SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 95. KEGELISAHAN SU HAI


__ADS_3

Hingga pada malam tiba Shizi dengan berani meminta kepada Ryu untuk berbagi tempat Tidur karena dia yakin bahwa Ryu tidak akan menyakitinya.


Ryu yang awalnya tidak setuju, kini harus mengalah dan mencari tempat Lain untuk beristirahat, namun hal itu dicegah oleh Shizi dengan berbagai macam alasan karena takut tidur sendirian.


Ryu yang tau itu hanya alasan dia tidak peduli langsung keluar Kamar dan tidur di sebuah Kursi panjang.


Dua Malam Ryu berturut-turut tidur di Kursi, selama Dua malam itu juga Shizi tidak bisa tidur nyenyak dan terlihat matanya memerah dan terlihat lesu.


Pada malam ketiga Ryu akhirnya menyerah, meskipun tau kalau Shizi sengaja melakukan hal tersebut mengingat Shizi juga sering memberikan perhatian kepadanya.


Hari-hari yang mereka lewati bersama membuat mereka menumbuhkan Perasaan yang semakin kuat namun masih dalam batas tertentu.


Tepat Satu Bulan Mereka tinggal disitu, Ryu mendapatkan 50 Pil Kultivasi Tingkat Bumi meski tidak memberikan kontribusi kepada Sekte.


Pada awalnya Ryu menolak, namun karena Du Lao memaksa akhirnya Ryu menerima pemberian tersebut dan meningkatkan menjadi Pil Kultivasi Krisan Tingkat Bumi.


Dari situ juga Ryu mohon pamit untuk Pergi berlatih dan berburu Hewan Roh di Wilayah Sekte Harimau Putih.


" Ryu'er... Dalam perjalananmu kali ini kamu juga mendapatkan tugas untuk memberantas Perampok dari 10 bersaudara Serigala Besi." ucap Du Lao.


" Sepuluh Bersaudara Serigala Besi?" Ryu terlihat penasaran.


" Benar... Mereka semua adalah Pemimpin Perampok yang memiliki Wilayah masing-masing. Disamping fisik mereka yang sangat kuat, Mereka juga sangat licin. Aku harap kamu bisa menemukan salah satu dari Pemimpin mereka yang sering beraksi di Wilayah Sekte Harimau Putih." ucap Du Lao.


" Baik Guru, aku akan mencari keberadaan mereka. Kalau begitu, kami pamit." Ryu menundukkan kepala lalu beranjak dari tempat tersebut menuju luar Gerbang Sekte yang diikuti Shizi.


Setelah berada di Depan Gerbang, Ryu kembali membuka Peta wilayah Sekte Harimau Putih yang sangat luas dan banyak memiliki Hutan yang luas.


" Aku harus berburu dari sini." sambil melihat Peta langsung melangkahkan kakinya.


Memakan waktu lima Jam, Ryu dan Shizi sudah berada di pinggir Hutan yang sangat lebat langsung mengeluarkan Pasukan Semesta.


" Salam Tuan." Pasukan Semesta memberi hormat.


" Tuan.." Shizi sambil menunjuk kumpulan Pasukan Semesta dimana Chaizu, Zi Mayi dan Zi Mifeng sudah berada di Hewan Roh Tingkat Alam Tahap Menengah dan Prajurit sudah berada di Hewan Roh Tingkat Alam Tahap Awal.


" Mereka adalah Anak Buahku. Mereka juga dari Dunia Fana hingga sekarang sudah berwujud Manusia." Ryu tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaan Pasukan Semesta dari Shizi.


" Kalau begitu, perjalanan kita menjadi lebih mudah" Shizi sangat senang sambil menghitung jumlah mereka sebanyak 213 anggota.


" Pasukan Semesta, sekarang waktunya kita menunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya." Ryu langsung masuk ke dalam Hutan.


Tanpa menunggu lama, Kini Suara Pertarungan pun mulai terdengar yang membuat seisi Hutan bergetar hebat.


Mulai dari Hewan Roh Tingkat Pemula hingga Hewan Roh Tingkat Alam adalah target utama mereka karena Ryu sudah mempersiapkan semuanya hingga Pil Pemulihan Krisan.


