SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Klan Shui


__ADS_3

Di dalam Kamar, Ryu bersama 23 Istrinya langsung menuju Istana Kristal mengingat kamar yang mereka tempati tidak memungkinkan bagi mereka untuk beristirahat tenang.


*****


Pada keesokan pagi, Ryu memanggil Guang Cheng agar mereka memperkuat diri.


Ryu juga meminta seluruh anggota Pasukan Semesta untuk berendam di Danau Air Embun Surgawi yang baru dia dapatkan dan tentu tidak ketinggalan Danau Awan.


Ryu juga memberikan secara Rinci tentang khasiat dari kedua Danau tersebut.


Tidak Hanya sampai disitu, Ryu juga meminta kepada Luan Hua dan anggota bagian Sumberdaya untuk mengambil Harta Langit, Kitab dan berbagai Senjata Roh tingkat langit menurut jenis yang mereka butuhkan.


Hal tersebut membuat seluruh anggota Pasukan Semesta sangat senang dan selalu memuji Ryu dan Istrinya.


" Kalian dengar Sendiri? Dewa Agung telah memberikan kita hal yang sangat berharga dari tumpukan harta yang kita semua miliki. untuk Itu kita jangan Kecewakan Dewa Agung. Kita akan Lakukan yang terbaik Untuknya" Yan Ran bicara dengan lantang.


" Hidup Dewa Agung." Sahut Pasukan Semesta dengan lantang.


" Sekarang persiapkan diri kalian! Kita akan tunjukan hormat dan bakti kita kepada Dewa Agung." Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian dan yang lain memberi hormat kepada Ryu kemudian membawa anggotanya ke kedua Danau yang tidak jauh dari keramaian Pasukan Semesta.


Setelah mereka pergi, Ryu langsung kembali ke istana Kristal menemui Istrinya kemudian membawa mereka ke kamar penginapan.


Saat mereka keluar dari kamar menuju ruangan tempat pemilik Penginapan, kini mereka disambut oleh sembilan Hewan Kontrak mereka.


" Hormat Tuan Ryu dan Tuan Putri semuanya." Kesembilan Hewan Kontrak memberi hormat.


Mendengar ucapan dari kesembilan Hewan Kontrak tersebut, sontak mulut Pemilik penginapan menganga.


' Jadi Pemuda dan 23 wanita ini adalah orang penting. Untung saja saya tidak bertindak gegabah' Pemilik penginapan membatin.


" Mei'er... Sebaiknya kita mencari kedamaian Klan Shui, Semoga saja bisa bertemu dengan Mertuaku." Ucap Ryu.


" Mertua?" Gumam Pemilik penginapan.


Shen Long yang mendengarnya, memalingkan wajah menatap pemilik penginapan penuh selidik.


" Mei'er... Coba kamu tanya sama pemilik Penginapan ini." Ryu menoleh ke arah Qin Shuomei.


"Mmmm" Qin Shuomei mengangguk kecil lalu mendekati pemilik Penginapan.


" Maaf Senior... Apakah disini ada salah satu dari Klan Shui? " Tanya Qin Shuomei.

__ADS_1


" Ti... Tidak tau Tuan Putri... Hamba tidak mengenal mereka." Pemilik Penginapan sangat gugup berkeringat dingin.


" Hah... Baiklah... Mari kita jalan-jalan dulu menikmati pemandangan di Desa ini. " Ryu menghela napas keluar dari Penginapan.


Melihat Ryu yang sudah keluar, 23 Istrinya dan Bawahan juga berjalan mengikuti Ryu.


" Gege... Kenapa kita harus keluar? Aku rasa pemilik Penginapan itu sedang menyembunyikan sesuatu. " ucap Bing Ruyue.


" Aku tau itu. Tapi kita tidak bisa memaksanya. Aku rasa kita bisa memperhatikannya dari kejauhan. " Ucap Ryu dengan santai.


" Sekarang kita perhatikan saja! Aku yakin dia akan keluar dari Penginapan itu." lanjut Ryu seraya melangkahkan kakinya.


Mereka semua langsung mencari tempat bersembunyi memperhatikan Penginapan tersebut dari kejauhan.


Tidak lama kemudian, pemilik Penginapan terlihat sedang melihat sekelilingnya dengan gerak-gerik mencurigakan.


Merasa sudah aman, dia berjalan menuju ke sebuah rumah dimana kepala Desa tinggal.


Dari kejauhan kepala Desa menyambut kedatangannya sambil memperhatikan sekeliling lalu membawa pemilik Penginapan untuk masuk ke dalam rumah kemudian menutup pintu.


Ryu dan yang lain yang sejak awal terus mengikuti dan memperhatikan Rumah Kepala Desa dari kejauhan, kini kecurigaan Ryu telah terjawab.


" Gege... Apa kita tidak kesana saja? kita bisa bertanya secara langsung kepada mereka." Xie Hua.


Mendengar ucapan dari Ryu, mereka semua terdiam dan terus memperhatikan Rumah tersebut.


