
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Semalaman Ryu hanya membaca semua Kitab tersebut hingga dia mengumpulkan Harta dan Sumberdaya dari Cincin Ruang milik 5 leluhur 4 Raja dan Kaisar Gang.
Dari semua Harta yang dia dapatkan, Ryu merasa tertarik pada beberapa benda.
Ketika pagi tiba Ryu bergegas menuju Ruang Penempa lalu mengeluarkan sosok Naga berkepala Tujuh yang terlihat lemah.
" Tuan Pendekar... Jika Anda orang baik, tolonglah aku." ucap jiwa yang ada pada Naga tersebut.
" Bagaimana caraku menolongmu? Sepertinya kamu bukan dari Dunia ini." Ryu sedikit menyelidik.
" Jiwa Hamba sangat lemah Tuan Pendekar. Hamba terlempar ke Dunia ini Ribuan Tahun yang lalu. Sebelum hamba memulihkan diri, Puluhan para Pendekar Langit mengurungku."
" Jika Tuan berkenan, Hamba bersedia menjadi Hewan Kontrak tuan." ucap Naga tersebut.
" Baiklah jika itu yang kamu inginkan." Ryu merapal sebuah Mantra lalu meneteskan darahnya dan dilepaskan tepat mengenai salah satu Kepala Naga tersebut.
" Wuush." Udara di dalam Ruang Penempa bergerak liar seakan ingin menghancurkan Ruangan.
Tidak ingin mengambil resiko, Ryu dengan segera membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura hingga tiga lapis.
Semakin lama semakin kuat Aura yang ada pada Naga tersebut hingga Pelindung yang diciptakan Ryu semuanya hancur.
Beruntung saja saat Pelindung yang ketiga telah hancur, secara perlahan udara di sekitar mulai reda hingga terlihat sebuah cahaya keluar dari Ruang Penempa menuju arah Lautan.
' Maaf Tuan... Jika Hamba disini, maka semua bangunan disini akan hancur.' Sosok Naga mengirim pesan jiwa kepada Ryu.
Melihat hal itu Ryu juga langsung mengikuti arah Cahaya tersebut dimana telah mencapai lautan.
" Ggooooaaarr." Auman keras dari Sosok Naga menciptakan Gelombang di dalam Lautan setinggi 20 Meter.
" Sebesar itu?" Ryu menatap Naga berkepala Tujuh yang terlihat Ukurannya menyamai Istana Emas.
" Wuush." Naga tersebut terbang ke arah Ryu hingga terlihat sosok Pemuda yang tampan.
" Terimakasih Tuan telah menolongku." Pemuda tersebut menundukkan kepala.
" Mmmm... Sepertinya aku akan memberi nama baru untukmu. Bagaimana jika aku memanggilmu Tou Shuijing. Karena kamu menyukai Air." ucap Ryu.
" Dengan senang hati Tuan Pendekar." Tou Shuijing menundukkan kepala.
" Kalau boleh tau, kamu berasal dari Ras mana?" Tanya Ryu.
" Hamba tidak tau Tuan. Hamba tersesat waktu Hamba masih kecil. Banyak para Kultivator yang ingin menjadikan aku sebagai Hewan Kontrak mereka, tapi tidak ada yang berhasil karena itu tanpa persetujuanku." Ucap Tou Shuijing.
" Jadi begitu... Jiwamu terlihat masih lemah, Kamu boleh mengambil Harta Langit ini." Ryu memberikan Tumpukan Buah Tangan Budha.
" Terimakasih banyak Tuan. Tapi aku membutuhkan Lautan itu untuk menyerapnya." Tou Shuijing menunjuk ke arah Lautan.
__ADS_1
" Lakukan saja." Ucap Ryu.
" Baik Tuan." Tou Shuijing kembali ke wujud aslinya langsung melahap Tumpukan Buah Tangan Budha dengan ketujuh kepalanya lalu terbang ke tengah laut.
" Sebanyak itu?" Ryu bergindik ngeri bagaimana Tou Shuijing mampu memakan Tumpukan Buah Tangan Budha yang lebih dari Seribu buah.
" Fisik yang sangat mengerikan." Ryu bergumam merasa Fisiknya masih jauh lebih lemah dari Tou Shuijing.
Setelah Tou Shuijing menyelam ke dasar lautan, Ryu kembali ke Istana Emas untuk melanjutkan pekerjaannya.
Dari semua Pengetahuan Kitab Kontrak Jiwa, Kitab Alkemis, Kitab Kebangkitan, Ryu mencoba menciptakan sebuah Pil yang dia namakan Pil Darah Tuan Hamba.
