SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 63. KOTA MOGUO


__ADS_3

" Istri Yue, sekarang saatnya kita akan menyerap Inti Petir terlebih dulu untuk mempelajari Kitab Gabungan Petir." Ryu mengeluarkan Dua bola berbentuk Mutiara yang bercahaya.


" Mmmmmm" Huli Yue mengambil Satu Bola tersebut.


" Istri Chie, Istri Zhishu, untuk Kalian yang memiliki Elemen Api, Aku akan mencari untuk kalian Juga." ucap Ryu


" Suamiku, Tidak masalah... Kami akan tinggal di sini saja, sambil Merawat Tanaman Sumberdaya disini." Ucap Sheng Zhishu.


" Benar Suamiku. Aku juga akan membuat beberapa Pil lagi jika Sumberdaya disini sudah siap Panen." ucap Xin Chie.


" Kalau begitu, aku dan Istri Yue menyerap Inti Petir terlebih dulu." Ryu kembali ke Ruang Kultivasi bersama Huli Yue.


Saat mencapai Ruangan, Ryu dan Huli Yue langsung duduk dengan Posisi Berkultivasi lalu menelan Inti Petir.


Sesaat mereka merasakan Sakit mulai dari tenggorokan hingga mencapai Dada, namun mereka untuk mencoba memusatkan Inti Petir mereka menuju Dantian.


Memakan waktu Dua Jam, Akhirnya mereka berhasil menempatkan Inti Petir tersebut di dalam Dantian lalu menyatukan dengan Qi mereka hingga dalam Posisi sempurna.


Setelah Proses tersebut selesai, Ryu dan Huli Yue kembali berjalan ke luar Istana untuk menemui Sheng Zhishu dan Xin Chie yang terlihat sedang bersama Zi Mayi dan Zi Mifeng bersama bawahan mereka.


" Tuan, Tolong Kami Tuan." Zi Mayi langsung menghampiri Ryu.


" Mayi, Apa yang terjadi? tanya Ryu.


" Tuan, Aura Pembunuh yang Pekat pada tubuh kami sangat mengganggu Fikiran kami Tuan." Ucap Zi Mifeng.


" Apa kalian bisa mengolahnya menjadi Aura Dewa?" Ryu bertanya Kembali.


" Jangankan seperti itu Tuan, untuk Berkultivasi saja kami tidak bisa berkonsentrasi" Zi Mayi mulai gelisah.


Ryu merasa apa yang dikatakan Zi Mayi dan Zi Mifeng memang benar, Jika Aura Pembunuh yang begitu Pekat maka akan merusak organ Otak dan Organ Vital lainnya.


" Baiklah, Kami akan bantu kalian semua. Istriku, tolong bantu mereka satu persatu." Ryu langsung duduk di depan mereka.


" Mmmmmmm." Ketiga Istrinya mengangguk lalu mengambil posisi duduk.


" Gunakan Spiritual kalian seperti menyerap Inti Roh. Letakkan Tangan kalian pada tubuh mereka lalu berkonsentrasi untuk menyerap Aura Pembunuh mereka saja." Ryu memberi Instruksi.


" Baik." jawab mereka serempak.


" Mayi, Mifeng, Kalian bergantian untuk maju. Usahakan untuk mengeluarkan Aura Pembunuh kalian secara perlahan." Ryu memberikan Instruksi.


" Baik Tuan " Zi Mayi dan Zi Mifeng langsung maju ke arah Ryu dan Sheng Zhishu diikuti bawahan mereka maju mendekati Xin Chie dan Huli Yue.


Sesaat Bayangan berwarna Hitam Pekat mengelilingi Tubuh mereka Secara Perlahan masuk ke Tubuh Ryu dan Ketiga Istrinya kemudian diolah menjadi Aura Dewa.


Proses itu pun terus berlanjut dengan memakan waktu yang sangat lama hingga membutuhkan 8 sampai 12 jam tergantung tingkat kepekatan Aura Pembunuh mereka.


Tepat 25 Hari Ryu dan Ketiga Istrinya berhasil menyerap Semua Aura Pembunuh yang ada pada Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya.


Mereka pun sangat senang karena tubuh dan kepala mereka terasa ringan dan otak mereka sudah berfungsi tanpa gangguan lagi.


Untuk Ryu dan Ketiga Istrinya langsung Mengolah semua Aura Pembunuh yang tersisa pada Tubuh mereka selama 6 hari lamanya hingga tidak ada lagi yang tersisa.


Terlihat Ryu dan ketiga Istrinya berkeringat dingin, karena Aura Pembunuh yang mereka Serap hampir menguasai fikiran mereka. Beruntung Berkat Aura Dewa, terasa Aura Pembunuh seakan takluk.


