SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
AKADEMI NAGA LANGIT


__ADS_3

Ryu yang sudah berada di dalam Kamar, kini terlihat senyum kenangan karena sudah mengelabui Petugas penjaga loket.


Saat melihat Xie Hua masih Duduk bersila, Ryu langsung masuk ke Dunia Quzhu untuk mencampur Pil Kultivasi yang dia dapatkan dengan Bunga Spiritual Krisan.


Setelah berada di dalam Istana, Ryu merasakan kalau istrinya yang masih Berkultivasi hingga dia langsung mengekstrak Semua Pil yang dia dapatkan.


Setelah selesai melakukan pekerjaan, Ryu mengirimkan Pesan Jiwa kepada Ketujuh Istrinya kalau Pil Kultivasi sudah ditaruh di dalam Ruang penyimpanan Sumberdaya.


" Hah... Sebaiknya aku membuka Kitab Teknik Lingkaran Suci dulu." Ryu awalnya hanya membaca sampul saja kini berniat untuk mempelajari Kitab tersebut.


" Wuush" Sebuah cahaya keluar dari Kitab tersebut langsung masuk ke Alam bawah sadar.


" Apa itu? sepertinya bukan dari Teknik." Ryu mengambil posisi bersila masuk ke Alam bawah sadar.


Sesampai di Alam bawah sadar, Ryu melihat bayangan Sosok seperti Manusia berkepala Kera seakan sedang menunggunya.


" Siapa Sosok Ini? Auranya sangat kuat?" Ryu berkeringat dingin seperti seekor semut berhadapan dengan Gajah.


" Anak Muda, aku suka dengan kegigihan mu. Itu sebabnya aku menyimpan Sedikit Spiritual milikku pada Kitab yang baru saja kamu buka." ucap Bayangan Spiritual dari Wu Kong.


' Sedikit?' Ryu membayangkan jika bertemu dengan wujud asli dari Sosok tersebut.


" Aku tidak bisa terlalu lama karena aturan dari Setiap Dunia. Aku adalah Sang Pelindung dari Dunia Fana. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Wu Kong terbang mendekati Ryu.


" Karena kamu berasal dari Dunia Fana yang sudah mencapai Puncaknya, maka saat kamu berada di Dunia ini kamu akan mendapatkan sedikit Kesulitan untuk meningkatkan Kultivasi. Itu Artinya kamu akan bekerja keras Puluhan kali lipat dari Kultivator yang ada di Dunia ini." ucap Wu Kong.


" Maksud Senior?" Ryu langsung murung.


" Kamu tidak perlu khawatir... Aku yakin kamu punya banyak cara untuk meningkatkan Kultivasimu dan juga Ketujuh Istrimu. Lagi pula kamu banyak menyimpan Harta Langit dan berbagai hal lain yang tidak ditemukan di Dunia ini, jadi itu adalah bagian dari kelebihan mu." ucap Wu Kong.


" Maaf Senior, lalu apa yang harus aku lakukan?" Ryu terlihat penasaran.


" Aku tidak bisa membantu, karena itu aturan dari Sang Pencipta. Jadi jangan kecewakan aku. Aku bosan melihat Kultivator dari Dunia Abadi yang sering menggunakan Teknik Reinkarnasi ke Dunia Fana dan merubah Hukum Alam sebagai Batu loncatan mereka. secara tidak langsung aku memberikan kepercayaan untukmu bahwa Dunia Fana tidak selemah yang mereka Fikirkan." Wu Kong menatap Ryu penuh arti.


" Aku mengerti Senior." Ryu senyum lebar.


" Hahahaha... Aku suka sifat liar mu. Satu lagi, Informasi yang kamu terima dari Pria berambut Putih itu hanya sepenggal saja. Suatu saat kamu juga tau sendiri." Wu Kong tertawa lepas lalu menghilang.


" Pria berambut Putih? Jadi dia hanya memberikan informasi sedikit saja. Baiklah, aku bisa mencari sendiri." Ryu langsung keluar dari Alam bawah sadar.


Selesai membaca Kitab Teknik Lingkaran Suci, Ryu kembali mempelajarinya di Alam Bawah Sadar hingga beberapa jam dia telah menguasai Teknik tersebut lalu membuka mata.


" Sayang... Kitab apa itu?" Sheng Zhishu mengagetkan Ryu yang sudah lama menunggunya.


" Ah... Ini.. Teknik Lingkaran Suci" Ryu memperlihatkan Kitab tersebut.


" Lingkaran Suci" Sheng Zhishu mengerutkan keningnya.


" Mmmmm. mana yang lain? mengapa kamu menghentikan latihan mu? " Ryu merasa heran.


" Lebih baik memakai Kultivasi Ganda saja. Mumpung Sayang masih berada di sini." Sheng Zhishu mendekati Suaminya.

