SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 76. PELINDUNG DIDALAM PELINDUNG


__ADS_3

" Mungkin kamu tidak mengenaliku, Tapi waktu itu kamu telah menyelamatkan kami dari Pasukan Iblis itu. Syukurlah kamu Selamat." Bing Yin terlihat senang.


" Yin'er, Apa Pemuda ini yang menyelamatkan Kalian waktu itu? " Tanya Bing Zhou.


" Benar Kakek. Jika bukan bantuan Saudara Ryu, mungkin Kami sudah Mati." ucap Bing Yin.


" Jadi begitu ya? maaf aku lupa. Sebenarnya aku ingin membantu Kalian, Tapi aku mendapatkan sambutan yang tidak ramah. Jadi sebaiknya aku harus pergi." Ryu langsung mengaktifkan Armor Pelangi dan menggunakan Langkah Kilat menghilang dari pandangan mereka.


" Apa yang Kakek lakukan pada Saudara Ryu?" Bing Yin terlihat Marah karena kesempatan untuk mendekati Ryu telah hilang.


" Yin'er, Kamu tau sendiri Klan kita tidak Menerima Orang Luar." Bing Zhou ingin mengejar Ryu namun Aura yang ditinggalkan Ryu tidak bisa terdeteksi ditambah lagi dengan kecepatan yang di luar nalar.


Mendengar ucapan tersebut, Bing Yin terlihat lesu tanpa sepatah katapun meninggalkan tempat tersebut dengan rasa kecewa.


Disisi Bing Zhou dan Para Penjaga merasa ada penyesalan mengingat Pemuda tadi membawakan Kitab Es yang sudah menghilang Ratusan Tahun yang lalu kini malah pergi ditambah lagi dengan rencana Penyerangan oleh Sekte Gunung Es.


Bing Zhou juga merasa kalau Ryu bukan orang biasa, mengingat Aura Pembunuh yang dia lepaskan kepada Ryu Sama sekali tidak berfungsi. Sudah jelas dengan Bantuan Ryu, maka Klan mereka akan terselamatkan.


" Ketua, apa kita mencari Pemuda itu untuk meminta Bantuan? " Tanya Pemimpin Penjaga.


" Sudah terlambat. Aku sendiri tidak bisa menemukan Keberadaannya hanya hitungan detik." Bing Zhou terlihat Murung seakan memikirkan sesuatu.


" Penjaga, Perkuat lagi penjagaan aku akan meminta Para Pasukan Elit Klan untuk ikut membantu." Bing Zhou langsung menuju ke dalam kediaman Klan.


Di tempat lain, Ryu tengah berfikir untuk mencari keberadaan Sekte Gunung Es hingga Akhirnya dia tersenyum lebar langsung mengeluarkan Jinying


Dengan bantuan Jinying, Ryu langsung melesat cepat mengelilingi berbagai tempat di Wilayah kekuasaan Sekte Gunung Es hingga menembus beberapa Hutan yang lebat.


Saat menjelang sore, kini terlihat sebuah Permukiman yang Hampir menyamai Kota Besar yang seakan mengitari sebuah gunung yang sangat tinggi. Ryu merasa Bahwa Puncak Gunung tersebut adalah tempat Barang berharga Sekte Gunung Es.


Ryu pun terbang di Balik Awan hingga tepat di Atasnya Ryu memberikan Armor Pelangi kepada Jinying langsung mengaktifkan Armor hingga melesat terbang ke bawah.


Saat berada di ketinggian 100 meter, Ryu melihat seperti sebuah Pelindung transparan seakan menutupi Gunung Es.


Ryu langsung meminta Jinying untuk memperlambat kecepatan terbangnya hingga saat sudah dekat Ryu mengembalikan Jinying ke Dunia Kecil langsung melompat ke Udara dengan menggunakan Wujud Hantu untuk menembus pelindung tersebut.


" Wuush" tubuh Ryu seakan menembus Pelindung transparan tersebut tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Saat sudah berada di dalam, Ryu langsung menggunakan Langkah Kilat menuju beberapa Pepohonan sebagai tempat berlindung.


Ryu langsung memeriksa wilayah sekitar hingga tidak merasakan Aura apapun di tempat itu.


" Sepertinya mereka lebih fokus memperketat penjagaan di Kaki Gunung ini saja." Ryu melihat Empat Bangunan tempat Penyimpanan Harta dengan wajah Licik.


" Pelindung di dalam Pelindung" Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura ke seluruh Puncak Gunung.


