
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Mendengar cerita dari Shen Weida, Ryu bergindik ngeri membayangkan bagaimana tingkat Kultivasi mereka saat berada di Dunia Fana.
Ryu berfikir seperti itu karena Usia Shen Weida sama dengan usia Dunia Fana yang mereka tinggali sekarang.
" Anak Muda... Sepertinya kamu sudah mencapai puncak Kultivator, tapi itu masih belum cukup untuk menyamai Kekuatan para Kultivator saat aku masih hidup. Masih bisa dikatakan hanya 25% dari kekuatan yang sebenarnya." ucap Shen Weida.
" Bukankah aku sudah mencapai puncak Kultivator di Dunia ini?" Ryu mengerutkan kening.
" Itu memang benar... Karena makhluk hidup hanya mengetahui sebatas itu. Bisa dibilang kamu sudah tidak ada tandingan yang lebih kuat lagi." ucap Shen Weida.
" Lalu bagaimana caranya agar lebih kuat lagi?" tanya Ryu.
" Itu rahasia dari Sang Pencipta, itu artinya tergantung pemahaman makhluk hidup itu lagi. Anak Muda... Karena aku sudah terlanjur terlahir kembali, aku butuh bantuanmu untuk mendapatkan 12 jiwa abadi dan 12 tubuh abadi agar aku bisa memiliki wujud dan jiwa." Ucap Shen Weida.
" Bukankah kamu bisa dikatakan sebagai Dewa tertinggi di dunia ini?" Ryu mengerutkan keningnya.
" Itu memang benar... Tapi jika terlalu lama seperti ini, maka seluruh kekuatanku akan menghilang."
" Sepertinya ada 4 Dewa para Siluman, 2 Dewa para Iblis, dan 3 Dewa para Peri lagi yang ada di Dunia Fana ini. Mereka ingin merusak keseimbangan di Dunia Fana ini.
" Anak Muda, aku butuh bantuanmu untuk menarik mereka kesini dengan memberikan Qi milikmu." ucap Shen Weida.
" Bagaimana caranya? " Tanya Ryu.
" Itu mudah saja. Alirkan Qi milikmu ke Cincin yang kamu pakai. Setelah itu biarkan aku yang mengurus semuanya." Ucap Shen Weida.
" Baiklah." Ryu duduk bersila lalu menyalurkan Qi miliknya ke cincin pemulihan.
Seketika udara di sekitar membawa Ryu menuju ke suatu tempat dengan kecepatan yang tinggi.
" Kita sudah sampai." ucap Shen Weida
Ryu pun membuka kembali matanya kini dia sudah berada di tempat yang asing yang belum pernah dia temui.
" Kita ada dimana ini?" Tanya Ryu.
" Kita masih berada di Benua yang kalian sebut Benua Bintang" suara Shen Weida dari Cincin pemulihan.
Seketika beberapa Siluman Seakan tertarik dari berbagai arah langsung masuk ke Cincin pemulihan.
__ADS_1
Ryu yang melihat hal tersebut langsung berkeringat dingin membayangkan keempat Dewa para Siluman beserta pasukannya seakan ditarik oleh kekuatan yang sangat besar.
Terlihat ada empat ekor Siluman yang memiliki tubuh raksasa seakan mencoba untuk melepaskan diri dari kekuatan yang menarik mereka.
Diantaranya adalah Siluman Naga, Siluman Harimau, Siluman Beruang dan Siluman Elang.
Sekuat apapun mereka ingin melawan, namun Kekuatan besar tersebut masih mampu menarik mereka sekaligus.
Auman demi Auman terus mereka lancarkan namun Ryu sama sekali tidak merasakan apapun dari tekanan udara tersebut karena tubuh Ryu seakan dikendalikan oleh Shen Weida meski masih dalam keadaan sadar.
Kurang dari 30 menit Semua Siluman tersebut sudah tidak tersisa.
Setelah beberapa saat, dari balik Pohon yang sangat besar terlihat sebuah lingkaran membentuk cincin yang dikelilingi cahaya.
Dari dalam Lingkaran tersebut terlihat beberapa sosok misterius mulai ditarik paksa menuju Cincin pemulihan membuat beberapa sosok tersebut seakan ingin melawan.