Meskipun mereka masih berada di Pendekar Alam, Namun karena mereka sering menyerap Harta Langit maka Fondasi mereka semua sudah berada di Naga Bumi ditambah lagi dengan adanya Armor Pelangi yang membuat Fisik mereka seakan tidak bisa dilukai.


Setelah mereka berhasil membunuh Hewan Roh hingga Tingkat Bumi, mereka langsung meneruskan perjalanan mencari keberadaan Hewan Roh Tingkat Langit yang terbilang Jumlah mereka sedikit dan hanya berjumlah maksimal 5 Ekor dalam satu kelompok bahkan ada yang Sendiri.


Hal itu tentu saja suatu keuntungan bagi Pasukan Semesta untuk mengeroyok Korban mereka dalam jumlah yang besar meskipun banyak mengalami luka.


Disisi sang Korban yang jumlahnya sedikit kini harus menerima kekalahan yang dianggap tidak Adil karena menghadapi gelombang serangan dari Pasukan Semesta yang membuatnya Kewalahan dan harus kehilangan nyawa.


Tentu saja Pasukan Semesta juga ikut Berburu dimana untuk melatih kekuatan baru mereka dan menyerap Semua inti Roh yang mereka Kumpulkan.


Hasil buruan mereka tidak tanggung-tanggung, dimana ada Hutan yang Ada Hewan Roh maka disitu juga mereka melakukan Pembantaian.


Shizi yang melihat Pasukan Semesta yang seakan tidak takut mati meski berhadapan dengan Hewan Roh yang tingkatannya lebih tinggi dari mereka, kini merasa ngeri membayangkan jika dia ada di pihak Korban yang sudah pasti akan mengalami nasib yang sama karena membutuhkan Qi yang sangat besar.


Sedangkan Ryu yang melihat Shizi sudah keawalahan dan banyak mengalami luka, Ryu langsung melempar sebuah Cincin Ruang Surgawi yang berisi beberapa Pil dan Puluhan Harta Langit dari lima jenis untuk memperkuat Fondasi.


" Tuan Apa Ini?" Shizi menyambut Cincin tersebut.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu sembuhkan lukamu dan memperkuat Fondasi hingga mencapai Naga Bumi." Ryu berhenti sejenak lalu masuk ke dalam Pertarungan.


Shizi yang melihat Sumberdaya yang ada pada Cincin tersebut langsung membulatkan matanya seakan tidak percaya bahkan saat berada di Dunia Abadi Kelima Jenis Harta Langit itu sangatlah sulit didapatkan bahkan harus memalui Pertempuran untuk mendapatkannya.


" Ggooooaaarr" Ryu melepaskan Teknik Auman Bencana Harimau Petir saat dia melihat Pasukannya mulai Kewalahan.


Seketika Kelima Hewan Roh Laba-laba Tingkat Langit Tahap Awal langsung terpental.


Saat itulah Chaizu tidak menyiakan kesempatan langsung melompat dan membunuh kelima Laba-laba tersebut.


Selesai melakukan Pertarungan, Pasukan Semesta langsung mengumpulkan semua Mayat tersebut dapat tidak lupa mengambil Inti Roh mereka.


Kejadian itu pun terus berlanjut hingga menjelang malam mereka sudah banyak mengumpulkan Inti Roh dan mayat Hewan Roh yang sudah mati akan ditarik ke Dunia Quzhu.


" Chaizu, kalian serap dulu semua Inti Roh yang kita dapatkan hari ini. Dan untuk Sumberdaya, kalian bisa tanam ataupun membawanya ke Ruang Penyimpanan." ucap Ryu.


" Baik Tuan." Chaizu kembali ke Dunia Quzhu yang putaran waktunya sudah Seratus kali lebih cepat dari Dunia sebenarnya.


Di tempat lain Shizi yang tidak mendengar percakapan mereka, kini terlihat bingung kemana arah perginya Pasukan Semesta dimana Di Alam Bawah Sadar Ryu dia tidak pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.


" Tuan, kemana Pergi mereka?" Tanya Shizi.


