
" Tuan... Suara apa itu?" Wu Tian, Dao Luo dan Yan Ran beserta pasukannya yang baru saja muncul di atas kapal langsung menanyakan hal itu.
" Itu suara dari Hewan Kontrak milikku." Ryu menunjuk ke arah Tou Shuijing berada yang sedang bermain dengan air laut.
Mereka pun menoleh ke arah yang ditunjukkan sontak membuat mereka kaget berkeringat dingin melihat makhluk raksasa mengerikan yang menyamai ukuran Kapal Udara.
" Monster?!!" ucapan yang keluar dari mulut Wu Tian, Dao Luo, Yan Ran dan bawahan mereka.
Meskipun Wu Tian dan Dao Luo pernah melihat wujud dari Tou Shuijing, namun tidak mengira jika bisa sebesar itu.
Terlihat dari wajah Yan Ran begitu gelisah karena di bawah kapal tersebut adalah wilayah kerajaan Laut Timur.
" Yan Ran... Kamu tenang saja, Shuijing tidak akan menggangu Kerajaan Laut Timur." Ryu mengetahui kegelisahan Yan Ran.
" Te... Terimakasih Tuan." Yan Ran bernapas lega mendengar ucapan dari Ryu.
" Wu Tian, Dao Luo, Yan Ran.... Kalian boleh ambil sumberdaya yang ada di gudang penyimpanan. Disana juga terdapat Harta langit untuk memperkuat Fondasi kalian. Kalian tidak perlu sungkan untuk menggunakannya, dan bagikan kepada prajurit kalian." Ryu menatap ke arah mereka.
" Terimakasih Tuan." Mereka mengangguk lalu masuk kembali ke dalam kapal.
Begitupun dengan Tou Shuijing, dia langsung menyelam ke dasar lautan untuk memperkuat fisiknya hingga tidak terlihat lagi.
' Mohon izin Tuan... Aku akan berendam dalam beberapa hari kedepan.' Tou Shuijing mengirim pesan jiwa kepada Ryu.
' Lakukan saja!' Ryu membalas pesan jiwa dari Tou Shuijing.
Setelah puas menikmati keindahan laut, Ryu kembali ke kamar utama kapal udara lalu masuk ke Dunia Quzhu untuk bertemu dengan Istrinya.
Kapal udara Itu pun terus melaju ke arah Benua Utara dengan hingga berhari-hari dimana terlihat lautan luas yang tanpa ujung.
Untuk mengisi waktu luang, Ryu terus berada di Dunia Quzhu baik untuk menemani Istrinya maupun berlatih dan Berkultivasi mengingat waktu yang ada di Dunia Quzhu sekarang lebih cepat dari waktu yang sebenarnya.
*****
Di lautan yang luas, terlihat sosok Pria sepuh bersama dua wanita yang terlihat masih muda sedang bertarung melawan para Perompak di atas kapal yang sangat besar.
" Serang orang tua itu! Dia sangat berbahaya jika dibiarkan." Sosok Pria berbadan kekar yang merupakan Pemimpin dari Perompak tersebut sedang memberi perintah kepada bawahannya.
" Baik Ketua." Beberapa Perompak langsung mengepung Pria sepuh tersebut dengan sebilah Pedang di tangan mereka.
Meskipun terlihat panik, Pria sepuh berusaha untuk menghalau serangan dari para perompak hingga terdengar suara dentingan dari pertemuan pedang.
__ADS_1
Begitu pun dengan kedua wanita yang lain, mereka juga tengah dihadang oleh beberapa anggota perompak hingga sudah banyak mengalami luka sayatan di tubuh mereka.
" Senior..." Kedua wanita itu terlihat panik karena mereka dapat melihat bahwa Pria sepuh itu juga banyak mengalami luka sayatan.
" Nona... Cepat pergi dari sini, gunakan perahu kecil itu." Pria sepuh berusaha sekuat tenaga menghalau serangan tersebut meskipun kondisinya sudah memprihatinkan dimana darahnya mulai bercucuran akibat terkena luka sayatan maupun tusukan.
" Tidak Senior... Lebih baik kami mati dari pada meninggalkan Senior sendirian." Salah satu dari wanita itu berpikir jika mereka pergi dengan menggunakan perahu, pasti akan terkejar oleh Perompak tersebut.
" Craaash." Sebuah tebasan pedang mengenai tubuh Pria sepuh.
" Aaarrrggghhhh." Pria sepuh meraung keras sambil menendang anggota perompak yang memberi luka sayatan pada tubuhnya.
" Kraaack... Byuuurr..." Satu dari anggota perompak terpental hingga jatuh dari kapal.
" Orang tua ini sungguh merepotkan." Wakil dari Perompak langsung melompat ke arah Pria sepuh dengan melakukan tendangan keras.
" Bboooom." Tendangan keras bertumpu pada bagian perut Pria sepuh hingga membuatnya terpental ke belakang menabrak dinding kapal.
" Uhuuk." Pria sepuh memuntahkan segumpal darah berusaha bangkit sekuat tenaga untuk melawan mereka kembali.
" Hahaha... Sekarang kita mendapatkan buruan lagi. Aku yakin Pemimpin kita akan senang dengan buruan kita hari ini." Sosok Pria kekar tertawa lepas sambil menatap ke arah kedua wanita tersebut.
