SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Shiren ( Makhluk Kuno )


__ADS_3

Perompak Paus Biru memiliki wilayah kekuasaan mulai dari Benua Timur Hingga mencapai Benua Utara.


Perompak Kura-kura Hitam memiliki wilayah kekuasaan mulai dari Benua Barat hingga mencapai Benua Selatan.


Sedangkan untuk Perompak Serigala Lautan, memiliki wilayah kekuasaan di seluruh perairan Benua Tengah.


Itulah sebabnya banyak orang yang tidak bisa berpergian ke Benua lain hampir selama dua puluh tahun lebih, karena setiap kapal yang melewati wilayah mereka maka tidak lepas dari perburuan mereka.


" Jadi... Hanya kapal ini saja yang baru melakukan perjalanan?" Ryu mengerutkan kening.


" Benar Tuan... Itupun aku mendengar dari percakapan beberapa orang yang pernah aku temui. Meskipun sudah banyak dari kalangan Kultivator Aliran Putih yang berusaha untuk menghancurkan para Perompak, namun tidak ada yang pernah berhasil." Wu Tian menerangkan situasi yang terjadi di lautan.


Pada awalnya Wu Tian sangat ragu untuk melakukan perjalanan Namun setelah melihat kekuatan Ryu dan Istrinya beserta pasukan, dia pun memberanikan diri untuk menyetujui hal tersebut.


" Kamu tenang saja... Siapapun yang berani mengusik kita, maka hari itu juga adalah hari kematian mereka." Ryu menatap ke arah depan dimana terlihat lautan luas.


Saat Ryu dan Wu Tian sedang berbincang, tiba-tiba Tou Shuijing memberi pesan jiwa kepada Ryu agar bisa menemuinya di atas kapal.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung menuju ke atas kapal dimana terlihat Tou Shuijing yang sudah berwujud manusia sedangkan duduk bersama Chaizu.


" Tuan." Tou Shuijing dan Chaizu memberi hormat.


" Mmm... Shuijing, apa yang ingin kamu sampaikan?" Ryu mengangguk seraya menatap ke arah Tou Shuijing.


" Tuan... Aku telah menemukan puluhan kapal besar di bagian sana sekitar satu kilometer dari kapal ini. Sepertinya mereka adalah para perompak. Hanya saja mereka semua sudah mati dengan kondisi tubuh mengering." Tou Shuijing menunjuk ke suatu arah dimana letak puluhan kapal tersebut.


*****


( Flash Back)


Tou Shuijing yang baru saja keluar dari dasar lautan untuk menyusul kembali ke kapal udara karena sudah menyelesaikan proses Kultivasi.


Namun saat mendekati kapal udara, Tou Shuijing merasakan ada Aura yang sangat kuat dari arah lain.


Dengan rasa penasaran Tou Shuijing langsung melesat ke arah tersebut hingga menemukan puluhan kapal besar yang sedang mengapung.


" Apa yang terjadi?" Tou Shuijing bergumam langsung berubah wujud menjadi manusia lalu melompat ke arah salah satu kapal tersebut.


Saat sudah berada di atas kapal, Tou Shuijing melihat tumpukan mayat yang dalam kondisi tubuh mengering.


" Aku harus memeriksa kedalam." Tou Shuijing masuk ke dalam kapal juga menemukan tumpukan mayat yang berserakan.

__ADS_1


Sesaat kemudian Tou Shuijing memeriksa satu-persatu kapal tersebut yang semua mengalami nasib yang sama dimana hanya meninggalkan harta dan sumberdaya.


" Lebih baik aku mengambilnya saja! Aku yakin Tuan pasti membutuhkan Sumberdaya ini." Tou Shuijing menyimpan semua Harta tersebut langsung dimasukkan ke Dunia Quzhu.


Sedangkan untuk tumpukan mayat tersebut, Tou Shuijing hanya membiarkan karena energi mereka sudah habis diserap.


" Aku harus menceritakan kejadian ini kepada Tuan." Tou Shuijing melesat cepat menuju ke arah kapal udara.


( Selesai... )


*****


Mendengar keterangan dari Tou Shuijing, Ryu berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Tou Shuijing meskipun tidak menemukan hasil.


" Shuijing... Apa kamu tau siapa pelakunya?" Ryu kembali bertanya kepada Tou Shuijing.


" Aku juga tidak tau Tuan. Tapi sepertinya itu perbuatan Shiren. Dari jenis luka yang ditinggalkan, sama persis dengan ulah dari Manusia setengah Ikan itu." Ucap Tou Shuijing.


" Hhmmm... Sepertinya Makhluk Kuno itu sudah muncul. Tapi aku tidak yakin dengan kekuatanku sekarang bisa membunuhnya." Ryu bergindik ngeri karena belum siap untuk berhadapan dengan Shiren yang setara dengan Pendekar Semesta Tahap Akhir.


" Tuan... Aku hanya bisa menahannya saja, tapi tidak bisa membunuhnya. Karena kami sesama Makhluk Kuno memiliki sebuah sumpah untuk tidak saling membunuh." Ucap Tou Shuijing.


" Shuijing... Apa kamu mampu menarik Shiren ke Dunia Quzhu?" Ryu menatap ke arah Tou Shuijing.