__ADS_1


" Baiklah... Lagi pula itu sudah menjadi kewajiban." Ryu mengusap Rambut Sheng Zhishu.


" Kalau begitu, malam ini giliran ku, besok Malam adik Chie lagi dan seterusnya. Sayang harus bersikap Adil." Sheng Zhishu mencium bibir Suaminya.


Setelah berbincang beberapa saat, Ryu menggandeng Sheng Zhishu masuk ke Kamar " Sayang, aku masih punya waktu untuk kalian selama lima bulan ini. jadi jangan khawatir." Ryu langsung membaringkan tubuh Sheng Zhishu.


" Itu bagus, jadi kita punya banyak waktu." Sheng Zhishu mendekatkan tubuh Ryu Padanya. Aku ingin mengulang kembali saat pertama kali kita melakukannya." Sheng Zhishu membalikkan tubuhnya ingin menguasai Ryu. lalu menciumnya dengan lembut.


" Apa kamu yakin? " Ryu melepaskan pakaian Sheng Zhishu tanpa sehelai pun hingga memperlihatkan Gunung Kembar yang begitu indah dan Goa Suci miliknya seakan menempel pada Tongkat Pusaka milik Ryu.


" Aku sangat yakin." Sheng Zhishu juga melepaskan Pakaian Ryu yang berotot memperlihatkan Tongkatnya sudah berdiri Kokoh.


Namun saat melakukan Kultivasi Ganda selama Lima Jam, Sheng Zhishu seakan tidak mampu lagi karena sudah mengeluarkan Yin sebanyak Enam kali saat mencapai Puncaknya, Ryu langsung mengeluarkan 'Yang'miliknya yang menandakan dia juga sudah mencapai puncak.


" Sayang, kita menyerap Energi Yin-Yang ini saja." Ryu tidak ingin memaksa untuk melakukan ronde berikutnya karena bisa merusak Goa Suci milik Istrinya yang sudah pasti membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula.


" Mmmmmm." Sheng Zhishu juga sadar bahwa dia tidak pernah mampu melawan Suaminya yang sekarang ibarat langit dan bumi.


Mereka pun menyerap Energi Yin-Yang tersebut hingga sampai habis dan Ryu memilih mereka untuk beristirahat.


Begitupun pada hari-hari berikutnya Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang juga harus mengalami nasib yang sama seperti Sheng Zhishu sebelumnya membuat Ryu hanya melakukan sekali penyerapan dari setiap Istrinya.


Dalam memberi jeda tersebut, Ryu juga tidak terlalu mengeluarkan Energi yang banyak hingga saat Siang dia bisa melakukan aktivitas lain dimana membuat Sarung Pedang untuk Xie Hua.


" Aku sudah Lima Bulan bersama kalian disini, aku rasa sudah cukup sambil menunggu kalian merasa cukup kuat." Ryu Menggoda Istrinya.


" Jeda Enam hari berturut-turut sudah cukup." ucap Yuwang.


Ryu yang sudah berada di dalam kamar Kapal, kini melihat Xie Hua masih dalam posisi semula sesaat membuka matanya.


' Untung saja. telat sedikit bisa ketahuan' Ryu diam-diam membuka kembali Pelindung Tempurung Kura-kura.


" Gege..." Xie Hua langsung bangkit dan memeluk suaminya.


" Selamat... Sekarang kamu sudah mencapai Fondasi Naga Kaisar." Ryu mengusap rambut Xie Hua yang masih lugu.


" Gege... Maaf, selama ini aku tidak ada waktu untuk mengurus mu." Xie Hua merasa bersalah.


" Jangan fikirkan masalah itu. Ini Pedangmu." Ryu memberikan Pedang milik Xie Hua.


" Waaahhh... Sangat cantik." Xie Hua sangat senang.


" Ini Pil milikmu." Ryu memberikan Pil milik Xie Hua.


" Auranya sangat kuat dari sebelumnya." Xie Hua memasukan kembali Pil Kultivasi di Kantong Dimensi.


" Sepertinya kita sudah hampir mencapai Akademi Naga Langit, lebih baik kita lihat keluar." Ryu langsung keluar dari kamar diikuti Xie Hua yang selalu menempel padanya.


Xie Hua sebenarnya ingin menunjukkan bahwa dia sudah pantas untuk Ryu, dan seakan tidak rela harus berpisah darinya karena Ryu adalah Cinta pertamanya.


Meskipun sesekali dia berfikir bahwa Ryu tidak pernah mencintainya, karena selama ini Ryu tidak pernah berbuat apapun kepadanya.

__ADS_1


Walaupun begitu Xie Hua akan terus berusaha agar Ryu juga mencintainya dan tidak menganggapnya seperti Anak Remaja lagi.


