
( Beberapa waktu sebelum kematian Jenderal yang menjadi lawan Li Chun )
Di pertarungan lain juga terlihat Heilong yang sedang bertarung melawan Jenderal yang lain juga tidak kalah sengit.
Heilong yang terus melepaskan pukulan keras kepada pihak lawan membuat Sang Jenderal yang membuatnya semakin gusar.
" Sial... Ternyata Tuan Muda Ma Gui Lie telah menipu kami." Sosok tersebut menggerutu dalam hati menganggap Ma Gui Lie menipu mereka.
Meskipun pukulan yang dilancarkan oleh Heilong belum ada yang mengenai tubuh Sang Jenderal, namun pihak lawan juga tidak diberi kesempatan untuk menyerang balik.
" Kebetulan sekali karena di kehidupanku sebelumnya juga tidak menyukai para Dewa." Heilong tersenyum seraya melancarkan serangannya kepada pihak lawan.
" Siapa mereka sebenarnya? Kenapa kekuatan mereka menyamai para Dewa tertinggi." Sang Jenderal bergumam sambil menangkis serangan dari Heilong.
Sedikit memberi ruang, Heilong langsung mengeluarkan Qi membentuk Bola Kegelapan di kedua tangannya dan menyerang kembali ke arah Sang Jenderal.
Melihat Bola Kegelapan ada di kedua tangan Jenderal Heilong, pihak lawan menyipitkan mata dimana Bola Kegelapan itu terlihat tidak asing untuknya.
' Perisai Cahaya.'
Sang Jenderal mendapatkan serangan tiba-tiba dari Heilong, dengan sigap menciptakan elemen Cahaya mengelilingi tubuhnya.
" Bboooom..."
Kedua Bola Kegelapan menabrak perisai elemen Cahaya hingga retak membuat Sang Jenderal mundur beberapa langkah ke belakang.
' Tombak Penghakiman.'
Sang Jenderal menciptakan sepuluh bayangan tombak yang sangat tajam dari elemen Cahaya mengarah kepada Li Chun.
' Perisai Kegelapan.'
Heilong yang melihat arah serangan tersebut langsung membuat perisai berwarna hitam mengelilingi tubuhnya.
" Bboooom.... Bboooom... Bboooom."
Sepuluh bayangan tombak bertabrakan dengan perisai kegelapan hingga berkali-kali membuat ledakan dahsyat dimana Heilong mundur beberapa langkah ke belakang.
Dengan cepat Heilong kembali melesat ke arah pihak lawan sambil menyalurkan Qi di kepalan tangannya.
' Ledakan Api Neraka.'
Heilong memusatkan fikirannya untuk menciptakan Bola Kegelapan di tangannya lalu mengarahkan tinjunya kepada pihak lawan.
__ADS_1
' Perisai Cahaya.'
Sang Jenderal kembali menciptakan Perisai Cahaya mengelilingi tubuhnya karena jarak serangan tersebut sangat dekat yang tentu tidak bisa dihindarkan.
" Bboooom."
Perisai cahaya langsung retak hinga kepalan tangan Heilong bertumpu pada bagian dada Sang Jenderal hingga membuatnya terpental puluhan meter.
" Uhuuk." Sang Jenderal memuntahkan darah segar sambil menatap ke arah Heilong dengan perasaan gusar langsung menelan Pil Nyawa secara diam-diam.
Dengan Bola Kegelapan di tangannya, Heilong kembali melepaskan tinju yang diselimuti elemen Kegelapan melesat cepat ke arah pihak lawan.
Sang Jenderal yang baru saja menelan Pil Nyawa kini langsung mendapatkan pukulan keras di bagian dadanya
" Bboooom..." Tubuh Sang Jenderal terpisah menjadi kabut darah dan mati seketika dimana tidak bisa untuk hidup kembali meskipun sudah menelan Pil Nyawa.
*****
( Beberapa waktu sebelum kematian Kedua Jenderal yang menjadi lawan Li Chun dan Heilong )
Di pertarungan lain juga terlihat Zi Mayi dan Zi Mifeng yang awalnya sedikit kesal karena jatah mereka telah direbut oleh Heilong dan Li Chun, mereka langsung menyerang pihak lawan dengan kekuatan penuh dimana dari setiap satu pukulan mereka dapat melumpuhkan lawan hingga sekarat.
Perbedaan tingkat Kultivasi antara Pendekar Surgawi tahap menengah dan Pendekar Surgawi tahap awal memang sangat menentukan hasil pertarungan.
Melihat kejadian itu, para Prajurit dari Benua Tiantang berinisiatif untuk menelan Pil Nyawa yang ada pada mereka.
Namun hal itu tidak cukup untuk meredam amarah dari Pasukan Semesta dimana mereka semua langsung mengambil Pedang yang pernah diberikan oleh Ryu sebelumnya.
Satu-persatu korban dari pihak lawan mulai berjatuhan karena banyak mengalami luka sayatan di sekujur tubuh mereka.
" Siapa yang hidup kembali, cepat bunuh mereka lagi!" Zi Mayi memberi perintah karena melihat keanehan dari pihak lawan yang bisa hidup kembali.
Dengan sebuah anggukan, Pasukan Semesta langsung berlari menuju ke arah pihak lawan yang sekarat dan memotong leher mereka.
