
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Selesai membunuh Anggota Paviliun Kelinci Merah, Ryu mengambil Cincin Ruang milik mereka lalu masuk ke dalam Goa dimana terdapat Puluhan Tawanan Wanita dimana semuanya tanpa sehelai kain sedikitpun.
Ryu melihat hal itu hanya menahan amarah sambil membebaskan para tawanan Wanita tersebut dalam hati Ryu akan membalas kepada mereka berkal-kali lipat.
" Terimakasih atas pertolongan Tuan." ucap beberapa Wanita sambil memungut pakaian mereka lalu memasang kembali.
" Mmmmm... Kalian boleh pergi dari sini dan bawalah ini sebagai bekal kalian." Ryu membagikan kepada mereka Batu Roh hasil jarahannya agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak.
Setelah mereka pergi, Ryu langsung menuju ke Markas anggota Paviliun Kelinci Merah lainnya hingga lebih dari satu Bulan akhirnya Ryu telah berhasil menghancurkan Markas Paviliun Kelinci Merah dan menyelamatkan para tawanan dan juga membagikan semua Batu Roh yang dia dapatkan dari Anggota Paviliun Kelinci Merah.
Kini Ryu telah berada di depan Pintu Gerbang Kediaman Tuan Kelinci yang terdapat beberapa Penjaga.
......................
Di dalam kediaman Tuan Kelinci kini terlihat Tuan Kelinci, Tiga Istrinya dan Lima Sosok Wanita lain yang sudah terkena Racun Kelinci Merah.
" Ampun Tuan... " ucap salah satu dari kelima Wanita tersebut.
" Suami... Cepat lakukan! Aku sudah tidak sabar ingin menerobos Pendekar Bumi Tahap Menengah." salah satu Istri dari Tuan Kelinci sambil melepaskan pakaian salah satu dari kelima korban seraya dengan senyum jahatnya.
" Istriku, kalian tenang saja. Aku akan membuat kalian semua menerobos Pendekar Bumi Tahap Menengah." Tuan Kelinci senyum kemenangan sambil menatap kelima Wanita tersebut.
" Suami... Kali ini kamu mendapatkan Wanita yang Cantik. meski masih kalah cantik dengan kami bertiga." ucap salah satu Istri Tuan Kelinci sambil menatap mereka yang sudah tidak tahan lagi menahan efek Racun tersebut.
" Baiklah, aku akan memulainya sekarang." Tuan Kelinci mendekati salah satu dari kelima korban.
" Bboooom." Dinding pembatas langsung hancur berkeping-keping.
" Si...Siapa kamu? Pengawal..." Tuan Kelinci memanggil Para bawahannya.
" Apa yang kamu cari? semua bawahanmu sudah mati." Ryu menatap mereka bergantian.
" Suami... Cepat bunuh dia. kita tidak boleh melewatkan Kelima Wanita ini." Ketiga Istri Tuan Kelinci menatap tajam ke arah Ryu dengan penuh amarah.
Ryu yang melihat ketiga Wanita berpakaian Merah tersebut merasa miris karena tidak memiliki hati nurani bahkan sesama Wanita, mereka seakan mendukung tindakan Suami mereka.
" Ternyata kalian memiliki hati yang Keji melebihi Iblis." Ryu sangat marah langsung Menggunakan Teknik Transformasi.
" Apa?" Tuan Kelinci dan Ketiga istrinya sangat kaget.
" Bboooom" Ryu langsung menerkam Tuan Kelinci membuatnya terpental menembus dinding pembatas hingga terjatuh ke tanah.
Tuan Kelinci yang sebelumnya tidak siap langsung bangkit dan menerjang ke arah Ryu.
__ADS_1
Pertempuran Sengit antara mereka langsung membuat Kerusakan di berbagai tempat.
" Sial mengapa Pemuda ini mampu mengimbangi kekuatanku." Gumam Tuan Kelinci sambil melompat ke arah lain agar bangunan tempat Istrinya tidak hancur.
Setelah berada di tempat cukup aman. Tuan Kelinci langsung menghadang Ryu melancarkan serangannya dengan kekuatan penuh.
' Pedang Kelinci Pembelah Bumi '
Tuan Kelinci melepaskan Teknik miliknya membuat tekanan udara membentuk Pedang Raksasa.
" Bboooom." Bayangan Pedang tersebut langsung menabrak tubuh Ryu hingga membuat Kawah kecil.
" Uhuuk." Ryu memuntahkan segumpal darah.
" Hahahaha... Nyalimu memang besar anak Muda. tapi kamu masih belum mampu mengalahkanku." Tuan Kelinci senyum kemenangan sambil menatap Kawah kecil tersebut.
" Wuush" Ryu dengan kecepatan tinggi kembali melompat menerjang ke arah Tuan Kelinci.
