
Pada keesokan hari, Ryu meminta mereka untuk Berkultivasi karena sekarang mereka sudah cukup banyak memiliki Pil.
Begitupun Seluruh Murid Klan Xie juga memilih untuk Berkultivasi membuat Para Guru dan She Ling merasa heran.
Namun saat diperiksa dengan Spiritual miliknya, She Ling merasakan Murid dari Klan Xie sedang Berkultivasi.
" Menarik... belum mendapatkan Point saja sudah mendapatkan Pil." She Ling mengisyaratkan kepada beberapa Guru untuk melanjutkan pembelajaran.
Disisi lain Ryu yang merasa dirinya tidak ada peningkatan langsung membuka lalu menuju ke Dunia Quzhu yang kini juga terlihat ketujuh Istrinya.
" Sayang, Kenapa kami hanya bisa mencapai Pendekar Suci Tahap Awal terus? " Tanya Sheng Zhishu.
" Benar sayang... Padahal kami tanpa henti Berkultivasi kecuali kalau Berkultivasi Ganda." Tanya Yinshi.
" Aku juga tidak tau, jika difikirkan kalian paling tidak sudah mencapai Pendekar Suci Tahap Akhir." Ryu sambil membuka sebuah Kitab.
Setelah sekian lama hening Tiba-tiba Ryu mengerutkan keningnya saat membaca Kitab Dewa Kuno tentang Latar Belakang Dewi Nuwa.
" Sayang, ada apa?" Xin Chie mengerutkan kening menatap Ryu yang terlihat gugup.
" Ah tidak... Tidak ada apapun." Namun fikirannya sangat kacau sambil menatap Istrinya bergantian.
" Sayang, coba aku lihat!" Yuwang mengambil Kitab tersebut sementara Ryu masih mematung.
Para Istrinya pun langsung membaca Kitab tersebut dengan teliti hingga mereka saling berpandangan satu sama lain.
" Pecahan Jantung Dewi Nuwa." Istri Ryu bergumam.
Ketujuh Istrinya langsung mengeluarkan Spiritual masing-masing hingga melihat sebuah benda seperti Kelopak bunga yang berada di kening mereka.
Sementara Ryu sendiri masih mematung seakan tidak percaya bahwa Ketujuh Istrinya hanya sebuah Pecahan dari Jantung Dewi Nuwa.
Setelah berfikir cukup lama Sheng Zhishu mulai bicara " Sayang, aku tau kamu Khawatir... Tapi kami juga tidak bisa menghindari Takdir." Sheng Zhishu seakan pasrah dengan keadaan mereka.
" Sayang... aku tau ini berat untukmu, kami juga tidak bisa berbuat apapun. Apa Sayang mau melihat kami selalu mati dengan cara yang sama sampai Ribuan kali di depan matamu?" Xin Chie tidak ingin Suami mereka harus selalu menderita Ribuan kali, begitupun dengan yang lain juga tidak ingin melihat Ryu menderita Ribuan kali.
" Sayang... Aku akan mencari cara agar kita selalu bersama." Ryu berusaha meyakinkan mereka sekaligus meyakinkan diri sendiri.
" Sayang, aku rasa itu bukan Keputusan yang baik. Takdir memang tidak bisa dihindarkan." Yuwang teringat kejadian ketika Suami mereka melarang untuk ikut bertempur, namun mereka tidak mengindahkannya karena sebuah Dorongan yang begitu kuat yang membuat mereka harus mati.
" Sayang... Jika jiwa kami hanya sebuah titipan dari Dewi Nuwa, maka harus dikembalikan kepada pemiliknya." ucap Yinshi.
Di dalam Kitab Dewa Kuno dituliskan tentang Kehidupan Dewi Nuwa yang menyelamatkan Alam Semesta dari kehancuran akibat Perperangan antara Manusia dan Iblis.
Dalam Perperangan tersebut dimana Manusia tidak ada seorangpun yang Hidup yang membuat Para Dewa Turun ke Dunia untuk menghancurkan Pasukan Iblis yang dipimpin oleh Dewa Ashura, Dewa Iblis dan Dewa Kegelapan.
Setelah Dewa Ashura, Dewa Iblis dan Dewa Kegelapan mampu dilumpuhkan, Pasukan Iblis kembali ke Dunia mereka dan membawa jasad dari Ketiga Dewa tersebut.
Di sisi lain dari Para Dewa juga banyak mengalami kerugian yang menewaskan Dewa Agni, Dewa Petir, Dewi Phoenix, Dewi Es, Kaisar Langit, Kaisar Perang, dan Dewa Yin-Yang beserta balatentara Langit lain.
Saat itulah Dewi Nuwa turun dari langit untuk memperbaiki Dunia yang sudah Rusak dan menghidupkan kembali para Manusia.