" Wuush " Satu-persatu Bangunan tersebut menghilang dan berpindah tempat ke Dunia Kecil.


Setelah semua tidak ada tersisa, Ryu kembali ke Dunia Kecil untuk memberitahukan hal tersebut kepada Ketujuh Istrinya.


" Suamiku." sambut Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue.


" Sayang, apa yang kamu bawa? sepertinya di samping Istana ini ada beberapa Bangunan baru." Tanya Tianhe.


" Aku mengambil Gudang penyimpanan milik Sekte Gunung Es." ucap Ryu.


" Sayang, Kami ingin melihatnya." ucap Yuwang.


" Kita lihat sama-sama saja!" Ryu menuntun mereka menuju Penyimpanan Harta Jarahan.


Di Bangunan Pertama mereka disambut dengan Tumpukan Peti Besar yang berjejer berisi Koin Emas dan Gunungan Batu Roh seakan memenuhi Ruangan tersebut.


Di bangunan kedua mereka juga menemukan puluhan Kotak Besar yang tersusun rapi yang berisi Berbagai Pil, Sumberdaya Tingkat 6 hingga 8, Senjata Tingkat Raja hingga Kaisar, dan Tumpukan Inti Roh Siluman.


Di Bangunan ketiga Paling Besar, mereka mendapatkan Tumpukan Batu Meteor dan Batu Pelangi dan Batu Bintang hampir memenuhi Ruangan.


Di Bangunan Keempat mereka dihadapkan dengan tumpukan Kristal yang terlihat berwarna Putih Bening dan Jamrud dengan bermacam warna.


" Haaahh... Tidak ada Harta Langit." Ryu terlihat murung.


" Sayang, mungkin untukmu Jamrud ini tidak berguna. Tapi untuk Wanita, nilainya sama dengan Harta Langit." Yunjiang sangat senang.


" Apa yang dikatakan Adik Yunjiang memang benar, Lagi pula Kristal ini bisa menggantikan suasana baru di Istana kita ditambah lagi dengan Jamrud ini maka akan menjadikan Istana kita sangat Indah. " Ucap Sheng Zhishu.


" Sayang, jika kita punya Danau Tujuh Hati, Maka Jamrud ini akan menjadi hal yang paling sempurna di seluruh Alam Semesta." Yuwang seakan tubuhnya melayang.

__ADS_1


" Danau Tujuh Hati? " Ryu teringat apa yang dikatakan Shui Quan.


" Benar. Aku pernah membaca sebuah Kitab mengenai Danau Tujuh Hati. Disamping bisa meningkatkan Kultivasi, tapi ada hal yang paling menarik untuk kalangan Wanita. Namun itu hanya berfungsi jika ada 7 Gadis yang memiliki Hati dan pikiran yang sama." ucap Yuwang.


" Apa kita bertujuh juga termasuk?" Tanya Sheng Zhishu.


" Aku rasa begitu, karena kita memiliki Hati yang sama." Yuwang sambil menatap ke arah Ryu.


" Apa saja fungsinya? " Huli Yue terlihat penasaran.


" Suatu saat kalian akan tau sendiri, yang penting kita cari terlebih dulu Danau Tujuh Hati. Namun biar lebih sempurna kita harus memiliki Mutiara Kerang Langit, Kelopak Bunga Cinta dan Permata Tujuh Warna. " Yuwang terlihat bersemangat.


" Sayang, kamu bisa kan mencarinya?" Yinshi penasaran akan Hasilnya.


" Kalau Bunga Cinta, aku bisa menanamnya, tapi kalau yang lain aku tidak tau." ucap Sheng Zhishu.


" Baiklah, aku akan mencari untuk kalian. aku juga Penasaran akan hasilnya, apakah kalian akan mendapatkan Level dengan cepat." ucap Ryu.


" Kalau Mutiara Kerang Langit, jika dijadikan sebagai Armor akan lebih keras dari Baja aku dengar mereka tinggal di Sungai Paling dalam ataupun lautan. termasuk Harta Langit juga." ucap Xin Chie.


" Lebih baik kita istirahat saja dulu. Besok Pagi akan menghancurkan Sekte Gunung Es. Jadi besok kalian persiapkan diri." Ryu berjalan kembali ke Istana.


" Mmmmmm" mereka langsung mengikuti Ryu menuju Istana.


Keesokan pagi Ryu dan Ketujuh Istri sudah berada di puncak Gunung Es juga seluruh bawahannya.