Teriakkan demi teriakan mulai terdengar berusaha melawan kekuatan besar tersebut, namun sekeras apapun mereka melawan tetap saja mereka tidak mampu.
' Beginikah kekuatan yang sebenarnya dari Dewa tertinggi.' Ryu membatin saat melihat kelima sosok yang sudah mencapai puncak Kultivator seperti sebuah mainan saja.
Setelah beberapa saat kini semua sosok tersebut mulai menghilang karena sudah terhisap masuk ke Cincin pemulihan.
" Terimakasih Anak Muda. Sekarang aku akan memulihkan Dunia ini seperti semula." Terlihat 5 Bunga keluar dari Cincin pemulihan.
Dari kelima bunga tersebut memiliki corak tersendiri yaitu Putih bening seperti kristal, berwarna ungu, berwarna keemasan, berwarna merah, dan berwarna putih.
Kelima bunga tersebut melayang di udara hingga membentuk butiran cahaya hingga menghilang diterpa angin.
Seketika Energi Alam yang ada di Dunia Fana menjadi lebih Kuat dan padat Ryu sendiri yang merasakan juga terlihat senang.
" Energi alam ini sama persis di Dunia Abadi." Ryu bergumam.
" Kelima bunga itu adalah kelima Putraku. Aku telah mengembalikan energi alam semesta yang pernah mereka serap. Dengan begini, Alam semesta akan seimbang." ucap Shen Weida.
" Anak Muda... Sepertinya kamu memiliki semua sifat dari kelima Putraku, maka ambillah Artefak yang ada di dalam pohon itu." Shen Weida mengarahkan jari telunjuk Ryu ke pohon yang sebelumnya tempat beberapa sosok misterius muncul.
Tanpa menjawab Ryu langsung menciptakan Bola Petir lalu mengarahkan kepada pohon besar tersebut hingga hancur berkeping-keping.
Terlihat sebuah Senjata berbentuk pedang namun memiliki Aura yang sangat kuat melebihi Pedang yang dimiliki Ryu.
" Apakah ini artefak yang kamu maksud?" Tanya Ryu.
" Benar... Meskipun Pedang ini tidak bisa kamu gunakan, tapi suatu saat kamu memerlukannya saat kamu sudah mencapai puncak Kultivator. Jadi jagalah Artefak itu baik-baik. Anggap saja sebagai pengganti Harta yang telah aku ambil." Ucap Shen Weida.
" Baik." Ryu menyimpan Artefak tersebut ke dalam cincin pemulihan.
" Sebaiknya kita kembali ke tempat semula. sepertinya kekuatanku hanya sisa sedikit. mungkin aku akan tertidur selama bertahun-tahun." ucap Shen Weida.
Mendengar ucapan dari Shen Weida, Ryu berniat untuk menanyakan beberapa hal yang masih mengganjal di hatinya.
" Anak Muda... Aku tau kamu ingin bertanya kepadaku, tapi waktuku sangat terbatas. Tunggu saja sampai aku bangun. Tapi aku akan menjawab satu pertanyaan darimu. Pasti kamu ingin menanyakan kenapa aku memiliki Nama? Shen Weida adalah julukan yang diberikan oleh kelima Putraku dan seluruh Makhluk di Dunia ini. Itu artinya Sang Dewi Agung." ucap Shen Weida.
Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung terkejut bagaimana bisa Shen Weida mengetahui apa yang ingin dia tanyakan dari beberapa pertanyaannya.
" Baik." Ryu kembali mengalirkan Qi ke cincin pemulihan hingga dalam hitungan detik dia sudah berada di tempat semula.
" Terimakasih Penguasa." Ryu berkata dengan tulus.
Ryu menganggap bahwa Shen Weida sama seperti Penguasa Elemen yang lain dimana mereka berada di Dunia sejak Dunia tercipta.
Setelah menunggu beberapa saat Ryu tidak menemukan jawaban sehingga dia memeriksa cincin pemulihan yang kini sudah kembali seperti semula.
__ADS_1
" Apa Penguasa itu mengorbankan diri untuk memperbaiki Dunia ini?" Ryu bergumam sambil merasakan Energi Alam yang sangat padat.
