SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KERAJAAN PASIR PUTIH 2


__ADS_3

Setelah membunuh Kim Yushe, Nan Sian pun mengambil Cincin Ruang tersebut dan tidak lupa mereka semua mengambil semua Mayat tersebut lalu masuk ke Istana kerajaan Pasir Putih.


" Cepat geledah semua yang ada di tempat ini." Sheng Zhishu memimpin mereka untuk memeriksa di dalam Istana tersebut.


Di sebuah ruangan, dimana Yuwang telah menemukan dua sosok wanita yang terlihat sangat ketakutan.


" Sepertinya kalian adalah Putri dari Kerajaan Pasir Putih." Yuwang menatap ke arah kedua wanita tersebut yang memakai gaun mewah.


" Ampun Nona. Kami tidak tau apa yang kamu katakan." Kedua wanita tersebut berkeringat dingin menyembunyikan latar belakang mereka.


" Kalian tidak bisa membohongiku. Kalian terlalu bersemangat untuk mengatakan bahwa Kaisar Ryu adalah Suami kalian." Yuwang dengan nada mengancam.


" Gluug." Kedua wanita tersebut menelan ludah saling berpandangan satu sama lain.


" Hmmm... Wajah kalian sepertinya sangat cantik, pantas saja kalian berani mengaku sebagai Istri dari Suamiku Kaisar Ryu. Tapi sayangnya itu hanya dalam mimpi kalian. Hanya saja kalian masih kalah cantik denganku." Yuwang memainkan pedang di tangannya.


" Ampun Yang Mulia Ratu. Kami hanya ingin mendapatkan pengakuan dengan nama besar Yang Mulia Kaisar." Kedua wanita tersebut berkata jujur.


" Beri aku jawaban yang memuaskan, agar aku tidak membunuh kalian!" Yuwang mengarahkan pedangnya ke leher salah satu dari wanita itu.


" Gluug." Kedua wanita tersebut kembali menelan ludah merasakan nyawa mereka sudah berada di pintu neraka.


" Ampun Yang Mulia Ratu... Apa yang kami katakan itu memang benar. Beberapa tahun yang lalu saat kami pulang dari Kekaisaran Awan, sebulan kemudian Kaisar Ryu mendatangi Kerajaan ini. Saat itu Kaisar Ryu menikahi kami berdua dan berjanji akan membawa kami ke Istana Kekaisaran Awan setelah masalahnya selesai."


" Namun dalam tiga tahun terakhir, Yang Mulia Kaisar tidak pernah lagi datang kesini. Saat itulah kami ingin membalas atas penghinaan terhadap Kerajaan Pasir Putih dan meminta pertolongan kepada Organisasi Kapak Dosa untuk membunuh siapapun yang melewati jalur menuju Kota Chang'an dan membuat isu bahwa kota Chang'an menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Pasir Putih." Salah satu dari wanita tersebut menjelaskan kepada Yuwang.


Mendengar ucapan tersebut, Yuwang mengerutkan kening sambil menatap ke wajah kedua wanita itu seperti tidak ada kebohongan dari apa yang dikatakan.


' Hhmmm... Sepertinya Gege harus tau masalah ini. Pasti ada orang lain yang mengaku sebagai Kaisar Ryu.' Yuwang membatin.


" Jika Yang Mulia Ratu tidak percaya, biarkan kami bertemu dengan Yang Mulia Kaisar." Ucap salah satu dari mereka.


" Baiklah... Aku akan membawa kalian kepada Suamiku. Sekarang Jalan!" Yuwang meminta mereka untuk keluar dari kamar tersebut menuju ruang rapat Istana.


Dalam hati kedua wanita tersebut ingin melawan, namun karena perbedaan tingkat Kultivasi tentu saja berpikir dua kali untuk melakukannya.


Apalagi jika mereka sudah memasuki Istana kerajaan, itu cukup menandakan bahwa Pasukan kerajaan sudah berhasil dikalahkan.


Setelah beberapa saat, mereka pun sudah sampai di ruang rapat Istana dimana yang lain juga sedang berkumpul.

__ADS_1


" Kenapa kamu belum membunuh mereka?" Sheng Zhishu mengerutkan kening saat melihat Yuwang sedang membawa dua sosok wanita lain.


" Kedua wanita ini mengaku sudah menikah dengan Suami kita. Sepertinya mereka tidak berbohong, untuk itu aku ingin memastikan apakah ucapan mereka benar. Jika saja itu benar, tapi kenapa Gege menyembunyikannya dari kita?" Yuwang sendiri merasa tidak yakin bahwa Ryu melakukan hal tersebut, karena selama ini Ryu tidak pernah menyembunyikan sesuatu kepada mereka.


" Baiklah! Meskipun aku tidak yakin jika Gege melakukan hal itu. Tapi lebih baik kita bertanya langsung kepadanya." Huli Yue dan yang lain juga tidak percaya jika suami mereka berbohong.


" Kita hanya menunggu Gege kesini. Sepertinya dia juga sudah menyelesaikan pertarungannya." Ucap Sheng Zhishu.


" Lalu bagaimana dengan yang lain? Apa kalian sudah membunuh mereka?" Tanya Yuwang.


" Aku, Yi'yi, dan Ying'ying hanya menemukan beberapa Pelayan Istana, jadi aku membebaskan mereka." Ucap Nan Sian.


" Aku dan Ping'ping sudah menguras Harta di Istana ini, jadi kalian tidak perlu khawatir." Xin Chie terlihat senang dengan jarahan mereka.