" Terimakasih Tuan, Nyonya" meraka terlihat senang.


" Aura Pembunuh kalian cukup membantu." Ryu merasakan Auranya telah mencapai Aura Dewa Bumi.


" Sepertinya sekarang kita sudah mencapai Aura Dewa Bumi." ucap Sheng Zhishu.


" Tuan, kami Pamit untuk kembali bekerja Lagi." Zi Mifeng kembali bekerja bersama bawahannya.


" Terimalah Kitab ini Tuan! Kitab ini aku temukan Puluhan Ribu yang lalu, tapi aku tidak bisa membacanya." Zi Mayi memberikan sebuah Kitab.


" Mmmmmm" Ryu mengambil Kitab tersebut lalu membukanya.


" Kami pamit undur diri Tuan," Zi Mayi membawa Bawahannya kembali menjalankan Tugas.


Ryu yang seakan terus membaca Kitab tersebut hingga membuat Ketiga Istrinya merasa heran saling berpandangan.


" Suamiku, Kitab apa itu? " Sheng Zhishu bertanya.


" Cermin Kutukan. Tapi aku belum jelas kegunaannya untuk apa, disini hanya dijelaskan Teknik ini Permanen dalam Tubuh dan hanya bisa berfungsi jika benar-benar dalam bahaya. Tapi Lembaran lainnya masih kosong." ucap Ryu.

__ADS_1


" Suamiku, tidak ada salahnya kamu pelajari." ucap Sheng Zhishu.


" Aku rasa begitu, sepertinya ini tidak terlalu Sulit." Ryu langsung bangkit lalu memperagakan apa yang ada di dalam Kitab sambil merapalkan sebuah mantra.


Seketika terlihat sebuah lingkaran Cahaya Putih dari atas kepala dan kakinya langsung masuk ke dalam Tubuh dan kepala Ryu seakan memancarkan sebuah Cahaya beberapa saat hingga kembali seperti semula.


" Suamiku, Bagaimana? " Xin Chie terlihat penasaran.


" Sepertinya tidak ada perubahan, apa mungkin Teknik itu gagal?" Ryu merasa tidak ada perubahan dalam tubuhnya.


" Mungkin ada yang tertinggal, syukurlah tidak terjadi apa-apa" ucap Huli Yue.


" Mungkin Kitab ini belum selesai, mengingat hanya satu Halaman saja yang ada Tulisan" Ryu memasukkan Kitab tersebut ke Cincin Ruang.


" Suamiku... Bagaimana menurutmu jika Aku, Adik Chie dan Adik Yue tinggal disini saja untuk merawat semua Sumberdaya disini." Tanya Sheng Zhishu.


" Aku pikir juga begitu, lagi pula kita masih belum tau bagaimana hebatnya Kultivator di Benua Bintang ini. Ditambah kalian pasti akan jadi bahan perhatian orang diluar sana." Ryu memandang ketiga Istrinya dengan senyuman.


" Suamiku, apa kamu Cemburu?" Huli Yue sedikit menggoda.


" Bukan masalah cemburu atau tidak. Tapi aku tidak suka melihat tatapan dari beberapa Pria Mesum diluar sana, ditambah lagi kita akan kesusahan dalam menjalankan sebuah rencana. Bukankah kalian tau saat kita menghancurkan semua Cabang Sekte Tengkorak Iblis." ucap Ryu.


" Kamu benar Suamiku, bahkan kita sudah melakukan penyerangan dengan sembunyi-sembunyi tapi masih saja ada yang tau." Xin Chie membenarkan.


" Lebih baik kalian tetap Berkultivasi meskipun tanpa aku dengan beberapa Sumberdaya yang ada. Aku akan mencari Batu Roh lebih banyak lagi." Ucap Ryu.


" Suamiku..., Kenapa Teknik Tulang Naga, Pengumpulan Qi, dan Jiwa Spiritual kita tidak bisa lagi mengalami peningkatan dan hanya mencapai Tingkat Bumi semua." Sheng Zhishu merasa heran.


" Itu semua karena kita sudah mencapai Batas Maksimal. Tapi bukan tidak bisa lagi untuk mencapai ke Tingkat Langit hingga Tingkat Semesta, Namun yang kita butuhkan sekarang adalah Sumberdaya Harta Langit." Ryu menjelaskan.


" Suamiku, Harta Langit seperti apa itu?" tanya Xin Chie.


" Buah Persik Bulan untuk meningkatkan Qi, Kelopak Bunga Anggrek Darah Naga untuk meningkatkan Kualitas Tulang, dan Buah tangan Budha untuk meningkatkan Jiwa Spiritual. Tapi kita sudah memiliki salah satunya yaitu Buah Tangan Budha jadi kita tinggal menunggu waktu Panen saja. Jelas Ryu.