" Benar ketua... Dengan hasil buruan kita ini, kita bisa mendapatkan Pil Kultivasi lebih banyak lagi." Wakil perompak senyum lebar sambil berjalan mendekati kedua wanita itu.
" Tuan Ryu... Sepertinya ada kelompok Perompak." Wu Tian menatap kapal tersebut dari kejauhan.
" Kita harus bantu mereka!" Ryu memberi perintah kepada Wu Tian.
" Baik Tuan Ryu." Wu Tian langsung meningkatkan laju kapal hingga dalam beberapa saat mereka sudah mendekatkan kapal tersebut.
" Ketua." Anggota perompak menatap ke arah Kapal yang terlihat mewah hingga menarik perhatian para perompak tersebut.
" Wah... Wah... Wah... Ini benar-benar sebuah keberuntungan langit." Ketua Perompak terpesona melihat Kapal yang mendekati mereka.
" Tinggalkan kedua wanita itu! Kita memiliki buruan yang lebih besar. Kita rebut Kapal itu!" Perintah dari Ketua Perompak.
" Baik Ketua." Anggota Perompak yang awalnya sudah menangkap kedua wanita, kini melepaskan kembali karena sangat tertarik dengan Kapal Udara yang berlapis emas dan kristal.
Mereka menganggap bahwa pemilik Kapal Udara itu pasti dari Bangsawan terbesar di Benua Timur.
" Sekarang bersiaplah untuk merebut Kapal itu. Kali ini kita bisa berlibur selama satu tahun." Ketua Perompak memandang kapal tersebut penuh dengan keserakahan.
__ADS_1
Di sisi lain Ryu dan bawahannya juga bersiap untuk menghadapi Kelompok perompak tersebut.
" Tuan Ryu... Sepertinya mereka hanya kelompok rendahan." Dao Luo dapat merasakan bahwa tingkat Kultivasi mereka masih mencapai Pendekar Bumi.
" Mmm.... Chaizu, Jiejia..., Serang Kapal induk mereka!" Ryu memberi Perintah.
" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia langsung melompat ke Kapal induk Perompak tersebut.
" Dao Luo... Kamu bersama Prajuritmu serang semua Kapal di sisi kanan." Ryu menunjuk ke arah beberapa Kapal lain di samping kanan.
" Baik Tuan Ryu." Dao Luo dan Prajuritnya langsung melesat terbang ke beberapa kapal tersebut.
" Yan Ran... Kamu bersama Prajuritmu serang semua Kapal di sisi kiri." Ryu menunjuk ke arah beberapa Kapal lain di samping kiri.
" Baik Tuan Ryu." Yan Ran dan Prajuritnya langsung melesat terbang ke beberapa kapal tersebut.
Suara pertarungan pun terdengar dari berbagai arah hingga suara teriakan dan jeritan dari anggota perompak menggema di udara.
" Tuan Ryu." Wu Tian terlihat panik karena hanya dia sendiri yang memiliki tingkat Kultivasi yang masih rendah.
" Wu Tian... Kamu tunggu disini saja. Biar aku sendiri yang menghadapi mereka." Ryu langsung melompat ke arah dimana kapal besar yang sedang dijarah oleh perompak tersebut.
" Wuush... Tap." Ryu menyentuh lantai kapal besar itu dimana terlihat banyak mayat berserakan hampir memenuhi kapal tersebut.
" Tunggu apa lagi? Serang Pemuda itu! " Wakil perompak yang kebetulan berada di kapal tersebut langsung memberi perintah kepada anggota perompak yang juga ada di kapal besar.
" Wuush." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung membuat anggota perompak langsung menjadi kabut darah yang kini hanya tersisa satu sosok yaitu Wakil perompak yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap awal.
" Gluug." Wakil perompak menelan ludah berkeringat dingin menyaksikan semua bawahannya mati tanpa disentuh.
Merasakan firasat buruk. Wakil perompak berniat untuk meninggalkan kapal itu hingga menciptakan gelombang air.
" Mau kemana? Apa kamu tersesat?" Ryu menatap ke arah Wakil perompak yang kebingungan karena tubuhnya tidak bisa bergerak.
" Tuan... Tolong ampunilah hamba." Wakil perompak semakin panik karena untuk berlutut saja dia tidak mampu.
" Apa kalian pernah mengampuni buruan kalian? " Ryu bertanya kepada Wakil perompak sesaat menggelengkan kepala yang menandakan bahwa mereka selalu menghabisi nyawa buruan mereka.
" Terimakasih Tuan Pendekar telah menyelamatkan nyawa kami." Kedua wanita sebelumnya yang sudah tidak berdaya dengan pakaian compang-camping.
" Kraaack." Ryu mencekik leher Wakil perompak hingga mati tanpa bersuara.
__ADS_1
Melihat kejadian itu, kedua wanita tersebut bergindik ngeri sambil menatap ke arah Ryu yang berjalan mendekati mereka hingga kedua wanita itu tidak berani bersuara.
" Pulihkan diri kalian! Carilah pakaian yang layak di kapal ini." Ryu memberikan beberapa Pil lalu meninggalkan kapal tersebut kembali ke kapal udara.