Sedangkan untuk para Dewa yang Gugur tidak bisa terselamatkan karena Dewa Ashura menggunakan sebuah Teknik yang membuat Para Dewa tidak bisa bangkit kembali namun mereka hanya bisa Reinkarnasi ke berbagai belahan Dunia.
Pengorbanan Dewi Nuwa sangatlah besar karena harus mengorbankan dirinya yang sudah Abadi hingga Jantungnya Pecah menjadi Tujuh bagian hingga berubah menjadi Kelopak bunga yang sekarang berada di Kening Istri Ryu masing-masing.
__ADS_1
Dari keterangan Kitab tersebut dituliskan bahwa Jika ada tanda Kelopak Bunga Jantung Dewi Nuwa, maka dia tidak pernah berumur panjang dan mati dengan cara menggenaskan hingga Ribuan kali sampai Jantung Dewi Nuwa bisa bersatu kembali.
Ryu yang tidak ingin kehilangan Ketujuh Istrinya tersebut kini berfikir mencari cara agar Istrinya masih bisa hidup bersamanya.
Namun di sisi lain Ryu juga sadar, dia tidak mampu melawan Takdir Langit yang membuat Ryu seakan hilang akal.
" Sayang, Carilah Gadis yang memiliki tanda seperti yang ada di Kitab tersebut! Maka jiwa kami akan menyatu dengan Gadis tersebut." ucap Sheng Zhishu.
" Benar Sayang... hanya dengan itu kita bisa bersama lagi." Xin Chie meyakinkan Ryu.
" Baiklah aku akan mencari cara agar kita bisa bertemu kembali." Ryu mencoba menerima, meskipun hal itu sangat berat.
" Menurutku apa salahnya jika kita memberikan Jiwa kita kepada Istri Baru Suami kita. Dengan begitu kita juga bisa bersama lagi." Huli Yue memberi usul.
" Kakak benar... Anggap saja Xie Hua juga Kami, dengan begitu kita tidak perlu memikirkan Jantung Dewi Nuwa lagi." Yuwang menimpal.
" Aku juga Setuju." ucap yang lain.
" Apa kalian yakin? " Ryu mengerutkan keningnya.
" Sayang, hanya itu saja caranya. Tapi... Kita harus menunggunya 17 Tahun." ucap Sheng Zhishu.
" Tapi itu hanya berfungsi jika Xie Hua masih memiliki Yin Murni. Jika tidak, kita semua akan hancur." Yinshi menatap Ryu penuh arti.
" Aku belum pernah melakukan apapun padanya. Sepertinya Dua Bulan lagi dia sudah genap 17 Tahun." Ryu mengerti tatapan tersebut.
" Sayang, kalau begitu kamu harus menjaganya selama Dua Bulan ini." Sheng Zhishu mengingatkan.
" Kalian tenang saja, bila perlu nanti aku akan bawa dia kesini." Ryu langsung keluar dari Dunia Quzhu.
" Gege..." Xie Hua menghentikan Kultivasinya saat merasakan Kehadiran Ryu.
" Selamat, Sepertinya kamu sudah naik satu tingkat." Ryu merasakan Kultivasi Xie Hua sudah berada di Pendekar Alam Tahap Menengah.
" Ini semua berkat Gege..." Xie Hua sangat senang.
" Hua'er... aku akan membawamu suatu tempat." Ryu memegang pundak Xie Hua.
" Mmmm." Xie Hua hanya mengangguk meskipun tidak tau maksudnya
Seketika mereka telah berpindah ke Dunia Quzhu tepat di Istana Emas membuat Xie Hua kebingungan Sambil memperhatikan sekitar yang terlihat Tujuh Sosok Wanita yang Sangat Cantik.
" Gege... Siapa Mereka? " Xie Hua merasa minder selama ini dia belum pernah bertemu dengan seorang Wanita yang lebih Cantik darinya.
" Mereka adalah Istriku." Ryu memperkenalkan.
" Deg." Jantung Xie Hua seakan terhenti.
' Pantas saja Gege sangat mencintai mereka, Mereka sangat Cantik sekali.' Xie Hua tertunduk lesu.
" Sayang, Jadi ini Istri baru yang kamu ceritakan? Sangat Muda dan Cantik." Sheng Zhishu Senyum ramah kepada Xie Hua sambil memegang pundaknya dengan lembut.
" Hua'er... Untuk sementara waktu kamu tinggal di sini dulu bersama mereka." Ryu menatap ke arah Xie Hua. lalu menoleh ke arah Istrinya. " Sayang, tolong jaga dia dan kasih tau Apa saja yang ada di tempat ini." Ryu berjalan sesaat.
