari cukup sebagai imbalan untuk mereka.
" Tuan Penguasa, Apa ada lagi? " Naga Hitam terlihat senang mengingat yang diberikan Xin Chie sangat membantu mereka.
" Aku rasa sudah cukup. Terimakasih bantuan Kalian semua." ucap Ryu.
" Baiklah, Jika begitu kami pamit." Naga biru Begitu senang lalu terbang ke langit yang seakan memiliki Celah.
" Kalau begitu, aku akan kembali. mengingat waktu hanya tinggal sehari." Ryu langsung keluar dari Dunia Kecil.
" Jika dengan Energi Alam sepadat ini, mungkin kita bisa Lebih cepat naik tingkat." ucap Huli Yue.
......................
Di tempat lain bagian dalam Hutan, Shandian Rou, Cheung, Yihua beserta Murid lain yang awalnya berpencar, kini mulai berkumpul kembali di bagian Wilayah Siluman gelombang kedua.
" Saudara Cheung, Bagaimana?" Tanya Yihua.
" Aku sudah keliling bagian Hutan ini, tapi tidak menemukan Apapun." jawab Cheung.
" Aku heran, kenapa Siluman disini tidak ada. Lalu kemana mereka?" ucap Shandian Rou.
Semua Murid tersadar saat mendengar ucapan dari Shandian Rou, mereka berfikir sejenak dengan kejadian aneh tersebut.
Sesaat mereka mencoba untuk masuk lebih dalam lagi sekaligus mencari Sumberdaya agar bisa dibawa ke Sekte sambil mencari keberadaan Ryu.
Di tempat lain, Ryu yang sudah di Kaki Gunung Kuno langsung naik ke atas untuk mencari Sumberdaya yang akan mereka butuhkan.
Di kaki Gunung Kuno, terlihat ada beberapa Sumberdaya yang dibutuhkan untuk membuat Pil tingkat Empat sampai tingkat Enam.
Namun Ryu tidak mengambilnya, Karena dia yakin bagian atas Gunung Kuno pasti akan lebih banyak lagi.
Perkiraan Ryu memang Tepat, saat sudah mencapai Pertengahan Gunung, kini mulai terlihat tumbuhan Sumberdaya dari Tingkat 8 sampai Tingkat 10.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menghisap semua tanaman tersebut dan menyimpannya di Dunia Kecil tanpa kecuali mengingat Rombongan Murid yang lain tidak akan mencapai tempat tersebut jika tidak memiliki sebuah Teknik seperti yang Ryu miliki yaitu Langkah Kilat.
Walaupun sesekali bertemu Siluman, kali ini Ryu lebih memilih untuk menghindar dengan langkah Kilat mengingat Waktunya hanya tinggal satu Hari.
Semakin tinggi Ryu mendaki Gunung, semakin banyak pula hamparan Tumbuhan Sumberdaya Tingkat 10 hingga Dia memutuskan meminta bantuan Ketiga Istrinya untuk mengelilingi Gunung Kuno dimana Tumbuhan Sumberdaya Tingkat 10 berada hingga tidak ada satupun yang tersisa.
__ADS_1
Saat semua telah terkumpul, mereka langsung menuju ke Puncak Gunung dimana terlihat sebuah dinding Petir tingkat Kaisar seakan menyambar siapapun yang akan masuk.
Ryu meminta ketiga Istrinya untuk kembali ke Dunia Kecil untuk menyusun Sumberdaya yang telah mereka Kumpulkan.