" Chaizu, Shizi, Jinying, Mayi , Mifeng Ratakan sekte ini dan jarah semua barang yang ada pada mereka" Ryu memberi perintah.


" Ggooooaaarr " Auman Chaizu dan Shizi membuat Para Penjaga yang ada di kaki Gunung Es langsung Naik ke arah puncak Gunung.


" Ada yang menembus Pelindung, Laporkan hal ini pada Paktriak dan sebagian ikut aku." Seru salah satu Penjaga kaki Gunung sambil menaiki Gunung.


Dentingan suara pertarungan kini terdengar di pertengahan Gunung Es membuat Wilayah gunung bergetar hebat.


" Tetua, bagaimana para penyusup bisa menembus Pelindung Gunung ini." beberapa pertanyaan keluar dari mulut mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


" Kwwwaaakkk" Jinying langsung melepaskan Api Putih membuat bongkahan Es yang ada di Gunung langsung mencair dan menyebabkan longsor membuat Anggota Sekte Gunung Es banyak mengalami luka.


Meskipun mereka tidak akan mungkin mengalahkan Kelompok Ryu, namun mereka seakan tidak terima jika Harta mereka akan dicuri.


' Gelombang Api'


'Hujan Petir '


Ryu dan Huli Yue membuat ribuan jarum petir hingga terdengar Dentuman keras mengenai Es yang membeku langsung berjatuhan mengenai Anggota Sekte yang mencoba menaiki Gunung.


" Mundur!" teriak salah satu Tetua saat melihat puluhan Bongkahan Es yang sedang menuju mereka.


Namun semua terlambat membuat mereka harus terluka akibat bongkahan Es yang menghantam Tubuh mereka.


Anggota Sekte yang awalnya ingin menaiki Gunung, kini mengurungkan niat mereka takut hal buruk menimpa mereka.


" Kita tunggu mereka sampai di Kaki Gunung dulu." Paktriak merasa keadaan tidak baik jika mereka harus menaiki Gunung.


'MALAPETAKA'


Gabungan Bola Petir milik Ryu dan Huli Yue Menabrak pelindung transparan.


" Bboooom" Pelindung transparan langsung hancur menciptakan Gelombang yang sangat kuat membuat beberapa Anggota Sekte yang mendekati wilayah serangan mati mengenaskan.


Melihat kejadian tersebut Paktriak Sekte menjadi Gusar melihat kekuatan musuh diluar kekuatan mereka.


" Paktriak, bagaimana ini?" tanya salah satu Tetua.


" Kita harus melawan, apapun yang terjadi." Jawab Paktriak.


Melihat kejadian aneh di Gunung Es, membuat Anggota Sekte yang kediaman mereka jauh dari Gunung langsung berlarian menuju Kaki Gunung bahkan Terdengar Lonceng di berbagai tempat.


" Wuush" Ryu langsung berada di depan Paktriak Sekte sambil memegang Pedang Naga Pembelah Gunung.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Ryu langsung menyerang Paktriak Sekte.


Meskipun Paktriak Sekte Gunung Es sudah mencapai Level 74, namun dari segi kecepatan dia kalah telak dengan Ryu yang menggunakan Langkah Kilat.


' Siapa pemuda ini? mengapa kecepatannya tidak bisa terdeteksi.' Paktriak Sekte merasa tidak mampu menangkis serangan Ryu.

__ADS_1


Akibat serangan acak dari Ryu, membuat Paktriak Sekte menjadi kewalahan dan mengalami banyak Luka sayatan.


'HUKUMAN ES'


Paktriak berniat ingin mengurung Ryu dengan teknik miliknya.


" Praaakkk" Dinding Es langsung pecah sebelum teknik tersebut menyatu sempurna.


'BADAI ES'


" Bboooom" Ryu langsung terpental langsung bangkit kembali.


'SAMBARAN PETIR'


" Bboooom" Paktriak langsung terpental memuntahkan Darah segar segera bangkit kembali.


'CERMIN ES'


Sebuah es membuat dinding tipis membentuk sebuah Cermin untuk menghalau serangan Ryu.


" Praaaaakk" lagi-lagi dinding tersebut langsung pecah sebelum menyatu dengan sempurna.


Ryu sudah tau kalau Teknik Cermin Es menyatu sempurna, maka setiap serangannya akan dipantulkan kembali dan menyerang tubuhnya sendiri.


Begitupun dengan Hukuman Es, jika sudah menyatu sempurna maka maka Ryu akan terkurung hingga setiap serangan yang dilancarkan kembali menyerang jauh lebih kuat dua kali lipat.