" Mmmmm." Xie Hua mengangguk
__ADS_1
" Sayang, kamu tenang saja. Lagi pula dia akan menjadi Pewaris tempat ini." Yuwang terlihat senang.
" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu langsung menuju Kediaman semula.
Di dalam Rumah, Ryu terlihat kebingungan karena selama ini dia sama sekali tidak ada peningkatan.
" Haaahh... Sebaiknya aku cari angin dulu." Ryu keluar dari Rumah sambil berjalan menyusuri wilayah tersebut.
" Pemuda itu... Bagaimana caraku untuk mengerjainya? Dengan Ilusi dia tidak mempan, Hewan Roh apalagi, Racun... Itu terlalu berlebihan." She Ling terus mengawasi dari kejauhan.
She Ling terus berfikir agar bisa melancarkan rencananya dengan sempurna. " Aku ada ide, aku akan menabur Serbuk Bunga Cinta. Aku rasa dia akan Pulang menemui Istrinya." She Ling senyum licik.
Di tempat lain Ryu yang tengah berjalan yang tidak tau harus dilakukan lalu teringat dengan Pil Penenang yang diberikan oleh Xie Hua. " Semoga saja Pil ini bisa menenangkan pikiran." Ryu langsung menelan sebutir Pil tersebut lalu melanjutkan perjalanan.
" Wuush" Tiba-tiba Sebuah serbuk berwarna merah muda mengelilingi Ryu.
' Rasakan! Sepertinya dia tidak akan lama lagi.' She Ling senyum kemenangan.
Ryu yang sudah kenal dengan Serbuk itu sedikit mengerutkan kening lalu berbalik arah menuju kediamannya meskipun Serbuk Bunga Cinta tidak lagi berpengaruh padanya, Namun dia Khawatir She Ling akan terus menjahilinya.
' Kenapa tidak berpengaruh? Apa serbuk ini Palsu? ' She Ling keheranan melihat Ryu masih baik-baik saja.
" Aku ikuti saja dia " She Ling menyembunyikan Keberadaannya lalu mengikuti Ryu dari belakang.
Ryu yang merasakan matanya sudah ngantuk akibat Pil Gairah Pengantin, langsung mempercepat langkahnya agar cepat mencapai Rumah Kediamannya.
Ryu yang sudah merasakan Ngantuk berat, langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya.
" Bruuuuk." Ryu langsung jatuh ke lantai sebelum mencapai tempat tidur.
" Dasar... Sampai lupa tutup Pintu." She Ling senyum kemenangan Karena dia Fikir rencananya telah berhasil.
" Tapi... Aku harus memastikan dulu. Lagi pula wilayah Jalur 6A tidak ada yang betah." She Ling merasa Aman karena Murid yang lain sudah Pindah ke Jalur 6E termasuk Murid Klan Xie yang baru saja pindah tidak tahan dengan Ketua Devisi 6 yang selalu menjahili mereka dengan Ilusi atau Hewan Roh
She Ling yang sudah berada di balik pintu ' Sepertinya masih aman, tidak ada Suara lirih atau apapun' kini secara perlahan mendekati Kamar Ryu yang terlihat terbuka.
" Haaahh... Malah tidur." She Ling memasang wajah masam karena rencananya tidak berhasil.
" Apa Serbuk Bunga Cinta itu Palsu? lalu kemana Gadis itu?" She Ling memegang Sebuah Botol yang berisi Serbuk Bunga Cinta sambil mencari keberadaan Xie Hua secara perlahan masuk ke dalam lalu menuju Kamar Mandi.
' Tidak ada... Kemana Gadis itu?' She Ling sedikit Khawatir.
" Yuwang." Ryu terbangun dari tidurnya menatap ke arah She Ling.
" Traaang" Botol di tangan She Ling terjatuh langsung Pecah hingga membuat asap berwarna merah muda.
" Yuwang... Ada apa denganmu?." Ryu yang terkena efek dari Pil Gairah Pengantin melihat tingkah dari She Ling yang terkena efek Serbuk Bunga Cinta.
" Sayang, ada apa denganmu?" Ryu merasa heran melihat She Ling yang dia kira Yuwang sudah melepaskan pakaiannya.
" Sayang... kenapa kamu menatapku seperti itu." She Ling langsung menyambar tubuh Ryu lalu membawanya ke atas Ranjang.
" Jadi ini yang kamu inginkan? " Ryu langsung melepaskan Pakaiannya hingga tanpa sehelai benang pun.
" uuuuummm." She Ling langsung mencium bibir Ryu dengan gairah yang membara.
__ADS_1
Ryu pun tidak segan langsung meremas Gunung Kembar milik She ling yang dia pikir Yuwang.