" Mereka telah kembali ke Dunia Bawah Sadar masing-masing." Ryu terpaksa berbohong untuk menyembunyikan keberadaan Dunia Quzhu.


" Jadi begitu." Shizi mengangguk sambil tersenyum menatap Ryu.


" Shizi, kenapa sekarang aku tidak bisa lagi naik tingkat? " Ryu sekedar memastikan meskipun sedikit sudah paham.


" Tuan... Untuk mencapai satu Tingkat, Tuan membutuhkan waktu paling cepat lima puluh Tahun. bahkan dengan Kultivasi Ganda Sekalipun paling cepat Tiga Puluh Tahun." ucap Shizi.


" Haaahh... aku tidak bisa bayangkan harus menunggu selama itu." Ryu sambil duduk di atas Tanah lapang.


" Jika Tuan ingin cepat naik Satu Tingkat, maka Tuan harus mencari Yin Murni yang Dua kali lipat dari sebelumnya." Shizi berjalan mendekati Ryu.


" Tapi jika tuan memiliki Pasangan, dengan Teknik yang sama maka akan sedikit ada perbedaan. Tapi itu semua tergantung dari perasaan Cinta dari kedua belah pihak. Semakin kuat perasaan tersebut maka semakin cepat untuk Berkultivasi." Shizi menatap Ryu penuh arti.


" Apa kamu memiliki Perasaan yang sama?" Ryu seakan mengerti tujuan dari Shizi.


Tanpa menjawab apapun Shizi mengangguk ingin menjadi Pasangan Kultivasi Ganda dengan Ryu.


Ryu pun bangkit dari tempatnya kemudian Mengeluarkan Kemah dan membuat Pelindung Tempurung Kura-kura mengelilingi Kemah langsung masuk ke dalam kemah.


Shizi yang masih berada di luar, kini juga ikut masuk ke dalam Kemah milik Ryu langsung berbaring di samping Ryu sambil memeluknya.


Ryu yang merasakan sentuhan lembut dari Shizi kini terlihat ragu mengingat bahwa dia masih memiliki Istri meskipun belum tau jelas apa mereka memang masih hidup ataupun sudah mati.


Bukan tanpa alasan untuk Ryu, karena saat di Dunia Fana dengan tangannya sendiri yang mengubur jasad dari ketujuh Istrinya.


Di sisi lain Ryu juga merasakan kekosongan dalam hatinya selama ini walau sudah meniduri banyak Wanita lain, namun hanya demi mendapatkan Energi Yin saja bukan dengan Perasaan.


Shizi yang melihat Ryu tidak mendapatkan Respon, kini menarik kembali tangannya mengingat Kultivasi Ganda yang sebenarnya adalah dengan perasaan. Jika tidak, sama saja hanya mendapatkan sedikit Energi Yin-Yang.


" Tuan, Apa kamu masih memikirkan Ketujuh Istrimu?" Tanya Shizi.


" Mereka memang sudah Mati, tapi aku masih belum bisa melupakan mereka." ucap Ryu.


" Tidak masalah Tuan." Shizi tersenyum menyembunyikan perasaannya.


Mereka pun menutup mata masing-masing untuk beristirahat Karena besok Pagi mereka akan melanjutkan Perburuan.


Pada keesokan hari, Mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju ke arah Hutan yang lain karena Hewan Roh telah habis.


...****************...

__ADS_1


Waktu sudah berjalan Satu Tahun, Ryu dan Pasukannya sudah menghabiskan seluruh Hewan Roh yang berada di Wilayah Sekte Harimau Putih.


Kabar itupun telah Sampai di telinga Su Hai yang membuatnya seakan tidak percaya bagaimana bisa Ryu menghabiskan Hewan Roh sebanyak itu seorang diri.


" Paktriak, apa yang harus kita lakukan? Jika seperti ini kita akan Kehabisan Sumberdaya." ucap salah satu Tetua.


" Sebaiknya kita Harus mengusirnya dari Benua ini. Jika tidak, Semua Hewan Roh benar-benar Punah " ucap Su Hai.


" Lalu Bagaimana caranya? " Tanya Tetua.