Sesampai di Tanah lapang, kini mereka disambut dengan pemandangan yang memukau dan tidak pernah Ryu lihat sebelumnya dimana terdapat sebuah Gunung yang sangat Luas dan Tinggi yang terdapat beberapa Kapal mulai dari yang kecil hingga besar terbang di udara.


' Ternyata Benar apa yang dikatakan Sosok Misterius itu, Pria berambut Putih itu hanya mengelabui ku.' Ryu mengambil kesimpulan dari apa yang dia lihat sekarang yang masih ada Wilayah lain Selain Wilayah 20 Klan.


' Cciiihhhh... Mengapa Pria berambut Putih itu ingin menipuku?' Ryu merasa heran.


" Gege... Apa yang kamu pikirkan?" Xie Hua menatap Ryu yang melamun.


" Hua'er... aku hanya berpikir bagaimana cara mereka memiliki Kapal yang begitu banyak." Ryu berdalih.


" Aku tidak tau, tapi yang pernah aku dengar kapal ini bisa terbang menggunakan Batu Roh." ucap Xie Hua.


" Batu Roh." Ryu mengerutkan keningnya.


" Dengarkan semua, sekarang kita akan menuju seleksi tingkat Bonus." Lang Mutian menuntut mereka menuju Kaki Gunung.


Setelah berjalan beberapa saat kini mereka mencapai sebuah tangga panjang yang mencapai anak Tangga.


Dari Anak tangga itu, Wakil Akademi menjelaskan bahwa setiap satu Anak tangga yang dilewati maka akan mendapatkan satu Poin dan bisa ditukar dengan satu Batu Roh dimana total dari yang dilewati akan menjadi Poin Bulanan.


Semakin tinggi anak tangga yang dilewati, maka semakin Tinggi tingkat Pendidikan yang didapatkan. Dan setiap kelipatan 100 akan mendapatkan Devisi yang berbeda yang berjumlah 10 Devisi mulai dari Devisi terendah Devisi 10 dan yang tertinggi Devisi 1.


Setelah menerangkan aturan tersebut Wakil Akademi meminta agar setiap Klan akan mengantri sesuai urutan mulai dari Klan Besar.


Ryu yang mendengar keterangan tersebut hanya memasang wajah masam, karena yang dia butuhkan bukan Poin ataupun seorang Guru melainkan Sumberdaya.


" Gege... kita harus berjalan bersama." Xie Hua memegang tangan Ryu.


Dari beberapa Kepala Devisi semua tertuju pada Pedang Besar yang ada di punggung Ryu.


" Siapa Pemuda itu? apa dia dari Klan Besar sehingga bisa membeli Senjata Roh Tingkat Langit." Beberapa Kepala Devisi menilai dari ukiran Naga yang ada di sarung Pedang.


Kali ini mereka juga dikejutkan dengan Wanita Cantik disampingnya yang juga memiliki Tingkat yang sama.


" Klan Xie? dari mana harta mereka bisa mampu membelinya?" Para kepala Devisi dan beberapa Guru meneliti dari pakaian mereka.


Di dalam berjalannya Proses menaiki Tangga tersebut Klan Long memiliki Satu peserta yang mampu mencapai 690 Anak tangga, 2 Peserta mencapai 630 Anak tangga dan Tujuh Peserta lain 490 Anak tangga.


Peserta Klan Laohu, 2 Orang mencapai 680 Anak tangga, 2 Orang mencapai 612 Anak tangga dan 6 Orang mencapai 440 anak tangga.


Peserta Klan She, 4 Orang mencapai 630 Anak tangga dan 6 Orang mencapai 501 Anak tangga.


Peserta Klan Lang 2 Orang mencapai 890 Anak tangga, 3 Orang mencapai 755 Anak tangga dan 5 Orang mencapai 509 Anak tangga.


Sedangkan Peserta Klan Song, Klan Gui, Klan Bao, Klan Hem, dan Klan Zhi rata-rata mencapai 401 hingga 590 Anak Tangga.


Kini Klan Xie yang mendapat giliran terlihat Xie Shuxiang mencapai 660 Anak tangga, Xie Kai mencapai 590 Anak tangga dan 6 Peserta lain mencapai 505 Anak tangga.


" Tidak menyangka Klan Xie bisa mencapai prestasi yang mengagumkan pada Tahun ini." Semua Ketua Devisi dan Guru yang hadir berbisik satu sama lain mengingat pada Tahun lalu banyak dibawah 400 Anak tangga.

__ADS_1


Hal itu terjadi karena Ketua Klan Xie memprioritaskan Harta Langit yang diberikan Ryu kepada Anggota Klan yang berangkat ke Akademi.


__ADS_2