" Satu lagi, Apel Matahari adalah Harta Langit untuk meningkatkan Elemen kita. Aku harap Apel Matahari yang kita tanam cepat berbuah, mengingat Istri Yue masih berada di Petir Tingkat Raja." Ucap Ryu.


" Suamiku, kamu tenang saja. Jika itu berbuah, maka diprioritaskan untuk Adik Yue terlebih dulu. Untukku dan Adik Chie yang sudah berada di Tingkat Bumi akan belekangan Saja sampai Adik Yue juga mencapai Tingkat Bumi." Ucap Sheng Zhishu.


" Aku juga akan menunggu kalian semua sampai Tingkat Langit, biar kita sama rata kuatnya. Kalau begitu, aku ke Dunia kita dulu." ucap Ryu.


" Mmmmmm." Ryu mengangguk lalu menghilang dari pandangan mereka.


Di pinggir Hutan, Ryu langsung berjalan menyusuri jalan setapak tersebut untuk mencari Pemukiman Warga


Setelah berjalan selama Lima Hari, Ryu kini telah berada di depan Gerbang Kota Moguo yang terlihat sangat ramai dan memiliki Penjagaan ketat.


Kota Moguo adalah Kota yang terletak di Wilayah Kerajaan Petir yang berbatasan langsung dengan Wilayah Kekaisaran Song dan menjadi jalur perdagangan antara Kerajaan Petir dan Kekaisaran Song.


Setelah menunggu antrian yang panjang, kini Ryu mendapat Giliran untuk maju ke depan.


" Tanda Pengenalnya Tuan?" Pemimpin Penjaga menyapa dengan ramah.


" Ini" Ryu memberikan Lencana yang diberikan Shandian Rou.


" Si.. Silahkan Tuan." Pemimpin Penjaga berkeringat dingin langsung mengembalikan Lencana tersebut.


" Terimakasih Penjaga." Ryu mengambil kembali Lencana langsung berjalan memasuki Kota.


Terfikir oleh Ryu, bahwa dia harus memiliki Sebuah Peta untuk mempermudah perjalanan kelak langsung mencari informasi kepada beberapa Warga yang ada di sekitarnya.


Setelah mengetahui kemana dia harus mencari, Ryu langsung menuju sebuah Bangunan Besar bernama Assosiasi Bulan Perak yang letaknya di tengah Kota.


" Aku Kira hanya ada di Benua Lotus" Ryu langsung masuk ke dalam yang terlihat Sosok Pelayan Wanita berdiri di dekat Sebuah Meja Panjang.


" Pelayan, Apa disini ada menjual sebuah Peta Benua Bintang?" Ryu langsung bertanya.


" Tuan mau Peta Biasa, Peta Tingkat sedang atau Tingkat Tinggi.?" tanya Pelayan.


" Aku Mau Mencari sebuah Peta yang sedetail mungkin Tentang Benua Bintang ini." Ucap Ryu.


" Jika itu yang Tuan cari, kami telah membawanya ke Pelelangan yang diadakan di Assosiasi Pagoda Dagang Seminggu kedepan." ucap Pelayan.


" Apa tidak bisa dibawa kembali kesini?" Ryu mencoba keberuntungan.


" Tidak Bisa Tuan... Itu sudah Aturan yang mutlak. Jika Tuan ingin memilikinya, Tuan harus mengikuti Acara Lelang tersebut." Pelayan membayang Ragu dengan Ryu.

__ADS_1


" Baiklah Pelayanan. Terimakasih atas Informasinya." Ryu berjalan Keluar menuju Assosiasi Pagoda Dagang.


Saat berada di depan Assosiasi Pagoda Dagang, Ryu langsung masuk menuju kepada Sosok Wanita Cantik sedang duduk di sebuah Kursi terlihat sedang menulis sesuatu.


" Permisi Nona, Apakah benar disini akan mengadakan Pelelangan Seminggu kedepan?" Ryu bertanya kepada Wanita tersebut.


" Benar Tuan, Apa yang perlu saya bantu?" Wanita tersebut sambil menyelidik.


" Aku hanya ingin membeli Sebuah Peta yang katanya akan dilelang disini." ucap Ryu.


" Maaf tidak bisa Tuan. Jika Tuan ingin membelinya, Maka Tuan harus mengikuti aturan dan Untuk mengikutiya Tuan juga ikut menyumbangkan suatu Harta atau Sumberdaya yang Langka." Wanita tersebut menggelengkan kepala.