" Kita tidak mungkin mengusirnya dengan cara kasar, tapi kita harus mengusirnya secara Halus agar tidak terkena imbas." Su Hai membayangkan jika Sektenya akan hancur jika Ryu marah.


" Kalau begitu kita harus memanggil Sang Pelindung Benua ini." ucap Tetua.


" Kamu benar, Sekarang aku Utus kamu untuk memberitahukan kepada hal ini kepada Keempat Kaisar Penguasa Benua ini agar mereka bisa memanggil Sang Pelindung Benua." Perintah Paktriak.


" Baik." Tetua tersebut meninggalkan Ruangan.


" Ryu'er... Sepertinya kamu tidak Cocok berada di Dunia Setengah Abadi ini, melainkan Berada di Dunia Abadi." Su Hai mengela napas panjang.


Di tempat lain, Kini Ryu dan Shizi dihadang oleh Kelompok salah satu dari Sepuluh Bersaudara Serigala Besi yaitu Saudara kesepuluh.


" Jadi kamu yang bernama Serigala Kesepuluh?" Ryu menatap tajam ke Salah satu Sosok Pemimpin mereka yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.


" Benar Anak Muda. Dan kau adalah korban ku." Serigala kesepuluh menatap Ryu penuh keserakahan.


" Dan untuk mu Nona manis... Kita akan bersenang-senang" Lanjutnya sambil menjilati bibirnya ke arah Shizi.


" Aku datang kesini untuk bergabung dengan kalian dan menjadi Pemimpin kalian." Ryu masih terlihat santai.


" Tutup mulut besar mu. Karena kami bersaudara tidak pernah tunduk kepada siapapun. Apalagi harus mengangkat Seorang bocah sepertimu." Serigala Kesepuluh sangat geram.


" kalau begitu Aku menantang mu." Ryu menatap tajam ke arah Serigala kesepuluh.


" Lancang." Serigala kesepuluh langsung melompat ke arah Ryu sambil menebas kearahnya


Namun setiap tebasan yang dia lancarkan tidak ada yang mengenai Tubuh Ryu yang masih terlihat berdiri kokoh.


' Tebasan Serigala Besi '


Serigala kesepuluh langsung melepaskan Teknik miliknya.


Ryu pun menghindar dengan santai seakan ingin bermain dengannya hingga membuat Serigala Kesepuluh sangat marah langsung memperkuat Serangannya.


" Bboooom" Ryu mulai bosan langsung meninju bagian Ulu hati Serigala kesepuluh yang membuatnya seakan tidak mampu bergerak.


" Bagaimana?" Ryu berjalan ke arah Serigala kesepuluh sambil menatap Anak buahnya yang terlihat ketakutan.


" Ampun Tuan... Baiklah aku mengakui kehebatan mu. Aku bersedia menjadi Bawahan mu." Serigala kesepuluh berlutut didepan Ryu yang diikuti Anak buahnya.


" Sekarang Aku ingin kamu mangantar ku ke tempat kediaman Saudaramu. " Ucap Ryu.


" Tuan, aku tidak bisa mengantarmu, Tapi aku akan memberimu tempat kediaman mereka. Tapi tolong jangan menyakiti mereka." Serigala Kesepuluh mengeluarkan sebuah gulungan dimana Markas Saudaranya.


" Jadi begitu." Ryu melihat Semua Titik dari Markas Serigala Besi dengan Senyum Jahat.


Tiba-tiba Chaizu dan semua Pasukan Semesta muncul di hadapan mereka dengan Jumlah yang sama.


" Gluug" Serigala kesepuluh dan Bawahannya menelan ludah.


Seketika Pasukan Semesta langsung menyerang dan membunuh mereka semua tanpa ada yang tersisa.


Setelah semua selesai, Pasukan Semesta langsung mengumpulkan Harta yang ada pada tubuh mereka lalu menarik ke Dunia Quzhu.

__ADS_1


Shizi yang melihat kejadian tersebut kini makin bingung Karena setiap Buruan bahkan Sekelompok Penjahat yang mereka Bunuh selama ini seakan menghilang ke ruang kosong.


__ADS_2