Meskipun beberapa kali mengalami kegagalan, Ryu terus mencoba hingga Pada sore hari dia telah berhasil menciptakan Pil Darah Tuan Hamba dengan sempurna.
' Aku tidak ingin Istriku yang lain mengalami kematian. Sepertinya Pil Penggabungan Darah dari Makhluk di Dunia Fana masih belum cukup.' Ryu berencana menyatukan darah dari seluruh Hewan Ilahi, Roh Suci, Makhluk Kuno bahkan apapun yang dia dapatkan nantinya.
" Sepertinya hari ini sudah cukup." Ryu memasukkan Pil Tuan Hamba ke dalam Kotak Giok lalu kembali ke Istana Emas.
Saat berada di dalam Istana, Ryu disambut oleh Nan Sian Zhao Luyi dan Zhao Liying yang juga baru keluar dari Ruang Kultivasi.
" Gege... Kita makan dulu." Nan Sian yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu duduk di sebuah kursi.
Selesai menikmati hidangan, Ryu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang kini Zhao Luyi telah menyiapkan Pakaian ganti untuk Ryu.
" Gege... biar aku yang memasangkan pakaian untukmu." Zhao Luyi menyambut Ryu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Mmmm..." Ryu mengangguk membiarkan Zhou Luyi memasang pakaian untuknya.
" Gege... Jangan terlalu memaksa. Lebih baik kamu Istirahat saja. " Zhao Luyi mengingatkan kepada Ryu lalu meninggalkan Kamar Utama.
Melihat perhatian dari ketiga Istrinya, Ryu merasa sangat senang meskipun sebenarnya dia tidak menginginkan hal itu.
" Kalian bisa saja memanjakan suami." Ryu tersenyum terlihat bahagia.
Di Kamar lain :
" Sebenarnya aku juga menginginkan hal itu. Hanya saja aku takut Gege tidak menginginkan kehadiran kita disampingnya." Ucap Nan Sian.
" Tapi sampai kapan kita seperti ini? Aku yakin Gege akan menerima kita." Ucap Zhao Luyi.
" Kita harus mencobanya. Bagaimanapun Kaisar Ryu adalah Suami kita." ucap Zhao Liying.
" Baiklah... Sepertinya Dunia Quzhu sangat membantu kita. Dengan begitu kita bisa melayani Suami kita dengan baik." Nan Sian keluar dari kamar menuju ke kamar Ryu.
Setelah berada di Kamar Utama ketiga Istrinya terlihat Ryu sudah tertidur pulas.
Dengan penuh perhatian, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying berbaring disamping Ryu seraya tersenyum sambil menatap Ryu.
Setelah puas menatap suami mereka, Nan Sian yang berbaring di samping Ryu dengan lembut mencium Pipi Ryu yang kini diikuti Zhao Luyi dan Zhao Liying.
" Kalian disini?" Ryu terbangun dari tidurnya menoleh ke arah ketiga Istrinya.
" Ah..." Ketiga Istrinya sontak kaget.
" Apa yang kalian takutkan?" Ryu tersenyum seraya memeluk Nan Sian dan Zhao Luyi.
" Apa Gege tidak marah?" Nan Sian memasang wajah memerah.
" Buat apa aku marah? Kalian juga Istriku." Ryu senyum ramah.
Mendengar ucapan dari Ryu, Ketiga Istrinya menghilangkan rasa malu mulai merapatkan diri kepada Ryu.
Hingga beberapa saat mereka telah mengarungi lautan Surgawi dengan penuh kebahagiaan.
Pada malam itu juga Ryu menitipkan benih kepada mereka masing-masing berharap mereka juga mendapatkan Keturunan untuknya.
Pada keesokan hari, Ryu beranjak dari tempat tidur berencana melanjutkan pekerjaan memberi sentuhan terakhir pada Kapal Udara ciptaannya.
__ADS_1
Sedangkan di dalam Kamar Utama, Nan Sian Zhao Luyi dan Zhao Liying sedang berbincang ringan.
" Sian'sian... Apakah seperti itu besarnya milik Pria?" Zhao Luyi meminta penjelasan dari Nan Sian karena mereka berdua belum berpengalaman.
" Suami kita saja yang memiliki keperkasaan yang luar biasa. Tapi aku sangat bahagia." Nan Sian tersenyum penuh kebahagiaan.
" Sebaiknya kita pulihkan diri dulu. Setelah itu kita kembali berlatih." Zhao Liying mengambil sebuah Pil.
" Hari ini aku tidak berlatih. Aku ingin menemani Gege." Zhao Luyi senyum kebahagiaan.
" Aku juga." Ucap Nan Sian.