Setelah menunggu waktu yang cukup lama akhirnya terlihat dua sosok keluar dari Rumah. Pemilik penginapan kini langsung berjalan kembali menuju penginapan miliknya.


Di sisi lain Kepala Desa terlihat Buru-buru ke arah lain menuju sebuah Hutan di belakang Desa.


" Kita ikuti Kepala Desa Itu" Ryu membawa rombongannya mengikuti arah kepala Desa.


Setelah cukup jauh masuk ke dalam Hutan, Kepala Desa masuk ke dalam sebuah Goa yang cukup Besar.


Di dalam Goa terlihat dua sosok yang sedang duduk di Kursi terbuat dari Kayu yang terlihat seperti sebuah tempat tinggal.


" Maaf Paktriak Mao... saya mendapat kabar dari Shui Jila bahwa ada 32 Orang asing yang sedang mencari Klan Shui. " Ucap kepala Desa.


" Orang asing? Wu Hao Apa kamu tau siapa mereka? Apa mereka utusan Kekaisaran? " Tanya Patriak Mao.


" Menurut Shui Jila, mereka ada 27 sosok wanita muda dan 6 Pemuda." ucap Wu Hao

__ADS_1


" Suamiku... Aku rasa mereka bukan dari Kekaisaran. Tapi kita harus tetap waspada. jangan sampai keberadaan kita diketahui mereka" ucap wanita cantik di samping Patriak Mao.


" Nyonya Bing Zise... Hamba akan menjaga rahasia ini dengan nyawa hamba sendiri. " ucap Wu Hao.


" Tapi Patriak... Kata Shui Jila, salah satu dari Pemuda itu mengatakan sedang mencari Ayah Mertua dan Ibu Mertuanya. " Lanjut Wu Hao.


Mendengar ucapan dari Wu Hao tiba-tiba suasana menjadi Hening.


" Wuush." Tiba-tiba sosok bayangan hitam melesat dan berdiri di tengah-tengah beberapa sosok yang berada di tempat itu.


" Si... Siapa kamu?" Semua yang ada di tempat itu menatap ke arah sosok Pemuda yang tidak lain adalah Ryu.


" Mohon maaf sebelumnya... Aku hanya ingin mengetahui siapa pemilik kalung ini?" Ryu mengeluarkan sebuah kalung yang diberikan oleh Qin Shuomei.


" Anakku." Kedua sosok yang sedang duduk di kursi kayu tanpa sadar mengeluarkan suara, meskipun dengan pelan saat melihat kalung yang ada di tangan Ryu.


Wu Hao yang ada di tempat itu mencoba mencerna apa yang terjadi.


Dia tidak bisa mendengar ucapan dari kedua sosok tersebut, namun bagi Ryu suara tersebut sangat jelas di telinganya.


Ketiga sosok yang ada di tempat itu ingin sekali menyerang sosok Pemuda yang ada di depan mereka, namun mereka tidak berani bertindak karena mereka berpikir bahwa Pemuda tersebut berasal dari Kekaisaran.


Di sisi lain dimana tempat Sheng Zhishu dan yang lain sedang bersembunyi, mereka juga mendengar jelas ucapan dari kedua sosok tersebut sehingga Qin Shuomei langsung keluar dari persembunyian karena dia sangat yakin bahwa kedua sosok tersebut adalah orang tuanya.


" Ayah, Ibu... " Sosok wanita cantik muncul dari Mulut Goa.


" Siapa Kamu? " Paktriak Mao menatap penuh wanita tersebut selidik.


Tanpa menjawab apapun Qin Shuomei berjalan mendekati Ryu lalu mengambil kalung tersebut.


" Bayi mungil yang pernah memakai kalung ini adalah aku sendiri. Apa ada yang mengenal kalung ini?" Qin Shuomei kembali memperlihatkan kalung tersebut.


" S.. Shui Jin Nazi... Apa itu kamu nak? Apa kamu benar-benar pemilik kalung itu?" Tanya Bing Zise mencoba untuk meyakinkan kembali pemilik kalung.


" Mmm... Aku adalah pemilik kalung ini, seorang Pria sepuh telah berhasil menyelamatkanku dari tiga Bidadari Iblis." Ucap Qin Shuomei.


" Anakku... " Bing Zise berlari memeluk anaknya dengan perasaan sedih bercampur senang.


" A... Anakku." Patriak Mao yang tersadar berlari kecil langsung memeluk Qin Shuomei dengan perasaan senang.


Kedua sosok tersebut tidak menyangka bahwa bayi mungil mereka bisa selamat dari kejaran tiga Bidadari Iblis.

__ADS_1


Namun kali ini tepat di hadapan mereka bayi mungil itu telah tumbuh dewasa yang sangat cantik.


Mereka sangat yakin bahwa wanita tersebut adalah anak mereka, karena kalung tersebut adalah milik Bing Zise yang artinya cukup membuktikan bahwa Gadis tersebut adalah anaknya.


__ADS_2