" Aku mungkin bisa melakukannya Tuan. Hanya saja akan membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan tenaga. Mungkin bisa sampai satu bulan lebih." Tou Shuijing terpaksa harus mengambil resiko jika Shiren benar-benar muncul.


Mendengar ucapan dari Tou Shuijing, Ryu sejenak berfikir agar hanya menggunakan Tou Shuijing sebagai jalan terakhir ketika harus berhadapan dengan musuh yang kuat.


" Hmmm... Ternyata Makhluk Kuno itu sangat tertarik dengan keberadaan kita." Ryu dapat merasakan Aura yang sangat kuat sedang menuju ke arah mereka.


" Tuan... Wu Tian akan dalam bahaya." Chaizu berteriak keras merasakan Aura tersebut sangat cepat menuju ke arah Wu Tian di ruang kemudi.


Tanpa banyak berpikir, Ryu langsung berlari ke arah ruang kemudi lalu memasukkan Wu Tian ke Cincin miliknya dan menghentikan laju kapal.


" Wuush." sebuah bayangan berwarna kebiruan melesat cepat ke arah Ryu.


" Ggooooaaarr." Tou Shuijing langsung melompat dan berubah wujud menjadi Hydra raksasa menghadang bayangan kebiruan tersebut.


" Ggooooaaarr." Chaizu mengaum keras langsung berubah wujud menjadi Harimau melesat cepat untuk membantu Tou Shuijing.


" Wuuung." Tekanan angin yang sangat kuat menciptakan gelombang besar.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus meminta bantuan kepada hewan kontrak yang lain." Ryu bergumam sambil mengirim pesan jiwa kepada Istrinya.


Hingga dalam hitungan detik kini muncul tiga sosok wanita dan satu sosok Pria berbadan kekar dimana mereka adalah Jiu Wei Hu Rubah ekor sembilan milik Huli Yue, Qilin wujud dari Kirrin milik Sheng Zhishu, Kongque sosok burung Merak milik Tianhe dan Jiaqin burung Angsa Langit milik Qin Shuomei.


Ryu dapat merasakan Aura keempat sosok tersebut sudah mencapai tingkat Surgawi tahap akhir.


" Salam Tuan." Keempat Hewan Kontrak menundukkan kepala.


" Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque, Jiaqin.... Kalian bantu Shuijing untuk melawan Makhluk Kuno itu." Ryu menunjuk ke arah sosok manusia setengah ikan yang sedang bertarung melawan Tou Shuijing dan Chaizu.


" Baik Tuan." Keempat Hewan Kontrak langsung terbang ke udara hingga dalam hitungan detik mereka langsung berubah wujud.


Kini Burung Merak dan Angsa Langit langsung menyembur elemen yang mereka miliki. Sedangkan Kirrin dan Rubah langsung berlari di atas air dengan menciptakan serangan gabungan dari elemen yang mereka miliki.


" Kalian lakukan serangan jarak jauh saja. Biar aku yang menahan makhluk kuno ini." Tou Shuijing memperingati Jiu Wei Hu dan yang lain agar tidak mendekati mereka.


Tanpa berkata apapun, Jiu Wei Hu dan yang lain hanya melakukan serangan energi kepada Shiren tersebut karena tidak ingin menanggung resiko besar.


Shiren yang memiliki wujud manusia ikan dengan ukuran dua kali manusia dewasa kini terlihat kesal karena mendapatkan serangan gabungan tersebut.


" Praaakkk." Shiren mengibaskan ekornya di air laut hingga membentuk gelombang besar.


" Bboooom." Gelombang besar tersebut seakan ingin menenggelamkan kapal udara.


Dengan wujud barunya, Hydra raksasa berkepala sembilan kini terus menyemburkan elemen Petir dan Api dari setiap kepalanya untuk menghalau gelombang besar tersebut.


" Ggooooaaarr." Chaizu yang bertumpu di atas air Mengaum keras menciptakan gelombang Petir menuju ke arah Shiren.


Sementara Ryu yang sudah berada di dalam kapal, kini langsung mengaktifkan Armor Pelangi lalu berlari ke atas kapal mencari celah untuk mengalahkan Shiren.


Meskipun dari segi jumlah pihak Ryu memang banyak, namun dari segi kekuatan, Shiren terlihat paling unggul.


Gabungan kekuatan dari keenam Hewan Kontrak tersebut kini semakin bertambah liar hingga menciptakan gelombang besar.


Tou Shuijing sudah mengetahui jika dia tidak bisa menahan gerakan dari Shiren, maka dengan kata lain dia akan lebih mudah untuk membunuh kelima Hewan Kontrak tersebut hanya dalam satu kali serangan.


Kekhawatiran itulah yang membuat Tou Shuijing terus mengunci gerakan Shiren dengan Teknik yang dia miliki.


" Untung saja aku bertindak cepat. Jika tidak, maka Tuan bisa dalam bahaya." Tou Shuijing memusatkan fikirannya.


Di sisi lain terlihat Ryu mengeluarkan puluhan jarum racun dengan memusatkan fikiran sambil membaca gerakan dari Shiren yang sangat gesit dan berusaha untuk menggunakan Teknik terkuatnya dengan satu kali serangan.

__ADS_1


__ADS_2