SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perang Saudara


__ADS_3

Di pertarungan lain, terlihat Sheng Zhishu dan yang lain juga tidak ingin kalah dari Ryu langsung mengeluarkan teknik mereka dan menyerang siapa pun yang ada di depan mereka.


Tanpa menunggu lama, semua Murid dan Para Tetua dan Guru kini dalam posisi tidak bernyawa lagi.


Ryu memang sengaja menggunakan teknik tersebut agar bisa membantu Kekaisaran Petir dimana yang pernah dia janjikan.


" Itulah Sebabnya kalian mengambil resiko yang sangat fatal dengan membawa pasukan dengan kekuatan penuh, tapi Sekte kalian sangat tidak ada penjagaan cukup berarti." Ucap Ryu


Ryu dan 23 Istrinya pun dengan cepat menuju ruang penyimpanan Harta dan Sumberdaya.


" Hahaha... Sepertinya Kitab ini lumayan bagus. " Ryu menatap sebuah Kitab yang melayang di udara seakan tidak mau disentuh oleh orang lain.


" Duaarr." Petir hitam menyambar Kitab tersebut sehingga membuatnya jatuh ke lantai.


Dengan sigap Ryu mengambil Kitab tersebut terlihat senyuman khasnya lalu menoleh ke arah Yuwang.


" Wang'er... Sepertinya Kitab ini cocok untukmu yang memiliki darah Phoenix. Kamu bisa kombinasi dengan elemen Petir milikmu.!" Ryu memberikan Kitab Dewa Phoenix kepada Yuwang yang dimana Istrinya yang memiliki elemen Petir juga bisa mempelajarinya.


" Terimakasih Gege. " Wang Yun terlihat senang.


" Ah... Sepertinya ada satu lagi yang berharga dibalik dinding ini. " Ryu menatap ke arah lemari Kitab dengan rak yang berjejer namun telah kosong semua telah di ambil.


" Duaarr. " Petir Hitam menyambar Lemari tersebut hingga bergeser.


Dalam ruangan tersebut kini terdapat Sebuah Bola Kristal Besar dimana terdapat seperti burung Elang dengan bulu berwarna Putih dan terlihat sangat cantik.


" Chie'er... Sepertinya Hewan Ilahi ini sangat cocok sebagai Hewan Kontrak untukmu." ucap Ryu sambil menoleh ke arah Xin Chie.


" Mmm." Xin Chie langsung mengeluarkan darahnya kemudian memberikan kepada Ryu.


" Duaarr." Petir Hitam kembali menyambar kristal tersebut membuatnya pecah.


Dengan sigap Ryu melempar darah dari Xin Chie ke kening Elang Putih tersebut lalu mengeluarkan Petir kepada rubah sehingga dia mengaum kesakitan.


Melihat hal itu Xin Chie dengan sigap membuat segel Kontrak Jiwa kepada Elang Putih tersebut hingga beberapa saat Elang sudah sadar lalu memberi hormat kepada Xin Chie.


Elang putih yang awalnya sangat ganas, kini terlihat jinak menambah keanggunan dari bulu putihnya itu.


" Salam Tuan Putri." Elang putih menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Xin Chie.

__ADS_1


" Aku terima hormatmu. " Xin Chie merasa sangat senang.


" Elang putih, apa kau punya nama? " lanjut Xin Chie.


" Hamba tidak punya nama. Tuan Putri bisa memberikan nama untukku. " ucap Elang Putih tersebut.


" jadi begitu ya? Bagaimana kalau menggabungkan Namaku dan suamiku. aku. akan memberimu nama Lilly. bagaimana?" tanya Xin Chie.


" Dengan senang Hati Tuan Putri. " Jawab Lilly senang dengan pemberian nama tersebut.


" Hah... Baiklah... mari kita pergi dari sini! Aku rasa semua harta disini sudah tidak ada lagi. " Ryu membawa semua Istrinya keluar dari ruangan Sumberdaya.


" Lilly... Untuk sekarang kamu boleh Alam Jiwa." Ucap Xin Chie


" Baik Tuan Putri. " Lilly berubah menjadi cahaya putih langsung masuk ke Alam Jiwa milik Xin Chie.


mereka semua bergegas ke Luar bangunan tersebut.


Tidak lupa juga, mereka mengambil semua mayat untuk dimasukkan ke Dunia Quzhu lalu membakar semua bangunan yang ada di tempat tersebut agar anggota Sekte Giok Hitam tidak bisa lagi menggunakannya.


Di depan Gerbang Sekte terlihat rombongan yang awalnya merasa Khawatir karena melihat kepulan asap, kini terlihat senang karena Ryu dan Istrinya sudah keluar.


" Kami telah menghancurkan Sekte Giok Hitam. Anggap saja ini kejutan nantinya saat anggota Sekte Giok Hitam pulang kesini. " Jawab Ryu dengan santai.