' Apa? Bagaimana mungkin ' Tuan Kelinci yang ingin menyelesaikan Pertarungannya kini melihat Ryu masih dalam keadaan baik-baik saja.
Dengan Wujud Harimau Petir, Ryu terus menerjang ke arah Tuan Kelinci dimana Tuan Kelinci juga menangkis serangan Ryu lalu menyerang balik.
Getaran dari pertarungan sengit meraka membuat Gempa Kecil dan membuat pepohonan yang ada di sekitar Areal Pertarungan tumbang bahkan Hancur.
' Jadi ini kekuatan Pendekar Bumi Tahap Akhir ' Ryu membatin sambil melepaskan serangannya.
" Ggooooaaarr" Ryu Menggunakan Teknik Auman Bencana Harimau Petir.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom.." Ledakan dahsyat dari Pusaran Petir membuat Tuan Kelinci meringis kesakitan.
" Aaarrrggghhhh." Tuan Kelinci kembali bangkit langsung melepaskan serangannya dengan pukulan Api yang menyelimuti tubuhnya
" Bboooom... Bboooom... Bboooom... " Amukan Api membuat pepohonan langsung terbakar.
" Bboooom." Pukulan keras telak di bagian Dada Tuan Kelinci membuatnya terpental puluhan meter.
" Wuush" Ryu mengikat tubuh Tuan Kelinci dengan jaring Petir.
" Aaarrrggghhhh." Tuan Kelinci mencoba melepaskan ikatan tersebut dengan Seluruh kekuatannya.
Namun semakin kuat dia memberontak semakin Ganas juga Racun dari Elemen Petir yang menyerang Organ dalam tubuhnya.
" Aku harap kamu bisa menyaksikan hal yang sama." Ryu membawa tubuh Tuan Kelinci menuju Bangunan sebelumnya.
" Suami..." Ketiga Istri Tuan Kelinci kaget saat Ryu melempar Tuan Kelinci di depan mereka.
" Kubunuh Kau..." Ketiga Istri Tuan Kelinci menyerang Ryu.
" Praaakkk... Praaakkk... Praaakkk... " Ryu Menampar wajah mereka satu-persatu.
" Aaarrrggghhhh." Ketiga Istri Tuan Kelinci meringis kesakitan.
" Wuush." Ryu mengikat tubuh mereka dengan jaring Petir.
Tuan Kelinci yang menyaksikan Istrinya diperlukan seperti itu seakan ingin membalas, namun sekuat apapun dia melepaskan ikatan tersebut Organ dalam tubuhnya juga seperti terbakar.
Ryu menatap kelima Wanita tersebut seakan bimbang, jika dia menyerap Racun Kelinci Merah, maka Teknik yang dia pakai bisa rusak.
Dari wajah kelima Wanita tersebut seakan meminta bantuan kepada Ryu meskipun mereka tau resiko yang mereka terima.
Dalam keadaan terpaksa Ryu mengangkat kelima Wanita tersebut lalu melepaskan pakaiannya.
" Maafkan aku... aku tidak tau lagi cara lain untuk menyembuhkan Racun Kelinci Merah dalam tubuh kalian." Ryu memperlihatkan Tongkatnya lalu menenggelamkan miliknya pada salah satu Wanita tersebut.
Semakin lama semakin cepat Ryu mempercepat gerakannya hingga mulai terdengar suara ******* dari wanita tersebut.
__ADS_1
Tuan Kelinci yang melihat kejadian tersebut hanya bisa membulatkan mata tidak menyangka Milik Ryu lebih besar dari miliknya langsung memasang wajah masam Karena kejantanannya selama ini masih kalah jauh dari Ryu.
Sedangkan Ketiga istrinya juga membulatkan mata dalam fikiran mereka ingin berada di posisi kelima Wanita tersebut dan Menganggap suami mereka tidak ada apa-apanya.
Setelah menyembuhkan Racun Kelinci Merah dari salah satu Wanita tersebut, Ryu langsung menuju ke wanita yang lain hingga Kelima Wanita tersebut seakan menikmati apa yang dilakukan oleh Ryu.
Saat Kelima Wanita tersebut sudah lemas terkapar, kini Ryu menoleh ke arah Tiga Istri Tuan Kelinci dengan senyuman jahatnya.
" Tuan Kelinci, rasanya jika ketiga Istrimu diperlakukan dengan cara yang sama?" Ryu menabur Racun Kelinci Merah kepada Ketiga Istri Tuan Kelinci.
Melihat kejadian itu tuan Kelinci hanya bisa menggerutu dalam hati karena dirinya sendiri sudah tidak berdaya.
Setelah menunggu waktu cukup lama Ketiga istri Tuan Kelinci merasa nafsu mereka semakin memuncak.