Melihat keganasan dari Pasukan Semesta, para prajurit semakin panik karena tidak mampu untuk melawan Pasukan Semesta.
" Lepaskan Aura Naga!" Zi Mifeng memberi perintah kepada Pasukan Semesta.
Tanpa berkata apapun semua Pasukan Semesta langsung melepaskan Aura Naga sehingga pihak lawan yang ada di sekitar mereka seperti ditimpa beban berat.
Dengan bantuan Aura Naga, semua Pasukan Semesta dapat melakukan serangan lebih mudah kepada pihak lawan.
Teriakan demi teriakan kini terdengar dari berbagai arah hingga para Jenderal yang melihat dari kejauhan dapat merasakan kengerian dari Pasukan bawahan Ryu.
__ADS_1
" Kekuatan mereka benar-benar mengerikan." semua mata yang menyaksikan pertempuran tersebut hampir tidak bisa berkedip.
Hanya tiga kata yang terlintas di pikiran mereka yaitu Pembunuh Berdarah Dingin yang tidak pernah segan untuk membunuh siapapun yang ada di depan mereka.
" Jenderal Tianli... Apa kamu tau dari mana asal mereka?" Jenderal Yuchen yang hampir tidak bisa mengatur napasnya saat menyaksikan pertempuran tersebut.
" Aku juga tidak tau." Jenderal Tianli menjawab dengan singkat karena dia sendiri belum mengetahui latar belakang Pasukan Semesta.
Mendengar jawaban yang tidak memuaskan, Jenderal Yuchen sedikit kecewa karena selama ini Pasukan Semesta sangat tertutup untuk siapapun kecuali untuk Heilong dan Li Chun.
Di tempat pertarungan Heilong dan Li Chun yang masih belum puas dengan pertarungan mereka, kini langsung melesat ke arah para prajurit dan membunuh siapapun lawan yang ada di depan mereka.
Zi Mayi dan Zi Mifeng yang melihat kedua Jenderal tersebut kini semakin kesal karena kesenangan mereka terganggu sehingga mereka langsung melancarkan serangan terkuatnya seakan ingin berlomba dengan kedua Jenderal tersebut.
Satu-persatu pihak lawan mulai berjatuhan dan mati hingga secara perlahan tidak ada satupun yang tersisa.
" Heilong... Sepertinya Mayat mereka ini cukup membantu perkembangan Dunia kecil." Zi Mayi yang baru saja menyelesaikan pertarungannya sambil menatap ke arah tumpukan mayat.
Meskipun sedikit kesal, Zi Mayi dan Zi Mifeng tetap menghargai kedua Jenderal tersebut karena mereka sudah seperti keluarga.
" Pasukan Semesta juga banyak mengalami luka. Kamu bawa mereka ke Dunia kecil. Biar aku dan Li Chun yang membawa mayat ini." Heilong tersenyum sambil menatap ke arah Pasukan Semesta yang banyak mengalami luka, meskipun tidak ada yang mati.
" Aku dan Istriku masih baik-baik saja. Hanya bawahan kami banyak yang terluka. Kami harus kembali ke Bukit Yexuan untuk menjaga Putra Mahkota dan saudaranya." Zi Mayi dan Zi Mifeng kembali ke dalam pintu gerbang menuju ke tempat portal teleportasi.
Begitupun dengan Pasukan Semesta, langsung menelan beberapa Pil lalu berjalan mengikuti Zi Mayi dan Zi Mifeng untuk memulihkan diri saat berada di Bukit Yexuan.
" Sepertinya mereka sangat kesal kepada kita, karena telah mengambil jatahnya." Li Chun tersenyum sambil menarik mayat tersebut ke Dunia kecil.
Begitupun dengan Heilong, dia juga langsung menarik mayat tersebut ke Dunia kecil sambil mengumpulkan Cincin Ruang milik mereka.
Setelah semuanya selesai, Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun kembali ke Istana Kekaisaran Awan dan meminta kepada beberapa prajurit yang lain agar memberitahukan hal itu kepada warga.
Tanpa menunggu lama, para Prajurit pun bergegas menuju ke kota Hasperia sesuai perintah dari kedua Jenderal besar tersebut.
" Kalian semua, cepatlah melakukan latihan tertutup untuk menerobos Pendekar Surgawi! Sepertinya kita tidak hanya mendapatkan musuh dari Ras Manusia, tapi juga Ras Dewa ataupun yang lainnya." Li Chun menatap ke arah beberapa Jenderal yang lain.
" Baik Jenderal Besar, kami akan melakukannya." Jenderal Yuchen dan yang lain menjawab dengan serentak.
" Pergilah ke Bukit Yexuan! disana kalian akan melakukan latihan tertutup. Tapi ingat, jangan sampai merusak kediaman Yang Mulia Kaisar." ucap Heilong.
" Tenang saja Jenderal Heilong... Kami akan menjaganya dengan sepenuh hati." Ucap Jenderal Tianli dan diikuti yang lain.
" Mmm..." Heilong mengangguk lalu memberi isyarat agar mereka cepat berangkat.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama puluhan Jenderal tersebut langsung menuju ke arah dimana letak Portal Teleportasi untuk menuju Bukit Yexuan tempat kediaman Pasukan Semesta.