" Baiklah Nona, Aku akan kembali Besok Pagi kesini memberikan seperti yang Nona minta." Ryu langsung melangkahkan kakinya keluar Bangunan tersebut.


" Aku akan menunggumu Tuan." Wanita tersebut terlihat penasaran.


'Sangat tampan. Tapi sepertinya dia Orang baru. Semoga saja Pemuda itu memberikan hal yang menarik' Wanita tersebut tersenyum membuat pelayan yang melihatmya merasa heran.


" Nona Zhengyi, sepertinya Pemuda itu memiliki Aura yang berbeda dengan yang lain. Terlebih dia sangat tampan." ucap salah satu Pelayan.


" Aku juga berpikir begitu," Zhengyi terlihat senang.


" Apa Nona menyukainya? Sepertinya Nona tidak seperti biasa." ucap Pelayan.


" Mau tau apa kamu? cepat kerjakan saja tugasmu!" Zhengyi memperbaiki sikapnya.


" Baik Nona." Pelayan tersebut melanjutkan pekerjaannya.


......................


Di sebuah Penginapan, Ryu langsung masuk ke dalam menuju meja Kasir yang tidak jauh dari Ruangan Kedai di bawah.


" Pelayan, Aku ingin memesan satu Kamar terbaik dan Makanan terbaik disini." ucap Ryu.


" Ada Tuan, Kebetulan sisa satu. Harganya 150 Koin Emas semalam." ucap Pelayan.


"Aku akan memesan selama seminggu, Tapi makanannya bawakan saja di meja sana. " Ryu memberikan 1050 Koin Emas lalu menunjukkan sebuah Meja yang terlihat kosong.


" Baik Tuan, Ini Kuncinya.! untuk makanan nanti kami antar ke Meja Tuan." Pelayan memberikan sebuah Kunci kepada Ryu.


" Mmmmmm" Ryu mengambil Kunci tersebut lalu menuju meja Kosong.


Sesaat kemudian Dua Pelayan membawa makanan pesanan menuju Meja yang ditempati Ryu.


" Ini Pesanannya Tuan. Silahkan dinikmati" ucap salah satu Pelayan lalu meninggalkan tempat tersebut.


Sambil menikmati Hidangan, Ryu juga mendengar percakapan dari beberapa orang di meja yang cukup jauh darinya.


" Saudara, Apa kamu sudah mendengar Pasukan Iblis dan Sekelompok Dewa sudah berada di Dunia kita ini?" tanya salah satu kepada yang lain.


" Aku juga mendengar, Mereka juga bersekutu dengan beberapa Sekte. Haahh... aku tidak tau apa tujuan Mereka ke Dunia ini." ucap salah satu dari mereka.


" Aku juga tidak tau, Jika mereka ada Niat Buruk mereka cukup merepotkan Benua Bintang ini." ucap yang lain.


" Sepertinya mereka ingin menguasai Dunia Manusia. Jika itu terjadi, kita usir mereka! "


" Betul sekali, jangan sampai mereka berkembang disini. Tapi hanya satu masalah yang lebih berbahaya dari Kelompok Iblis dan Dewa itu."


" Apa tentang Rumor Tiga Dewi Iblis itu?"


" Benar Saudara, mereka sudah banyak membunuh para Kultivator yang sedang melakukan Perjalanan dalam Jumlah kecil."


" Makanya jika kami melakukan perjalanan harus melebihi 20 Orang, jika tidak maka mereka akan muncul dan membunuhnya dalam Kondisi menggenaskan"


" Aku Sependapat. Guru sekte Kami saja yang sudah berada di Level 62 juga mati dengan tubuh mengering saat berjalan sendirian."


" Aku pernah melihat mereka, Saat itu aku bersama Rombongan 15 Orang sedang melakukan Perjalanan. Mereka sangat cantik, bahkan melebihi Dewi-Dewi. tapi sayangnya mereka bertiga sangat Kejam. mereka menghisap Energi Kehidupan korbannya."


" Saudara, bagamana kamu bisa Lolos?" tanya mereka.


" Saat itu aku dan Kelompokku dihadang oleh Tiga Dewi Iblis tersebut, seketika kami semua hilang kesadaran dan mereka membawa kami ke Sebuah Goa. Saat itu kami seakan berhubungan intim dengan mereka." Pemuda itu menghentikan ceritanya karena malu.


" Lanjutkan Saudara, seperti disini semua Pria" yang lain seakan faham.


" Saat itu kami seperti berhubungan badan dengan mereka, Seketika ada Kelompok dari Klan Shandian berjumlah 20 Orang terlihat sedang berada di dekat kami yang membuatku tersadar."

__ADS_1


__ADS_2