Tanpa menunggu lama Ryu menggagahi mereka di depan Tuan Kelinci yang kini seakan ingin bunuh diri tidak ingin menyaksikan hal tersebut.
Di sisi lain ketiga Istri Tuan Kelinci seakan menikmati apa yang dilakukan oleh Ryu dan terdengar jelas di telinga Tuan Kelinci yang membuatnya menjadi Gila.
Bahkan Ketiga Istrinya berusaha keras untuk menyaingi kegagahan Ryu dan Ryu sendiri seakan menerima hal tersebut.
Tidak sampai disitu saja, setelah ketiga Istri Tuan Kelinci sudah tidak berdaya Ryu mengangkat Pantat mereka hingga tercipta hentakan yang sangat keras dan pada akhirnya Ketiga istri Tuan Kelinci jatuh terkapar merasakan sensasi kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan dari Tuan Kelinci.
" Bagaimana Tuan Kelinci?" ?Ryu menoleh ke arah Tuan Kelinci.
" Aku bisa lebih jahat lagi kepada orang yang berhati Jahat." Ryu mematahkan leher Ketiga istri Tuan Kelinci.
" Aku rasa sudah cukup. Anggap saja sebagai Hukuman untukmu sebelum pergi ke Neraka." Ryu memotong Leher Tuan Kelinci lalu mengambil Cincin Ruang milik mereka.
Setelah berhasil mengumpulkan tenaga, Kelima Wanita tersebut mulai bangkit dari tempat tidur sambil memegang bagian bawah perut mereka lalu memungut pakaian dan memakainya.
Dalam hati mereka sangat takut kepada Ryu karena dalam keadaan setengah sadar mereka mendengar sendiri apa yang telah dilakukan Ryu kepada ketiga Istri Tuan Kelinci hingga sampai membunuhnya seakan memiliki dendam Pribadi.
Dengan rasa takut, kelima Wanita tersebut memberanikan diri untuk berjalan mendekati Ryu.
" Terimakasih atas pertolongan Saudara." Kelima Wanita menundukkan kepala meski masih teringat jelas apa yang dilakukan Ryu kepada mereka.
" Mmmm... Sekali lagi aku minta maaf. Tidak seharusnya aku melakukan hal itu, namun aku sendiri tidak ada cara lain untuk menyembuhkan Racun itu." Ryu tertunduk lesu tanpa menoleh ke arah mereka.
" Saudara... Kami juga faham dengan keadaan kami. Jika tidak mendapatkan pertolongan, rusaknya Meridian itu sama saja sangat menyakitkan dari sebuah kematian." ucap salah satu dari mereka.
" Hal ini memang sangat berat, mungkin ini adalah bagian dari takdir yang harus kami jalani." Kelima Wanita meneteskan air mata membayangkan nasib mereka kedepannya.
" Ambillah dan mulailah dengan kehidupan kalian yang baru." Ryu memberikan kepada mereka masing-masing satu Cincin Ruang berisi Sumberdaya dan Batu Roh dari hasil jarahannya.
" Baiklah Saudara." Kelima Wanita tersebut mengambil masing-masing satu Cincin Ruang sontak kaget saat melihat isi dari Cincin tersebut.
" Saudara... Ini." Kelima Wanita melihat harta dalam Cincin Ruang memiliki banyak Harta yang mampu memenuhi kebutuhan mereka Puluhan Tahun.
Dengan harta sebanyak itu mereka berfikir bisa membuat Rumah dan menjalani kehidupan mereka dengan layak bahkan mendapatkan pasangan hidup yang bisa menerima kekurangan mereka.
" Saudara... Kami pamit undur diri." Kelima Wanita tersebut meninggalkan ruangan.
Dalam hati Ryu sebenarnya tidak enak, namun jika dia harus bertanggung jawab maka dia akan menjadi Pusing karena harus membagi waktu kepada seluruh Istrinya.
" Haaahh... " Ryu bernafas lega setelah kepergian mereka sambil melihat salah satu benda yang ada pada Cincin Ruang milik Tuan Kelinci.
Ryu langsung mengambil benda tersebut yang berbentuk sebuah Kristal yang terdapat sosok Roh yang terkurung.
' Roh Naga Neraka?' Ryu membatin lalu menciptakan Sosok Naga Hitam yang memiliki Elemen Kegelapan.
" Wuush." Ryu menarik Roh Naga Neraka lalu menyimpannya di Kristal Mutiara dan melempar kearah Naga Ciptaannya.
Seketika udara di sekitar ruangan berputar hebat hingga membentuk Sosok Pemuda yang tampan memakai Baju Jirah berwarna Hitam bergaris merah.
" Pendekar Langit" Ryu bergumam merasakan Aura dari Pemuda tersebut lebih kuat dari Li Chun.
__ADS_1