" Haaahh... Aku rasa besok saja berlatih." Zhao Liying membatalkan rencananya untuk berlatih.
Ketiga Wanita itu pun memulihkan diri hingga sampai selesai mereka beranjak dari tempat tidur membuat berbagai macam hidangan.
Di tempat lain, Ryu yang sedang membuat Kapal Udara kini pada siang hari Ryu telah menyelesaikan pekerjaannya lalu menyimpan Kapal Udara tersebut ke Cincin Ruang.
Selesai melakukan pekerjaan, Ryu kembali ke Istana Emas dimana Nan Sian dan yang lain telah menyiapkan makanan untuknya.
Tanpa menunggu lama mereka juga menikmati hidangan tersebut hingga Ryu beranjak menuju Ruang Kultivasi.
Di Ruang Kultivasi Ryu berusaha meningkatkan Pelindung Yin-Yang Kura-kura yang dia miliki hingga saat malam tiba Ryu menyudahi Kultivasinya menuju ke Kamar Utama Istana Emas.
Hari demi hari Ryu, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying berlatih hingga Kini Ryu telah berhasil meningkatkan Pelindung Yin-Yang Kura-kura yang kini telah menjadi sebuah Pelindung berbentuk pisau Petir yang siap melukai siapapun yang mendekatinya.
" Sepertinya Pelindung ini sangat berbeda dari Pelindung Yin-Yang Kura-kura. Dengan begini aku sudah memiliki Dua Formasi Pelindung. " Ryu bergumam.
Dari kedua Pelindung tersebut Ryu tetap menamakan yang Pertama adalah Pelindung Yin-Yang Kura-kura sedangkan yang kedua adalah Formasi Petir Hitam.
Dari Formasi Petir Hitam Ryu berusaha terus belajar tentang Formasi agar bisa meningkatkan kemampuan Pelindung Petir Hitam untuk mengurung Lawan jika terlalu banyak.
Untuk kali ini Ryu berniat membuat kembali Kalung Teleportasi yang lebih baik dari sebelumnya agar semua Istrinya bisa memasuki Dunia Quzhu tanpa bantuannya.
Dengan segala pengetahuan yang dimiliki Ryu menaruh Batu Bintang di Lantai Dasar Istana Emas lalu mengirimkan pesan jiwa kepada seluruh Istrinya.
" Sian'er, Yi'er, Ying'er... Kalian tunggu disini dulu." Ryu menghilang dari Lantai Dasar Istana Emas.
Seketika Ryu telah berada di Tempat dimana Sheng Zhishu berada yang kini Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang juga muncul.
" Gege... Ada apa?" Tanya Sheng Zhishu.
" Aku hanya ingin bertanya kepada kalian, mengapa kalian tidak bisa meninggalkan tempat kalian? Apa ada hal yang tidak bisa tinggalkan?" Tanya Ryu.
" Gege... Kami hanya ingin mencari tempat aman untuk Berkultivasi karena tempat ini memiliki Energi Alam cukup banyak." ucap Sheng Zhishu.
" Mulai sekarang kalian tinggal di Dunia Quzhu saja. Untuk Energi Alam, kalian harus sedikit bersabar. Karena setelah menyelesaikan tugas, Aku akan mengambil Danau Air Embun Surgawi." ucap Ryu.
" Baiklah Gege... Kami akan menurut." ucap Yuwang.
" Sepertinya kalian sudah memanggilku dengan sebutan lain?" Ryu mengerutkan kening.
" Kami ingin seperti Istrimu yang lain." Xin Chie melotot ke arah Ryu.
" Chie'er... Ada apa denganmu?" Ryu menatap ke arah Xin Chie.
" Sepertinya Gege selalu menambah Istri." Xin Chie berjalan mendekati Ryu.
" Maaf Gege... Sepertinya kami sudah lama tidak melayanimu dengan baik." ? Sheng Zhishu merasa bersalah.
" Chie'er... Ini semua diluar dugaanku." Ryu merasa bersalah.
" Shu'er... Kalian tidak salah. Hanya saja aku yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik." Ucap Ryu.
" Apa yang dikatakan Gege memang benar. Kita harus bersamanya seperti dulu lagi." Ucap Yuwang.
" Yuwang benar... Sesulit apapun yang terjadi, Paling tidak kita akan menemaninya di setiap perjalanan." Yinshi ikut menimpal.
" Tapi kalian harus berjanji jangan sampai keluar dari Dunia Quzhu." Ryu mengingatkan mereka.
__ADS_1
" Mmmm...Tapi Gege juga harus berjanji akan Pulang ke Dunia Quzhu setiap malam." ucap Xin Chie.