Paktriak yang merasa setiap Teknik yang dia pakai tidak berfungsi, kini merasa khawatir sambil menari cara untuk mengatasi Kecepatan pergerakan Ryu.


Karena serangan yang dilancarkan oleh Ryu sama sekali tidak memiliki jeda terus melukai tubuhnya, kini Paktriak semakin lemah akibat Petir Beracun yang seakan membakar organ dalam hingga kini terbaring lemah seakan pasrah menanti ajalnya.


" Slash" Ryu memotong leher Paktriak langsung mengangkat Kepalanya tinggi-tinggi sambil bersuara lantang.


" Paktriak Kalian telah Mati" Suara Lantang Ryu yang dialiri Qi.


Seketika Anggota Sekte Gunung Es terlihat kehilangan semangat untuk Bertarung seakan pasrah menanti ajal.


Taktik yang Ryu pakai tentu saja dimanfaatkan oleh Ketujuh Istrinya serta bawahan langsung melakukan serangan mematikan hingga tidak ada satu pun yang tersisa.


Saat semua telah mati, Mereka langsung mengambil Cincin Ruang semua Anggota Sekte lalu membawa semua mayat ke Dunia Kecil.


Begitupun Ryu kini memegang Cincin Ruang Paktriak kini terlihat bersemangat dengan adanya Kitab Jalan Bayangan dan Kitab Cermin Neraka.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung membuka kedua Kitab tersebut dan membaca kitab tersebut. Seketika wajahnya menjadi murung saat membaca pada halaman depan.


" Haaahh. Pantas saja Paktriak Sekte ini bisa bisa mempelajarinya." Ryu melihat kedua Kitab tersebut bisa dipelajari jika sudah mencapai Level 75 memiliki Jiwa Tingkat Langit dan Qi 1000 Lingkaran.


Di sisi lain Ryu juga bersyukur telah mengambil Kitab tersebut sebelum Paktriak mencapai Level 75 sedangkan Ryu sendiri masih berada di Level 71 Jiwa tingkat Bumi meskipun Qi sudah berada di atas 1000 Lingkaran.


" Sayang, kami kembali dulu ke Dunia Kecil. Semua Pasukan Hewan Kontrak banyak mengalami Luka." Yinshi berjalan ke arah Ryu.


" Pergilah dan pulihkan diri kalian! biar aku dan Tiga Hewan Kontrak lain yang menyelesaikan yang tersisa." Ryu melihat Chaizu, Jinying dan Shizi masih baik-baik saja.


" Suamiku, Kami pamit." Sheng Zhishu membawa mereka dan menyisakan Ryu dan Tiga Hewan Kontrak.


" Pulihkan diri kalian" Ryu memberikan beberapa Pil kepada ketiga Hewan Kontrak.


Mereka pun langsung memasukkan Pil tersebut lalu menyerapnya hingga beberapa saat tenaga mereka pulih kembali.


" Gggrrrrrr" Chaizu memberi isyarat bahwa masih ada orang lain lalu menuntun mereka menuju ke suatu tempat bagian Timur kaki Gunung.


Sesampai di sebuah bangunan Kecil, Chaizu langsung menerjang Pintu tersebut yang terlihat seperti ada sebuah jalan menuju Bawah tanah.


" Kalian sembunyi dulu! biar aku yang masuk kedalam." Ryu masuk ke dalam ruang bawah tanah.


Saat berjalan sekitar 50 meter Kini Ryu disambut dengan pemandangan yang sangat menyayat hatinya.


Di dalam Penjara tersebut, terlihat banyak sekali tawanan Wanita yang dalam kondisi pakaian sudah robek bahkan tanpa sehelai kain pun.


Ryu langsung memeriksa dari cincin Ruang hasil jarahan lalu mengumpulkan beberapa Pakaian lalu melemparnya ke arah para tahanan.


"Pakai dulu pakaian kalian!" Ryu berbicara sambil menatap arah lain.


" Terimakasih Tuan." mereka langsung mengambil Pakaian tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat mereka sudah memakai pakaian seadanya juga beberapa helai kain sebagai penutup tubuh mereka hingga Ryu langsung membuka Pintu penjara satu-persatu.

__ADS_1


" Pulihkan diri kalian!" Ryu memberikan beberapa Pil Pemulihan kepada mereka.


Dari beberapa tahanan ada yang langsung menelan pil tersebut dan ada pula saling berpandangan karena mereka bukan dari Kultivator.


__ADS_2