Di seluruh Dunia Fana baik di Benua Lotus, Benua Bintang, Dunia Siluman, Dunia Peri, Dunia Dewa, dan Dunia Iblis juga mengalami hal yang sama dimana energi alam di tempat mereka sudah meningkat.
Tidak beberapa lama terlihat anggota Klan Liu mulai berdatangan mendekati Ryu.
" Tetua Agung." ucap mereka serempak.
" Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan." Ryu berjalan masuk ke dalam kapal udara.
Begitupun yang lain juga mengikuti Ryu masuk ke dalam kapal udara.
Saat sudah berada di dalam kapal, mereka berkumpul bersama di lantai dua dimana para anggota saling berbisik satu sama lain mengenai Energi Alam yang tiba-tiba meningkat.
Bahkan mereka dapat merasakan bahwa kekuatan mereka juga mulai meningkat meskipun tidak naik level.
Namun Ryu tidak ingin menceritakan tentang situasi tersebut, karena apa yang baru saja dia alami sungguh diluar nalar.
" Ryu'er... Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Liu Meng.
" Aku rasa tidak ada lagi yang kita khawatirkan, lebih baik kita menuju Dunia Abadi." Ucap Ryu.
Meskipun Sumberdaya yang Ryu miliki semuanya habis bahkan tidak mendapat apapun, tapi paling tidak Ryu telah mendapatkan Artefak yang menurutnya sangat berguna di kemudian hari.
" Ryu'er... Bagaimana caranya?" Liu Meng kembali bertanya.
" Ayah... Kalian masuklah ke cincin pemulihan milikku. Setelah itu biar menjadi pekerjaanku." ucap Ryu.
" Baiklah... Tetua Jianying, Tetua Xiuying, Tetua Tianba, Tetua Nuan, aku butuh bantuan kalian untuk memanggil semua Klan Liu kesini." Liu Meng menatap ke arah mereka.
" Baik Tetua Meng." Ucap mereka serempak lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Ayah, Ibu, Fang'er, kalian masuk dulu. Salurkan sedikit Qi milik kalian ke Cincin ini agar bisa terhubung satu sama lain selama dalam perjalanan." Ryu meletakkan Cincin pemulihan di atas meja.
" Baik." ucap mereka serempak lalu berjalan mendekati meja dan menyentuh Cincin pemulihan hingga tubuh mereka langsung menghilang.
Satu-persatu mereka maju kedepan melakukan hal yang sama.
Setelah beberapa saat kini semua anggota keluarga Klan Liu yang berada dari Sekte Lembah Persik sudah berada di cincin pemulihan.
Kini satu-persatu penduduk Desa Lembah Hitam mulai bergantian masuk ke Cincin pemulihan.
Hingga beberapa saat hanya tersisa satu sosok yang belum masuk yaitu Qixuan dimana dia tengah berdiri di tempat paling pojok.
Ryu yang baru menyadari hal tersebut kini hanya menggelengkan kepala sambil menatap ke arah sosok yang memakai penutup wajah.
" Tetua Qixuan." Ryu mengerutkan keningnya.
" Maaf Tetua Agung... Aku harus ikut denganmu." Qixuan tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaannya.
" Jujur saja, aku tidak bisa berpisah denganmu. Itu akan membuatku semakin menderita." Qixuan tidak tahan lagi menahan air matanya langsung berlari dan memeluk Ryu.
Saat itu juga suasana menjadi pecah terdengar suara tangisan dari Qixuan sambil memeluk Ryu dengan erat.
" Tetua Qixuan... maafkan aku. Aku sudah banyak membuatmu menderita." Ryu membalas pelukan dari Qixuan sambil mengusap rambutnya.
Merasa sentuhan lembut dari Ryu, Qixuan semakin memeluk Ryu dengan erat melepaskan semua rasa yang dia pendam selama ini.
" Sudahlah kamu jangan menangis lagi." Ryu mencoba menenangkan Qixuan yang terus meneteskan air mata dengan suara terisak-isak.
" Tetua Agung... Aku mohon, biarkan aku memelukmu seperti ini terus." Qixuan tidak ingin melepaskan pelukannya tersebut dengan suara terputus-putus.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Qixuan, Ryu merasa iba karena bagaimanapun dia pernah dekat dengan Qixuan saat berada di Sekte Pedang Kuno bahkan tinggal satu rumah.