" Apa? Secepat itu? " semua yang ada di tempat itu tersentak kaget.


" Ya... Kita tidak boleh lama disini. Sekarang tunjukkan jalan tercepat menuju Sekte Naga Hitam. " Ryu dengan wajah datar sambil menatap ke arah mereka.


Mereka mendengar ucapan dari Ryu, tanpa bertanya mereka langsung melesat dengan kecepatan tinggi mereka, tanpa khawatir lagi kehilangan tenaga mereka terkuras.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, mereka pun telah tiba di Sekte Naga Hitam.


Kali ini para Kultivator Muda yang lain juga ikut membantu, meskipun mereka terlihat sangat kewalahan namun semangat mereka terbakar akibat aksi yang dilancarkan Ryu dan 23 Istrinya.


Setelah mengalah kan para murid dan Tetua, Sheng Zhishu dan yang lain mengajak rombongan Kultivator Muda tersebut menuju Ruang Harta.


Saat mencapai Ruang penyimpanan Harta kini, para Kultivator Muda serasa bermimpi saat melihat tumpukan Harta tersebut.


Sheng Zhishu dan yang lain yang melihat keterkejutan mereka hanya tersenyum. Seandainya mereka ikut bertarung saat melawan Sekte Giok Hitam sebelumnya, mungkin mereka semua langsung pingsan saat melihat Harta dan Sumberdaya yang mereka dapatkan.

__ADS_1


Wenlie dan keempat temannya mantan Sekte Giok Hitam juga tidak tau tentang Harta sekte mereka bahkan lebih Banyak dari Sekte Naga Hitam.


" Saudara sekalian... Silahkan ambil harta ini sepuasnya. Anggap itu sebagai hasil kerja keras kalian melawan Anggota Sekte ini. " Ucap Ucap Sheng Zhishu.


" Saudari Luan Quan... Aku merasa seakan tidak percaya kita bisa menghancurkan Sekte besar seperti ini. Bahkan dulu kami harus banyak kehilangan nyawa saat menaklukan Sekte Kecil Saja. " ucap wanita cantik tersebut kepada rekan mereka.


" Saudari Wenlie... Apalagi kami yang bukan dari Sekte. Kami harus bekerja seharian hanya untuk mendapatkan 20 Batu Roh. Itu pun jika kami mengawal para Pedagang yang sangat kaya saja. " ucap Guang Cheng.


" Apalagi kami yang baru saja turun Gunung. Tumpukan harta ini membuatku seakan bermimpi." Luan Hua menimpal.


" Sekarang sudah ada di depan mata kalian, Tunggu apa lagi? Ambillah sepuasnya untuk kalian.!" Ucap Xie Hua.


" Baik Nona Hua... " Jawab para Kultivator Muda serempak kemudian mengumpulkan harta tersebut.


Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue dan yang lain langsung meninggalkan mereka menuju tempat ruang Sumberdaya. Hal itu tentu saja membuat para pendekar merasa heran melihat 23 wanita tersebut yang seakan tidak tertarik sama Sekali dengan tumpukan Batu Roh tersebut.


Memang Benar, Sheng Zhishu dan yang lain hanya mencari Sumberdaya saja untuk kebutuhan mereka.


Dimana mereka sangat membutuhkan Sumberdaya yang sangat banyak. Lagi pula, mereka sangat yakin harta itu jatuh pada tangan yang tepat.


Sheng Zhishu dan yang lain kini telah berada di Ruang penyimpanan Sumberdaya, dengan cepat mengambil Sumberdaya tanpa ada yang tersisa. Baik Itu Kitab bahkan beberapa Senjata Roh tingkat langit.


Sedangkan dibawah itu, mereka lebih memilih untuk menghancurkannya saja.?


******


( Di Atas Bukit belakang Sekte Naga Hitam )


Ryu yang memisahkan diri dari kelompoknya, kini tengah berada di depan sebuah bangunan yang dilapisi puluhan Formasi Pelindung.


" Hmmm... Aura ini Sangat Kuat sekali. " Gumam Ryu karena bisa merasakan Aura yang sangat kuat saat berada di kaki Bukit sebelumnya.


Dengan pemahaman Formasi yang sudah mencapai tingkat Surgawi, semua jenis Formasi pelindung dapat dihancurkan dengan mudah.


Saat berada di dalam bangunan, Kini di depan Mata Ryu terdapat Jasad sosok Naga berkepala tujuh berwarna putih mengkilap yang sangat besar memenuhi ruang bangunan tersebut.


" Apa makhluk mengerikan ini juga adalah Ras Hydra? Ryu menatap ke arah makhluk raksasa tersebut hampir memiliki kesamaan dengan Tou Shuijing.


" Naga ini sepertinya sudah mati, tapi mengapa Auranya sangat Kuat." Ryu bergumam sambil memperhatikan sosok tersebut.

__ADS_1


__ADS_2