" Semua anggota keluarga Kerajaan sudah kami bunuh semua. Mereka semua masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal, jadi semua lebih mudah." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan senyum puas.


" berarti hanya tinggal mereka berdua." Ling Queqi menatap ke arah kedua wanita tersebut.


*****


( Di Luar Pintu Gerbang Istana kerajaan)


Setelah memberikan penghormatan, Ryu pun berjalan menuju Istana kerajaan dimana terlihat Istrinya sedang menunggu.


" Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Ryu menatap ke arah Istrinya yang sedang melotot ke arahnya.


" Gege... Apa kamu mengenal kedua wanita ini?" Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu sambil menunjuk kedua wanita tersebut.


Melihat hal itu Ryu langsung menatap ke arah kedua wanita tersebut sesaat langsung menggelengkan kepala yang menandakan bahwa dia tidak mengenal kedua wanita tersebut.


" Kalian berdua, Apa kalian mengenal Pemuda itu?" Xin Chie menatap kedua wanita tersebut sambil menunjuk ke arah Ryu.


Kedua wanita itu pun menatap ke arah Ryu sesaat saling berpandangan satu sama lain lalu menggelengkan kepala yang menandakan bahwa mereka tidak mengenal Ryu.


" Ada apa dengan kalian? Kenapa masih belum membunuh mereka?" Ryu kembali melemparkan pertanyaan kepada Istrinya.


" Gege... Kedua wanita ini mengatakan bahwa sudah menikah dengan Kaisar Ryu. Sepertinya ada orang lain yang mengaku sebagai dirimu." Yuwang menjelaskan kepada Ryu tentang apa yang terjadi.


" Hhmmm... Aku sudah memperkirakan siapa pelakunya. Tapi bunuh mereka dulu, atau aku yang melakukannya. Sekali salah tetap saja salah. Mereka telah banyak membunuh orang yang tidak tau apa-apa." Ryu menatap kedua wanita tersebut dengan tatapan dingin.

__ADS_1


" Gege... Kita butuh keterangan dari mereka." Sheng Zhishu menggelengkan kepala.


" Dulu mereka pernah menghinaku saat aku melakukan penyamaran. Ditambah lagi akibat ulah mereka, banyak orang yang tidak bersalah mati terbunuh oleh organisasi Kapak Dosa. Apa kalian ingin mengampuni mereka?" Ryu menatap ke arah Istrinya secara bergantian.


" Kalau begitu apa yang ditunggu lagi." Yuwang mengeluarkan Pedangnya langsung menebas leher kedua wanita tersebut lalu memasukkan ke dalam Dunia Quzhu.


" Gege... Apa kamu tau siapa pelakunya?" Tanya Ting Ye.


" Mmm... Dia adalah seorang Dewa yang pernah menyamar menjadi diriku saat ingin melampiaskan nafsunya kepada Jun'er, Lu'er, Mei'er dan An'er. Untung saja waktu itu aku sempat datang." Ryu menatap ke arah Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan.


" Gege... Maafkan kami. Waktu itu kami menganggap orang itu adalah Gege." Wang Mingjun tertunduk malu saat mengingat kejadian yang memalukan tersebut.


Begitupun Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan, mereka langsung menunduk seakan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga diri mereka.


" Jun'er... Aku tidak pernah mengungkit hal itu lagi. Itu semua bukan kesalahan kalian." Ryu mengusap rambut Wang Mingjun hingga Wang Mingjun menyandarkan kepalanya di dada Ryu.


" Gege... Tapi tetap saja orang itu telah mengotori tubuh kami." Qin Shuomei menundukkan kepala.


" Mei'er... Aku tidak memandang kalian seperti itu. Yang aku butuhkan adalah ketulusan hati kalian. Lagi pula orang itu tidak melakukan hal yang lebih jauh lagi kepada kalian." Ryu mengusap rambut Qin Shuomei seraya mencium keningnya.


" Apa yang dikatakan Suami kita itu benar. Bukankah kalian lihat sendiri Bagaimana diriku, Kian'kian dan Wei'wei sudah tidak suci lagi. Namun Gege masih mau menerima keadaan kami." Nan Sian ikut bersuara.


" Apa yang dikatakan Sian'er benar... Kalian belajarlah dari Ling Xianzi dan Jinying. Jika ambisi telah menguasai hati kalian, maka kalian tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan." Ryu mengingatkan kepada istrinya.


" Terimakasih Gege." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan langsung memeluk Ryu dengan perasaan yang sangat bahagia.


" Sayangnya tanganku tidak mampu memeluk kalian semua." Ryu menggoda Istrinya yang lain.


" Meskipun Gege tidak mampu memeluk kami sekaligus, tapi Gege mampu menghukum kami di atas ranjang sekaligus meskipun kami sudah memiliki tubuh Dewi Emas Suci." Sheng Zhishu menggelengkan kepala.


" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Aku rasa jika melakukan perjalan bersama 21 wanita cantik sekaligus tidak masalah. Hanya saja Penginapan mana yang mampu menampung kita?" Ryu membawa mereka keluar dari Istana kerajaan.


" Shuijing." Ryu mengeluarkan Tou Shuijing saat berada di luar Istana.


" Salam Tuan." Tou Shuijing dengan wujud bunglon.


" Bawa kami ke arah Utara dari sini!" Ryu memberi perintah.


" Baik Tuan." Tou Shuijing berubah wujud menjadi Hydra raksasa agar bisa menampung Ryu dan semua Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2